cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 400 Documents
Model Dakwah Kirun Melalui Media Pertunjukan Seni Opera Campur Santri di Desa Bulu, Sambit, Ponorogo
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 2 No. 2 (2019): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah selama ini dipahami secara sempit yang hanya umumnya disampaikan dalam bentuk ceramah atau khutbah. Kondisi ini mengakibatkan dakwah kurang mendapat apresiasi dan perubahan yang signifikan. Banyak cara agar pesan dakwah yang dilakukan diterima oleh audien dengan baik dengan menggunakan media pendukung. Sebagaimana metode dakwah yang dilakukan oleh Kirun bersama paguyuban seninya dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi di Desa Bulu, Sambit, Ponorogo pada tanggal 4 Desember 2017. Kirun piawai dalam mengkolaborasikan antara ketoprak dan campursari dengan dakwah. Pada pementasan operanya, lagi-lagu campursari diganti dengan lirik yang bernuansa Islami. Model dakwah Kirun melalui media opera menjadikan dakwah lebih memeroleh antusias masyarakat sebagai objeknya. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam model dakwah Kirun melalui media opera sehingga memiliki dampak yang lebih signifikan dalam pengembangan dakwah kepada masyarakat khususnya di pedesaan.
Merokok dalam Arena Dominasi Kapital dan Religi: Suatu Kajian Teoritik
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 2 No. 2 (2019): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok dalam masyarakat tidak lepas dari proses saling tarik menarik kepentingan menguasai konsumen sebagai “sumber” pendapatan antara pabrik rokok dan pemuka agama. Studi ini memotret maraknya kebiasaan merokok dalam lingkungan religius pondok pesantren dimana kedua kepentingan berjalan saling tarik menarik, bahkan terkesan seperti piramida berujung ganda. Santri sebagai konsumen menjadi ajang perebutan pengaruh diantara keduanya dan agaknya industri rokok yang berhasil menguasainya. Tulisan ini hendak menjelaskan dari sudut teoritik mengapa fenomena merokok semakin luas, bahkan sudah jauh masuk ke wilayah religius, khususnya agama Islam yang notabene memberikan derajat “makruh” pada rokok. Institusi pendidikan umum hingga khusus (pesantren) - agaknya tidak bisa maksimal melakukan pendidikan kesehatan yang terkait dengan rokok. Bahkan terkesan kalah di kendang sendiri.
Makanan, Globalisasi dan Agama: Ekspresi Keberagamaan Kelas Menengah Muslim dalam Globalisasi Makanan
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 2 No. 2 (2019): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang membutuhkan makan. Makanan menjadi sumber nutrisi bagi tubuh. Namun dalam era modern, makanan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan tubuh semata, tetapi juga berfungsi simbolik. Dalam konteks simbolik itu, pemilihan makanan dan rasa dari makanan tersebut tidak lagi dibentuk oleh pengecap yang bersumber dari pengetahuan. Pengetahuan tersebut dituntun oleh rasa yang mengglobal dan terus mempermainkan pengetahuan tentang makanan. Namun demikian, globalisasi bukanlah satu-satunya pembentuk pengetahuan atas makanan. Agama turut pula mempengaruhinya. Sehingga tercipta narasi yang indah antara makanan, globalisasi dan agama. Narasi itu membentuk hubungan sebuah rasa, rasa lokal dan rasa global. Tulisan ini mencoba mengetengahkan bagaimana globalisasi membentuk ekspresi beragama khususnya dalam hal makanan. Penulis bermaksud mengemukakan bahwa makanan yang setiap saat dimakan oleh manusia sejatinya tidak dapat dilepaskan proses sosial, terututama globalisasi. Proses globalisasi yang tengah terjadi pada saat ini sedikit banyak dapat membentuk pola keberagamaan khususnya dalam sistem makan sebuah masyarakat.
Dilema Perkawinan Usia Dini: Antara Tradisi dan Regulasi
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 2 No. 2 (2019): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu mengenai perkawinan anak usia dini (dibawah umur) sejak dulu memang selalu menjadi persoalan hangat dikalangan umat muslim. Disatu sisi melangsungkan pernikahan di bawah batas usia yang telah ditentukan oleh undang-undang berarti pelanggaran terhadap hukum atau perundang-undangan yang berlaku. Akan tetapi secara teologis pernikahan usia dini diperbolehkan. Disisi lain sanksi bagi pelanggaran tersebut juga tidak diatur di dalam undang-undang. Inilah kelemahan hukum keluarga di Indonesia pada umumnya, dan khususnya hukum perkawinan, sehingga banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Dalam konteks hukum Islam secara umum meliputi lima prinsip yaitu perlindungan terhadap agama, jiwa, keturunan, harta, dan akal. Dari kelima nilai universal Islam ini, satu diantaranya adalah agama menjaga jalur keturunan (hifdzu al nasl). Oleh sebab itu, bahwa agar jalur nasab tetap terjaga, hubungan seks yang mendapatkan legalitas agama harus melalui pernikahan. Seandainya agama tidak mensyari’atkan pernikahan, niscaya geneologi (jalur keturunan) akan semakin kabur.
Etnografi Konflik Masyarakat Batu Daya dengan Perusahaan PT. Swadaya Mukti Prakarsa di Simpang Dua, Ketapang, Kalimantan Barat
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 3 No. 01 (2020): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The natural and social environmental impacts of the expansion of palm oil plantation companies have invited many protests from the local communities and local NGOS. The many consequences of this expansion have been documented to include increasingly the deforesation and conversion of forest areas. Then invites polemic and conflict between oil palm plantation companies and local communities. In this study took place in Batu Daya village of Ketapang Regency, where indigenous peoples and local communities who have settled hereditary and actively use the forest for daily needs and make a living, according to indigenous knowledge and traditions. They must participate in the games of palm oil companies in the management of their private land. This research uses qualitative methods with ethnographic approaches, where the analysis of conflicts as data analysis. The data used is primary data through interviews and observations in the field, then secondary data comes from village government documents, corporate documents, government regulations and scientific journals. The findings of this research is a communal conflict that occurred between the Palm Plantation company PT. Swadaya Mukti Prakarsa initiative with the community in Batu Daya Village, due to changes in the socio-economic structure of the community traditional landscape on the potential of natural wealth to the capitalist system through the core and plasma patterns. Then, the process of communal conflict between palm plantation company PT. Swadaya Mukti Prakasa with the people of Batu Daya village as a result of the society felt not to get enlightened life as hope. The communal conflict between the palm Plantation company PT. Swadaya Mukti Prakasa initiative with the people of Batu Daya village has actually been mediated by local NGO’s in West Kalimantan. Keywords: Conflict; Palm Oil; Company; Customary Community Abstrak Terjadinya dampak lingkungan alam dan sosial dari ekspansi perusahaan perkebunan kelapa sawit banyak mengundang protes dari masyarakat, komunitas lokal dan LSM lokal. Banyaknya akibat dari ekspansi ini berhasil didokumentasikan meliputi deforesasi yang semakin merajalela dan konversi wilayah hutan yang luas. Hal ini kemudian mengundang polemik dan konflik antara perusahaan perkebunan sawit dengan masyarakat lokal. Pada penelitian ini mengambil lokasi di Desa Batu Daya Kabupaten Ketapang, dimana masyarakat adat dan komunitas lokal yang telah menetap secara turun-temurun dan secara aktif menggunakan hutan untuk kebutuhan sehari-hari dan mencari nafkah, sesuai dengan pengetahuan dan tradisi adat. Mereka harus ikut ke dalam permainan perusahaan kelapa sawit dalam pengelolaan lahan milik pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, dimana analisis konflik sebagai pisau analisa data. Data yang digunakan adalah data primer melalui wawancara dan observasi di lapangan, kemudian data sekunder berasal dari dokumen pemerintahan desa, dokumen perusahaan, peraturan pemerintah dan jurnal ilmiah. Temuan penelitian ini yaitu konflik komunal yang terjadi antara Perusahaan Perkebunan Sawit PT. Swadaya Mukti Prakarsa dengan masyarakat di Desa Batu Daya, disebabkan perubahan struktur sosial-ekonomi masyarakat dari sistem peladangan tradisional atas potensi kekayaan alam ke sistem kapitalis melalui pola inti dan plasma. Kemudian, proses konflik komunal antara Perusahaan Perkebunan Sawit PT. Swadaya Mukti Prakarsa dengan masyarakat Desa Batu Daya sebagai akibat dari masyarakat merasa tidak mendapatkan pencerahan hidup sebagaimana harapan (untung-rugi yang tidak jelas). Konflik komunal antara Perusahaan Perkebunan Sawit PT. Swadaya Mukti Prakarsa dengan masyarakat Desa Batu Daya sebenarnya telah ditengahi oleh berbagai LSM lokal di Kalbar. Kata Kunci: Konflik; Kelapa Sawit; Perusahaan; Adat
Dinamika Pelayanan Lembaga Sosial: Resistensi Pekerja Sosial di Yayasan Sayap Ibu Cabang Yogyakarta
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 3 No. 01 (2020): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan sosial merupakan profesi yang telah lahir sejak dari beberapa abad yang lalu, bahkan profesi pekerjaan sosial sudah diakui secara menggelobal yakni Internasional Federation of Social Work (IFSW). Dimana IFSW menjadi bentuk pengakuan terhadap eksistensi pekerjaan sosial sebagai sebuah profesi. Akan tetapi berbicara tentang pekerjaan sosial, tidak akan pernah lepas dengan substansinya terkait dengan bagaimana memberikan pelayanan terhadap individu, kelompok, maupun masyarakat. Namun, dimana kita ketahui, bahwa dalam setiap tindakan pasti memiliki tantangan dan kendala, begitu pula dengan profesi pekerjaan sosial. Akan tetapi didalam tulisan ini membahas secara spesifik terkait dengan tantangan manajemen pelayanan pekerjaan sosial di Yayasan Sayap Ibu Cabang Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris atau kualitatif, dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini terkait dengan pola tantangan manajemen terjadi dari beberapa indikasi yakni kurangnya pendanaan, pemunduran diri seorang pegawai, kurangnya pekerja sosial dan pengasuh di dalam panti, dan ketika berbicara tentang tantangan manajemen tentu akan memicu berbagai dampak seperti kurangnya keefektifan dalam memberikan layanan kepada klien, kurangnya sumber untuk klien terutama tentang kebutuhan dasar, lemahnya proses pelayanan dan menjadikan pelayanan tidak efisien. Sedangkan resistensi dari pegawai atau kepala panti dalam menghadapi problem manajemen di lembaga yakni bertindak dinamis dalam mencari pendanaan seperti mengajukan proposal ke perusahaan, melakukan evaluasi yang mengimplikasi semua pegawai lembaga baik itu pekerja sosial sampai pengasuh anak dan mencari sousi seperti mencari penggati pegawai terutama yang siap bekerja lahir batin mengurus klien.
Fenomena Seleb Hijrah: Tendensi Ekslusivisme dan Kemunculan Kelompok Sosial Baru
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 3 No. 01 (2020): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious behavior nowadays has became a sector which has a lot of change. Modernity and globalization formed a society that was worried on their religious identity. This problem deliver to a new trend amongst young people and Indonesian celebrities. Campaigns of movement extensively spread on media social, self convertion to religious individuals also known as “seleb hijrah”. The massive movement of hijrah lead by various groups that caused alteration the meaning of it and increased activities of religion commodification. Society today has liberation to select literature of hijrah concept that are available in the media. Media extention facilitate spreading of the existence of seleb hijrah which eventually form new communities such as “Kajian MuSaWaRah”. Data obtain through social media, various video and articles discussing the same topic. This paper aims to scientifically explore and critically examine the phenomenon of seleb hijrah that have occurred among artists in recent years. Examine further the emergence of tendency of exclusivism in modern social circle. In addition, the article also explain the tendency of religious commodification in artists circle, in which called them selves with preacher. Nadirsyah Hosen said that hijrah activity amongst celebrities should not only be a popular trend to moving stage in seek of audiences. The majority of artists who are members of the group, innovate to maintain their existence in the public sphere. Keywords: hijrah, artist, exclusivism, identity Abstrak Perilaku keagamaan masa kini telah menjadi bidang yang banyak mengalami perubahan. Modernitas dan globalisasi kemudian membentuk masyarakat yang terguncang akan identitas keagamaannya. Kekhawatiran ini kemudian menghasilkan tren baru di kalangan anak muda dan selebriti Indonesia. Kampanye gerakan untuk menjadi pribadi religius yang dilakoni para artis kemudian marak ditemukan di media sosial atau yang juga dikenal dengan seleb hijrah. Gerakan massif hijrah yang dilakukan oleh berbagai kalangan, menyebabkan terjadinya pergeseran makna hijrah serta meningkatnya aktivitas komodifikasi yang menjadikan agama sebagai obyeknya. Masyarakat dewasa ini bebas untuk memilih referensi hijrah dari sekian banyak sumber yang telah tersedia di media. Ekstensi media mempermudah penyebaran eksistensi artis hijrah yang akhirnya membentuk sebuah komunitas baru seperti Kajian MuSaWaRah. Data didapatkan melalui media sosial, berbagai video kajian serta artikel-artikel yang membahas topik yang sama. Tulisan ini bertujuan untuk menelusuri dan mengkritisi secara ilmiah fenomena seleb hijrah yang terjadi di kalangan artis beberapa tahun terakhir. Menelaah lebih jauh munculnya kecenderungan ekslusivisme kelompok sosial modern. Selain itu, artikel juga memaparkan terjadinya kecenderungan komodifikasi agama di dalam kelompok artis yang mulai mengidentifikasikan diri sebagai kelompok pendakwah. Mengutip tulisan Nadirsyah Hosen, aktivitas hijrah di kalangan artis seharusnya tidak hanya menjadi tren populer perpindahan panggung dalam mencari audiensi. Mayoritas artis yang tergabung ke dalam kelompok ini kemudian berinovasi untuk tetap mempertahankan eksistensi mereka di ranah publik. Kata kunci: hijrah, artis, eksklusivisme, identitas
Strategi Pengelolaan Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan Berbasis Perikanan di Kabupaten Gresik dan Tuban
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 3 No. 01 (2020): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The wealth of marine and fisheries resources is very large, contrary to the sadness of the assumptions which are marine and fisheries resources that make fisheries live prosperously, pushed over by data from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries in 2010, it takes 7.87 million poor coastal communities and 2.2 million inhabitants of the coastal population are very poor in all parts of Indonesia. These poor fishermen are scattered in 10,640 fishing villages. This research is aimed to (a) analyzing the level of benefits of government assistance for villages/agriculture-based areas, (b) understanding fisheries-based management models, (c) formulating forms of facilitation activities in rural areas based on fisheries potential. In Gresik and Tuban Regencies, following the 2014 KKP Statistics data from the East Java Province Fisheries and Maritime Services, both regions have some fisheries as well as rural areas with fishery potential. Through observations and analyses from several aspects, in Tuban and Gresik Districts have not felt the influence of assistance from the government. There needs to be assistance to capture the capital, which will have a significant impact on society. Keywords: Natural Resources, Fisheries, Rural area, Coastal area, Policy Abstrak Kekayaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat besar, bertolak belakang dengan mirisnya kondisi perekonomian nelayan di Indonesia terutama nelayan yang berada di kawasan perdesaan. Asumsi bahwa besarnya sumberdaya kelautan dan perikanan menjadikan nelayan hidup sejahtera, ditepis oleh data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2010 menegaskan bahwa terdapat 7,87 juta masyarakat pesisir miskin dan 2,2 juta jiwa penduduk pesisir sangat miskin di seluruh wilayah Indonesia. Nelayan miskin tersebut tersebar di 10.640 desa nelayan di pesisir. Penelitian ini ditujukan untuk (a) menganalisa tingkat kemanfaatan bantuan pemerintah untuk desa/kawasan perdesaan berbasis potensi perikanan, (b) mengetahui model pengelolaan kawasan perdesaan berbasis perikanan, (c) merumuskan bentuk kegiatan fasilitasi pada kawasan perdesaan berbasis potensi perikanan. Fokus penelitian ini pada Kabupaten Gresik dan Kabupaten Tuban, sesuai dengan data Statistik KKP 2014 dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur kedua daerah tersebut memiliki jumlah nelayan maupun kawasan perdesaan dengan potensi perikanan. Dari hasil observasi serta analisis dari beberapa segi, di Kabupaten Tuban dan Gresik belum merasakan dampak adanya bantuan dari pemerintah. Perlu adanya fasilitasi pendanaan atau modal utamanya bagi nelayan tangkap, dimana hal itu nantinya akan berdampak signifikan terhadap masyarakat. Kata Kunci: Sumber Daya Alam, Perikanan, Kawasan Pedesaan, Kebijakan Pemerintah
Hijrahnya Pelaku Prostitusi: Studi Perubahan Perilaku Mantan Mucikari di Eks-Lokalisasi Bangunsari, Surabaya
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 3 No. 01 (2020): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Da'wah could be an effective strategy in tackling the problem of prostitution. Da’wah of Kyai Khoiron in Bangunsari localization could become one of the example. In this case, Kyai Khoiron’s da’wah has given positive effects that result in fairly drastic change in the behaviour of a former pimp named SN (initial name), who has became very active in religious activities and also a coordinator in a preaching routine forum in her living environment. This study attempts to explore the change of behaviour that was experienced by SN using CEOS theory. As a result, SN experienced behavioral changes through 4 stages: the first stage is problem diagnosing, where SN realizes that becoming prostitute makes her feel so far away to God; the second stage is setting goal of her behavioral change, that is serving her life and death only for God (Allah); third, taking actions by starting to be active in various religious activities in the environment, giving charity and performing prayer and worship rituals regularly; fourth, maintaining change in behavior where she considers the change in her behavior as the way of life that she wants and conceive God as something very valuable in her life. Keywords: CEOS Theory, Behaviour Change, Hijrah, Prostitution, Pimp, Da’wah Abstrak Dakwah dapat menjadi strategi yang cukup efektif dalam menanggulangi masalah prostitusi. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Kyai Khoiron di eks-lokalisasi Bangunsari, Surabaya. Salah satu hasil dari dakwah Kyai Khoiron adalah perubahan perilaku yang cukup drastis pada salah seorang mantan mucikari bernama SN (inisial), yang kini telah menjadi sangat aktif dalam kegiatan keagamaan bahkan menjadi penggerak dalam kegiatan pengajian di lingkungannya. Penelitian ini berusaha mendalami bagaimana perubahan perilaku yang terjadi pada SN yang telah banyak menerima dakwah dari Kyai Khoiron, dengan menggunakan teori CEOS. Hasilnya, SN mengalami perubahan perilaku melewati 4 tahapan: pertama diagnosa masalah, dimana SN menyadari bahwa profesinya sebagai mucikari dapat membuatnya jauh dari Allah; kedua menetapkan tujuan perubahan perilaku, dimana SN memiliki tujuan agar dirinya dapat mengabdi hidup mati hanya untuk Allah; ketiga mengambil langkah perubahan dengan berhenti dari profesi mucikari, mulai aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan, bersedekah, dan melakukan ibadah-ibadah ritual; keempat mempertahankan perubahan perilakunya secara stabil karena ia menganggap perubahan perilakunya sebagai cara hidup yang ia inginkan dan menganggap Allah sebagai sesuatu yang sangat bernilai dalam hidupnya. Kata Kunci: Teori CEOS, Perubahan Perilaku, Hijrah, Prostitusi, Mucikari, Dakwah
Youtube as Da'wah Media Innovation in Disruption Era
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 4 No. 01 (2021): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze YouTube as a da'wah media for Muslim preachers in the disruption era. The use of Youtube as a medium of preaching significantly impacted developing increasingly competitive digital da'wah content. The digitalization of Islamic da'wah on Youtube has made the Dai (preacher) more proactive in making updates and adjustments. Dai's proficiency in the mastery of dakwah media via Youtube is one of the determining factors in digitizing da'wah. Therefore, Dai, who uses Youtube as a medium of preaching in the digital era, must always carry out innovation. Dai can create material videos by adding stimulating effects such as animated visualization, adding unique descriptions for important material points, and religious music back sounds. Dai also take advantage of image editing applications such as CorelDRAW, Photoshop, and video applications such as Filmora, VideoPad, or Adobe Premiere in the material creation process. Innovation is the process of making a da'wah video is very important so that the da'wah material can touch the community, especially the millennial generation.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 7 No 2 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 7 No. 1 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 7 No 1 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 6 No 2 (2023): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2023): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 6 No. 1 (2023): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 6 No 1 (2023): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 5 No 2 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 5 No 1 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 4 No. 02 (2021): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 4 No 02 (2021): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 4 No 01 (2021): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 4 No. 01 (2021): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 3 No 02 (2020): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 3 No. 02 (2020): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 3 No. 01 (2020): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 3 No 01 (2020): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 2 No. 01 (2019): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 2 No 01 (2019): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 2 No 2 (2019): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 2 No. 2 (2019): Muharrik - Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 1 No 02 (2018): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 1 No. 02 (2018): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 1 No 01 (2018): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 1 No. 01 (2018): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial More Issue