cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2010)" : 10 Documents clear
PENGARUH IMBANGAN TEPUNG RASI (BERAS AMPAS SINGKONG), TEPUNG JAGUNG, DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK FLAKES TRIPLE MIXED ”SI JAGO” Marleen Sunyoto; Tati Sukarti; Tika Marina
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung rasi merupakan alternatif sumber pangan yang kaya akan energi dan berbasis pada potensi lokal karena terbuat dari rasi yang merupakan produk olahan dari limbah pembuatan pati singkong atau tapioka. Tepung rasi mempunyai kandungan energi yang hampir setara dengan beras, yaitu sebesar 359 kkal/100 gram bahan sehingga dapat dimanfaatkan menjadi makanan sarapan seperti flakes. Flakes harus memiliki karakteristik yang renyah sehingga diperlukan bahan tambahan lain seperti tepung jagung untuk memperbaiki sifat organoleptik dari produk. Selain itu, ditambahkan pula tepung kacang hijau yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai gizi protein dari flakes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau yang digunakan dalam pembuatan flakes agar dihasilkan flakes triple mixed ”Si Jago” dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau, yaitu 40:10:50, 40:20:40, 40:30:30, 40:40:20, dan 40:50:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau 40:10:50 memberikan hasil yang terbaik dengan kandungan kadar air 3,5 %, kadar protein 12,5 %, daya rehidrasi 27,6 %, berwarna kuning kecoklatan, rendemen 90,6 %, kekerasan 936 gF dan memiliki sifat organoleptik (aroma, warna, rasa, kerenyahan, dan kerenyahan dalam susu) yang  dapat diterima oleh panelis.     Kata kunci : Tepung rasi, Tepung jagung, Tepung kacang hijau, flakes
KAJIAN EKSTRAKSI ANTOSIANIN KULIT TERUNG JEPANG (Solanum melongena L.) Nurud Diniyah; Tri Susanto; Fithri Choirun Nisa
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis terung dan konsentrasi HCl dalam etanol terhadap kualitas fisik dan kimia pigmen antosianin kulit terung. Penelitian ini disusun dengan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor yaitu jenis terung (T), Kopek dan Kraigi dan konsentrasi HCl dalam etanol (P) 0,50 N; 1,00 N; dan 1,50 N dengan ulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut BNT α = 5 %. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode “ Multiple Attribute”. Perlakuan terbaik antosianin kulit terung diperoleh dari jenis terung Kopek dan konsentrasi HCl dalam etanol 1,00 N dengan karakteristik nilai pH 1,03; total antosianin 0,56 (mg/ml); rendemen antosianin 15,28x10-3 %; tingkat kecerahan (L*) 31,60; intensitas warna merah (a+) 33,50; dan sisa residu etanol 1,16 %. Kata kunci: Ekstraksi, Antosianin, Terung, Etanol
PENGARUH PELILINAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP UMUR SIMPAN DAN KUALITAS BUAH STROBERI (Fragaria nilgerrensis L.) Sudaryanto -; Dedi Prijatna; Laij Mariani; Doddy A. Darmaja
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelilinan merupakan salah satu teknik penyimpanan dengan prinsip menutup sebagian (+ 50 %) pori-pori permukaan buah dan sayuran. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperpanjang umur simpan buah stroberi yang telah dipanen, dengan metode pelilinan pencelupan, pada suhu penyimpanan dan pelapisan lilin lebah dengan konsentrasi tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Laboratorium Pangan, Bagian Pascapanen, Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2P TTG) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Subang. Metode penelitian yang digunakan adalah Experimental Method meliputi rancangan perlakuan, rancangan percobaan, rancangan analisis, dan rancangan respon. Rancangan perlakuan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi lilin (A) terdiri dari tiga taraf : 0 %, 2 %, dan 4 %. Faktor kedua yaitu suhu penyimpanan (B) terdiri dari tiga taraf : 10˚C, 15˚C, dan 30˚C. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan yang dianalisis dengan uji F dan ujiDuncan. Respon yang diamati susut bobot, kadar air, laju respirasi, kekerasan buah, kadar vitamin C, dan mutu organoleptik (penampakan, tekstur, warna, dan rasa) pada buah stroberi. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya interaksi antara konsentrasi lilin dan suhu penyimpanan yang berpengaruh terhadap kadar air, laju respirasi, kekerasan buah, dan kandungan vitamin C buah stroberi selama penyimpanan 10 hari, sedangkan terhadap susut bobot tidak terjadi interaksi. Faktor konsentrasi lilin dan suhu penyimpanan, masing-masing berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar air, laju respirasi, kekerasan buah, dan kandungan vitamin C buah stroberi. Perlakuan yang dianjurkan untuk pelilinan buah stroberi adalah konsentrasi lilin 4 % dan suhu penyimpanan 10°C menghasilkan nilai rata-rata susut bobot sebesar 47,09 %, kadar air sebesar 78,20 %, laju respirasi sebesar 19,90 %, kekerasan buah sebesar 7,79 mm/det, vitamin C sebesar 184,13mg/100g, dan nilai rata-rata mutu organoleptik terhadap penampakan sebesar 3,9; tekstur 4,1; warna 4,0 dan rasa 3,1. Kata kunci : Fragaria nilgerrensis, L., Stroberi, Pelilinan, Konsentrasi lilin, Suhu penyimpanan
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMANEN AIR HUJAN LAPANGAN UNTUK PERTANIAN LAHAN KERING Candy Permata Sari; Edy Suryadi; Wagiono -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghitungan perolehan air hujan pada Instalasi pemanenan air hujan di lapangan dipengaruhi banyak faktor yang menentukan panen air hujan aktual. yang dipanen. Melalui teknologi komputer penghitungan dapat dipermudah dengan merancang perangkat lunak pemanen air hujan lapangan. Sebuah protipe perangkat lunak – disebut In-Rain Software Versi 1.0, telah berhasil dibuat dan beroperasi dengan baik. Hasil perhitungan data panen air hujan dengan menggunakan perangkat lunak ini diuji dengan data sekunder Desa Bojongkembar Kabupaten Sukabumi Jawa Jawa Barat. Hasil uji menunjukan perbedaan data panen air hujan yang relatif kecil antara 0 sampai 0,39 dengan rata-rata nilai perbedaan 0,079. Hasil uji membuktikan bahwa perangkat lunak yang dirancang ini valid dan dapat direkomendasikan penggunaannya. Perangkat lunak ini mudah dipindahkan dengan flash disc tanpa harus menginstalasi program dasarnya, yaitu Borland Delphi 7.0.Kata kunci : Pemanenan air hujan, Perangkat lunak, Borland Delphi 7.0
STUDI KARAKTERISTIK PATI UBI JALAR MODIFIKASI GANDA METODE CROSS LINKING-ASETAT DAN APLIKASINYA DALAM PEMBUATAN SAUS CABAI Mira Miranti; Tita Rialita; Fitri Filianty
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pati ubi jalar modifikasi ganda metode cross-linking-asetat dan aplikasinya pada saus cabai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu: pembuatan pati dari ubi jalar, pembuatan pati modifikasi ganda crosslinking-asetat dan pembuatan saus cabai dengan 2 perlakuan (penambahan pati alami dan pati modifikasi ganda cross-linking-asetat) dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati ubi jalar alami memiliki rendemen sebesar 12,7 %, kadar air 9,70 %, kadar abu 0,45 %, suhu gelatinisasi 76,90 oC, viskositas maksimum 2.233,6 cp dan konsistensi amilografi 646,4 cp. Pati ubi jalar modifikasi ganda crosslinking-asetat memiliki kadar air 8,00 %, kadar abu 0,44 %, persentase asetilasi 2,19 %,nilai derajat substitusinya (DS) 0,08, suhu gelatinisasi79,45oC, viskositas maksimum 4.564,1 cp dan konsistensi amilografi 1.571,2 cp. Viskositas puncak dan viskositas balik pada kedua jenis pati belum tercapai. Warna saus cabai yang dihasilkan dari kedua jenis pati tersebut berwarna merah, aroma saus cabai saus cabai agak kuat, kekentalan yang cukup. Viskositas saus cabai yang menggunakan pati modifikasi ganda crosslinking-asetat (3900 cp) memiliki viskositas yang lebih tinggi dibandingkan saus cabai yang menggunakan pati alami (2150 cp) dan terjadi penurunan viskositas selama penyimpanan. Total padatan terlarut saus cabai yang menggunakan pati modifikasi ganda crosslinking-asetat (35,20 obrix) lebih rendah dibandingkan saus cabai yang menggunakan pati alami (39,70 obrix) dan terjadi terjadi peningkatan total padatan terlarut selama penyimpanan. Kestabilan saus cabai baik yang menggunakan kedua jenis pati tersebut tidak berubah selama penyimpanan 30 hari.Kata kunci: Pati alami, Pati modifikasi ganda crosslingking-asetat, Saus cabe
UJI KINERJA KOMPOR BERTEKANAN DENGAN MENGGUNAKAN MINYAK NABATI ASAL TANAMAN PERKEBUNAN Bambang Prastowo; Srimulato -; Abi Dwi Hastono; Martin Kratzeisen
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompor bertekanan (Protos-1) belum diuji pengoperasiannya menggunakan minyak nabati di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kinerja kompor dan mengevaluasi jenis bahan bakar nabati yang sesuai. Metode deskriptif analisis digunakan dengan mengacu pada penggunaan tiga jenis minyak nabati tanaman perkebunan, yaitu kelapa, kelapa sawit dan jarak pagar. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah residu pembakaran spesifik dalam vaporator kompor dengan bahan bakar minyak jarak pagar, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit berturut-turut adalah 0,73 - 0,88; 0,13 - 0,23 dan 0,32 - 0,52 g/kg. Persentase residu carbon Conradson pada minyak kelapa secara umum lebih rendah daripada minyak jarak pagar dan minyak sawit, yaitu berturut-turut  0,17 - 0,21; 0,22 - 0,32 dan 0,22 - 0,31 g/kg. Kandungan residu carbon dan pospor dalam minyak berkaitan dengan residu dalam vaporator. Daya yang dihasilkan dari kompor dengan minyak jarak pagar dan minyak kelapa sawit tidak berbeda, yaitu rata-rata 2,765 dan 2,725 kW, namun berbeda pada minyak kelapa, yaitu sekitar 2,98 kW. Konsumsi bahan bakar masing-masing adalah 0,281 - 0,315 kg/jam (minyak kelapa), 0,266 - 0,287 kg/jam (minyak jarak pagar) dan 0,270 - 0,275 kg/jam (minyak kelapa sawit). Kebisingan kompor terukur 70,2 dB dan masih berada di bawah ambang standar maksimum yang diijinkan yaitu 90 dB. Secara umum kinerja kompor pada penggunaan ketiga bahan bakar nabati tersebut adalah sama baiknya. Kata kunci : Bahan bakar nabati, Minyak kelapa, Minyak kelapa sawit, Minyak jarak pagar, Kompor bertekanan
PENGARUH PENAMBAHAN JENIS DAN KONSENTRASI ASAM TERHADAP KARAKTERISTIK TAPIOKA ESTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGERING OVEN Heny Herawati; I Nyoman Widiasa; Kendriyanto -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tapioka merupakan pati yang diambil dari ubi kayu serta dapat dimanfaatkan  sebagai bahan pangan atau bahan pembantu industri non-pangan. Salah satu produk pati termodifikasi komersial yaitu pati ester. Tujuan kegiatan penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan kombinasi bahan kimia (asam suksinat dan asam asetat) dan konsentrasi substrat untuk mendapatkan pati ester yang memiliki sifat fisiko kimia tertentu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan faktorial dengan mempergunakan 3 faktor yaitu konsentrasi substrat dua taraf (30 dan 40 %); konsentrasi asam suksinat dan asam asetat tiga taraf (1, 3, dan 5 %) serta jenis asam (asam suksinat dan asam asetat) dilakukan dengan dua kali ulangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan SAS 9.0 yang meliputi ANOVA serta uji lanjut Duncan. Modifikasi tapioka mempengaruhi sifat fisiko kimia, kecuali kadar abu. Nilai Derajat Substitusi tertinggi yaitu 0,06570 diperoleh berdasarkan perlakuan penggunaan konsentrasi substrat sebesar 40 %, konsentrasi asam suksinat 5 % serta metode pengeringan oven. Karakteristik produk pati asetat hasil penelitian, sebaiknya dapat digunakan untuk implementasi proses produksi pangan lanjut. Kata kunci: Asam, Tapioka ester, Oven
PENGARUH IMBANGAN BUBUR SELEDRI DAN TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK INDERAWI KERUPUK SELEDRI (Apium graveolens L.cv. secalinum Alef) Een Sukarminah; Carmencita Tjahjadi; Fensy Renfinasari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan bubur seledri dalam pembuatan kerupuk dapat menambah citarasa khas kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan imbangan yang tepat antara bubur seledri dan tapioka (b/b) agar diperoleh kerupuk seledri dengan karakteristik inderawi yang baik dan disukai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 8 ulangan. Perlakuan yang diteliti adalah imbangan bubur seledri dan tapioka yakni 25:75 (b/b), 30:70 (b/b) dan 35:65 (b/b). Hasil penelitian menunjukkan imbangan bubur seledri dan tapioka 35:65 (b/b) menghasilkan kerupuk dengan karakteristik yang paling baik dan disukai panelis. Kerupuk seledri pada perlakuan ini berwarna hijau kekuningan, memiliki kadar air 9,4 %, rendemen kerupuk seledri mentah 65,1 %, daya pengembangan 168,7 %, nilai kesukaan terhadap kerupuk seledri mentah yang meliputi warna 2,8 dan aroma 2,9, nilai kesukaan terhadap kerupuk seledri goreng yang meliputi warna 3,5 dan aroma 3,5 dari skor maksimum 5. Kata kunci : Kerupuk, Seledri, Imbangan bubur seledri dan tapioka
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK SERASAH TEBU SETELAH PANEN Wahyu K. Sugandi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha penanganan sisa tanaman tebu sebelum dan sesudah panen yang selama ini merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan dapat dikurangi dengan memperkecil ukurannya menjadi serasah tebu dengan mesin pencacah untuk bahan baku kompos. Untuk itu serasah tebu dikaji untuk memperoleh data fisik-mekanik yang perlukan dalam perancangan mesin pencacah serasah yang efisien dan efektif, baik secara teknis maupun ekonomis. Kata kunci: Sifat fisik, Sifat mekanik, Tebu, Serasah
PERANCANGAN SISTEM PAKAR ELEKTRIFIKASI BANGUNAN PERTANIAN Irfan Ardiansah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakar perancangan elektrifikasi bangunan pertanian belum tersedia, karena itu perancangan system pakar diperlukan. Penelitian yang berfokus pada perancangan perangkat lunak system pakar (FABEL) untuk merancang system elektrikasi dalam bangunan pertanian pra-panen dan pascapanen seperti untuk pengairan pencahayaan dan pendinginan. Metode rekayasa digunakan untuk membuat FABEL yang menyimpan pengetahuan basis dalam format teks dengan ekstensi*.clp dan bersifat open source dan diimplementasikan dengan menggunakan CLIPS. Hasil rancangan adalah sistem pakar Shell yang bersifat open source. Penggunaan elektrifikasi dalam bangunan pertanian merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan produksi pertanian. Pengetahuan dalam perancangan elektrifikasi dan bangunan pertanian merupakan hal penting untuk membangun sebuah bangunan pertanian. Untuk merancang sebuah bangunan pertanian dan elektrifikasinya dibutuhkan seorang pakar, tetapi sulit untuk ditemukan. Penelitian ini difokuskan pada pembangunan FABEL, sebuah perangkat lunak sistem pakar yang digunakan untuk merancang elektrifikasi dalam bangunan pertanian. Dalam bangunan pertanian pra-panen, FABEL digunakan untuk merancang elektrifikasi untuk pencahayaan, pendinginan dan pengairan, sedangkan dalam bangunan pertanian pasca panen digunakan untuk merancang elektrifikasi untuk pendinginan. Akuisisi data untuk membangun basis pengetahuan dilakukan oleh perekayasa pengetahuan. Basis pengetahuan tersebut disimpan dalam format teks dengan ekstensi *.clp. Sistem pakar FABEL diimplementasikan dengan menggunakan CLIPS yang merupakan shell sistem pakar yang bersifat open source. Kata kunci: Sistem pakar, Bangunan pertanian, Elektrifikasi, CLIPS

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2010 2010