cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2011)" : 7 Documents clear
PENGARUH WAKTU DAN SUHU REAKSI TERHADAP SINTESIS LIPID TERSTRUKTUR DARI MINYAK IKAN DAN ASAM LAURAT Edy Subroto; Chusnul Hidayat; Supriyadi -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lipid terstruktur dengan medium chain fatty acid (MCFA) pada posisi luar dan polyunsaturated fatty acid (PUFA) pada posisi sn-2 memiliki nilai gizi dan absorbsi yang sangat baik. Dalam penelitian ini lipid terstruktur disintesis secara langsung melalui interesterifikasi enzimatis antara minyak ikan dan asam laurat. Reaksi dikatalisis oleh lipase spesifik 1,3 dari Mucor miehei. Faktor-faktor seperti waktu inkubasi  dan suhu reaksi dipelajari. Selanjutnya tingkat inkorporasi asam laurat dan profil gliserida ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dan suhu reaksi optimum berturut-turut 12 jam dan 50 oC. Rasio mol optimum minyak ikan dan asam laurat adalah 1:10 dengan dihasilkan inkorporasi laurat mencapai 62,8 mol %. Pada waktu inkubasi yang lama, (lebih dari 12 jam), trigliserida menurun seiring dengan meningkatnya waktu inkubasi, sedangkan digliserida meningkat seiring dengan meningkatnya waktu inkubasi. Pada suhu reaksi di atas 50 oC, trigliserida menurun seiring dengan meningkatnya suhu reaksi. Metode interesterifikasi ini cukup efektif untuk mensintesis lipid terstruktur spesifik. Kata kunci : Interesterifikasi, Minyak ikan, Asam laurat, Lipid terstruktur, Inkorporasi
KARAKTERISTIK MINYAK AKAR WANGI (VETIVER OIL) DARI TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI LOGAM TIMBAL Dadan Sumiarsa; Totok Herwanto; M. Reyhan Pratama
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman akar wangi (V. zizanioides) merupakan salah satu tanaman pemulih lahan (fitoremediasi) tercemar logam berat, juga penghasil minyak atsiri, vetiver oil. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh penyerapan logam berat Pb terhadap komposisi minyak akar wangi. Tanaman akar wangi ditanam pada media tanah yang ditambah logam Pb artifisial dengan konsentrasi 0 (kontrol), 200, 800, dan 3200 ppm. Setelah 5 bulan penanaman   dilakukan analisis Pb yang terakumulasi  pada bagian akar dan shoot menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Bagian akar tanaman dilakukan hidrodistilasi, dan komposisi minyak akar wangi dianalisis dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman akar wangi dapat tumbuh pada media tanah yang mengandung 200, 800, 3200 mg Pb/kg dan kontrol. Rendemen minyak akar wangi masing-masing perlakuan  adalah 0,33, 0,40, dan 0,33 % dan 0,22 %. Hasil analisis komposisi minyak akar wangi menunjukkan komposisi seskuiterpen hidrokarbon meningkat dengan bertambahnya konsentrasi Pb di media, sebaliknya untuk seskuiterpen teroksigenasi menurun. Kata kunci :  Akar wangi, Minyak atsiri, Timbal
KAJIAN NERACA BAHAN MAKANAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN KOTA BANDUNG HINGGA TAHUN 2020 Andri Kristianto; Roni Kastaman; Totok Pujianto; Imas Setiasih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan kondisi pangan Kota Bandung perlu dideskripsikan untuk penyusunan rencana strategis dan aksi pemantapan ketahanan pangan sampai tahun 2010. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan analisis Neraca Bahan Makanan untuk mendeskripsikan Pola Pangan Harapan (PPH) dan proyeksi pemenuhan bahan makanan yang berorientasi pada pemenuhan kecukupan energi dan gizi dari sejumlah bahan makanan pokok hingga tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bandung telah memenuhi kecukupan energi pada tahun 2008 yaitu 2.591 Kal/kap/hari, Namun dengan asupan protein sebesar 67,75 g/kap/hari,  belum memenuhi gizi yang diharapkan. Sedang ketersediaan pangan baru mencapai skor PPH 78,3. Kata kunci : Neraca bahan makanan, Pola pangan harapan
PENGARUH PENAMBAHAN GUM XANTHAN DAN TELUR TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK MIE BASAH SORGUM BERBAHAN BAKU TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) Genotip 1.1 Efri Mardawati; Roby Andoyo; R. Sheila Kusumawardhani
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pembuatan mie basah sorgum berbahan baku tepung sorgum Genotip 1.1 dapat meningkatkan nilai guna dari tepung sorgum Genotip 1.1. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penambahan gum xanthan dan telur yang tepat sehingga dihasilkan mie basah sorgum berbahan bakutepung sorgum Genotip 1.1 dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan (experimental method). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu penambahan telur dengan 2 taraf yaitu penambahan telur 82 % dan penambahan telur 88 %. Faktor kedua yaitu penambahan gum xanthan dengan 3 taraf yaitu penambahan gum xanthan 1,5 %, 2,0 % dan 2,5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan penambahan telur dan penambahan gum xanthan terhadap nilai b*, tetapi tidak terdapat interaksi terhadap nilai kadar air, uji pengembangan, cooking loss, cooking yields, warna kromameter (L*, a*), hardness, stickiness, uji organoleptik skoring warna, rasa, aroma, dan kekenyalan. Perlakuan penambahan telur 88 % dan penambahan gum xantan 2,5 % menghasilkan mie basah sorgum dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis dengan kadar air mie mentah 35,13 %, uji pengembangan 16,54 %, cooking loss 3,40 %, cooking yields 8,53 g H2O diserap/10 g mie, nilai kecerahan L* 65,88, nilai a* -2,20, nilai b* 6,59, hardness 1640,84 gF, stickiness 39,93 gF, dan uji skoring warna 3,2 ; rasa 3,6 ; aroma 3,2 ; dan kekenyalan 5,1. Kata kunci : Mie basah sorgum, Gum xanhan, Genotip 1.1
PENGARUH SUHU DAN TEKANAN VAKUM SELAMA PROSES PENGGORENGAN TERHADAP PENGUAPAN AIR, KEKERASAN DAN KERENYAHAN KERIPIK BUAH Jamaluddin -; Siswantor -; Suriana Laga
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekstur keras dan renyah merupakan sifat khas produk goreng yang disukai konsumen. Untuk menghasilkan tekstur produk goreng yang keras dan renyah sesuai dengan selera konsumen, perlu diperhatikan kondisi bahan bakudan perubahan yang terjadi selama proses penggorengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan tekanan terhadap tekstur keripik buah selama proses penggorengan pada kondisi vakum. Sampel penelitian adalah buah nangka digoreng pada suhu 90 dan 100 OC, lama penggorengan 15 – 60 menit dan tekanan vakum 10 dan 15 kPa. Seluruh air yang ada dalam padatan dianggap sebagai air bebas yang menyebabkan terjadinya perubahan tekstur jika dihilangkan. Parameter yang yang diamati adalah kekerasan, kerenyahan kadar air, suhu, dan tekanan vakum. Hasil penelitian menunjukkan suhu dan tekanan vakum mempengaruhi perubahan kekerasan, kerenyahan produk dan penguapan air dalam padatan selama penggorengan. Laju perubahan kekerasan dan laju perubahan kerenyahan dipengaruhi oleh laju penguapan air bebas sesuai dengan kandungan air dalam padatan. Kata kunci: Suhu, Tekanan, Kadar air, Tekstur
RANCANG BANGUN UNIT PENCACAH SERASAH TEBU DENGAN MENGGUNAKAN PISAU TIPE REEL Wahyu Kristian Sugandi; Radite P. A. Setiawan; Wawan Hermawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah besar serasah tebu berukuran panjang berserakan di lahan setelah panen harus dibersihkan, karena mengganggu proses kerja pada musim tanam berikutnya. Penelitian ini menggunakan metode rekayasa merancang-bangun sebuah mesin pemotong serasah tebu. Hasilnya adalah sebuah unit prototipe mesin pemotong serasah tebu dengan pisau pemotong tipe reel berdimensi lebar 240 cm, panjang 268 cm dan tinggi 133 cm. Komponen pencacahnya terdiri dari silinder pencacah dengan panjang dan diameter masing-masing 60 dan 429 cm serta diameter poros silinder 45 cm. Mesin ini mampu memotong serasah tebu menjadi cacahan  kecil sebesar 2-4 cm dan langsung menguburkannya ke dalam tanah, di mana nutrisi yang masih terjandung dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Kata kunci : Serasah tebu, Rancang bangun unit pemotong serasah, Bahan kompos
PENGARUH BEBERAPA RASIO BAKTERI PEMBANGKIT (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus) TERHADAP CITA-RASA YOGHURT. Indira K. k; Edy Subroto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai rasio antar bakteri pembangkit (starter) dalam pembuatan yogurt dapat merangsang pertumbuhan mikroba yogurt yang membentuk cita-rasa khas yang disukai. Dalam penelitian ini digunakan dua bakteri pembangkit, yaitu; Streptococcus thermophilus (St) dan Lactobacillus bulgaricus (Lb) pada pembuatan yogurt dari susu kental manis. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan rasio, yaitu; P1= 1:1; P2 = 3:1 dan P3 = 5:1. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio P2 = 3:1 memiliki cita-rasa yang paling disukai dengan total populasi mikroba 1.28 x 1011 cfu/ml pada kadar asam laktat 0,22 persen dan kadar gula total 14.03 persen. Kata kunci: Rasio bakteri pembangkit (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus), Yogurt susu kental manis

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2011 2011