cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
tesla@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tesla@ft.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TESLA: Jurnal Teknik Elektro
ISSN : 14109735     EISSN : 26557967     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Teknik Sistem Komputer Teknik Sistem Telekomunikasi Teknik Biomedical Intenet of Thing
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Simulasi Pencahayaan Terowongan Tomang Siang Hari Menggunakan Lampu LED Endah Setyaningsih; Jeanny Pragantha; Rizki A. Mangkuto
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 1 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.677 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i1.2815

Abstract

Tunnel lighting during the day is very dependent on sunlight, especially access zones and threshold zones. The intensity of light in the zone must be able to compensate for the intensity of sunlight in front of the tunnel. For that artificial lighting will be placed in the access zone and the threshold zone must be arranged according to the presence of sunlight in front of the tunnel. At night, the threshold zone up to the exit zone must have the same illumination and luminance, and the value is not much different from the illumination and luminance that is on public roads before and after the tunnel. But in the daytime each zone must have different illuminations and luminance. This study took data from the Tomang tunnel, this tunnel consists of tunnels in the direction of Tangerang with an estimated average vehicle speed of 60 km / hour. The tunnel length is 120 m, width 7 m, height 4 m. The research in the form of this simulation uses LED lights, according to which currently there are 15 pieces installed, previously using 250 Watt HPS lights, as many as 20 pieces, with a distance between 6 m lights. The results showed that the lighting of the Tomang tunnel is currently not appropriate for daylight, because the lighting threshold zone is less able to meet the sun's luminance. As a result, during the day the threshold zone appears dark (there is a black hole phenomenon). While at night it produces excess illuminance and luminance, namely 104 lux illumination and 9.96 cd / m2 luminance greater than SNI standard 20 lux - 25 lux and 2 cd / m2. The use of LED lights produces higher luminance with less power, than HPS lamps. Pencahayaan terowongan pada siang hari sangat tergantung pada cahaya matahari, khususnya zona akses dan zona ambang. Intensitas cahaya pada zona tersebut harus dapat mengimbangi intensitas cahaya matahari di muka terowongan. Untuk itu pencahayaan buatan yang akan ditempatkan di zona akses dan zona ambang harus di tata sesuai adanya cahaya matahari di muka terowongan. Pada malam hari, zona ambang sampai dengan zona exit harus mempunyai iluminansi dan luminansi yang sama, dan nilainya tidak jauh berbeda dengan iluminansi dan luminansi yang ada pada jalan umum sebelum dan sesudah terowongan. Namun pada siang hari setiap zona harus mempunyai iluminansi dan luminansi yang berbeda. Penelitian ini mengambil data dari terowongan Tomang, terowongan ini terdiri dari terowongan ke arah Tangerang dengan perkiraan kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 60 km/jam. Panjang terowongan 120 m, lebar 7 m, tinggi 4 m. Penelitian yang berupa simulasi ini menggunakan lampu LED, sesuai yang saat ini terpasang sejumlah 15 buah, sebelumnya menggunakan lampu HPS 250 Watt, sebanyak 20 buah, dengan jarak antar lampu 6 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan terowongan Tomang saat ini kurang tepat untuk siang hari, karena pada zona ambang pencahayaannya kurang dapat memenuhi luminansi cahaya matahari. Akibatnya pada siang hari zona ambang nampak gelap (terjadi adanya black hole phenomena). Sementara pada malam hari menghasilkan iluminansi dan luminansi yang berlebih, yaitu iluminansi 104 lux dan luminansi 9,96 cd/m2 yang lebih besar dari standar SNI 20 lux - 25 lux dan 2 cd/m2. Penggunaan lampu LED menghasilkan luminansi lebih tinggi dengan daya lebih minimal, dari pada lampu HPS.
Daftar Redaksi Daftar Redaksi -
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 2 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.207 KB)

Abstract

-
Simulasi Multi Protocol Label Switching Virtual Private Network (MPLS VPN) Dengan Virtual Local Area Network (VLAN) Menggunakan Router MIKROTIK Bertha Euginia; Theresia Ghozali
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 2 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.279 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i2.2987

Abstract

MPLS VPN with VLAN network is used to get fast, secure, and easily accessible communication .MPLS network will send packet data with label in header to the destination and VPN will limit the user who can access the network by VRF configuration.Routing protocol OSPF will divide to two areas, customer area and provider area. VLAN will be configured in switch and router CE1 so they can exchange data to workgroup and it will be safe because itis not broadcasted. MPLS VPN with VLAN simulation using Mikrotik router board and switch by measuring bandwidth. The result show that MPLS VPN with VLAN using less bandwidth than MPLS VPNUntuk mendapatkan komunikasi yang cepat, aman, dan mudah diakses digunakan jaringan MPLS VPN menggunakan VLAN. Jaringan MPLS akan mengirimkan paket sesuai dengan label yang ada pada header paket ke tujuan yang diinginkan dan VPN akan membatasi siapa pengguna yang berhak mengakses jaringan menggunakan konfigurasi VRF. Routing protokol OSPF dibagi dua daerah yaitu daerah customer dan provider. VLAN akan dikonfigurasi melalui switch dan router CE1 agar dapat saling bertukar data ke workgroup dan lebih aman karena tidak dikirimkan secara broadcast. Hasil pengujian menunjukkan bahwa MPLS VPN dengan VLAN menghasilkan bandwidth lebih kecil dibandingkan MPLS VPN tanpa VLAN
Rancang Bangun Prototipe Alat Angkut Helikompter Berbasis Arduino Evaristus Chandler Sunarto; Bekti Yulianti
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 2 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.032 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i2.2992

Abstract

The development of ground support equipment in the aviation world is increasingly advanced and cannot be separated from various problems in its operation on helicopters. Ground support is a supporting tool needed to help the performance of helicopters when aircraft maintenance is carried out in the work area within the airport or while in the hangar. Some obstacles to ground support faced include holding the load, maintaining the balance of the helicopter during the towing / pushback process, in the event that the air traffic guide will delay the towing / pushback process to cross the runway to overcome this problem, the prototype of Arduino transport equipment was designed as the main controller which is controlled by an Android smartphone via a Bluetooth connection. The prototype was designed using two DC motors that function as movers and steering so that they can move forward, backward, turn and stop.from the results of testing the prototype, the maximum PWM speed conditions required are 255, the input voltage on both DC motors is 7.32 Volt will produce a 76.8 RPM rotation on motor 1 and produce a 76.4 RPM rotation on the motor 2. At speed conditions minimum PWM required is 90, then the input voltage on both DC motors is 5.77 Volt will produce 63.9 RPM rotation on motors 1 and 64.1 RPM on motor 2Perkembangan peralatan ground support di dunia penerbangan semakin maju dan tidak dapat dipisahkan dari berbagai masalah dalam pengoperasiannya pada helikopter. Ground support merupakan alat penunjang yang dibutuhkan untuk membantu kinerja dari helikopter saat dilakukan perawatan pesawat udara di area kerjanya dalam lingkup bandara maupun saat berada didalam hanggar. Beberapa kendala ground support yang dihadapi antara lain menahan beban, menjaga keseimbangan helikopter selama prosestowing/pushback berlangsung, pada kondisi notam di mana pemandu lalu lintas udara akan menunda proses towing/pushback untuk menyebrang landasan pacu, untuk mengatasi masalah tersebut, maka dirancang prototipe alat angkut dengan arduino sebagai pengendali utamayang dikendalikan dengan smartphone android melalui koneksi bluetooth. Prototipe dirancang menggunakan dua motor DC yang berfungsi sebagai penggerak dan steering agar dapat bergerak maju, mundur, berbelok dan berhenti. Dari hasil pengujian prototipe, kondisi kecepatan maksimum PWM yang dibutuhkan sebanyak 255, maka tegangan input pada kedua motor DC adalah 7,32 Volt akan menghasilkan putaran 76,8 RPM pada motor 1 dan menghasilkan putaran 76,4 RPM pada motor 2. Pada kondisi kecepatan minimum PWM yang dibutuhkan sebanyak 90, maka tegangan input pada kedua motor DC adalah 5,77 Volt akan menghasilkan putaran 63,9 RPM pada motor 1 dan 64,1 RPM pada motor 2.
Alat Pemantau Jumlah Hasil Produksi dalam Industri Sepatu Nikolas Tjandra; Hugeng Hugeng; Nurwijayanti Nurwijayanti
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 1 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.683 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i1.2817

Abstract

The development of the footwear industry is growing rapidly in the current modern world. The process of monitoring the amount of production is a major concern for all industries in the world. The monitoring system is mostly manual so that the production process has not been automated. This factor would cause difficulties for the production process to achieve production targets. The design of the monitor of the amount of production in the footwear industry will use an infrared sensor as a detector of number of shoes produced, then data from the sensor are transmitted wirelessly and received by the PC via the LAN connection. The advantages gained from the designed device is that the system is already automated, so it does not require manual counting of the number of shoes production and reduces human error. The device is equipped with a buzzer that serves as a marker that the failure is more than a specified percentage in each line of production. Warning on a PC with a display will appear red on the production line so that the head of the production can immediately handle the problem. The device is also designed to display the output data online with remote desktop technology so that the production process can be monitored by the company from anywhere throughout an Internet connection. Perkembangan dunia industri sepatu sudah semakin berkembang pesat dan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Proses pemantauan jumlah hasil produksi menjadi perhatian utama bagi semua industri yang ada di dunia. Sistem monitoring pada umumnya masih bersifat manual sehingga proses produksi belum terotomatisasi. Hal ini tentunya akan menghambat jalannya proses produksi sehingga target produksi sulit untuk dicapai. Perancangan dan implementasi alat pemantau jumlah hasil produksi dalam industri sepatu ini akan menggunakan sensor inframerah sebagai pendeteksi sepatu, yang kemudian data hasil sensor dikirimkan secara wireless dan diterima oleh personal computer (PC) melalui LAN. Keuntungan yang dapat diperoleh dari perancangan alat ini adalah sistem sudah bersifat otomatis sehingga tidak memerlukan penghitungan jumlah produksi secara manual dan mengurangi kesalahan manusia. Alat pemantau hasil produksi sepatu ini dilengkapi dengan buzzer yang berfungsi sebagai penanda bahwa sedang terjadi kegagalan yang melebihi dari persentase yang ditentukan di setiap line produksi. Peringatan pada PC pun akan muncul dengan tampilan berwarna merah pada line produksi yang bermasalah sehingga kepala produksi dapat segera menangani masalah yang ada. Alat ini juga dirancang agar dapat menampilkan data-data hasil produksi secara online dengan teknologi desktop remote sehingga proses produksi dapat dipantau oleh pimpinan perusahaan dari mana saja melalui koneksi interne
Simulator Sistem Pengairan Otomatis Tanaman Hidroponik Dengan Arduino Dwi Haryanto; Nurwijayanti KN
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 2 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.959 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i2.2988

Abstract

Hydroponics is a method of farming without using soil as a planting medium. There are several types of hydroponics techniques, one of them is nutrient film technique (NFT) which uses water media containing nutrients, and the water flows thinly on average 0.5 mm - 3 mm, as thin as a film. Water circulation time is measured starting from time the water pump turned on until the water returns to the bottom storage tank. The time obtained is 280.8 seconds. The discharge time of water that is the time for the upper storage tank (400 ml) to run out is 129.4 seconds. The water circulation time starting from the upper storage tank until it reaches the bottom storage tank is 191.2 seconds. Hidroponik yaitu metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Terdapat beberapa macam teknik dalam hidroponik salah satunya adalah Nutrient Film Technique (NFT) dimana sistem ini menggunakan media air yang mengandung nutrisi, dan air tersebut mengalir tipis rata-rata 0.5 mm – 3 mm, tipis seperti film. Didapat waktu air sirkulasi dari saat pompa air ON sampai air kembali ke tangki penampungan bawah yaitu 280,8 detik. Waktu debit air dalam tangki penampungan atas (400 ml) habis yaitu 129,4 detik. Waktu air sirkulasi dari tangki penampungan atas ke tangki penampungan bawah yaitu 191,2detik
Filterisasi Noise Pada Citra Uang Logam Indonesia Meirista Wulandari
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 1 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.976 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i1.2967

Abstract

Images are familiar to the computer sciences and application systems. Image or another term for the image is one multimedia component that plays an important role as a form of visual information The image consists of a set of data that contains a lot of information. Images that contain a lot of information can sometimes experience quality degradation as there is noise, color is too contrast or blur, and others. In this study will be compared the value of  MSE and PSNR filter coin image 500 given noise. There are 3 sounds attached to the image of 500 coins namely Exponential, Gaussian, and Salt and Pepper noises. After coin image 500 is given noise, filtering process is done. The filter used in this study there are 3 types of filters are Average, Median and Wiener. The value of MSE and PSNR is obtained from the comparison between the image of the filtering result and the image before it is given noise. Testing is done by comparing the values of MSE and PSNR on each given image and then searching for the best filter among the mean, Median, and Wiener filters. Test results showed that the Wiener filter had the lowest MSE value and the highest PSNR for each filtered noise. Based on the results of the Wiener filter test is the best filter that can be used for the filtering process of Gaussian Exponential noise and Salt and Pepper compared with the average filter and Median.  Gambar atau citra sudah tidak asing. Citra atau istilah lain untuk gambar merupakan salah satu komponen multimedia yang berperan penting sebagai bentuk informasi visual Citra terdiri dari sekumpulan data yang mengandung banyak informasi. Citra yang mengandung banyak informasi terkadang dapat mengalami penurunan kualitas seperti terdapat derau, warna terlalu kontras atau kabur, dan lain-lain. Dalam penelitian ini akan dibandingkan nilai MSE dan PSNR filter citra koin 500 yang diberikan derau. Terdapat 3 derau yang diberikkan pada citra koin 500 yaitu derau Eksponensial, Gaussian, dan Salt and Pepper. Setelah citra koin 500 diberikan derau, dilakukan proses filtering. Filter yang digunakan pada penelitian ini ada 3 jenis yaitu filter Rerata, Median dan Wiener. Nilai MSE dan PSNR didapatkan dari perbandingan antara citra hasil filtering dengan citra sebelum diberikan derau. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai MSE dan PSNR pada setiap citra yang diberikan kemudian mencari filter yang terbaik diantara filter Rerata, Median, dan Wiener. Hasil Pengujian didapatkan bahwa filter Wiener mempunya nilai MSE terendah dan PSNR tertinggi untuk setiap derau yang difilter. Berdasarkan hasil pengujian filter Wiener merupakan filter terbaik yang dapat digunakan untuk proses filtering derau Gaussian Eksponensial dan Salt and Pepper dibandingkan dengan filter Rerata dan Median
Feature Selection pada Azure Machine Learning untuk Prediksi Calon Mahasiswa Berprestasi Hana Ariesta; Maria Angela Kartawidjaja
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 2 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.724 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i2.2993

Abstract

Universities can not only depend on digital marketing capabilities that are currently widely used but also utilize emerging technologies such as predictive analytics. This research attempts to make a predictive basis for analytic applications by utilizing Azure Machine Learning. In addition to utilizing machine learning capabilities, the author tries to use Feature Selection which is provided to obtain attributes that support research goals related to the world of education. This research aims to find relevant factors for outstanding student candidates for every student admission process. This research uses the Support Vector Machine Algorithm and comparison of the Feature Selection using Pearson Correlation Coefficient and Mutual Information. The results obtained using 10 attributes obtained the best results of 0.827 for accuracy and 0.831 for precision Institusi pendidikan tidak boleh hanya bergantung pada kemampuan digital marketing yang saat ini banyak digunakan namun juga memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang seperti predictive analytic. Penelitian ini mencoba membuat dasar aplikasi predictive analytic dengan memanfaatkan Azure Machine Learning. Selain memanfaatkan kemampuan machine learning, penulis mencoba menggunakan Feature Selection yang disediakan untuk memperoleh atribut yang mendukung tujuan penelitian terkait dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan menemukan faktor yang relevan untuk calon mahasiswa berprestasi pada setiap penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan Algoritma Support Vector Machine serta perbandingan Feature Selection menggunakan Pearson Correlative Coefficient dan Mutual Information. Hasil yang diperoleh menggunakan 10 atribut memperoleh hasil terbaik 0.827 untuk accuracy dan 0.831 untuk precision.
Pengendalian Lengan Robot untuk Proses Pemindahan Barang Wiliam Wiliam; Budi Kartadinata; Linda Wijayanti
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 21, No 1 (2019): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.958 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v21i1.3252

Abstract

Nowadays,  industry  technology  are  developed  to  make  productivity  more  efficient.  The  main  problem  that  hampers  the production process is using human labor. Therefore, industrial robots are developed to work more efficiently such as robots moving goods. The purpose of this research is to apply the robot arm to the process of moving goods that can be monitored and controlled remotely using Human Machine Interface (HMI). Robots require controllers as regulator of production processes such as Arduino Uno microcontroller and Programmable Logic Controller (PLC). Arduino Uno is used as a data processor from color sensor, then Arduino Uno will control the relay module which is used to communication medium with PLC. TCS230 is a color sensor that is also able to read the existence of an object. This color sensor produces digital frequencies as an output with the period that will be calculating by Arduino Uno. The object with color that have been detected will be move by the robot arm to a predetermined position. The arm of the robot moves using pneumatik and dc motors, as well as the limit switch as the x-axis position sensor of the robotic arm. The carrying of an object will be done with the air suction through a small hole that assisted by rubber lip. The pneumatik that used to suck an object has a cylindrical iron rod.ABSTRAK: Sekarang ini, teknologi bidang industri terus dikembangkan agar produktifitas menjadi semakin lebih efisien. Permasalahan utama yang menghambat proses produksi adalah penggunaan tenaga kerja manusia. Oleh karena itu, dikembangkanlah robot industri yang mampu bekerja lebih efisien seperti robot pemindah barang. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan lengan robot untuk proses pemindahan barang yang dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh menggunakan Human Machine Interface (HMI). Robot membutuhkan kontroler sebagai pengatur proses produksi seperti mikrokontroler Arduino Uno dan Programmable Logic Controller (PLC). Arduino Uno digunakan sebagai pengolah data dari sensor warna, kemudian Arduino Uno akan mengaktifkan relay modul yang berguna sebagai media komunikasi dengan PLC. TCS230 merupakan sensor warna yang sekaligus mampu membaca keberadaan objek. Sensor warn a ini menghasilkan keluaran berupa frekuensi digital yang akan dihitung periodenya oleh Arduino Uno. Benda yang telah dideteksi warnanya akan dipindahkan oleh lengan robot ke posisi yang telah ditentukan. Lengan robot bergerak menggunakan pneumatik dan motor dc, serta limit switch sebagai sensor posisi sumbu x dari lengan robot. Pengambilan benda dilakukan dengan hisapan udara melalui lubang kecil yang dibantu oleh bibir karet sebagai perekat. Pneumatik yang digunakan sebagai penghisap benda memiliki batang besi berupa silinder.
Perancangan Fidget Device Berbasis Internet Of Things Nova Eka Budiyanta; Mega Cynthia Wishnu; Doli Ramli W; Lukas Lukas
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 21, No 1 (2019): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.906 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v21i1.3241

Abstract

Increasing stress level among the people is rising a concern. Fidget devices are proposed as a way to help relieve stress. They are easy to use and can be carried everywhere. Two of most commonly used fidget devices are fidget spinner and fidget cube. These fidget devices are believed to cope with anxiety so that users can focus their nervous energy on fidget devices. In this research, the fidget device to be discussed is the fidget cube, since it is considered as safer and has various button than the fidget spinner. Not only stress relievers, IoT-based fidget cube also has the ability to send data to a web server. It aims to see a trend or data about the user's behavior, which buttons are often used by users and the frequency of using fidget cube in daily life. This data can later be used in other scientific fields.Tingkat stress di dunia mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, teknologi semakin berkembang menciptakan alat pengurang stres yang mudah digunakan dan dibawa kemanapun. Salah satu alat pengurang stres adalah fidget devices. Saat ini, ada dua bentuk fidget devices yang umum digunakan, yaitu fidget spinner dan fidget cube. Kedua fidget devices ini dipercaya untuk mengatasi kegelisahan sehingga pengguna dapat memusatkan kegelisahannya ke fidget devices. Dalam perancangan kali ini, fidget device yang akan dibahas adalah fidget cube karena fidget cube dirasa lebih aman dan lebih bervariasi jika dibandingkan fidget spinner. Tak hanya penghilang stres, fidget cube berbasis IoT juga memiliki kemampuan untuk mengirim data ke web server. Hal ini bertujuan untuk melihat suatu trend atau data mengenai perilaku si pengguna, tombol mana saja yang sering digunakan oleh pengguna dan frekuensi penggunaan fidget cube pada kehidupan sehari-hari. Data ini nantinya dapat digunakan dalam bidang keilmuan lainnya.

Page 11 of 29 | Total Record : 285