cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
tesla@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tesla@ft.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TESLA: Jurnal Teknik Elektro
ISSN : 14109735     EISSN : 26557967     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Teknik Sistem Komputer Teknik Sistem Telekomunikasi Teknik Biomedical Intenet of Thing
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Sistem Peringatan Sisa Pulsa Pada KWH Meter Digital Prabayar Kevin Kevin; Fahraini Bacharuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 1 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.945 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i1.312

Abstract

Kilo Watt Hour (KWH) meter digital prabayar adalah salah satu peralatan pengukuran listrik canggih yang merupakan hasil dari kemajuan teknologi yang semakin berkembang pesat. Sistem pembayarannya yang mirip dengan isi ulang pulsa pada telepon seluler memungkinkan pengguna untuk lebih  mudah mengatur jumlah pemakaian daya listrik secara mandiri, sehingga pemakaian daya menjadi lebih irit dan sesuai kebutuhan. Akan tetapi, sistem KWH meter digital prabayar juga memiliki kelemahan. Jika pengguna KWH meter jenis ini lupa untuk melakukan isi ulang token pulsa, maka ketika token pulsa tersebut habis terpakai, akan terjadi pemutusan pasokan listrik secara langsung. Perancangan sistem peringatan pada KWH meter digital prabayar merupakan solusinya. Perancangan sistem ini terdiri atas modul catu daya, modul detektor, modul mikrokontroler, modul interface antara modul mikrokontroler dengan modul GSM, dan modul switch driver untuk relay. Cara kerja dari sistem ini adalah pertama dengan mendeteksi perubahan pada salah satu indikator yang terdapat pada KWH meter digital prabayar. Hasil deteksi kemudian diolah di dalam mikrokontroler, untuk selanjutnya dilakukan tindakan peringatan. Tindakan peringatan yang dilakukan adalah berupa pengiriman pesan singkat dan sistem otomatisasi pemutusan arus listrik dengan menggunakan relay. Tujuan dari perancangan sistem peringatan KWH meter digital prabayar adalah untuk meningkatkan sistem peringatan KWH meter agar dapat menjangkau pengguna secara real time, sehingga pengguna terhindar dari pemutusan pasokan listrik total yang diakibatkan karena lupa melakukan isi ulang token pulsa KWH meter.
Alat Pengingat Jadwal Minum Obat Dan Jumlah Sisa Obat Untuk Penderita Jantung Yanwar Alamdo; Indra Surjati; Nurwijayanti K. N.
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1 (2014): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.084 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v16i1.368

Abstract

Masyarakat yang umumnya tinggal di kota besar mempunyai aktifitas yang sangat padat. Aktifitas yang padat membuat orang menjadi sibuk dan lupa untuk menjaga kesehatan. Kesehatan sangat penting untuk dijaga agar terhindar dari penyakit. Orang yang terlihat sehat dan bugar tidak menutup kemungkinan untuk mengidap penyakit. Penyakit yang paling berbahaya adalah penyakit jantung khususnya penyakit jantung koroner. Penyakit jantung dapat dicegah dengan menjaga pola makan yang sehat dan meminum obat sesuai jadwal, namun penderita penyakit jantung seringkali mengabaikan atau melupakan waktu untuk meminum obat sesuai jadwal dan jumlah obat yang tersisa. Perancangan dan realisasi ini memberikan solusi untuk permasalahan yang terjadi, yaitu dengan alat pengingat jadwal minum obat dan jumlah sisa obat untuk penderita jantung. Perancangan dan realisasi ini juga dapat mengeluarkan obat secara otomatis. Pengujian pada perancangan ini membuktikan bahwa alat bekerja sesuai dengan tujuan rancangan, yaitu merancangan dan merealisasikan alat yang dapat mengingatkan jadwal minum obat secara teratur dan mengingatkan jumlah obat yang tersisa. Kelemahan dari alat ini adalah sumber tegangan berupa baterai bernilai 9  volt DC yang tidak tahan lama dan komunikasi peringatan tambahan melalui handphone memerlukan simcard yang selalu aktif sehingga setiap waktu tertentu harus selalu diisi ulang. Saran untuk perancangan ini adalah agar perusahaan yang memproduksi alat ini dapat membuat seminimal mungkin dalam penggunaan tegangan dan menjalin kerja sama dengan provider jaringan GSM tertentu mengenai pengiriman pesan melalui SMS  seperti masa aktif yang diperlukan dan pembayaran menggunakan sistem pasca bayar dengan biaya administrasi yang ekonomis.
Alat Pengamanan Distribusi Bahan Bakar dengan Sistem Global Positioning System Michael Riawan; Hartono Haryadi; Nurwijayanti KN
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 2 (2016): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.415 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v18i2.303

Abstract

GPS merupakan alat navigasi berdasarkan satelit. GPS dapat menunjukan suatu lokasi dengan tepat. Jika digabungkan dengan mikrokontroler dan beberapa komponen elektronika lainnya, maka gabungan komponen-komponen tersebut akan dapat menjadi suatu alat pengamanan yang baik. Alat keamanan ini dapat diterapkan pada kendaraan pengangkutan bahan bakar minyak dari pertamina untuk mencegah hilangnya bahan bakar dengan tidak bertanggung jawab. Dengan adanya GPS, mikrokontroler AT89S51, solenoid, password, photointerrupter GP1S53VJ000F dan lainnya, maka keamanan dari kendaraan pengangkutan bahan bakar ini dapat lebih terjamin. Alat ini sudah diuji dan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.Kelemahan dari alat ini ialah GPS yang tergantung pada keadaan dari cuaca.
OTOMATISASI GENERATOR SET UNTUK SKALA RUMAH DAN HOME INDUSTRY Andrian Surya Pradana; Joni Fat
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 15, No 2 (2013): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.984 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v15i2.326

Abstract

Perancangan dan realisasi otomatisasi generator set untuk skala rumah dan home industry dapat digunakan untuk mengoperasikan generator set beserta pemanasan mesin setiap satu minggu sekali secara otomatis. Alat ini menggunakan mikrokontroler sebagai pengendali generator set, masukan listrik PLN dan keluaran listrik dari generator set sehingga antara listrik PLN dan generator set tidak terjadi hubung singkat. Alat ini dapat mencatat lama penggunaan generator set sehingga penggantian oli dapat terjadwal. Aki dari generator set juga dapat dipantau dengan mudah sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada generator set. Pengujian sistem dilakukan per modul mau pun secara keseluruhan. Modul-modul yang diuji adalah modul pemroses, modul relay HKE, dan modul RTC. Pengujian keseluruhan sistem dilakukan dengan simulasi lima buah kasus. Hasil pengujian sistem memperlihatkan bahwa waktu yang diperlukan untuk menyalakan, mematikan, dan memanaskan mesin generator set menjadi lebih singkat. Hasil pengujian untuk menyalakan generator set secara manual adalah 3 menit dan 14 detik, sedangkan untuk hasil pengujian dengan alat yang dirancang adalah 8 detik. Pengujian menyalakan generator set secara manual memiliki ketentuan generator set berjarak 20 meter dari pengguna dan kondisi generator set dalam kondisi baik. Hasil pengujian untuk mematikan generator set secara manual adalah 4 menit 21 detik, sedangkan hasil pengujian dengan alat yang dirancang adalah 41 detik.
Optimasi Prediksi High Frekuensi Untuk Komunikasi Jarak Jauh Guna Pemantauan Laut Wilayah Indonesia Fahraini Bacharuddin; Setiyo Budiyanto; Hadi Wuryanto
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 1 (2016): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.445 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v18i1.294

Abstract

Gelombang radio HF sangat dipengaruhi oleh perubahan ionosfer sehingga frekuensi kerja dengan satu kanal frekuensi tidak dapat digunakan untuk mendukung komunikasi secara terus-menerus selama 24 jam dari waktu ke waktu antar unsur yang tergabung dalam kegiatan operasional dengan posisi yang berbeda.  Penelitian menggunakan metode diskriptif [2 ]yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena dan konteks optimasi HF guna mendukung operasional pemantauan wilayah Laut Indonesia. Permasalahan yang timbul pada kegiatan operasional ini karena belum terintegrasi antara unit yang lain, sehingga penyampaian informasi ke salah satu unsur pelaksana operasional sering mengalami kegagalan, penggunaan frekuensi kerja belum mengacu kepada Optimum Work Frequensi (OWF) hasil prediksi sesuai waktu pelaksanaan operasi, hal ini akan berakibat komunikasi tidak dapat dilaksanakan selama 24 jam dari waktu ke waktu dan saran a komunikasi yang sudah tergelar dengan fitur ALE belum sepenuhnya menggunakan frekuensi hasil prediksi sehingga fungsi radio komunikasi ALE tidak optimal. Dari hasil pengolahan data terhadap permasalahan yang timbul dapat disimpulkan bahwa penggunaan jaring komunikasi dengan Topologi Mesh di wilayah kepulauan Natuna karena seluruh unsur dapat melakukan komunikasi point-to-point maupun estafet, Software ASAPS untuk penetapan frekuensi kerja berdasarkan OWF hasil prediksi   
SISTEM KEAMANAN BARANG BERHARGA DENGAN MONITORING MELALUI JARINGAN SELULER Yansen J.; Dali Santun Naga; Tjandra Susila
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 15, No 1 (2013): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.846 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v15i1.317

Abstract

Museum sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah bernilai tinggi tidaklah terlepas dari tindakan kejahatan. Beberapa museum masih mempunyai sistem keamanan yang kurang baik, seperti petugas keamanan yang jumlahnya relatif sedikit dan lebih bersifat pasif. Setiap ruang pameran museum dilengkapi dengan beberapa kamera pengawas sehingga membutuhkan kegiatan pengawasan oleh beberapa petugas. Hal ini tentu merepotkan kegiatan pengawasan dan juga menyebabkan informasi gangguan keamanan tidak dapat diketahui secara cepat. Sistem tersebut merupakan otomatisasi untuk mengontrol pergerakan kamera pengawas pada saat terjadi gangguan keamanan dan memberikan informasi gangguan tersebut melalui layanan pesan singkat. Pada daerah sekitar etalase, sistem ini menggunakan susunan sensor berbentuk seperti matriks dengan dua tingkat ketinggian dan bekerja secara random. Apabila sensor menerima gangguan, maka motor stepper mengubah posisi horizontal kamera menuju ke arah tempat kelompok pasangan sensor yang terganggu. Sistem keamanan ini menggunakan delapan asumsi untuk daerah perpotongan yang terpisah satu sama lain dalam sudut 45° sehingga membutuhkan jumlah perputaran motor sebanyak 25 step. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem telah dapat mengubah posisi kamera menuju ke arah target dengan benar, dan informasi gangguan dapat dikirimkan melalui layanan pesan singkat.
Analisis Link Budget Dalam Penentuan Titik Antena Pada Sistem DCS1800 Dan UMTS2100 Di Gedung IKEA Tangerang Fahraini Bacharuddin; Setiyo Budiyanto; Lusianna EP Siagian
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 17, No 2 (2015): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.73 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v17i2.285

Abstract

Untuk memperbaiki kualitas sinyal di dalam gedung perlu ditambahkan sistem baru yang di sebut In-building coverage solution yaitu suatu sistem dengan perangkat pemancar dan penerima yang dipasang didalam yang bertujuan untuk melayani kebutuhan akan telekomunikasi di dalam gedung tersebut dalam kualitas sinyal, cakupan (coverage) dan kapasitas trafiknya. Oleh karena itu pada penelitian ini, hasil analisa nilai Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) dua sistem jaringan yaitu DCS1800 dan UMTS2100 di gedung IKEA Tangerang pada perhitungan link budget antena yang dihasilkan dari implementasi antena di lapangan sehingga diketahui luas cakupan antena dari dua sistem dan dibandingkan hasil walk test sebelum dan setelah dilakukannya distribusi antena pada gedung IKEA Tangerang. Data ini didapat dari PT. Solusi Tunas Pratama dan PT. XL Axiata.Tbk. Pada sistem DCS1800 Nilai EIRP tertinggi 19.83 dBm, terendah 7.32 dBm dan jarak cakupan terbesar 47.17 m dan terkecil 12.5 m, pada sistem UMTS2100 Nilai EIRP tertinggi 18.83 dBm, terendah 5.04 m dan jarak cakupan terbesar 38.2 m dan terkecil 11.6 m. Setelah dilakukan implementasi antena dengan mempertimbangkan hasil walk test maka kualitas sinyal dapat diperbaiki dan hasilnya sesuai dengan Key performance Index (KPI).
Pengaruh Single Tuned Filter Terhadap Frekuensi Harmonik ke-3 Pada Beban Rumah Tangga 2200 VA Randy Randy; Endah Setyaningsih; Tjandra Susila
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 2 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.809 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i2.2710

Abstract

 Home load 2200 VA is one of the non-linear loads that contains harmonic distorted waves. Harmonics is the integer multiplication periodically to the fundamental frequency. The resulting harmonics can aggravate the quality of the non-linear load, one consequence is to shorten the non-linear load life due to overheating. The resulting harmonics can be calculated with Total Harmonic Distortion. This research discusses the influence of Single Tuned Filter on 3rd harmonic frequency at 2200 VA Home load to reduce 3rd harmonic frequency value. Tests conducted in this research is testing the positive effect of decreasing the 3rd harmonic frequency on the values of and  to the value of power factor. Based on the results of the tests that have been done, decreasing the 3rd harmonic frequency on the values of  and  have a positive influence on the value of power factor. Values  and before filter fitted have significant differences than values  and  after fitted filter. The power factor value before filtering has a significant difference over the power factor value after it has been filtered. Beban Rumah Tangga 2200 VA adalah salah satu beban non-linier yang menggambarkan gelombang yang terdistorsi yang mengandung harmonik. Harmonik adalah perkalian integer secara periodik terhadap frekuensi fundamental. Harmonik-harmonik yang timbul tersebut dapat memperburuk kualitas dari Beban non-linier tersebut, salah satu akibatnya adalah memperpendek umur beban non-linier tersebut karena overheating yang terlalu berlebihan. Harmonik-harmonik yang timbul tersebut dapat dihitung dengan Total Harmonic Distortion. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh Single Tuned Filter terhadap Frekuensi harmonik ke-3 pada Beban Rumah Tangga 2200 VA untuk mereduksi nilai frekuensi harmonik ke-3. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian pengaruh positif penurunan frekuensi harmonik ke-3 pada nilai THDV dan THDI terhadap nilai faktor daya. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan penurunan nilai frekuensi harmonik ke-3 pada nilai THDV dan THDI memiliki pengaruh positif terhadap nilai faktor daya. Nilai THDV dan THDI sebelum dipasangi filter memiliki perbedaan yang signifikan daripada Nilai THDV dan THDI sesudah dipasangi filter. Nilai faktor daya sebelum dipasangi filter memiliki perbedaan yang signifikan daripada nilai faktor daya sesudah dipasangi filter.
Penyimpanan Data pada Sistem Global Position System (GPS) MenggunakanMikrokontroler Arduino 2560 Ferdinand Ferdinand; Nurwijayanti KN
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 17, No 1 (2015): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v17i1.270

Abstract

Dengan perkembangan zaman yang semakin modern, baik secara perorangan atau instansi menggunakan GPS sebagai alat untuk menentukan lokasi, namun dari sekian banyak GPS tidak semua alat-alat tersebut dapat menyimpan lokasi, hal ini bisa jadi dikarenakan tidak disertakan memori pada alat GPS tersebut atau tidak difasilitasi cara menyimpan koordinat. Komponen-komponen yang digunakan dalam perancangan GPS ini menggunakan mikrokontroler arduino 2560, modul GPS JGR-SC3-M, modul bluetooth HC-06, LCD 16x2, keypad 4x4 dan SDcard Mega. Komponen ini semua diprograman oleh software Arduino. Berdasarkan data yang didapat hasil jarak yang dibandingkan dengan jarak sebenarnya melalui google map, perhitungan rumus vektor dan perhitungan rumus haversine. Berdasarkan perbandingan jarak didapat selisih antara alat dengan jarak sebenarnya melalui google maps dan perhitungan rumus sebesar <5 meter, dengan selisih jarak terdekat pada jarak 142 meter, dan selisih jarak terjauh pada 1001 meter. Untuk penyimpanan koordinat dapat memuat 20 posisi. Koordinat yang dapat disimpan berjumlah 20 koordinat, yang tersimpan di dalam SD card, dalam format .txt.
Kajian Dan Simulasi Prinsip Kerja Coded Orthogonal Frequency Division Multiplexing Untuk Sistem Transmisi Radio Over Fibe Raissa Lynn; Yohanes Calvinus
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 2 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.692 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i2.2698

Abstract

The fiber optics communication system is so far known to offer the highest information bandwidth, and has been intensively deployed world wide. This superior technological merit is fundamentally related to its use of high frequency optical carrier. However, optical fiber communication system requires the installation of fiber optics cable for the optical data transmission. This implied its restricted applications to user at fixed positions. On the other hand, the open air cellular communication technology has offered the high mobility and flexibility for the users. The obvious benefit of combining the two systems has led to the development of new technology that integrates optical fiber communication system with wireless communication system to provide great communication mobility with wide bandwidth. The integrated system (hybrid system) is known as the Radio over Fiber (RoF) system . In RoF system , traffic congestion problems between mobile phones via the Base Station (BS) and Remote Antenna Unit (RAU) can be reduced. In this final project, RoF communication system within the LAN network is considered. The realization of this model employs the Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) method, which is equipped with convolution code technique, multi- mode optical fiber, Quadrature Amplitude Modulation (QAM) technique for digital modulation technique. In addition to that, the model also adopt Intensity Modulation-Direct Detection (IM–DD) technique for electro optic - opto electric conversion process. The system performance is analyzed and evaluated on the bases of Bit Error Rate (BER) variation versus the optical fiber’s transmission length for a selection of LD’s and PIN photodetectors as well as different multimode optical fibers. Untuk memenuhi kebutuhan informasi pita lebar yang semakin tinggi, teknologi serat optik adalah solusi yang paling tepat. Keunggulan ini berkaitan dengan teknologi serat optik yang mempunyai gelombang pembawa berupa gelombang optik dengan frekuensi gelombang sangat tinggi dan lebar pita transmisi yang sangat besar. Namun, pada sisi lain operasi sistem komunikasi serat optik memerlukan tersedianya kabel serat optik dalam proses pengiriman informasi. Hal ini mengakibatkan mobilitas para pengguna menjadi terhambat. Keadaan ini mendorong perkembangan teknologi baru yang mengintegrasikan sistem komunikasi serat optik dengan sistem komunikasi nirkabel untuk memberikan mobilitas komunikasi yang besar. Sistem gabungan (sistem hibrida) ini adalah sistem Radio over Fiber (RoF). Dalam sistem RoF, lalu lintas (traffic) yang sangat padat antara handphone melalui Base Station (BS) dan Remote Antenna Unit (RAU) dapat disalurkan dengan hubungan serat optik. Dalam tugas akhir ini teknik Orthogonal Frquency Division Multiplexing (OFDM) yang dilengkapi dengan teknik pengkodeean kanal kode konvolusi, serat optik multi mode, teknik modulasi Quadrature Amplitude Modulation (QAM) dan teknik Intensity Modulation – Direct Detection (IM-DD) untuk proses konversi elektro optik – opto elektrik. Kinerja sistem ini diuji dan dianalisa berdasarkan karakteristik variasi Bit Error Rate (BER) terhadap jarak tempuh serat optik untuk sejumlah pilihan komponen/modul dalam sistem.

Page 8 of 29 | Total Record : 285