cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Konsep Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi Bangunan Kolonial di Jalur Belanda Singaraja Kurniawan, Agus
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.49564

Abstract

Kota Singaraja di Bali Utara sebagai salah satu kota lama di Bali banyak memiliki warisan budaya diantaranya Jalur Belanda. Pemerintah Kolonial Belanda membangun jalur ini setelah menguasai daerah Bali pada tahun 1846 dan menjadikan Kota Singaraja sebagai pusat pemerintahannya. Sepanjang jalur ini, dibangun perkantoran, perdagangan, fasilitas pelayanan umum dan rumah-rumah dinas. Kawasan ini sekarang telah banyak mengalami perubahan dan bahkan terjadi kerusakan pada bangunan-bangunan tersebut. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah kegiatan pelestarian kawasan Jalur Belanda di sepanjang jalan Ngurah Rai sangat lemah partisipasi masyarakat karena kebijakan sebelumnya yang didominasi oleh pemerintah sehingga seringkali masyarakat tidak dilibatkan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan konsep peningkatan partisipasi masyarakat dalam konservasi bangunan kolonial di Jalur Belanda menuju Singaraja kota pusaka dengan menggunakan metode kombinasi model sequential explanatory. Hasil penelitian menemukan konsep partisipasinya adalah: 1) pemberian penyuluhan pelestarian bangunan bersejarah; 2) mengadakan diskusi tentang rasa memiliki dan kebanggaan dengan bangunan bersejarah bersama tokoh masyarakat; 3) pendampingan terhadap masyarakat melalui kerjasama dengan pemerintah dan tokoh masyarakat; 4) pengecatan ulang bangunan sehingga memunculkan suasana kota lama Singaraja; 5) mengadakan festival budaya kerjasama dengan pemerintah, profesional dan masyarakat; dan 6) pengupayaan pendaftaran bangunan lama yang belum terdaftar untuk menjadi bangunan bangunan kolonial. 
OPTIMASI PENCAHAYAAN ALAMI RUANG KERJA KANTOR PADA BANGUNAN RUKO MELALUI PEMANFAATAN LIGHT SHELVES Mustikowati, Endah
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi juni 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.39565

Abstract

Penelitian optimasi pencahayaan alami ruang kerja kantor pada bangunan ruko ini bertujuan untuk menguji model light shelves yang efektif dalam mengoptimalkan pencahayaan alami pada ruang dengan karakteristik minim bukaan pada perimeter bangunan, serta bentang ruangan yang cukup panjang dengan jarak ruangan terdalam jauh dari bukaan cahaya matahari, khususnya pada ruang kerja kantor. Sesuai tujuan tersebut, penelitian ini akan menggunakan metode kuantitatif dengan cara pengukuran kondisi eksisting ruang kerja serta simulasi pencahayaan alami selama satu tahun setelah diterapkan beberapa model rekomendasi desain light shelves menggunakan software pencahayaan alami.
TIPOLOGI PENGGUNAAN MATERIAL ATAP DAN DINDING SERTA KONSEP LANSKAP PADA PERUMAHAN DI KOTA SEMARANG Rahmadhani, Arisca Dian; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.50958

Abstract

Tingginya kebutuhan rumah tinggal sebagai dampak dari pertumbuhan penduduk di Kota Semarang menjadikan peseatnya pembangunan perumahan sebagai solusi dari pemenuhan kebutuhan rumah tinggal. Desain rumah tinggal di perumahan menjadi penting karena akan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan penghuninya. Sehingga pemilihan bahan material serta penyediaan lanskap perlu dipertimbangkan sebaik mungkin agar perumahan yang dibangun dapat memberi kenyamanan bagi penghuninya selain untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat Kota Semarang. Pada penelitian kali ini, pengumpulan data didapatkan melalui observasi lapangan sebagai data primer dan studi literatur sebagai data sekunder. Sedangkan untuk analisis data yang telah terkumpul dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahan material genteng beton dan dinding batu bata merah menjadi bahan material yang secara dominan digunakan pada perumahan di kota Semarang. Selain itu, unit rumah pada perumahan di kota Semarang didominasi memiliki lanskap berupa taman yang berfungsi sebagai peneduh di area depan rumah.
ECLECTIC STYLE AT THE HOUSE OF HERITAGE INTERIOR BATIK KERIS Purnomo, Agus Dody; Lestari, Indah Puji; Narwastu, Lira Angger
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi juni 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.45764

Abstract

The Eclectic Style is a combination of more than one architectural and design style from various eras. Although the style is a combination, but it has a unique and beautiful appearance because it is well organized. Likewise, what is contained in the interior design of the Heritage House of the Batik Keris. One of the heritage buildings in Surakarta, which is currently being restored with an adaptive reuse strategy. This century-old building is represented with a different function compared to its previous function. The façade of the building is fresher and the interior arrangement is also unique. The purpose of this study was to examine the implementation of the Eclectic style in the interior of the Heritage House of the Batik Keris. The research method uses the descriptive analysis method. The Heritage House of the Batik Keris or often called 'Omah Lowo' was founded in 1920. The building was originally a residential house and then converted (adaptive reuse) as a batik gallery building, Nusantara craft center, and cafe. Alterations to heritage buildings are minimal, even physically maintained, change is only strengthening. The existence of history is still well tracked and documented through heritage buildings. Heritage buildings can also be a potential for economic development through tourism.
SISTEM PENGHAWAAN PADA KAMAR HOTEL Pandora Raharjo, Maria Carizza; Budi, Wahyu Setia; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi juni 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.44702

Abstract

Dewasa ini pembangunan di perkotaan melaju sangat pesat yang disertai dengan jumlah peningkatan penduduk dan berbagai macam aktivitas yang dilakukan nya. Melihat fenomena tersebut maka banyak dari para developer berlomba-lomba untuk membangun bangunan tinggi berlapis. Sistem penghawaan pada bangunan tinggi umum nya dilakukan dengan tatanan udara buatan. Bangunan Hotel Grand Edge Semarang adalah salah satu bangunan tinggi berlapis yang akan menjadi studi kasus ini. Bangunan hotel ini terletak di Semarang diatas lahan 2860 m2, berlantai 7 lapis diatas tanah dan 3 lantai basement sedalam 9 meter dari permukaan tanah, luas lantai total 15.958 m2. Tenaga listrik yang digunakan dari PLN sebesar 700 KVA, dilengkapi 1 unit genset dengan kapasitas 650 KVA. Sistem penghawaan yang digunakan bangunan ini berupa tatanan udara buatan, meliputi : Air Conditioning (AC) langsung Fan Coil Unit dengan sistem Split Ducting, sebanyak 119 buah, dengan kapasitas 1,5 PK, 2 PK, 3,5 PK dan 10 PK. Sistem penghawaan yang digunakan dari sisi spesifikasi unit AC yang dipakai mampu menghasilkan kondisi yang sesuai standar PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, khususnya pada kamar hotel. Info yang didapatkan saat ini adalah sebuah awalan untuk mendapatkan data kuantitatif-kualitatif tentang permasalahan yang ada, serta bentuk solusinya perlu diadakan pendalaman dan penambahan kasus di proyek.Kata kunci : penghawaan, energi, hotel
MAXIMIZE NATURAL LIGHTING IN SIMPLE BUILDINGS WITH THE USE OF ROOF WINDOWS Effendi, Ajeng Meila
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi juni 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.42840

Abstract

Abstract: Lighting is one of the utilities that must be fulfilled in a building. Based on the source, lighting is divided into two, namely natural lighting and artificial lighting. Natural lighting is lighting that comes from the sun. To find out the lighting standards that a room must have in Indonesia, we can look at the data in the Indonesian National Standard (SNI) 03-6197-2000. Meanwhile, measurements or simulations can be carried out using the Dialux Evo software. This study was conducted to determine the effect of roof windows on the lighting in a room in a simple building. This research was performed using the observation method with a quantitative research approach. The data obtained will be compared with the existing SNI for further evaluation. In a room with more or less lighting than SNI, a solution will be given to overcome it. Some of the answers are the use of roof windows for rooms that have lighting levels below SNI. Meanwhile, for rooms with a lighting level of more than SNI, a solution will be given in the form of using curtains to filter the incoming light. Keywords: Natural lighting, Dialux Evo, sunlight, roof windows
TRANSFORMASI TIPOLOGI RUANG KETIGA KARENA PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL Bachtiar, Firmansyah; Sanjaya, Ridwan; Purwanto, LMF
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi juni 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.54607

Abstract

Abstrak: Rutinitas manusia yang melibatkan kegiatan bermukim dan bekerja memunculkan kebutuhan untuk bersosialisasi secara informal dan kasual. Ruang untuk bersosialisasi ini menurut teori Oldenburg disebut sebagai Ruang Ketiga, dan muncul dalam berbagai bentuk seperti kafe, kedai kopi, restaurant hingga ruang terbuka kota. Sejalan dengan perkembangan teknologi digital dan peradaban manusia, karakteristik Ruang Ketiga mulai berubah karena perubahan aktivitas dan kebutuhan ruang penggunanya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terkait Ruang Ketiga dan teknologi digital khususnya terkait immersive media dan pengaruhnya dalam penciptaan interaksi dan wujud arsitektur baru dari suatu ruang interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jejak perubahan yang dapat diamati selama perkembangan peradaban masyarakat pada era sebelum perkembangan teknologi digital (Society 1.0, 2.0, 3.0) hingga pada era perkembangan teknologi digital (Society 4.0, 5.0). Perubahan tersebut dapat dilihat pada transformasi hubungan interaksi antara ruang dan bagaimana karakteristik keruangan yang baru muncul untuk mewadahi perpaduan interaksi sosial di dunia nyata dan di dunia virtual. Temuan yang dihasilkan dapat memberikan gambaran mengenai peran arsitektur untuk membentuk lingkungan sosial dalam suatu dunia virtual. Living and working as human daily activities need to be combined with the existence of casual social activities. The space for social interaction is defined as Third Place based on Oldenburg's theory. It appears in various forms such as cafes, coffee shops, restaurants, and urban open spaces as well. In line with the development of digital technology, the characteristics of the Third Place began to change due to the activities and space requirements of its users. This research was carried out using a qualitative approach through literature studies related to the Third Place and digital technology, especially immersive media and its influence in creating interactions and new architectural forms of a social interaction space. This study aims to look at typology that can be observed during the development of society era before the digital ages (Society 1.0, 2.0, 3.0) until the era of digital ages (Society 4.0, 5.0). These changes can be seen in the transformation of interaction relations between spaces and how new spatial characteristics of space will emerge to accommodate the variety of social interactions in the real world and in the virtual world. The findings can provide an overview of the role of architecture to shape the social environment in a virtual world.Keywords: third place, digital age, space, typology
Transforming Sundanese Local Values as an Architectural Identity of a Creative Hub in Bandung City Al Iskandar, Muhammad Bhuana Yusuf; Herwindo, Rahadhian Prajudi
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 8, No 3 (2025): JURNAL ARSITEKTUR ZONASI OKTOBER 2025
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v8i3.86381

Abstract

Globalization has blurred local identity in architecture, resulting in public buildings that appear homogeneous and fail to reflect the cultural context of their surroundings. This phenomenon is evident in the city of Bandung, which despite its international recognition as a Creative City still faces challenges in optimizing creative hub buildings to meaningfully represent local identity and the dynamic nature of its creative industries. This gap between the city's creative image and its architectural expression leads to emotional disconnection between users and space, weakening the city’s narrative through architecture. This study aims to examine how creative hub architecture can represent local identity by transforming Sundanese cultural values into an adaptive and contextual design approach. The research employs a qualitative, descriptive, analytical, and interpretative method, focusing on the analysis of site, building mass, spatial layout, facade, and decorative elements. The study explores the potential of Sundanese cultural values in shaping architectural identity. The analysis is based on architectural identity theory, creative hub design classifications, and architectural metaphor theory that emphasizes symbolic representation, sense of place, and contextual connectivity. The findings reveal that integrating local values into design elements can create a strong, communicative, and contextually relevant architectural identity. This research highlights that identity representation is not solely achieved through formal expression but also through metaphorical approaches that embody intangible cultural values. The study contributes to the development of locality based creative hub design and supports the preservation of architectural identity in the face of globalization.
Evaluation of Green Area Criteria Assessment in Indonesia: A Systematic Literature Review Abubakar, Muhammad Rizky; Fitriaty, Puteri; Arief, Irdinal
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 8, No 3 (2025): JURNAL ARSITEKTUR ZONASI OKTOBER 2025
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v8i3.84872

Abstract

This study aims to evaluate the application of green area assessment tools in Indonesia through a systematic literature review. The method employed includes a literature search from 2016 to 2024 using Publish or Perish with databases from Google Scholar, Crossref, and Semantic Scholar, as well as the application of the PRISMA methodology for article selection. This study also involves bibliometric analysis using VOSviewer to map the relationships between keywords. The results show that the application of the green area concept is more focused on the operational phase, with 50% of research concentrated in this area. The Greenship Neighborhood v.1.0 assessment tool is the most dominant, while BGH PUPR is still rarely used. Cluster analysis identifies four main categories in the research, including implementation, location, indicators, and assessment tools. The findings indicate a lack of research in underrepresented sectors such as transportation and industrial facilities, as well as the need for more comprehensive exploration throughout the entire life cycle of buildings. This study recommends the development of policies to support the wider adoption of green area assessment tools and further training for developers. It is expected that the results of this study will contribute to enhancing the implementation of green area concepts in Indonesia, supporting environmental sustainability and more eco-friendly development.
User Perception of the Operational Office Design of PT Sentul City TBK with an Ergonomic Approach to Support Work Nugraha, I Gede Yudisthira; Hanafiah, Ully Irma Mulina
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 8, No 3 (2025): JURNAL ARSITEKTUR ZONASI OKTOBER 2025
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v8i3.86751

Abstract

Lingkungan kerja yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan manusia menjadi factor utama terhadap produktivitas kinerja karyawan. Kualitas lingkungan kerja yang baik tidak hanya menciptakan rasa nyaman, tetapi juga mendukung efisiensi dan efektivitas kerja. Pada penelitian ini metode kualitatif digunakan melalui studi literatur serta wawancara kepada pihak kantor dalam menguraikan kondisi eksisting secara komprehensif. Prinsip antropometri dan user-centered design diterapkan untuk mengidentifikasi jarak antara desain alat eksisting dan kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat yang ergonomis sesuai dengan kebutuhan pengguna yang mampu meminimalisir risiko cidera sehingga dapat menigkatkan efisiensi pada aktivitas kerja. Ergonomi sebagai penerapan ilmu batasan tubuh manusia, serta interaksi antara manusia, alat kerja, dan juga lingkungan kerja untuk menciptakan efisiensi serta produktivitas kerja yang lebih optimal. Penerapan prinsip ergonomi sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan pengguna, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan seperti Work-Related Musculoskeletal Disorders (WRMSD) dan memastikan keberlanjutan kinerja.  Studi kasus di kantor PT Sentul City Tbk menunjukkan bahwa desain lingkungan kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan kesehatan pada pekerja, seperti lelah, pegal, dan nyeri pada bagian tubuh tertentu. Analisis menunjukkan bahwa karyawan mengalami ketidaknyamanan pada area punggung bawah dan leher akibat alat penunjang yang tidak sesuai antropometri. Oleh karena itu, penataan ruang kerja, pemilihan furnitur yang ergonomis, dan juga penyesuaian terhadap kebutuhan fisik serta psikologis pekerja sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, kesehatan, dan kepuasan kerja karyawan.