cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
EKSISTENSI ROSE WINDOW PADA GEREJA KATOLIK DI MAGELANG, JAWA TENGAH Estika, Nita Dwi; Wardana, Fandy Luthfi; Suwarno, Natalia; Rihadiani, Rosalia Rachma
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.52467

Abstract

Rose window merupakan elemen Arsitektur Gotik yang merepresentasikan kesakralan dalam arsitektur gereja Katolik. Berbagai studi pada rose window secara garis besar melakukan deskripsi dan kajian struktur. Studi ini disusun untuk menelusuri eksistensi rose window pada gereja-gereja di Magelang sebagai salah satu pusat wilayah misi di Jawa bagian Tengah pada awal masa arsitektur modern di Hindia Belanda. Saat ini perkembangan desain gereja-gereja baru bermunculan, maka dari itu studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perwujudan rose window pada fasad gereja-gereja baru. Studi literatur, wawancara, dan observasi dilakukan untuk menelaah sejarah pembangunan gereja-gereja serta pendokumentasian terhadap fasad dua belas kasus terpilih. Studi tipologis terhadap eksistensi rose window pada fasad menjadi dasar pengelompokkan tipe. Data tersebut selanjutnya diulas berdasarkan aspek ornamen, bentuk/pola, dan material yang digunakan. Melalui studi komparasi, terdapat tiga tipe penempatan rose window pada fasad, yaitu fasad yang memiliki rose window, fasad dengan objek lain sebagai representasi rose window, dan fasad tanpa rose window. Eksistensi rose window pada fasad gereja-gereja di Magelang sebagai unsur simbolis gereja Katolik sebagian besar masih dipertahankan dengan berbagai variasi perwujudan.
PHOTOGRAMMETRY: DALAM UPAYA PELESTARIAN ARSITEKTUR PUSAKA Putri, Pusparini Dharma; Adishakti, Laretna Trisnantari
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.48914

Abstract

Visualisasi virtual objek arsitektur saat ini sangat diperlukan dalam mempelajari arsitektur baik digunakan untuk kepentingan umum atau pun akademik. Di Indonesia visualisasi virtual masih terbatas pada objek arsitektur baru, lalu bagaimana dengan objek terbangun/objek arsitektur pusaka? Hal ini semakin memperkuat pentingnya melakukan visualisasi virtual untuk objek terbangun, khususnya objek pusaka. Visualisasi (rekonstruksi virtual) sendiri termasuk dalam satu proses besar pelestarian dan pembangunan terintegrasi dalam konsep Heritage Building information Modeling (H-BIM). Mengambil objek amatan yang tersebar dalam Kawasan Komplek Candi Borobudur, penelitian ini sekaligus ingin mempelajari manfaat rekonstruksi virtual dalam pelestarian kawasan dalam konsep besar. Menggunakan dua jenis sumber data (Source-Based dan Reality-Based), peneliti mencoba merekonstruksi objek amatan dan mengidentifikasi karakternya. Tujuan dari penelitian ini selain untuk menghasilkan visualisasi 3D menggunakan Agisoft-Metashape juga mengangkat diskusi pentingnya rekonstruksi virtual sebagai awalan dalam tahapan kolase data dalam meny usun Historic Urban Landscape (HUL). Hasil dari identifikasi yaitu amatan merupakan kawasan permukiman pedesaan masyarakat sosial-jawa yang diperkuat oleh karakter berupa; tata masa yang menyatu dengan alam, jenis material bangunan yang masih memanfaatkan bahan baku setempat, dan minimnya ornamentasi pada komponen bangunan. Bagian akhir, penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa masih kuatnya identitas kawasan dengan karakter permukiman pedesaan perlu dipertahankan dan diperkuat dalam pembangunan berkelanjutan yang semua tergabung dalam one gate data system (open source).
SUSTAINABLE SENSE OF PLACE: COWORKING SPACE DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE DI KAWASAN STRATEGIS KOTA BATAM Tan, Hendy; Aguspriyanti, Carissa Dinar
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.51280

Abstract

The existence of abandoned buildings in Nagoya, Batam City, can impact negatively on the sense of place and identity of the area as a strategic area for trade and services. In the context of architecture, abandoned buildings are often associated with an adaptive reuse approach. Literature studies, observations, interviews, and SWOT analysis were carried out in this descriptive qualitative research to find out how to implement the adaptive reuse approach in an abandoned building in Nagoya, Batam City. This process produced design proposals which were then analyzed to obtain deeper understanding how the application of the adaptive reuse approach can create a sustainable sense of place. The results revealed that the adaptive reuse approach to the object of research can be through the strategies of using old buildings with improved facades quality and adding a new function, which is a coworking space. Because it is relevant to the identity of trade and service areas and in accordance with the conditions of current user needs. The implementation of these design strategies could establish a sustainable sense of place in Nagoya, Batam City, through strengthening its elements including form, activity, and meaning.
PENGEMBANGAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT DALAM METAVERSE DENGAN PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR BIOFILIK Putra, Ida Bagus Gede Parama
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.52528

Abstract

Metaverse sebuah pengembangan teknologi berupa platform digital yang menghadirkan berbagai macam kemungkinan dalam berkreasi. Ruang Virtual dapat dirancang dengan berbagai pendekatan komunikasi visual, elemen interior maupun arsitektur digital yang tanpa batas. Potensi metaverse telah menghadirkan banyak kemungkinan yang tidak terpikirkan. Berbagai sektor seperti pendidikan, teknologi, iklan, retail, real estate dan sektor kesehatan yang menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi dalam pengembangan ruang virtual sebagai media terapi. Pengembangan healing environment pada platform virtual dalam penelitian ini berfokus pada menciptakan zona virtual yang dapat digunakan sebagai ruang penyembuhan dan ruang kontemplasi bagi pengguna dengan keterbatasannya dalam melakukan aktivitas. Fokus penelitian ini yaitu melakukan kajian desain arsitektur biofilik dalam merencanakan ruang virtual untuk ruang penyembuhan bagi seseorang yang membutuhkan kenyamanan khususnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam mengkaji sumber dalam perencanaan desain ruang virtual, teori tentang healing environment dan desain arsitektur biofilik, Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang interaktif untuk berbaur dan melakukan interaksi yang diharapkan memunculkan kepercayaan diri bagi pengguna.
PENGARUH KONFIGURASI RUANG TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PENGGUNA GEDUNG DI DAERAH BERIKLIM TROPIS LEMBAP Utomo, Pandu K.; Sari, Dharwati P.; Nanda, Harta D.; Nurjannah, Cindy U.
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.48680

Abstract

Laboratory Building FT Unmul is a building located in humid tropical climate. With humans carrying out various activities, thermal comfort needs to be measured to find out how the building represents a good tropical building. This research was carried out using the Predicted Mean Vote (PMV) model which collaborates on personal variables and spatial variables. Measurements were carried out in several rooms inside the Laboratory Building, using thermal comfort software. The results of this study indicate that without air-conditioning, rooms that are directly exposed to sunlight do not provide thermal comfort while other rooms are able to achieve that. Meanwhile, with artificial ventilation intervention, most of the space does not increase the thermal comfort for the user. These results can be taken into consideration in the design (space configuration) and building management (room management and building energy consumption).
POLA RUANG PERMUKIMAN DI SEKITAR KAWASAN KERATON SURAKARTA DAN KERATON KASEPUHAN Kustianingrum, Dwi; Putra, Wahyu Buana; Adityanto, Muhammad Miko; Zuhair, Azhar Fairuz; Azdaffa, Ahmad Naufal
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.49008

Abstract

Abstract: The palace is the area where the ruler lives. In the everyday sense, it is the palace of the rulers in Java. The palace is also a palace which has a high philosophical, religious, and cultural meaning. The presence of the Walisongo in the archipelago has an impact not only seen in the decorations/patterns on the palace buildings, but also in the spatial layout, landscape patterns within the palace complex and around the palace. The palace as a symbol of the power building in the end, gave an influence on the development of the pattern of space around it. This study aims to detect land use, circulation and open space around the Kasepuhan Cirebon and Surakarta Palaces. These two palaces were used as objects of research because they were considered the same scope and could represent the locations of West Java and Central Java. Descriptive analysis is the study methodology employed. As a result of these two palaces: (1) land use, both have in common, namely housing, trade and green zones, (2) circulation in both Kasepuhan palaces has a grid pattern, only in Kasepuhan palace it is mixed with radials, and has surrounding functions as trade and services, (3) open space, in the Surakarta Palace there are Lor and Kidul squares for community activities, tourism and markets, while in the Kasepuhan palace there is a Balong Darmaloka open space for tourism and an open space for ceremonies and markets.the Kasepuhan Cirebon and Karaton Surakarta. These two palaces were used as research objects because they were considered to have the same scope and could represent the locations of West Java and Central Java.Keywords: Space Pattern, Karaton, Land Use, Circulation, Open SpaceAbstrak: Keraton merupakan wilayah penguasa tinggal. Dapat diistilahkan istana penguasa di wilayah tanah Jawa. Keraton adalah istana yang berarti secara filsafat, kebudayaan, dan keagamaan yang tinggi. Hadirnya para Walisongo di Nusantara memberikan dampak tidak hanya terlihat di ragam hias/corak pada bangunan-bangunan keraton, akan tetapi juga pada tata ruang, pola lanskap di dalam komplek keraton maupun di permukiman sekitar keraton. Keraton sebagai simbolis bangunan kekuasaan pada masa lampau, memberi pengaruh terhadap perkembangan pola ruang disekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tata guna lahan, sirkulasi dan ruang terbuka  yang terdapat di permukiman sekitar keraton Kasepuhan Cirebon dan Keraton Surakarta. Kedua keraton ini dijadikan objek penelitian karena dianggap mempunyai lingkup yang sama dan dapat  mewakili lokasi daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analistis. Sebagai kesimpulan pola permukiman di sekitar kedua keraton ini: (1) Tataguna lahan, keduanya mempunya kesamaan yaitu zona perumahan,, perdagangan dan jasa dan zona hijau, (2) Sirkulasi di kedua  keraton Kasepuhan  mempunyai pola grid, hanya yang di Keraton Kasepuhan bercampur dengan radial, dan mempunyai fungsi disekitarnya sebagai perdangangan dan jasa, (3) Ruang/ Area terbuka, Kompleks Keraton Surakarta memiliki Alun-alun Lor dan Kidul yang berfungsi sebagai tempat aktifitas masyarakatnya, wisata dan pasar, adapun di Komplek Keraton Kasepuhan terdapat ruang terbuka Balong Darmaloka untuk wisata dan ruang terbuka alun-alun untuk upacara dan pasar.Kata Kunci: pola ruang, keraton,tata guna lahan, sirkulasi,ruang terbuka
KAJIAN IMPLEMENTASI KONSEP GREEN DESIGN PADA GEDUNG UTAMA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT (PUPR) Virgian, Garry; Darmayanti, Tessa Eka; Maximillian, Arnold
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.47437

Abstract

Abstract:This study discusses green design in Sudirman Central Business District in Jakarta Selatan. Green design focuses on environmentally friendly designs to efficient use of energy and resources. The purpose of this study was to determine the maximum application of the green design concept and to examine its application to PUPR main building case study. The research method that will be used is a descriptive method with a qualitative approach. The results of this study are expected to provide information and inspiration related to green design and its application, so that all groups (not only architects) can contribute in designing environmentally friendly buildings.Keywords:  green design; environmentally friendly; efficient use of energy.Abstrak:Kajian ini membahas green design pada kawasan Sudirman Central Business District di Jakarta Selatan. Green design berfokus pada perancangan yang ramah lingkungan hingga efisiensi penggunaan energi dan sumber daya yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan konsep green design secara maksimal serta mengkaji penerapannya pada studi kasus gedung utama PUPR. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat memberi informasi dan inspirasi terkait green design serta penerapannya, sehingga semua kalangan (tidak hanya arsitek) dapat berkontribusi dalam merancang bangunan yang ramah lingkungan. Kata Kunci: green design; ramah lingkungan; efisiensi energi
EVALUASI RUANG KELAS GAMBAR MANUAL UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN PADA MASA PANDEMI DI SMK NEGERI 6 BANDUNG Sumanta, Vena Ventiany; Permana, Asep Yudi; Mardiana, Riskha
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.43807

Abstract

A disease similar to pneumonia emerged in late December 2019 in Wuhan, China. An illness caused by a virus that spreads rapidly until 66% of workers at the fish market get infected. WHO declared that the plague caused by the SARS-CoV-2 virus was a global pandemic on March 11, 2020. The government decided to restrict the activities held in public places, including closing schools and holding distance learning during the pandemic. Reopening schools has to be aware of a few things because this virus can spread directly or indirectly (the objects that are contaminated or airborne). To minimize the virus spread, the thermal condition and lightning in the classroom have to be according to the standards. This research uses evaluative research with a qualitative approach. The evaluative research is used to investigate the compatibility of the drawing studio with the regulation of facilities and infrastructures is Permendikbud No. 34 Tahun 2018 and guidelines to school reopening during Covid-19 pandemic according to PAUDDIKDASMEN also for thermal, lightning comfort are according to ASHRAE and SNI. The outcomes of this research are both the infrastructures also the facilities haven't reached the standard yet. However, some of the facilities are already compatible with the regulation.  The reopening plan for the drawing studio needs some changes, including limiting the students in the classroom, reorganizing the drawing desk within 1,5 m distance, confirming there are cleaning schedules for the studio by disinfecting the whole classroom, and also wiping the surface touched by the pupils. Thermal and lighting conditions are still haven't reached the standard yet. However, the humidity in the drawing studio is already compatible with the regulation.Keywords: Drawing studio evaluation; Covid-19 Pandemic; Thermal and Visual Comfort. 
Kontribusi Geoffrey Bawa pada Perkembangan Arsitektur Kontemporer di Sri Lanka Sukmana, Chandra Hadi
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi juni 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.45752

Abstract

Pada abad ke 19 ketika modernisasi arsitektur merusak warisan dan keragaman budaya yang ada, Geoffrey Bawa mencoba untuk meminimalisir kompleksitas modernisme yang berkembang. Geoffrey Bawa adalah salah satu “regionalist architect” dari Sri Lanka yang memberikan identitas baru untuk arsitektur modern dengan menggabungkan modernitas dengan gaya arsitektur vernakular dengan cara yang sangat romantis  yang kini dikenal dengan istilah “Tropical Modernism”. Konsep dualisme pemikiran dari moderenitas dan secara bersamaan menghormati kebudayaan lokal berhasil membentuk identitas baru arsitektur Sri Lanka  pada abad ke 20. Pada tulisan ini akan membahas mengenai prinsip desain arsitektur Geoffrey Bawa dan implementasinya pada rancangan arsitekturnya yang pada praktiknya banyak dipengaruhi oleh budaya, agama, masyarakat dan teknologi. Pada akhirnya dapat terlihat bagaimana arsitektur Sri Lanka dapat diciptakan kembali melalui representasi naturalisme dan romantisme arsitektur Geoffrey Bawa dan pada saat yang bersamaan dapat menghormati tradisi lampau dan keragaman kebudayaan seperti yang pernah diungkapkan Bawa “Architecture cannot be totally explained but must be experienced”.
PERUBAHAN FASAD PADA GERAI DI KAWASAN KULINER TAMAN SANGOMANG KOTA PALANGKA RAYA Sutrisno, Herwin -
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 3 (2023): Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i3.49012

Abstract

Abstract: The culinary area of Taman Tunggal Sangomang is located on Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya City, started operating in 2018 as a relocation of a culinary park located at the estuary of Jl. Yos Sudarso in the Big Roundabout area, aims to rearrange the city space. Over time, the outlets in this culinary area have changed shape in every physical and space by changing the facade design of the containers that have been provided, to show the identity of ownership of the merchant. This has an effect on the diverse appearance of the facade with contrasting facade elements. This study aims to see changes in container outlets in the Taman Sangomang culinary area that have changed from the first time this area was inaugurated. The method used is descriptive qualitative. Collecting data by in-depth interviews with resource persons, field observations, and documentation. The results showed that the change in the shape of the facade was due to the addition of space made by the store owner from insufficient buying and selling activities and the seller's natural behavior to protect what was his property.Abstrak: Kawasan kuliner Taman Tunggal Sangomang berada di Jl.Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, mulai beroperasi tahun 2018  merupakan relokasi taman kuliner yang berada di simpang bundaran besar Palangka Raya arah Jl. Yos Sudarso menuju ke Universitas Palangka Raya, dengan tujuan untuk menata ulang penggal jalan di ruang Kota. Seiring berjalannya waktu, gerai di kawasan kuliner ini mengalami perubahan bentuk disetiap fisik dan ruang. Pemilik   mengubah desain fasad dari kontainer sebagai bentuk awal yang telah disediakan pemerintah, untuk menunjukan identitas kepemilikan dari pedagang tersebut. Perubahan ini berpengaruh pada tampilan fasad bangunan  dan bentuk yang  beragam dengan elemen fasad yang kontras. Penelitian ini bertujuan melihat perubahan pada gerai kontainer di  kawasan kuliner Taman Sangomang sejak pertama kali kawasan ini diresmikan. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dengan narasumber, pengamatan di lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian terlihat bahwa perubahan bentuk fasad karena penambahan ruang yang dilakukan oleh pemilik gerai dari aktivitas jual-beli yang tidak tercukupi dan perilaku alamiah penjual untuk memenuhi kebutuhan ruang serta  melindungi properti atas hal yang menjadi hak miliknya.