cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
THE ROLE OF ACTOR-NETWORK-THEORY IN SELF-HELP HOUSING: A CASE STUDY OF THE AUTHOR'S HOUSE Putra Bagus Khalis
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.45733

Abstract

This paper aims to understand the process of self-help housing through the Actor-Network-Theory approach using the author's house as a case study. The underlying theory in this paper is the Actor-Network-Theory proposed by Latour (2005), how actors and networks in social and self-help housing proposed by Turner (1976), how residents build their own houses. This paper uses a narrative approach, how the author and the owner of the house are directly involved and tell their involvement in a case study to explore the role of Actor-Network-Theory in the author's self-help housing. The finding of this study is that in the author's self-help housing there is an important role between actors so as to create a network that is strengthened by the presence of objects. Three such actors, homeowners, architects, and construction workers form a network called the trinity in architecture, namely the client, the architect and the craftsman (Fathy, 1973).  A social network can be formed if there are actors who act or act with each other with other actors. The actions or actions of the first actor will affect the actions of subsequent actors. Making decisions at each stage of the self-help process depends on discussion between actors. The exchange of ideas is what makes this process a lesson for future actors.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN PARA PENGUSAHA BAHAN BANGUNAN LOKAL DI KOTA KENDARI Muhammad Zakaria Umar
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.44505

Abstract

Pendapatan para pengusaha bahan bangunan lokal di Kota Kendari diduga cenderung menurun selama masa pandemi Covid-19 karena menyesuaikan dengan pola hidup baru. Penelitian ini penting untuk dilaksanakan sebagai berikut: (1) data hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah Kota Kendari terkait implementasi kebijakan perbankan; (2) data hasil penelitian ini bisa digunakan pemerintah pusat terkait kebijakan-kebijakan stimulus pembinaan UMKM dan koperasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap para pengusaha bahan bangunan lokal di Kota Kendari. Langkah-langkah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) menentukan populasi para pengusaha bahan bangunan lokal; (2) setiap item pengusaha diambil sebanyak lima sampel; (3) teknik analisis menggunakan uji t sampel berpasangan dengan cara menentukan hipotesis, menganalisis dengan rumus statistik uji, menentukan kriteria penolakan, dan membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil uji t sampel berpasangan diperoleh hasil bahwa pandemi Covid-19 memiliki dampak terhadap pendapatan pengusaha bahan bangunan lokal di Kota Kendari.  
Konsep Privasi pada Rumah Tinggal berdasarkan Karakteristik Visual di Instagram Dika Fitria Septiyani
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.47016

Abstract

Fenomena membagikan foto dan narasi tentang rumah tinggal di media sosial muncul di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang pesat. Hal tersebut mengubah sifat rumah yang semula privat menjadi lebih terekspos secara publik. Kondisi kontradiksi terlihat bahwa orang cenderung mempublikasi rumah pada media sosial, sedangkan secara fisik masyarakat yang tinggal di perumahan saat ini lebih memilih tinggal di lingkungan eksklusif yang mempunyai privasi tinggi. Tujuan penelitian ini yakni mengeksplorasi bagaimana karakteristik visual rumah tinggal pribadi ditampilkan di media sosial dan mengidentifikasi batas ruang privasi  yang ditampilkan oleh pemilik rumah. Metode yang digunakan yaitu kualitatif melalui analisis konten dengan mengidentifikasi foto dan narasi yang di tampilkan oleh pemilik akun media sosial. Mengidentifikasi foto dan narasi dapat memperlihatkan karakteristik visual dan batas privasi lebih detail yang ditampilkan oleh tiap pemilik akun dan memungkinkan variabel lain dapat terungkap. Hasil analisis karakteristik foto memperlihatkan bahwa konsep privasi rumah tinggal secara fisik tidak berlaku pada ruang digital. Terlihat bahwa pemilik rumah tidak hanya menampilkan zona publik, melainkan zona semi publik, semi privat, privat bahkan zona servis. Hasil analisis karakteristik narasi memperlihatkan adanya upaya perilaku yang dapat dilakukan di dalam rumah sebagai upaya memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Pemilik rumah tetap memiliki kontrol secara penuh terhadap batas privasi terkait informasi apa yang ingin dibagikan dan tidak dibagikan. Manajemen batas privasi juga membantu pemilik rumah memilih identitas seperti apa yang ingin ditampilkan melalui atribut arsitektural dalam rumahnya. Pencarian karakteristik diatas dapat memposisikan peran arsitektur hunian dalam membantu memenuhi kebutuhan pemilik rumah untuk dapat mengaktualisasi diri sesuai perkembangan teknologi.
JEJAK WUJUD ARSITEKTURAL DAN RAGAM HIAS CANDI KURUNG STUDI KASUS: PURA ULUWATU DAN PURA SAKENAN Nyoman Ratih Prajnyani Salain; Ni Made Mitha Mahastuti
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.50024

Abstract

This study will discuss the architectural forms and decorations used in the case studies at Uluwatu Temple and Sakenan Temple. The two temples were chosen to be the object of research because they have similar architectural forms and styles although they are not the same as a whole. There are three issues raised, namely analyzing the similarity of shape, form and decoration at Kurung Temple at Uluwatu Temple and Sakenan Temple; the historical connection between the two Kurung Temples; strategies and conservation activities that need to be carried out at Uluwatu Temple and Sakenan Temple.The method used in this research is descriptive qualitative method, with triangulation data collection techniques that combine direct observation, survey and interview techniques. The hope of this research is that the academic community and the general public understand the correlation between architectural forms and decorations in the two Kurung Temples along with their historical values.Keywords:  Architectural Form, Decorative Variety, Kurung Temple, Uluwatu Temple, Sakenan Temple
PENGARUH SETTING FISIK SPASIAL PADA KOPI TOKO DJAWA DI KORIDOR JALAN BRAGA BANDUNG TERHADAP POLA AKTIVITAS FOTO Kristiawan, Agung; Subagjo, Irma; Widjaja, Pele
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.55461

Abstract

Koridor Jalan Braga menjadi salah satu bukti peninggalan zaman kolonial Belanda bagi Kota Bandung. Saat ini, koridor Jalan Braga menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Kota Bandung. Nilai sejarah dan karakter kota yang khas memberikan suasana yang unik dan berbeda dari tempat lainnya. Hal ini menyebabkan para pendatang yang datang bukan hanya semata-mata datang untuk berbelanja, kuliner, maupun menonton film di bioskop atau pertunjukkan lainnya (live music, bazaar, dll.), tapi mereka juga turut mengapresiasi ruang koridor jalan braga dengan mengabadikan pengalaman mereka dalam bentuk selfie atau foto-foto.Fenomena selfie atau foto diri muncul karena didukung dengan ketertarikan seseorang akan sesuatu. Misalnya, dalam hal ini karena setting tempat koridor Jalan Braga yang unik dan menarik dengan karakteristik khas gaya arsitektur Belanda. Hal ini pun tidak terlepas dari adanya penyediaan fasilitas pendukung seperti street furniture untuk para pengunjung. Hal inilah yang menyebabkan pengunjung akan datang dan akan mengapresiasinya dalam bentuk  kegiatan ber-swafoto. Namun, pada dasarnya berdasarkan observasi tidak semua spot-spot foto yang ada memiliki daya tarik yang sama. Ada beberapa bagian pada koridor jalan braga yang tidak menarik untuk dikunjungi dan dan ada pula bagian pada koridor yang menjadi pusat keramaian sekaligus menjadi spot yang paling sering digunakan dalam kegiatan foto. Berangkat dari fenomena yang ada,   penelitian  ini ingin memahami dan mengkaji bagaimana sebuah setting tempat di koridor Jalan Braga mempengaruhi ketertarikan seseorang dalam melakukan aktivitas selfie atau foto. Penelitian ini menggunakan metode Place Centered Mapping. Metode ini digunakan untuk mengetahui bagaimana manusia memanfaatkan, menggunakan, dan mengakomodasikan perilakunya dalam suatu waktu dan tempat tertentu. Melalui metode ini juga dapat diperoleh bagaimana pola perilaku pengguna beraktivitas di tempat-tempat yang menjadi nodes keramaian. Hasil penelitian menyimpulkan kriteria setting pada Kopi Toko Djawa sebagai tempat aktivitas foto populer di koridor Jalan Braga.
KUALITAS SUBJEKTIF SEKOLAH RAMAH ANAK USIA DINI DI JAWA BARAT Susanti, Indah Susanti
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.55940

Abstract

Abstract: School facilities and infrastructure, not only have to meet standards from a physical perspective, but also have to be early childhood friendly schools. This study aims to describe the architectural condition of early childhood schools in West Java based on the fulfillment of the school's physical standard requirements. This study uses a descriptive quantitative approach. Quantitative methods are used for the collection and analysis of quantitative data regarding the architectural condition of PAUD schools. Respondents, a total of 167 people who filled out a Google form questionnaire that was distributed online, were teachers, school principals, deputy principals, and school owners/heads of kindergarten/PAUD foundations. Based on the description of the research results, it can be concluded that in general the respondents' subjective perceptions of their schools indicate that most PAUD schools are architecturally child-friendly. On average, more than 70 percent of respondents, from the group of owners, principals/deputy principals, and teachers, as well as based on regional origin groups, said that their schools were in the category of friendly and very child-friendly.Keywords: Child Friendly Schools, PAUD, Architectural..Abstrak: Sarana dan prasarana sekolah, bukan saja harus memenuhi standar dari segi fisik, tapi juga harus menjadi sekolah ramah anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi arsitektural sekolah anak usia dini di Jawa Barat berdasarkan pemenuhan persyaratan standar fisik sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Metoda kuantitatif digunakan untuk pengumpulan dan analisis data kuantitatif mengenai kondisi arsitektural sekolah PAUD. Responden sejumlah 167 orang mengisi angket google form yang disebar secara online adalah guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan pemilik sekolah/ketua yayasan TK/PAUD. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum persepsi subjektif responden tentang sekolahnya, menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah PAUD secara arsitektural termasuk ramah anak. Rata-rata responden, baik dari kelompok pemilik, kepala sekolah/wakil kepala sekolah, dan guru, maupun berdasarkan kelompok asal daerah, lebih dari 70 persen menyatakan sekolahnya berkategori ramah dan sangat ramah anak.Kata Kunci: Sekolah Ramah Anak, PAUD, Arsitektural.
ANALISIS KOMPONEN TATA KUALITAS LINGKUNGAN KAWASAN PECINAN KOTA MAGELANG Arini, Siska; Suminar, Lintang
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.50314

Abstract

Pemuda Street which is located in the Chinatown area of Magelang City is located in a strategic location that connects Magelang City and Yogyakarta City. High density and activities make the street corridor a commercial corridor that is growing rapidly by time. Commercial activities which are also located in the Chinatown area also affect the environmental quality system that is formed. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. The results showed that the distinctive character of the region as a trading area still looks strong with the existence of trading activities and other elements that support these activities. On the other hand, there is still a need for improvement in the aspect of facilities and sanctions for violating regulations.
RHYTHMANALYSIS: MEMAHAMI RITUS SEBAGAI PLACEMAKING TEMPORAL Michael, George; Ekomadyo, Agus Suharjono
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.49603

Abstract

Rites is a part of Indonesian culture that involves human, place, and time. These three elements are closely related to placemaking theory which aims to improve the quality of a place. However, the current theory and categorization of placemaking have not been able to accommodate rites as part of placemaking. This article will explore the relationship between rite and placemaking using Wyckoff's (2014) key elements of Quality Places. Then, the results are further elaborated with rhythmanalysis theory by Lefebvre (2004). The findings of this study it that rites are indeed part of placemaking. Using rhythmanalysis, we can infer that rite has an element of depth in the temporal dimension, which is rhythm, that is not shared by other types of placemaking. Therefore, rites should be categorized as a different type of placemaking such as temporal placemaking.
ANALISIS TIPOLOGI ARSITEKTUR AKOMODASI WISATA BERBASIS MASYARAKAT (AWBM) DI DESA WISATA BONGKASA PERTIWI, KAB. BADUNG, BALI Prabawa, Made Suryanatha
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.50602

Abstract

This study discusses the typology of community-based tourist accommodation (AWBM) in the Bongkasa Pertiwi Village area. Architectural typology is a scientific focus that is used to analyze data related to AWBM found in the field. The purpose of this study is to find the AWBM typology in Bongkasa Pertiwi Village and find the reasons behind the presence of such an AWBM architectural typology in Bongkasa Pertiwi Village. The research method used is a qualitative-descriptive approach with typological analysis methods and zigzag process. The results of the study indicate that the typology of AWBM in Bongkasa Pertiwi Village is in the Balinese Modern Building Style, Compiling Materials (Concrete, Paint, Wooden Horses, Clay Tiles), AWBM buildings with the type of 1st floor building, and have a basic shape of Square or Square geometry. Long. This typology can be created as a result of adaptation actions of land / yard architecture carried out by villagers with the aim of capturing opportunities to increase welfare from the presence of tourists to the village.
FAKTOR PLACE DEPENDENCE BERDASARKAN TAHAPAN KEBUTUHAN DI KAWASAN PKL DUTA INDAH Febriana, Sintia Kori; Pudianti, Anna
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 1 (2023): Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i1.49266

Abstract

Kebutuhan individu memiliki tahapan yang ingin dicapai berdasarkan tingkat kepentingannya. Apabila suatu tempat dapat memenuhi tujuan dari aktivitas individu, maka akan timbul kriteria untuk memenuhi kebutuhan baru sehingga terbentuk perubahan atau peningkatan tatanan ruang. Kawasan PKL Duta Indah awalnya merupakan jalan masuk utama perumahan, namun karena adanya tingkatan kebutuhan PKL, pada malam hari area tersebut menjadi kawasan PKL yang menetap. Fenomena PKL menetap memerlukan perhatian khusus agar ruang kota tetap teratur. Penataan dan penertiban lokasi merupakan salah satu bentuk perhatian khusus kepada PKL, namun tidak jarang PKL yang enggan untuk pindah ketempat lain. Berdasarkan rasa keengganan tersebut, para PKL yang telah ditata dan ditertibkan kembali menempati lokasi awal berdagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor fenomena tersebut yang mengindikasikan place dependence, baik dari sisi PKL dan pembeli yang berada di Kawasan PKL Duta Indah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian ini diketahui bahwa tahapan kebutuhan mempempengaruhi faktor place dependence. Selain itu, terdapat beberapa kesamaan faktor antara PKL dan pembeli yang merupakan faktor place dependence yang mengikat.Kata Kunci: pembeli, pedagang kaki lima, tahapan kebutuhan, place dependence