cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
PERANCANGAN BACKPACK DENGAN MOTIF IKON KOTA SURAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SOUVENIR WISATA Rachmanita Meidyana Meidyana; Darwoto Darwoto Darwoto; Sarwono Sarwono Sarwono
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.729 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2925

Abstract

Kebutuhan manusia akan kegiatan pariwisata semakin tinggi. Seseorang atau kelompok tertentu akan melakukan perjalanan wisata pada kota-kota yang memiliki obyek wisata. Pada obyek wisata terdapat berbagai macam industri pariwisata yang menawarkan berbagai macam produk lokal, baik itu makanan, minuman aupun kerajinan tangan sebagai souvenir untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan yang berkunjung. Hal ini menjadi latar belakang penulis untuk menciptakan suatu inovasi produk berupa souvenir backpack yang mengusung tema ikon Kota Surakarta sebagai motif pada kain poliester KTX dengan penggayaan visual posterization dan tiga dimensi dengan menggunakan teknik cetak terbaru, yaitu digital printing. Desain motif yang dibuat berjumlah 8 buah desain, dan 3 buah produk backpack yang telah direalisasikan dengan ukuran yang berbeda-beda. Produk souvenir backpack ditujukan untuk remaja laki-laki dan perempuan berusia 15 hingga 19 tahun. Perancangan souvenir backpack ini bertujuan untuk mempromosikan visual ikon-ikon Kota Surakarta kepada masyarakat lokal dan mancanegara dalam bentuk produk inovasi berupa souvenir backpack dengan teknik terbaru yaitu digital printing.   Kata Kunci: Backpack, Digital Printing, Ikon, Surakarta, 3 Dimensi.
ANGGREK SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA PENGANTIN Mia Helmi Eka Putri; Aries Budi Marwanto
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4118.657 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2927

Abstract

Penciptaan karya Tugas Akhir dengan judul Anggrek Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Pengantin bertujuan untuk mempublikasikan dua anggrek langka yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia yakni anggrek tebu dan anggrek jamrud. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Anggrek tebu dikenal sebagai anggrek raksasa karena anggrek tersebut merupakan anggrek terbesar dari jenis anggrek lainnya. Anggrek ini disebut dengan nama tebu karena tumbuhan ini mirip dengan tebu. Anggrek jamrud dikenal dengan nama jamrud karena anggrek ini berwarna hijau pucat seperti jamrud. Jamrud adalah salah satu jenis batu berwarna hijau yang sangat berharga. Setelah itu anggrek tersebut divisualisasikan menjadi motif batik ke dalam bentuk busana pengantin. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan meliputi pengumpulan data yang meliputi observasi dan studi pustaka, eksplorasi yang meliputi eksplorasi bentuk motif dan eksplorasi bentuk busana, perancangan yang meliputi pra desain dan desain, perwujudan, deskripsi dan presentasi. Hasil yang dicapai adalah terciptanya busana dengan motif batik anggrek  tebu dan anggrek jamrud. Karya berjumlah 4 pasang busana pengantin. Adapun nama-nama motif yang diciptakan meliputi: 1. Khaalidah, 2. Warrahma, 3. Gania, dan 4. Mauhibah. Pendeskripsian dijabarkan dalam bentuk visual dan filosofi. Penciptaan busana pengantin dengan konsep anggrek tebu dan anggrek jamrud tersebut bersifat baru. Karya disajikan dengan stilasi anggrek mengutamakan kreativitas bentuk dan komposisi warna, sehingga menghasilkan karya busana batik yang bernilai estetis.  Kata kunci : anggrek langka, batik
FIGUR PUNAKAWAN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA TOMBAK BERPAMOR WOS WUTAH Ratih Jisika Rachmawati; Aji Wiyoko Wiyoko
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2938.952 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2928

Abstract

Seiring dengan kemajuan zaman, senjata tradisional khususnya tombak juga mengalami perkembangan dari bentuk dan karakternya. Dari sekian jenis tombak yang ada, salah satu diantaranya adalah tombak wayang. Tombak wayang mengadopsi figur tokoh pewayangan dalam bentuk bilahnya. Dengan dipadukannya antara bentuk wayang punakawan dengan bentuk tombak diharapkan para generasi muda melihat dan tertarik untuk mempelajari dan menikmati karya tersebut. Dengan demikian akan tau tokoh punakawan dengan berbagai sifat-sifatnya. Metode penciptaan yang diterapkan meliputi: tahap eksplorasi meliputi menggali sumber ide, pengamatan lapangan, pengumpulan data dan referensi, kemudian tahap perancangan meliputi gagasan dalam bentuk sketsa dan desain terpilih, dan tahap pewujudan meliputi proses akhir dari seluruh rangkaian sebuah karya seni. Bentuk punakawan sebagai inspirasi diterapkan pada karya tosan aji berupa tombak yang sarat makna filosofis. Berdasarkan segenap proses penciptaan tombak punakawan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa bentuk punakawan memberi kesadaran dalam membangun dan melestarikan makna yang terkandung dalam karya seni. Kata kunci: tombak, punakawan.
KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI DALAM KARYA BUSANA READY TO WEAR PRIA BATIK TULIS Danang Priyanto Priyanto
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.117 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2924

Abstract

Artikel yang berjudul “kakang kawah adhi ari-ari dalam karya busana ready to wear batik tulis” difokuskan pada proses cipta busana ready to wear pria dengan sumber ide konsep kelahiran pada budaya Jawa yakni kakang kawah adhi ari-ari. Ketertarikan pada konsep tersebut yang sudah mulai tidak dikenal di tengah masyarakat menjadi salah satu tujuan untuk memunculkan nilai-nilai sakral dan luhur yang terdapat pada konsep kakang kawah adhi ari-ari. AdapunTujuandaripenciptaaniniadalahsebagai bentuk representasi nilai pada konsep Jawa kakang kawah adhi ari-ari sekaligus sebagai pengayaan karya batik melalui objek pengangkatan ide bersumber dari nilai yang tertuang dalam konsep kakang kawah adhi ari-ari.Analisis data yang digunakan menggunakan metode studi pustaka dan interpretasi. Langkah-langkah penciptaan meliputi memanfaatkan metode penciptaan SP Gustami yakni eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Konsep cipta dalam penciptaan karya menggunakan teori cipta Dharsono yakni reinterpretasi, ekspresi simbolik dan abstraksi simbolik. Karya yang diciptakan berupa tiga buah karya busana ready to wear pria yang terdiri dari busana kemeja panjang, kemeja pendek, dan t-shirt. Adapun karya tersebut adalah “aku” yang memanfaatkan konsep cipta reinterpretasi, “kakangku” yang memanfaatkan konsep cipta ekspresi simbolik dan “adhiku” yang memanfaatkan konsep cipta abstraksi simbolik. Kata kunci: Kakang kawah adhi ari-ari, busana ready to wear pria, batik.
“LATHAK” LIMBAH ZAT WARNA INDIGOFERA SEBAGAI PEWARNA BATIK (Studi Kasus di Rumah Produksi Batik Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah) Winda Tieneke Nugraheni; Ratna Endah Santoso; Sarah Rum Handayani
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.515 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2929

Abstract

Limbah yang berasal dari zat warna alami tanaman indigofera disebut lathak. Untuk mengetahui zat warna yang terkandung masih layak atau tidak untuk digunakan kembali, menarik dikaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pewarnaan menggunakan lathak, serta pengaruh jumlah pencelupan dan jenis material fiksasi yang tepat terhadap uji ketahanan luntur warna.Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif eksperimen merujuk Hendri Suprapto. Uji laboratorium menyatakan bahwa lathak masih mengandung indigotin 62,58%. Dengan demikian, lathak masih berpotensi dapat digunakan kembali sebagai pewarna kain. Perancangan desain motif batik tulis yang menggambarkan proses pewarnaan alami, diterapkan pada kain berukuran 110cm x 240cm.Hasil uji ketahanan luntur gosokan dengan skala staining scale pewarnaan terbaik adalah fiksator tunjung memiliki nilai 3 (cukup) pada pencelupan 24x. Uji ketahanan pencucian dengan skala staining scale dan grey scale, hasil terbaik adalah fiksator kapur bernilai 4-5 (baik) pada pencelupan 48x. Pewarnaan menggunakan lathak dan tunjung sebagai fiksator dengan kombinasi pencelupan 24x dan 48x diterapkan dalam produksi kain jarik. Kata kunci: lathak, indigotin, fiksator.
PERANCANGAN MOTIF BUNGA ANGGREK HITAM DENGAN TEKNIK SULAM PADA TENUN LURIK ATBM UNTUK BUSANA CONVERTIBLE Matsna Rochima FK; Widiastuti Widiastuti Widiastuti; Ratna Endah Santoso
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3009.464 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2926

Abstract

Selama ini tenun lurik ATBM merupakan salah satu tekstil traditional yang sangat sederhana dikarenakan motif dari tenun lurik yang hanya terdiri dari garis vertikal dan horizontal. Hal tersebut menyebabkan keberadaan tenun lurik ATBM terancam punah digantikan oleh tekstil modern. Perancangan ini bertujuan untuk mengangkat lurik sebagai salah satu alternatif mode yang akan dikembangkan menjadi sebuah kain yang lebih eksklusif. Metode yang diterapkan pada perancangan ini adalah metode perancangan desain permukaan atau surface design. Perancangan ini mengangkat ide motif bunga Anggrek Hitam sebagai motif utama pada permukaan kain yang diharapkan dapat memberikan kebaharuan pada tenun lurik ATBM. Hasil dari perancangan ini adalah busana convertible yang terbuat dari tenun lurik ATBM yang telah dikembangkan dengan teknik sulam menggunakan motif Anggrek Hitam.Kata Kunci: Anggrek Hitam, lurik, sulam, busana convertible
EKSPLORASI MARBLING UNTUK TAS WANITA DEWASA Yohana Desy Prasetyowati
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3782.197 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2930

Abstract

Seni marbling merupakan seni kuno melukis di atas air khas Turki yang coraknya diambil pada kertas dan kini telah melalui pergeseran segi media dan bahan. Tujuan proyek ini adalah menghasilkan produk marbling yang diaplikasikan pada media tekstil dengan zat pewarna tekstil reaktif. Selain memperkenalkan hasil eksplorasi marbling, dapat menciptakan rancangan yang estetis untuk ranah produk milineris tas wanita dewasa bergaya kasual dengan tema Langit Galaksi. Hasilnya berupa delapan desain tas yang keseluruhan menggunakan warna dan motif marbling bertemakan Langit Galaksi yaitu warna warna biru, merah, ungu, dan hijau sesuai judul masing-masing desain. Desain ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk terus maju dan berkarya dalam bidang fesyen yang tidak hanya menjadi tas wanita saja, namun juga pengembangannya pada tekstil selanjutnya melalui karya ini. Kata Kunci : marbling, zat warna reaktif, tas wanita

Page 1 of 1 | Total Record : 7