cover
Contact Name
Sumarno
Contact Email
sumarnoisi.ska05@gmail.com
Phone
+628174129542
Journal Mail Official
pendhapa@isi-ska.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hadjar Dewantara 19, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pendhapa
ISSN : 20868138     EISSN : 27457249     DOI : https://doi.org/10.33153
Jurnal Desain Interior, Seni dan Budaya adalah jurnal yang mempublikasikan wacana dan hasil penelitian berterkiat dengan desain, desain interior dan diskursus desain interior terhadap kajian seni dan budaya. Pendhapa dalam susunan rumah tradisional Jawa merupakan ruang terbuka untuk menerima tamu, tempat pertemuan, tempat pertunjukan. Pendhapa memiliki fungsi yang cukup kompleks yakni fungsi sakral maupun profan, ritual sekaligus seremonial, publik sekaligus privat, meleburnya bagian luar dan bagian dalam interior-arsitektur bangunan, bertemunya tamu dan tuan rumah. Pendhapa sebagai paseban, merupakan medium bagi bertemu, bertukarnya ide, pemikiran, gagasan, informasi, strategi maupun formulasi menyangkut banyak hal untuk kemaslahatan. Selaras dengan fungsi pendhapa yang strategis hadir Pendhapa: Jurnal Desain Interior, Seni dan Budaya terbit berkala setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember sebagai media penyaluran dan publikasi ide, gagasan, inovasi, hasil penelitian para ilmuwan desainer dan desainer ilmuwan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
PROBLEM BASED INSTRUCTION SEBAGAI MODEL PEMBELAJARN MATAKULIAH SEMINAR Ana Rosmiati Rosmiati
Pendhapa Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.341 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v10i1.2939

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah model riset yang dikembangkan oleh pengajar untuk mengetahui hasil, problematika serta solusi untuk mengatasi pembelajaran di kelas. PTK dapat menjadi alat untuk mengevaluasi hasil dari sebuah pembelajaran yang dalam kurun waktu tertentu. Peneliti tertarik untuk melakukan PTK di mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual pada matakuliah Seminar. Model yang akan dikembangkan adalah model based instruction di mana mahasiswa akan diajari menyelesaikan persoalan dalam menyusun tugas akhir dengan menggunakan metode ilmiah. Masalah dalam Bagaimana model  penerapan pembelajaran  model problem based learning  melalui matakuliah seminar pada mahasiswa Progdi Desain Komunikasi Visual  di ISI Surakarta  dan apakah penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan matakuliah seminar. Adapun tujuan penelitian adalah adalah menemukan model penerapan pembelajaran problem based learning melalui matakuliah Seminar pada mahasiswa Progdi Desain Komuniasi Visual di ISI Surakarta dan mengevaluasi penerapan pembelajaran problem based learning  melalui matakuliah seminar dapat meningkatkan kemampuan menyusun tugas akhir baik skripsi atau karya pada mahasiswa Progdi Desain Komunikasi Visual di ISI Surakarta.Penelitian ini menggunkan jenis penelitian kualitatif Penelitian dilakukan di Ruang kuliah Gedung 3  Kampus II Mojosongo.Keyword : PTK, problem based intruction, model, siklus.
GAYA POP ART SEBAGAI IDE DASAR PERANCANGAN ULANG CORPORATE IDENTITY DAN PROMOSI BARBERSON HAIRCUT Arif Suryawan Suryawan; Handriyotopo Handriyotopo
Pendhapa Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2701.075 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v10i1.2934

Abstract

Barberson Haircut merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa cukur rambut, berlokasi di Ceper, Klaten. Barberson Haircut belum memiliki corporate identity yang konsisten, sulit dikenali dan kurang menarik. Melalui pendekatan riset kualitatif dan swot analisis untuk mengetahui kekuatan yang diperlukan dalam perancangan identitas visual yang baru dengan tahapan perancangan identitas yang tepat. Perancangan ulang  corporate identity dengan gaya pop art sebagai strategi kreatif visual agar konsumen lebih mengenal Barberson Haircut. Berdasarkan tahapan perancangan dan strategi kreatif perikalanan, hasil dari perancangan ini berupa logo, stationery set, merchandising, dan media promosi. Manfaat perancangan ini yaitu memberikan identitas baru untuk membedakan Barberson Haircut dengan barbershop lain, dan mengenalkan Barberson Haircut kepada audiens.Kata Kunci : corporate identity, barbershop, pop art, promosi
SISTEM DISPLAY PADA INTERIOR MUSEUM MANUSIA PURBA KLASTER NGEBUNG DI SANGIRAN Zulfa Miflatul Khoirunnisa; Joko Budiwiyanto
Pendhapa Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.736 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v10i1.2980

Abstract

ABSTRACT Sangiran Sangiran Site is the most complete ancient human site in the world. The museum has several clusters, one of them is Ngebung Cluster which tells the grandeur and greatness of Sangiran. The purpose of this study is to know the interior design and display system of Ngebung Cluster Museum showroom. This study employs qualitative research methods which lead to detailed descriptions and interactive analysis techniques. The results of the research indicate that the interior of the showroom was created to adjust to the existing museum building and was designed in accordance with museum design standards. The composition of interior elements such as wall finishing, flooring and ceiling materials are repeated and plain in order that museum visitors can focus on the displays and collections of the museum. Therefore, the arrangement of furniture and display systems is adjusted to the available space. The display system in the museum's showroom can be said to have met the requirements of a good display, which refers to the principles of the exhibition system and technical requirements that need to be considered in the arrangement of the museum's collection. The presentation, display furniture, and the completeness of information are expected to encourage visitors to understand and interpret what is seen. Meanwhile, based on the results of the research it can be concluded that the display system in the showroom of the Ngebung Archaeological Museum has fulfilled good display standards referring to the principles of exhibition administration and taking into account the technical requirements in organizing museum collections. Keywords: Museum, Sangiran, Display System, Interior Design. ABSTRAK Situs Sangiran merupakan situs manusia purba terlengkap di dunia. Museum tersebut memiliki beberapa klaster, salah satunya yaitu Klaster Ngebung yang menceritakan kemegahan dan kebesaran Sangiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desain interior dan sistem display ruang pamer Museum Klaster Ngebung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang mengarah pada pendeskripsian secara rinci dan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa interior ruang pamer diciptakan menyesuaikan dengan bangunan museum yang sudah ada dan didesain sesuai dengan standar perancangan museum. Komposisi elemen interior seperti finishing dinding, bahan lantai dan ceiling yang berulang dan dibuat polos dimaksudkan agar pengunjung museum dapat terfokus pada display dan koleksi yang disajikan museum. Oleh karena itu, penataan perabot serta sistem display disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Sistem display di ruang pamer museum ini dapat dikatakan sudah memenuhi syarat display yang baik, yakni mengacu pada prinsip-prinsip tata pameran dan persyaratan teknis yang perlu diperhatikan dalam penataan koleksi museum. Melalui metode penyajian, perabot display, serta didukung dengan kelengkapan informasi pengunjung diharapkan dapat memahami dan menginterpretasi apa yang dilihat. Sementara itu, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem display dalam ruang pamer Museum Manusia Purba Klaster Ngebung sudah memenuhi standar display yang baik mengacu pada prinsip-prinsip tata pameran serta memperhatikan persyaratan teknis dalam melakukan penataan koleksi museum.Kata Kunci: Museum, Sangiran, Sistem Display, Desain Interior.
MAKNA SIMBOLIS PADA RAGAM HIAS MASJID MANTINGAN DI JEPARA Eko Roy Ardian Putra
Pendhapa Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.561 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v10i1.2938

Abstract

Sejarah abad pertengahan, pada abad ke 16 masehi masih menyisakan berbagai peninggalan berupa artefak maupun dalam bentuk bangunan yang memiliki nilai historikal yang luar biasa. Perkembangan sejarah yang mengedepankan nilai budaya dalam balutan agama, banyak hal menarik yang dapat dikaji lebih dalam terutama dari sisi desain interior. Masjid Mantingan merupakan salah satu saksi sejarah yang masih berdiri kokoh sampai sekarang banyak sekali ragam hias yang dipakai dalam interior masjid. Penelitian ini fokus terhadap makna simbolis dalam ragam hias yang dipakai dalam bangunan. Adapun wilayah penelitian ini terdapat di desa Mantingan Kabupaten Jepara. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis menggunakan model interaktif. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah terdapat ragam hias yang diklasifikasikan masuk dalam struktur bangunan yakni struktur ruang, struktur fungsi, dan struktur kekal, dalam ketiga struktur terdapat persamaan pola hias yakni mengadopsi pola pola yang disusun secara berjajar baik secara diagonal maupun secara vertikal dan horisontal sehingga didapatkan kesamaan struktur bentuk dari bentuk bidang hias yang terdiri dari bidang segitiga, segiempat dan lingkaran. Makna simbolik ragam hias masjid mantingan terdapat pada konsep implementasi ragam hias dalam struktur pola yang mengadopsi kosmologi Jawa. Perpaduan makrokosmos dan mikrokosmos dalam budaya Jawa Islam.  Dalam konteks interior memadukan struktur fungsi akan memberikan kesan yang megah, kuat serta kokoh dalam balutan tradisi dengan memanfaatkan unsur ragam hias klasik dengan penyesuaian pengguna dapat menambah kesan pengguna atau dapat membentuk kepribadian pemilik dalam hal ini adalah masyarakat islam. Kata Kunci :  Interior, Simbol, Makna, Masjid Mantingan
RUWATAN CUKUR RAMBUT GIMBAL DI DIENG WONOSOBO SEBAGAI SUMBER INSPIRASI KARYA BATIK GAYA WAYANG BEBER Aprilia Wulandari Wulandari; Sri Wuryani Wuryani
Pendhapa Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.118 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v10i1.2941

Abstract

Dieng merupakan daerah dataran tinggi yang terletak di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo dengan ketinggian rata-rata 2.000 m di atas permukaan laut dengan kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah, yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya di sebelah Barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kebudayaan Jawa yang masih mendarah daging di masyarakat dataran tinggi dieng, misalnya masih adanya ritual adat Jawa yang dianggap dan dipercayai sebagai tempat keramat dan berbagai mitos yang ada. Masyarakat dataran tinggi Dieng masih enggan untuk melepaskan cara hidup tradisional seperti dalam acara adat perkawinan, khitanan, kematian, kelahiran, dan ruwatan dalam kebudayaan Jawa. Dalam karya ini penulis menggabungan antara dua konsep yaitu cerita prosesi ruwatan cukur rambut gimbal dan wayang beber sebagai sumber ide penciptaan karya seni batik.  Gagasan penciptaan menitik beratkan pada: bagaimana cerita prosesi ruwatan cukur rambut gimbal yang merupakan sebuah tradisi masyarakat dataran tinggi Dieng, serta akan diwujudkan dengan menggunakan teknik batik tulis gaya wayang beber yang akan  dijadikan lembaran kain panjang berukuran 2,5 meter dalam 7 karya dan 1 karya berukuran 3 meter. Pembuatan karya ini meliputi tiga tahapan dan metode eksperimen dalam pengerjaannya, tahapan tersebut meliputi tahap eksplorasi, tahap perancangan dan tahap perwujudan. Karya yang dibuat berjumlah 8 karya batik tulis. Masing-masing karya mengandung satu-kesatuan bagian cerita prosesi ruwatan cukur rambut gimbal, sehingga karya 1 sampai 7 secara berurutan merupakan satu runtutan cerita, sedangkan karya ke- 8 berisi rangkaian cerita utuh dari karya 1 sampai 7. Kata Kunci : Ruwatan cukur rambut gimbal, Wayang Beber, Batik tulis.  
PERANCANGAN INTERIOR HOTEL RESORT DI LOKASI WISATA RAMBUT MONTE KABUPATEN BLITAR Ikhsanul Fanjali Fanjali; Putri Sekar Hapsari
Pendhapa Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8176.595 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v10i1.2935

Abstract

Rambut Monte adalah salah satu obyek wisata di Kabupaten Blitar. Suatu obyek wisata diperlukan adanya fasilitas penunjang yang dapat memberikan pelayanan akomodasi wisata. Pada obyek wisata ini sendiri belum terdapat fasilitas seperti yang dimaksud. Disamping itu, belum adanya suatu konsep hotel resort pada objek wisata di kabupaten Blitar. Usaha untuk menjawab permasalahan yang ada, dibuatlah Perancangan Interior Hotel Resort di lokasi Wisata Rambut Monte Kabupaten Blitar dengan tujuan mewujudkan desain interior Hotel Resort yang nyaman sekaligus dapat memfasilitasi kebutuhan wisatawan domestik dan mancanegara. Tema yang mendukung kearifan lokal potensi wisata Rambut Monte yaitu menerapkan  gaya organik Frank Lloyd Wright.  Tujuan tersebut dicapai dengan metode desain yang menggunakan proses desain meliputi input, sintesa dan output. Input berupa gagasan objek perumusan masalah, koleksi data, sintesa melalui proses analisis desain, output berupa hasil desain. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fungsi, ergonomi, tema, gaya, teknis dan potensi alam. Analisa desain mengambil ide dari potensi wisata dan kearifan lokal Wisata Rambut Monte kemudian memasukkan ke dalam desain interior perancangan Hotel Resort. Pemilihan tema kearifan lokal potensi objek wisata Rambut Monte dengan gaya organik digunakan agar objek perancangan dapat menjadi satu kesatuan yang harmonis. Hasil desain berupa perancangan interior Hotel Resort yang mempunyai fasilitas hotel berbintang empat. Perancangan hotel resort di lokasi wisata Rambut Monte Kabupaten Blitar, mempunyai batasan ruang lingkup garap yaitu lobby, kamar unit sewa / cottage, dan  restoran. Kata Kunci : Perancangan, Interior, Resort, Wisata Rambut Monte, Kabupaten Blitar.
RE-DESAIN INTERIOR “HOTEL LAMPION” DI SURAKARTA Khoyrunnissa Khoyrunnissa; Ahmad Fajar Ariyanto
Pendhapa Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5665.411 KB) | DOI: 10.33153/pendhapa.v10i1.2936

Abstract

Surakarta merupakan kota budaya dan pariwisata sehingga banyak wisatawan berdatangan oleh karena itu diperlukan adanya sarana penunjang khususnya hotel. Hotel yang berada di Surakarta salah satunya yaitu Hotel Lampion yang merupakan hotel berbintang 2. Hotel Lampion di Surakarta berupaya untuk meningkatkan standard dari bintang 2 menjadi bintang 3 untuk menunjang kebutuhan para pengunjungnya. Hotel Lampion  di Surakarta memerlukan redesain interior dengan cara menambah beberapa fasilitas dan mengubah interior hotel menjadi lebih bercitra lokal.    Hotel Lampion di Surakarta sebagai upaya meningkatkan hotel yang berbintang 2 menjadi berbintang 3   dengan penambahan fasilitas pada: Bar, suite room, drug store, souvenir shop dan sarana olahraga.       Hotel Lampion selain penambahan beberapa fasilitas perlu adanya juga perubahan interior agar bercitra lokal. Perubahan interior Hotel Lampion di Surakarta menggunakan pendekatan tema Grebeg Sudiro yang merupakan event nasional yang berasal dari kota Surakarta.Kata Kunci : Redesain, Hotel Lampion, Grebeg Sudiro

Page 1 of 1 | Total Record : 7