cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpsikologisosial@ui.ac.id
Editorial Address
"Faculty of Psychology Universitas Indonesia Kampus Baru UI – Depok West Java 16424"
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi Sosial
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 08533997     EISSN : 26158558     DOI : 10.7454
Jurnal Psikologi Sosial (JPS) adalah sarana untuk mengembangkan psikologi sosial sebagai ilmu pengetahuan maupun sebagai ilmu terapan, melalui publikasi naskah-naskah ilmiah dalam bidang tersebut. JPS menerima naskah-naskah penelitian empiris kualitatif atau kuantitatif terkait dengan ilmu psikologi sosial. JPS dikelola oleh Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia melalui LPSP3, JPS memiliki versi cetak sejak tahun 2001 hingga 2008. Kemudian, pada tahun 2017 pengelolaannya dibantu oleh Ikatan Psikologi Sosial-Himpunan Psikologi Indonesia dengan tidak hanya menerbitkan versi cetak, tetapi juga versi online. JPS terbit sebanyak 2 kali setahun, yakni tiap Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 1 (2019): February" : 7 Documents clear
Pesan editor Bagus Takwin
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 1 (2019): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.314 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.1

Abstract

Jurnal Psikologi Sosial (JPS) telah mengalami beberapa kali perubahan sejak pertama kali terbit. Kini, memasuki tahun ke-3 setelah bekerja sama dengan Ikatan Psikologi Sosial, JPS mengalami dua perubahan, yaitu perubahan situs web dan format jurnal. Mulai dari edisi Volume 17 Nomor 1 2019, JPS menggunakan situs web baru. Penerbitan edisi ini sekaligus menjadi peluncuran situs web baru JPS. Format JPS berubah baik pada versi cetak maupun versi daring. Ada perubahan format halaman sampul dan perwajahan di halaman dalam JPS. Perubahan ini dilakukan untuk mempersegar penampilan JPS. Selain itu, logo JPS juga berubah disesuaikan dengan perubahan tata cara pembuatan dan penggunaan logo di UI. Pada edisi Volume 17 Nomor 1 2019 ada enam artikel yang diterbitkan. Melalui pesan ini, editor mengupas secara singkat ringkasan tiap naskah dan berharap agar keenam naskah ini memberikan sumbangan bagi perkembangan psikologi sosial dan bermanfaat bagi pembaca.
Teknik Intervensi Nudge dengan Pendekatan Norm untuk Meningkatkan Perilaku Membaca Remaja Anhar Dana Putra; Dianti Endang Kusumawardhani; Erita Narhetali
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 1 (2019): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.615 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.2

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku membaca pada remaja di Kabupaten Barru. Penelitian ini terbagi dalam dua tahap, yakni baseline study dan intervensi. Teori yang digunakan dalam baseline study adalah theory of planned behaviour. Berdasarkan hasil baseline study ditemukan bahwa faktor norma subjektif memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap intensi remaja untuk membaca buku (β = 0,247p<0,05). Sementara itu, intervensi menerapkan teknik intervensi nudgedengan pendekatan norma. Intervensi diuji dengan independent t test melalui metode eksperimen dengan rancangan post-test only control group design dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa; partisipan yang mendapatkan pesan visual nudge dengan pendekatan norm membaca lebih lama dibandingkan partisipan dalam kelompok kontrol.
“Siapa yang Lebih Terampil Mengelola Konflik Rumah Tangga?” Perbedaan Manajemen Konflik Awal Perkawinan Berdasarkan Gender Bidayatul Hidayah; Sugeng Hariyadi
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 1 (2019): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.214 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.3

Abstract

Lima tahun awal perkawinan adalah masa yang rawan dimana pasangan suami istri sering kali mengalami konflik karena proses penyesuaian diri. Dalam hal ini, manajemen konflik rumah tangga sangat dibutuhkan. Salah satu faktor yang memengaruhi manajemen konflik rumah adalah perbedaan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan manajemen konflik suami-istri berdasarkan gender. Partisipan terdiri dari 182 pasangan suami istri di Semarang dengan teknik Multiple Stage Sampling.Manajemen konflik diukur dengan skala yang disusun berdasarkan manajemen konflik yang diutarakanPruitt dan Rubin. Hasil penemuan ini menemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan manajemen konflik yang signifikan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan memiliki kemampuan manajemen konflik perkawinan yang lebih baik daripada yang dimiliki laki-laki. Hal ini dapat dijelaskan oleh penelitian sebelumnya yang menyebutkan dari segi peran gender, perempuan memiliki kemampuan membina hubungan interpersonalyang lebih baik daripada laki-laki.
Peran Moderasi Kompetisi Antar-Kelompok dalam Hubungan Antara Identifikasi Kolektif dan Ingroup Criticism pada Kelompok Suporter Sepakbola Cahyaning Widhyastuti; Amarina Ariyanto
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 1 (2019): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.802 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kompetisi antar kelompok dalam memoderasi hubungan antara identifikasi kolektif dan kesediaan anggota kelompok mengkritik ingroup(ingroup criticism) khususnya pada kelompok suportersepak bola. Partisipan penelitian ini berjumlah 159 laki-laki dengan rentang usia antara 14-42 tahun (M= 21,53, SD= 4,18) yang merupakan anggota dari suatu kelompok suporter sepak bola di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan memanipulasi kompetisi antar kelompok (ada kompetisi vs tidak ada kompetisi) dengan menggunakan narasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis moderasi model 1 dalam ProcessMACRO yang dikembangkan Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi yang signifikan antara identifikasi kolektif dan kompetisi antar kelompok dengan ingroup criticism, sehingga dapat dikatakan bahwa kompetisi antar kelompok dalam penelitian ini tidak memengaruhi interaksi identifikasi kolektif terhadap ingroup criticism. Namun, ada pengaruh langsung yang signifikan dari baik identifikasi kolektif maupun kompetisi antar kelompok terhadap ingroup criticism.
Aku Membelinya Bukan Karena Aku Suka: Bagaimana Nilai (Personal dan Berbelanja) Memengaruhi Tendensi Pembelian Impulsif Novika Grasiaswaty; Maria Santi Widyartini; Rury Ervina Siregar
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 1 (2019): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.047 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peranan nilai personal dan nilai perilaku berbelanja dalam menjelaskantendensi seseorang untuk membeli secara impulsif. Untuk mengembangkan penelitian sebelumnya, pada penelitian ini kami juga menambakannilai berbelanja (shopping values) dalam analisis. Penelitian dilakukan pada 164 orang (74,4% perempuan) dengan survei secara online. Data diolah dengan regresi hierarki dengan memasukkandata demografis di tahapan pertama, lalunilai personaldi tahapan kedua, dan nilai berbelanjadi tahapan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai berbelanja memprediksi tendensi pembelian impulsif, khususnya nilai hedonic. Sementara itu, nilai personal tidak memiliki peranan signifikan dalam memprediksi kecenderungan pembelian impulsif. Analisis lebih lanjut terhadap dimensi-dimensi nilaipersonal menunjukkan bahwa hanya nilai humility (kesederhanaan) yang memprediksi tendensi dalam pembelian impulsif sedangkan untuk nilai berbelanja, sementara nilai face, hedonistic, power resource,dan power dominance tidak memiliki peranan signifikan dalam menjelaskan kecenderungan pembelian impulsif.
Faktor-Faktor Karakteristik Kebijaksanaan Menurut Remaja Riana Sahrani
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 1 (2019): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.261 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.6

Abstract

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa budaya mempengaruhi bagaimana individu mendefinisikan kebijaksanaan. Penelitian sebelumnya juga sudah berupaya memahami kebijaksanaan berdasarkan konteks Baratdan beberapa di negara Timur, tapi belum ada yang mencoba memahaminya di konteks Indonesia. Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut. Secara spesifik, kami berupaya untuk mengembangkan skala kebijaksanaan pada remaja. Kami melakukan penelitian ini dalam dua tahap. Pada tahap pertama, partisipan kami adalah 349 remaja berusia 15 hingga 21 tahun. Kami menanyakan partisipan untuk mengindikasikan karakteristik kebijaksanaan menurut mereka. Dari tahapan ini, kami memperoleh 52 karakteristik kebijaksanaan. Pada tahapan kedua, kami mengembangkan kuesioner berdasarkan respon jawaban yang muncul pada tahapan pertama. Total terdapat 52 item dalam kuesioner ini. Kami menganalisis data pada tahapan kedua ini dengan menggunakan Exploratory Factor Analisis(EFA). Berdasarkan hasil analisis diperoleh 44 butir karakteristik kebijaksanaan. Butir-butir tersebut kemudian dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu faktor: (1) berpikir Cerdas; (2) kepribadianpositif; (3) keterandalan dalam bertindak. Butir yang paling berkontribusi dari faktor berpikir cerdas adalah “hati-hati dalam bertindak” (0,790); selanjutnya butir yang paling berkontribusi dari faktor kepribadian positif adalah “setia” (0,701); terakhir butir yang paling berkontribusi dari faktor keterandalan dalam bertindak adalah “mampu mengemukakan pendapat dan berkomunikasi” (0,731).
Ritual Keluarga sebagai Diskriminan Keberfungsian Keluarga Rizky Amalia Jamil; Arlina Gunarya; Dyah Kusmarini
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 1 (2019): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.444 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.7

Abstract

Studi empiris menunjukkan bahwa ritual keluarga memiliki efek tidak langsung yang positif terhadap kualitas interaksi dan organisasi sistem yang mengarah ke keberfungsian keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi ritual keluarga dalam membedakan kadar keberfungsian keluarga berdasarkan persepsi anak, khususnya yang berusia remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel yang digunakan berjumlah 231 orang siswa kelas II/III SMA yang tinggal bersama orang tua di Kota Makassar yang diperoleh berdasarkan teknik area stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah McMasterFamily Assessment Device(FAD)dan Family Ritual Questionnaire(FRQ).Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknikdiscriminant function analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat tiga settingritual keluarga yang paling baik dalam membedakan kadar keberfungsian keluarga, yaitu liburan keluarga, waktu makan, dan tradisi budaya (canonical correlation = 0,549; Sig.X2= 0,000; kontribusi = 30%). Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kontribusi ritual keluarga dalam membedakan tinggi-rendahnya keberfungsian keluarga.

Page 1 of 1 | Total Record : 7