Kusumawardhani, Dianti Endang
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dengan Keterlibatan Belajar Mahasiswa Generasi Z Tejarukmi Mutiara; Dianti Endang Kusumawardhani
Edcomtech Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v5i22020p192

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara intensitas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan terhadap keterlibatan belajar mahasiswa generasi Z. Metode yang digunakan adalah pengisian kuesioner mengenai keterlibatan belajar oleh mahasiswa generasi Z (n=108). Diperoleh hasil bahwa jangka waktu pertama kali mengenal  dan durasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi berkorelasi negatif dengan keterlibatan belajar mahasiswa. Sedangkan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang bertujuan untuk kepentingan akademis berkorelasi positif terhadap keterlibatan belajar siswa. Mahasiswa generasi Z sebaiknya mampu meregulasi diri untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk tujuan akademis.Abstract: This study aims to examine the relationship between the intensity of the use of information and communication technology in education to the learning engagement of Generation Z students. The method used is filling out a questionnaire regarding learning involvement by Generation Z students (n = 108). The result shows that the time period for the first time to recognize and the duration of the use of information and communication technology is negatively correlated with student learning engagement. Meanwhile, the use of information and communication technology aimed at academic interests is positively correlated to student learning engagement. Generation Z students should be able to regulate themselves to be able to utilize information and communication technology for academic purposes.
Mothers Beliefs and Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) Preventive Behavior in Jagakarsa District Sri Gusni Febriasari; Dianti Endang Kusumawardhani
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.856 KB)

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a public health problem in the world. Dengue control and prevention highly depend on vector control, Aedes Aegypti since no vaccine has been found for prevention. Effective, sustained community participation for dengue prevention remains a challenge in Jagakarsa District. This study explored perceptions of DHF preventive behavior as well as preventive behaviors among mothers in Jagakarsa District. The finding may be used to develop messages for improving DHF preventive behavior. This study uses descriptive study design by collecting data qualitatively through semi-structured interviews using the basic theory of the Health Belief Model (HBM). This research was conducted in September-October 2018. The finding of the study is the percieve of barriers that were greater than the perceive of benefits among mothers in Jagakarsa Subdistrict making mothers have a likelihood not to perform DHF preventive behavior such as don’t clean water container regularly and hanging used clothes outised cupboard.  The conclusion of this study is intervention needed in giving messages by considering perceive of benefits and barriers as well as giving messages via mobile phone channels (WhatsApp applications) that can improve DHF preventive behavior.
PENINGKATAN DUKUNGAN SOSIAL PADA SISWA SMA “X” DENGAN INTRAGROUP ACTIVITIES DAN INTERGROUP COMPETITION Anisah Aninditya Rahmaputri; Dianti Endang Kusumawardhani
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.961 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan sosial yang dirasakan antar siswa SMA. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimental dengan metode pengukuran pre-test dan post-test. Partisipan adalah remaja kelas 10 dan 11 siswa SMA “X” (N = 39). Berdasarkan hasil studi baseline ditemukan bahwa dukungan sosial yang dirasakan oleh siswa dari keempat sumber tinggi, dengan dukungan sosial yang dirasakan dari teman sebaya pada posisi terendah yaitu dengan nilai rata-rata 2.9556. Dari hasil studi baseline ini peneliti menetapkan program intervensi untuk meningkatkan dukungan sosial yang dirasakan antar siswa. Program intervensi dirancang dalam bentuk membentuk kelompok dukungan sosial yang kemudian akan melakukan kegiatan dalam kelompok dan kompetisi antar kelompok. Berdasarkan hasil dari intervensi diketahui bahwa program tidak memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan dukungan sosial yang dirasakan oleh siswa.
PENCAHAYAAN BAIK UNTUK EMOSI YANG POSITIF: ANALISIS EMOSI SAAT MALAM HARI BERDASARKAN PENILAIAN TERHADAP PENCAHAYAAN LOKASI Selfiyani Lestari; Bagus Takwin; Dianti Endang Kusumawardhani
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v12i01.409

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi emosi individu yang muncul saat malam hari dengan adanya pencahayan di suatu lokasi dan menganalisis hubungan antara emosi yang muncul dengan penilaian terhadap pencahayaan di lokasi tersebut saat malam hari. Penelitian dilakukan secara cross-sectional kepada 56 responden dengan memberikan open-ended question melalui survei daring.  Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, kendall-tau b, dan rank biserial melalui program analisis statistik JAMOVI. Hasil menunjukkan bahwa lebih banyak partisipan yang melaporkan emosi positif (n=37) dibandingkan emosi negatif (n=18) dan netral (n=1) dengan adanya pencahayaan di lokasi target saat malam hari. Munculnya emosi positif tersebut berkorelasi dengan adanya penilaian positif terhadap pencahayaan yang ada di lokasi terkait, begitu pula sebaliknya untuk emosi negatif (r=.276, p<.05). Berdasarkan hasil penelitian ini, pencahayaan dengan desain yang dinilai positif oleh masyarakat perlu diaplikasikan khususnya pada lokasi yang memunculkan emosi negatif saat malam hari agar dapat mendukung aktivitas masyarakat saat malam hari di lokasi tersebut.
Social Environment in Supporting Gifted Students’ Academic Achievement Dianti Endang Kusumawardhani
Jurnal Psikologi Sosial Vol 16 No 1 (2018): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.691 KB) | DOI: 10.7454/jps.2018.6

Abstract

The implementation of acceleration program for the gifted students was problematic and has been dismissed by Indonesian Government in 2014. 240 first year students from three high schools in Jakarta participated in this study. The study focused on the social environment that is projected in accelerated and regular classrooms. Type of Classrooms is associated with Accelerated learning. Path analysis model was used to develop the relationships between latent and manifest variables. This study employed PLSPATH program to analyse the data. The results showed accelerated learning is positively related to Self-Regulated Learning in Biology but there is only a very weak relation in Mathematics. Accelerated learning positively and marginally related to Self-Efficacy in Biology, but negatively and marginally related to Mathematics Self-Efficacy. There is a significant relationship between Accelerated learning and Achievement in both Mathematics and Biology.
Teknik Intervensi Nudge dengan Pendekatan Norm untuk Meningkatkan Perilaku Membaca Remaja Anhar Dana Putra; Dianti Endang Kusumawardhani; Erita Narhetali
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 1 (2019): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.615 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.2

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku membaca pada remaja di Kabupaten Barru. Penelitian ini terbagi dalam dua tahap, yakni baseline study dan intervensi. Teori yang digunakan dalam baseline study adalah theory of planned behaviour. Berdasarkan hasil baseline study ditemukan bahwa faktor norma subjektif memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap intensi remaja untuk membaca buku (β = 0,247p<0,05). Sementara itu, intervensi menerapkan teknik intervensi nudgedengan pendekatan norma. Intervensi diuji dengan independent t test melalui metode eksperimen dengan rancangan post-test only control group design dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa; partisipan yang mendapatkan pesan visual nudge dengan pendekatan norm membaca lebih lama dibandingkan partisipan dalam kelompok kontrol.
Meningkatkan Partisipasi Relawan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dalam Perilaku Pendistribusian Hasil Ziswaf Melalui Pendekatan Appreciative Inquiry Perdana Kusuma; Dianti Endang Kusumawardhani; Sri Rochani Soesetio

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v8i1.2498

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi relawan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dalam perilaku pendistribusian hasil ZISWAF melalui pendekatan Appreciative Inquiry. Dengan menggunakan metode eksperimen static group comparison, peneliti membagi partisipan yang merupakan relawan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan ke dalam dua kelompok secara acak untuk membandingkan partisipasi yang diberikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sebagai dasar dari terwujudnya partisipasi, Penelusuran motivasi para relawan pun dilakukan menggunakan alat ukur volunteer function inventory untuk mengetahui motivasi dasar para relawan. Pengolahan data menggunakan SPSS 20 menunjukkan bahwa mayoritas relawan telah menjadikan value sebagai motivasi untuk bergabung menjadi relawan Dompet Dhuafa Sulsel. Hasil penelitian intervensi ini menunjukkan bahwa para relawan yang diberikan perlakuan Appreciative Inquiry mampu menunjukkan peningkatan partisipasi dengan menghasilkan program kegiatan kemanusiaan untuk para mustahik, mempersiapkan pelaksanaan kegiatan dan menunjukkan tingkat kehadiran yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol pada saat pelaksanaan kegiatan.
Persepsi Ketidakamanan dan Prosocial Risk Taking pada Pengguna KRL di Jabodetabek Nesya Adira; Dianti Endang Kusumawardhani
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13 No 02 (2022)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v13i02.444

Abstract

Salah satu faktor yang membuat orang kota lebih ragu dalam menolong orang asing adalah karena adanya kerentanan fisik dan emosional yang lebih besar, yang dipicu oleh tingginya kriminalitas di perkotaan. Kerentanan ini berkaitan juga dengan bagaimana seseorang mempersepsikan risiko atas keamanannya dalam menolong orang lain, khususnya jika perilaku menolong tersebut melibatkan hal-hal yang berisiko. Penelitian menggunakan kuesioner daring dilakukan pada pengguna KRL di Jabodetabek (N=128) untuk mengetahui apakah ketidakamanan yang dipersepsikan penduduk perkotaan dapat memprediksi kecenderungan seseorang berperilaku prososial. Analisis dilakukan dengan regresi logistik multinomial. Dari empat variabel persepsi ketidakamanan, hasil penelitian menemukan persepsi kontrol seperti kemampuan melindungi diri sendiri sebagai variabel prediktor yang signifikan terhadap perilaku prosocial risk takers dan indifferent bystanders. Perbedaan signifikan tidak ditemukan pada tiga variabel lainnya. Adanya perbedaan gender juga ditemukan dengan perempuan melaporkan persepsi kontrol yang lebih rendah daripada laki-laki.
Studi Pendahuluan: Gambaran Dukungan Sosial dan Dampak Gejala Fibromyalgia pada Kualitas Hidup Penyintas Sindrom Fibromyalgia di Indonesia Dhira Komala Nurbani; Dianti Endang Kusumawardhani
Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Vol 22, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v22i1.10120

Abstract

Penelitian ini mengukur bagaimana gejala fibromyalgia memengaruhi kehidupan sehari-hari penyintas, serta menggambarkan dukungan sosial yang tersedia dan dampak gejala pada kualitas hidup penyintas fibromyalgia di Indonesia. Nyeri pada fibromyalgia didefinisikan sebagai nyeri yang menyebar, persisten, dan sensasi terbakar yang intens; mengakibatkan pengurangan kemampuan fungsional, berubah seiring waktu, dan dipersepsikan secara berbeda oleh setiap individu (Biccheri et al., 2016). Partisipan berjumlah 17 orang berusia 23-71 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dampak gejala pada kualitas hidup yang dialami oleh partisipan penelitian termasuk dalam kategori sedang (M=113.82), dan rata-rata penyintas memiliki dukungan sosial yang sedang (M=65.76) serta jumlah kerabat dekat sedikit (M=5.18). Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi aspek kepercayaan kepada orang terdekat yang berperan dalam dukungan sosial penyintas. Kualitas hidup perlu difokuskan sebagai masalah psikososial yang paling menonjol pada kesehatan penyintas.
Athlete Self-Efficacy Scale Indonesian Version Using Bayesian Confirmatory Factor Analysis: Construct Validity Testing Mubarak, Fadhil; Tasyafa, Fadia; Wulan, Nabella Ayu; Kusumawardhani, Dianti Endang
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 14 No 3 SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.31325

Abstract

Self-efficacy is a psychological construct that plays a crucial role in athletic achievement, as it reflects athletes’ belief in their ability to face challenges in both training and competition. This study aimed to examine the construct validity of the Athlete Self-Efficacy Scale (ASES) in the Indonesian context. A Bayesian-based Confirmatory Factor Analysis (CFA) approach was applied to data from 316 athletes (158 male, 158 female) representing 33 sports disciplines across 21 provinces. The results confirmed that a four-factor model—Sport Discipline Efficacy, Psychological Efficacy, Professional Thought Efficacy, and Personality Efficacy—provided the best fit (BRMSEA = 0.073, BCFI = 0.926, BTLI = 0.910, BNFI = 0.881), indicating strong construct validity and good reliability. These findings demonstrate that the Indonesian version of ASES is a valid and adaptable measurement tool for assessing athletes’ psychological resources. However, this study has several limitations, including its cross-sectional design, the absence of measurement invariance testing, and the relatively homogeneous cultural background of participants, which may restrict generalizability. Future studies should adopt longitudinal designs and test invariance across gender, age, and sport types to strengthen the instrument’s applicability. Despite these limitations, the validated scale carries significant social implications, offering coaches, sport psychologists, and policymakers a culturally relevant tool to design interventions, enhance athlete development programs, and foster mental resilience in Indonesian athletes.