cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpsikologisosial@ui.ac.id
Editorial Address
"Faculty of Psychology Universitas Indonesia Kampus Baru UI – Depok West Java 16424"
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi Sosial
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 08533997     EISSN : 26158558     DOI : 10.7454
Jurnal Psikologi Sosial (JPS) adalah sarana untuk mengembangkan psikologi sosial sebagai ilmu pengetahuan maupun sebagai ilmu terapan, melalui publikasi naskah-naskah ilmiah dalam bidang tersebut. JPS menerima naskah-naskah penelitian empiris kualitatif atau kuantitatif terkait dengan ilmu psikologi sosial. JPS dikelola oleh Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia melalui LPSP3, JPS memiliki versi cetak sejak tahun 2001 hingga 2008. Kemudian, pada tahun 2017 pengelolaannya dibantu oleh Ikatan Psikologi Sosial-Himpunan Psikologi Indonesia dengan tidak hanya menerbitkan versi cetak, tetapi juga versi online. JPS terbit sebanyak 2 kali setahun, yakni tiap Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Sisi lain hostile sexism: Hubungan negatif dengan metaprasangka pada diskriminasi terhadap perempuan feminis Cahyaningtyas, Vidya Ayu; Sekarasih, Laras
Jurnal Psikologi Sosial Vol 23 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2025.12

Abstract

Aksi kolektif yang dilakukan kelompok feminis menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk melakukan perlawanan terhadap seksisme. Namun, identitas dan aktivitas feminisme membuat perempuan feminis menerima berbagai konsekuensi negatif, salah satunya dalam bentuk diskriminasi. Dengan adanya persepsi negatif terhadap perempuan feminis dalam masyarakat, studi ini berusaha menguji peran outgroup meta-prejudice dan ingroup meta-prejudice dalam memediasi hubungan antara hostile sexism dan diskriminasi kepada perempuan feminis. Menggunakan cross-sectional survey secara daring, terdapat 708 Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 18 tahun (Musia = 26.38, SDusia = 5.65) yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan konteks lingkungan kerja dalam mengukur diskriminasi kepada perempuan feminis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hostile sexism tidak memprediksi diskriminasi kepada perempuan feminis secara langsung. Kami juga menemukan outgroup meta-prejudice dan ingroup meta-prejudice memediasi hubungan antara hostile sexism dan diskriminasi kepada perempuan feminis (indirect effect). Namun, asosiasi antara hostile sexism dengan kedua mediator terjadi secara negatif. Temuan ini memberikan gambaran berbeda mengenai peran meta-prejudice dalam konteks hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Pengembangan model kedekatan pertemanan berdasarkan resiprositas, kesetaraan dan dukungan Aulia, Wina
Jurnal Psikologi Sosial Vol 23 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2025.15

Abstract

Individuals need close friends. How is close friendship developed? Generally, closeness in friendship can be developed and maintained if the relationship is equal and mutually supportive. The purpose of this research is to develop a model of friendship closeness, with reciprocity as the antecedent and equality and support as mediators. The participants in this research were 234 first-year students at Universitas Gadjah Mada. Data were collected by survey method. Closeness, reciprocity, equality and support were measured by Likert-like scales which met the criteria for psychometric property tests. Structural Equation Modeling (SEM) with four latent variables was applied to test the model’s fit with the data. The model of closeness in friendship which was developed by reciprocity and mediated by equality as well as support showed a good fit with the empirical data, as confirmed by strong parameter estimates. Some practical implications of this research are proposed.
Catatan dari Chief Editor: Jalan panjang menuju keadilan sosial Hudiyana, Joevarian
Jurnal Psikologi Sosial Vol 23 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2025.09

Abstract

Salam hangat,Di tengah catatan ini dibuat, demonstrasi massa sedang terjadi untuk memprotes kenaikan gaji dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Diketahuikenaikan gaji itu imbas dari tak tersedianya rumah dinas untuk tiap anggota DPR. Kenaikan ini mendapat respon negatif. DosenPembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM, Nurhadi, Ph.D. menyatakan bahwa kebijakan kenaikan ini cenderung nirempati,tidak peka terhadap krisis yang dihadapi masyarakat, serta buruknya komunikasi publik (Grehenson, 2025).
Catatan Managing Editor Memandang diri lewat pandangan orang lain: Catatan editorial tentang meta-prasangka Yustisia, Whinda
Jurnal Psikologi Sosial Vol 23 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2025.10

Abstract

Pada bulan Oktober 2023, ketika saya masih tinggal di Chicago, Amerika Serikat, Idhamsyah Eka Putra, salah seorang peneliti psikologi sosialterkemuka menghubungi saya dengan pesan teks yang cukup panjang. Walaupun pesan ini dikirimkan melalui pesan singkat, tapi isinya lengkap seperti proposal; terdiri dari pendahuluan, urgensi, dan rencana ke depan. Ia mengawalinya dengan menceritakan bahwa konsep meta-prasangka yang ia perkenalkan pertama kali tahun 2014 akan berusia 10 tahun. Untuk memperkuat keberadaan konsep ini, ia menawarkan Jurnal Psikologi Sosial membuat Edisi Khusus (Special Issue) tentang metaprasangka dan meminta saya sebagai salah satu tim editor. Tanpa berpikir panjang saya mengiyakan penawaran ini. Walaupun banyak peneliti psikologi sosial di Indonesia telah mempublikasikan artikel ilmiah belakangan ini, peneliti yang dengan serius memformulasikan, menguji, dan mempublikasikan ide konseptual baru dalam jurnal-jurnal internasional sangatlangka. Saya merasa usulan ini perlu disambut dengan baik dan didukung.
Komentar dan arah masa depan riset meta-prasangka dan pendekatan human nature Putra, Idhamsyah Eka
Jurnal Psikologi Sosial Vol 23 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2025.11

Abstract

This paper discusses the concept of meta-prejudice and the Human Nature approach, including the research conducted and the findings obtained. Starting from the idea of meta-beliefs, Putra developed the concept of meta-prejudice to examine prejudice and intergroup hatred. Unlike Putra (2014), Cahyaningtyas (2015) applied this concept to the realm of male-female relations, particularly in relation to the feminist movement. Furthermore, based on the belief of some lay people that humans are inherently good, Putra (Putra et al., 2018; 2022) developed the Human Nature approach, which is expected to reduce prejudice and intergroup hatred. Most empirical findings so far support this hypothesis. Adopting this concept, Syarif (2025) then examined it in the context of postnatal trauma in fathers. This paper specifically reviews the studies conducted by Cahyaningtyas and Syarif in more detail. In addition, this article also discusses the advantages and limitations of both the meta-prejudice concept and the Human Nature approach, and offers possible directions for further research that can be developed in the future.