cover
Contact Name
Tajerin
Contact Email
marina.sosek@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marina.sosek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 25020803     EISSN : 25412930     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Buletin Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 1, Tahun 2015" : 5 Documents clear
Dukungan Klinik Iptek Mina Bisnis (KIMBis) pada Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) di Kabupaten Pati Sapto Adi Pranowo; Muhadjir Muhadjir
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 1, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.132 KB) | DOI: 10.15578/marina.v1i1.1024

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendukung Program PUGAR di Pati dalam meningkatkan produktifitas, kualitas dan harga garam krosok di tingkat petambak garam. Penelitian dilakukan di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, dari pertengahan tahun 2013 sampai dengan bulan Agustus 2015. Responden ditentukan secara sengaja (purposive), yaitu petambak garam yang mendapat pengawalan dan bimbingan langsung dari Klinik Iptek MIna Bisnis (KIMBis) dalam menerapkan teknologi tepat guna pembuatan garam. Data primer diperoleh dari hasil pelaksanaankaji terap teknologi pembuatan garam, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Pengolahan data dilakukan dengan analisis biaya manfaat dan diuraikan secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Sistem Teknologi Ulir Filter (TUF) dengan Media Isolator dapat meningkatkan produktifitas garam 169%, kualitas garam KW 1 dan harga garam Rp 500 per kg di tingkat petambak. Implikasi kebijakan dari hasil penelitian ini adalah pemerintah pusat yang terkait dengan komoditas garam Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi) diharapkan dapat menjaga stabilitas harga garam yang telah ditentukan dengan cara membuat kebijakan tentang pemasaran garam mulai dari daerah produsen hingga pabrik pengolahan /industri yang membutuhkan garam dan memperdayakan koperasi garam dalam penerapan teknologi dan pemasaran garam, sedangkan pemerintah daerah memberikan dukungan sepenuhnya dengan mengeluarkan regulasi pegaraman.
Strategi Kebijakan Pengelolaan Nelayan Andon Sebagai Upaya Pelestarian Sumberdaya Ikan di Kota Tegal Sujiyanto Sujiyanto
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 1, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.386 KB) | DOI: 10.15578/marina.v1i1.1025

Abstract

Penelitian ini memiliki focus terhadap strategi kebijakan pengelolaan nelayan andon sebagai upaya pelestarian sumberdaya ikan di Kota Tegal. Oleh karenanya terdapat dua permasalahan utama yang diangkat pertama : Bagaimana strategi kebijakan pengelolaan nelayan andon terhadap pelestarian sumberdaya ikan di Kota Tegal; kedua, Bagaimana prioritas konsep kebijakan pengelolaan nelayan andon terhadap pelestarian sumberdaya ikan di Tegalsari Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan analisis (SWOT) dan (AHP). Analisis SWOT adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam merumuskan strategi yang efektif yaitu dengan memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan Peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat diminimalkan Kelemahan (Weaknesses) dan Ancaman (Threats). Analisis AHP digunakan untuk mengidentifikasi masalah dengan teknik pengambilan keputusan/optimasi multivariate yang digunakan dalam analisis kebijakan dan untuk mengetahui tingkat keterkaitannya, sehingga dapat membuat perkiraan prioritas konsep kebijakan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi pengelolaan nelayan andon di Kota Tegal memiliki nilai total skor matrik IFAS = 0.73 dan EFAS = 0,78 sehingga berada pada kuadran I (satu). Hal ini memiliki arti bahwa strategi tersebut cocok digunakan dalam pengelolaan nelayan andon sebagai upaya pelestarian sumberdaya ikan. Hasil analisis AHP sementara, menunjukkan bahwa alternatif strategi kebijakan yang dianggap paling sesuai adalah Pertama Kemudahan fasilitasi perijinan nelayan andon untuk menarik minat nelayan melakukan andon dengan nilai prioritas tertinggi (28,1 %); Kedua Penerapan teknologi penangkapan ikan (27,6 %); ketiga Pembatasan jumlah nelayan andon di perairan Kota Tegal (17,0 %); keempat Pemberian sosialisasi tentang batasan dan zonasi penangkapan ikan (14,9 %) dan (5) Pemberian sosialisasi tentang Permen KP No. 36/Permen-KP/2014 tentang andon penangkapan ikan sebagai upaya peningkatan ekonomi sekaligus pelestarian sumberdaya ikan dengan nilai (12,4 %).
Pengelolaan Sumberdaya Ikan di Sungai (Studi Kasus: di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat) Maulana Firdaus; Hakim Miftakhul Huda
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 1, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.935 KB) | DOI: 10.15578/marina.v1i1.1026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pengelolaan sumberdaya ikan di sungai di Kabupaten Pesisir Selatan serta manfaatnya terhadap masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat yang dilaksanakan pada tahun 2009. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini dan dikumpulkan dengan metode survei, responden dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumberdaya ikan di sungai di Kabupaten Pesisir Selatan dikelola oleh masyarakat dalam bentuk kawasan konservasi adat atau dikenal dengan istilah lubuk larangan. Sementara, Pembentukan lubuk larangan harus memiliki peraturan dari Nagari dan ada kelompok yang mengelolanya. Lubuk larangan di Kabupaten Pesisir Selatan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Pesisir Selatan No. 523 Tahun 2007, tentang Penetapan Kawasan Konservasi Adat Perairan Air Tawar. Keberadaan lubuk larangan telah memberikan manfaat yaitu untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar lubuk larangandengan cara mendirikan warung yang menjual minuman dan makanan ringan bagi para pengunjung lubuk larangan.
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Udang dan Bandeng: Studi Kasus di Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Riesti Triyanti; Hikmah Hikmah
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 1, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.848 KB) | DOI: 10.15578/marina.v1i1.1007

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan usaha budidaya polikultur udang windu dengan ikan bandeng. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan mix method research (kuantitatif dan kualitatif). Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden. Sampel responden ditentukan secara simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan usaha dan analisis deskriptif untuk faktor pendukung dan penghambat usaha budidaya. Hasil penelitian menyatakan bahwa kelayakan usaha budidaya polikultur udang windu dengan ikan bandeng ini layak untuk dijalankan. Namun, usaha ini masih memiliki hambatan usaha berupa benih yang kurang berkualitas, kondisi saluran irigasi yang buruk, konstruksi kolam yang belum memenuhi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), harga pakan yang mahal, adanya penyakit pada udang dan terbatasnya pengetahuan pembudidaya tentang teknologi budidaya udang dan bandeng. Untuk meningkatkan kualitas dari hasil budidaya udang dan bandeng di Indramayu diperlukan penguatan sistem dan manajemen CBIB penetapan standarisasi harga bahan baku dan kualitas pakan, penguatan sistem dan manajemen standarisasi dan modernisasi sarana perikanan budidaya dan penguatan manajemen sumber daya manusia dan kelembagaan non-bisnis dan bisnis pembudidaya.
Pengaruh Program Minapolitan Terhadap Kelembagaan Usaha Budidaya Rumput Laut di Pulau Sumbawa Mira Mira
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 1, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.685 KB) | DOI: 10.15578/marina.v1i1.1015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh program minapolitan terhadap karakteristik kelembagaan usaha budidaya rumput laut di Pulau Sumbawa. Aspek yang dilihat adalah kelembagaan aktor dan pola hubungan, kelembagaan aturan, kebijakan pemerintah pusat, kebijakan pendukung internal, dan kebijakan eksternal. Dari sisi kelembagaan aktor terlihat bahwa sebelum program minapolitan usaha budidaya rumput laut bersifat perorarangan, akan tetapi setelah program minapolitan budidaya rumput laut berkelompok. Hal inilah yang menjadi kelemahan dari motivasi pembudidaya rumput laut di Pulau Sumbawa, dimana hanya wahana pencairan bantuan. Pada sisi kelembagaan aturan, sebelum program minapolitan harga ditentukan oleh pengepul karena adanya ikatan utang. Setelah program minapolitan bargaining position pembudidaya naik sehingga harga ditentukan berdasarkan kesepakan pembudidaya dan pengepul. Pada dimensi kebijakan internal pemerintah: pemerintah daerah menindak lanjuti kebijakan pemerintah pusat dalam bantuan PUMP untuk pembudidaya rumput laut dengan fasilitasi berupa pembentukan kelompok pembudidaya rumput laut, penentuan penerima bantuan, dan pembuatan aturan yang terkait zonasi. Pada dimensi kebijakan eksternal berupa bantuan dari pihak perbankan untuk penguatan kelembagaan dimana Bank Bukopin menginisiasi pembentukan koperasi “Algae Bersaing” dengan bantuan modal untuk petani rumput laut sebesar Rp. 900 juta. Diharapkan pemerintah membenahi motivasi berkelompok pembudidaya rumput laut, yaitu untuk mencapai tujuan yang sama, tapi di Pulau Sumbawa setelah pencairan bantuan kelompok pembudidaya banyak yang bubar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5