cover
Contact Name
Tajerin
Contact Email
marina.sosek@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marina.sosek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 25020803     EISSN : 25412930     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Buletin Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8, No. 2, Tahun 2013" : 5 Documents clear
Studi Komparasi dan Dampak Hasil Keputusan Gugatan Perdata Pencemaran Lingkungan Budidaya Ikan Laut di Pulau Bintan Romi Novriadi
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.567 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i2.3019

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mendukung produksi budidaya ikan laut adalah pengendalian hama, penyakit ikan, dan kesehatan lingkungan. Saat ini, penurunan kualitas lingkungan budidaya ikan laut kerap terjadi disebabkan oleh: kegiatan budidaya itu sendiri, berbagai kegiatan industri, pertambangan serta aktivitas rumah tangga. Pada kajian ini, objek penelitian difokuskan kepada hasil keputusan Mahkamah Agung terhadap dua gugatan class action masyarakat akibat penambangan Bauksit yang tidak bertanggung jawab di Pulau Bintan. Makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung keberhasilan gugatan perdata class action akibat aktifitas pertambangan. Analisis data dilakukan secara induktif, yang diperoleh dari pengamatan langsung dan pencermatan dokumen dengan membandingkan hasil keputusan dua gugatan class action yang dilakukan oleh masyarakat pembudidaya ikan di Pulau Bintan. Hasil kajian menunjukkan faktor analisa parameter air laut pada laboratorium yang sudah terakreditasi dan kelengkapan administrasi usaha budidaya memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap keberhasilan gugatan perdata class action. Hasil kajian juga menunjukkan dampak penurunan produksi dan peningkatan angka pengangguran akibat menurunnya aktivitas produksi di dua lokasi yang terkena dampak pencemaran limbah. Namun, kondisi ini memberikan pengalaman positif di kalangan pembudidaya tentang tahapan audit lingkungan yang harus dilakukan berdasarkan standard dan acuan mutu yang memiliki kekuatan hukum di pengadilan.
Kinerja Usaha Pembenihan dan Pendederan Ikan Mas di Desa Sumur Gintung, Pagaden Barat, Subang Lindawati Lindawati; Nensyana Shafitri
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.059 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i2.3020

Abstract

Kabupaten Subang merupakan salah satu daerah penghasil benih ikan mas di Propinsi Jawa Barat. Salah satu desa penghasil benih di Subang adalah Desa Sumur Gintung, Kecamatan Pagaden Barat. Jenis usaha budidaya dikelompokkan ke dalam tiga jenis usaha yaitu pembenihan, pendederan serta pembenihan pendederan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja usaha budidaya ikan di Desa Sumur Gintung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden yang dilakukan pada bulan Agustus 2011. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode survey. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 orang responden, yang terdiri dari 19 orang responden yang bergerak dalam usaha pembenihan ikan, 10 orang responden yang bergerak dalam usaha pendederan ikan, serta 11 orang responden yang bergerak dalam usaha pembenihan pendederan ikan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya di Desa Sumur Gintung masih layak untuk dilakukan, hal ini dapat dilihat dari nilai R/C Ratio yang diperoleh lebih besar dari satu, yaitu untuk jenis usaha pembenihan, usaha pendederan, serta usaha pembenihan dan pendederan masing-masing sebesar 1,12; 1,46 dan 1,08.
Assesment Blue Economy: Implementasi Integrated Multi-Tropic Aquaculture (IMTA) pada Kawasan KIMBis Cakradonya di Banda Aceh Armen Zulham; Estu Sri Luhur; Joni Haryardi; Freshty Yulia Arthatiani
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1498.504 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i2.3021

Abstract

Salah satu prinsip dari ekonomi biru (blue economy) adalah memanfaatkan limbah berbagai usaha kelautan dan perikanan pada masyarakat menuju zero waste. Tiga prinsip lain yang mendukung pencapaian zero waste adalah teknologi yang digunakan harus inovatif dan adaptif, usaha tersebut harus memiliki inklusi sosial dan mampu mendorong multiplier effect yang luas dalam perekonomian. Dengan empat prinsip tersebut pada tahun 2013, KIMBis Cakradonya di Banda Aceh melakukan implementasi ekonomi biru dengan menggunakan teknologi Integrated Multitropic Aquaculture (IMTA). Teknologi ini mengutamakan budidaya kepiting soka sebagai komoditas target, diintegrasikan dengan komoditas bandeng dan rumput laut sebagai komoditas non-target. Tulisan ini bertujuan untuk memberi gambaran hasil pelaksanaan implementasi prinsip ekonomi biru dengan menggunakan teknologi IMTA. Hasil implementasi menunjukkan bahwa kondisi perairan kawasan implementasi IMTA sangat baik untuk dikembangkan budidaya kepiting soka, rumput laut dan bandeng secara terpadu. Sementara itu, data pertambahan berat kepiting soka selama 45 hari adalah: 11 gram per ekor dengan tingkat kematian 10%. Pertambahan berat rumput laut menunjukkan hasil yang sangat baik karena mengalami pertambahan 100% dibandingkan dengan berat awal penanaman. Namun, ikan bandeng tidak mengalami pertumbuhan yang cukup baik bila dibandingkan dengan pertumbuhan nener bandeng dibesarkan di kolam pada umumnya. Penerapan prinsip Blue Economy pada budidaya kepiting soka berpotensi menghasilkan limbah cangkang kepiting sekitar 1 kuintal per hektar per hari, sehingga jika usaha ini berkembang sekitar 100 hektar akan terdapat potensi limbah yang dapat dimanfaatkan sebanyak 100 kuintal per hari (10 ton). Implementasi Blue Economy ini sangat bergantung pada tingkat partisipasi para pemangku kepentingan di luar satker litbang. Oleh sebab itu, hasil kegiatan ini mengusulkan perlu dilakukan sosialisasi lanjutan kepada SKPD dan masyarakat, termasuk enterpreneur agar level partisipasi mereka dalam kegiatan KIMBis berada pada level involvement. Dengan level partisipasi tersebut maka implementasi blue economy dapat memenuhi prinsip-prinsip minimize waste, inklusi sosial, teknologi inovatif dan adaptif serta memiliki multiplier effect yang luas.
Permasalahan yang Dihadapi Masyarakat dan Peran KIMBis dalam Kehidupan Masyarakat Kota Tegal Yayan Hikmayani
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.009 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i2.3022

Abstract

Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBis) adalah wadah komunikasi, advokasi/pendampingan, serta konsultasi antara kelompok masyarakat nelayan (perikanan) yang beraktivitas di daerah (pesisir) dengan stakeholder terkait, melalui pendekatan technopreneurship untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat nelayan (perikanan). KIMBis Kota Tegal telah berdiri sejak tahun 2012. Metode yang digunakan dalam riset aksi, diawali dengan melakukan studi dasar, kemudian merumuskan perlakuan yang langsung diikuti dengan tindakan nyata dan setelah dievaluasi dan dikaji ulang dikembangkan perlakuan-perlakuan baru. Kegiatan yang dilakukan bersifat kesinambungan dan evaluasi secara terus menerus. Analisa dilakukan secara evaluatif terhadap berbagai tujuan terkait dengan aspek pengembangan ekonomi masyarakat di lokasi KIMBis. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan diketahui bahwa KIMBis telah berperan dalam mengembangkan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan khususnya untuk kelompok binaan KIMBis.
Profil Usaha Penangkapan Lobster di Pesisir Pantai Sadeng, Kabupaten Gunungkidul Subhechanis Saptanto
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 8, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.337 KB) | DOI: 10.15578/marina.v8i2.3017

Abstract

Lobster merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, harganya mencapai Rp 650.000,- per kg. Pantai Sadeng adalah salah satu pangkalan pendaratan ikan yang terletak di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta yang banyak menghasilkan lobster. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran usaha penangkapan lobster yang ada di Sadeng. Waktu pengambilan data dilakukan pada Bulan September 2013. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan primer. Data sekunder berasal dari data statistik perikanan Kabupaten Gunungkidul, sedangkan data primer berasal dari wawancara mendalam dengan responden nelayan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh nelayan untuk menangkap lobster per trip sebesar Rp 200.000,-. Penangkapan lobster sangat tergantung pada musim penangkapan. Musim puncak biasanya mulai dari bulan Oktober sampai Desember. Musim paceklik terjadi pada bulan Mei sampai September dan musim normal di bulan Januari hingga April. Oleh karena itu, lobster harus dijaga kelestariannya. Penangkapan dikendalikan dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5