SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Sastranesia adalah jurnal ilmiah bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jombang. Jurnal sastranesia focus pada kajian bahasa, sastra, dan pengajaran bahasa Indonesia. Jurnal ilmiah ini merupakan kumpulan kajian ilmiah dari civitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoesia STKIP PGRI JOMBANG dan civitas akademika beberpa PTN dan PTS yang mengirimkan jurnal ilmiah mereka di jurnal sastranesia.
Jurnal sastranesia memiliki ISSN 2337-7712. ISSN tersebut diterbitkan diterbitkan oleh LIPI pada tanggal 7 Maret 2013. Jurnal Ilmiah ini terbit tiga bulan sekali.
Articles
300 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PENDEK MELALUI MEDIA PEMBELAJARANAUDIO-VIDIO PADA SISWA KELAS VSDN PESANTREN TEMBELANGJOMBANG
Wicamari, Sri
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v7i1.1028
AbstrakBercerita atau mendongeng merupakan media komunikasi yang menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Banyak sekali manfaat dari bercerita antara lain dapat membangun dan mengembangkan kepribadian anak. Mengingat pentingnya bercerita atau mendongeng maka penting bagi anak untuk bisa menangkap pesan cerita melalui ketrampilan menyimak. Pembelajaran menyimak di SDN Pesantren Tembelang mempunyai beberapa hambatan dalam pembelajaran, misalnya kurangnya kosentrasi siswa dalam pembelajaran menyimak, siswa sering melamun dan kadang juga ramai. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar melalui media pembelajaran audio-vidio.Tujuan penelitian ini adalah untuk menigkatkan hasil belajar pada ketrampilan menyimak yang meliputi menentukan tema, latar kejadian, amanat cerita, menceritakan kembali.Penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes dan lembar angket. Subyek penelitian adalahsiswa kelas V sebanyak 20 siswa.Prosedur penelitian meliputi tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cerita pendek meningkat dari siklus I ke siklus II.Pada pra siklus aktivitas belajar siswa sebesar 50% meningkat menjadi 65% pada siklus I dan pada siklus II aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 80%. Hasil belajar siswa pada pra siklus nilai rata-rata 55 dengan ketuntasan klasikal 40% meningkat menjadi 65dengan ketuntasan klasikal 60% pada siklus I. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 85 dengan ketuntasan klasikal 90%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media audio-vidio dapat meningkatkan ketrampilan menyimak cerita pendek siswa kelas V SDN Pesantren Tembelang tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan pada umumnya, khususnya bagi pembaca dan peneliti berikutnya.
PENINGKATAN KETERAMPILANMEMBACA PUISI MELALUI MEDIA GAMBARPADA SISWA KELAS I SDN PESANTREN TEMBELANG JOMBANG
Artining Wahyu
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v7i1.1029
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lafal dan intonasi siswa dalam membaca puisi, serta mengetahui tingkatan antusias dan semangat siswa kelas I SDN Pesantren Tembelang. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca puisi peneliti menggunakan media gambar untuk merangsang imajinasi anak. Pembacaan puisi dapat menjadikan siswa menjadi insan yang percaya diri dan berani serta bertanggungjawab. Membaca puisi sama halnya dengan mengindahkan hasil karya sastra orang lain, selain itu dapat dikatakan menghargai hasil karya dalam bentuk mengungkapkan perasaan orang, baik dalam berbicara, membaca ataupun menyampaikan secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan lafal dan intonasi siswa dalam membaca puisi sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar maupun hasil belajar. Nilai rata-rata keterampilan membaca puisi pada pra siklussebesar 56,8 dengan ketuntasan sebesar 36,4% atau jumlah siswa yang tuntas sebanyak 4 siswa.Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 71,6 dengan ketuntasan sebesar63,6% atau 7 siswa yang tuntas. Pada siklus II mengalami peningkatan jumlah siswa yang memenuhi tuntas yaitu sebanyak 10 siswa atau 90,9% dengan nilai rata-rata sebesar 86,7. Aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar70% meningkat menjadian dapati 85% pada siklus II. Kata kunci : hasil belajar, lafal dan intonasi, media gambar
MAKNA KONTEKSTUAL DALAM NOVEL PASUKAN MATAHARI KARYA GOL A GONG
Juniarti, Ika Wahyu;
Wahyuniarti, Fitri Resti
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v7i1.1026
ABSTRAKBahasa sangatlah penting bagi kehidupan sehari-hari, dalam dunia sastra perihal berbahasa digunakan sebagai alat komunikasi dan alat interaksi yang hanya dimiliki manusiadapat dikaji secara internal maupun eksternal. Kajian secara internal, artinya pengajian itu hanya dilakukan terhadap struktur intern bahasa itu saja, seperti struktur fonologisnya, srtruktur morfologisnya, atau struktur sintaksisnya. Bahasa juga dibentuk dari bahasa lisan dan non lisan, di dalam bahasa lisan cenderung lebih memperhatikan konteks dan ujaran sehingga maksud dan tujuan pembicara tersampaikan dengan baik. Berdasarkan rumusan masalah tersebut peneliti tertarik untuk membahas tentang makna kontekstual konteks objek tersebut menggunakan objek novel berjudul makna kontekstual dalam novel Pasukan Mataharikarya Gol A Gong. Menyesuaikan dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyusunan makna kontekstual konteks objek.Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif kualitatif.Alasan peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif ini adalah karena dalam penelitian, peneliti hanya mendeskripsikan penyusunan makna kontekstual konteks objek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Pasukan Mataharikarya Gol A Gong terdapat makna kontekstual konteks objek seperti rumah sakit, dunia maya, facebook, penginapan, doa kepada tuhan. Kata kunci : Makna Kontekstual, Konteks Objek, Novel Pasukan Matahari Karya Gol A Gong.
PRAKTIK KEKUASAAN DALAM HARIAN JAWA POS EDISI JOKOWI MANTU
Anisah, choirun Nur;
mayasari, Diana
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v7i1.1027
AbstrakPenelitian ini menggunakan praktik kekuasaan dalam analisis wacana kritis teori Teun A. Van dijk. Analisis sosial menghubungkan teks dengan struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang di masyarakat atas suatu wacana. Tujuan penelitian untuk menganalisis wacana kritis dari aspek analisis sosial yaitu praktik kekuasaan. Sumber data yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah sumber tertulis koran harian Jawa Pos pada tanggal November 2017. Metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti, yaitu dengan menggunakan teknik observasi teks, pembacaan data, menandai data, identifikasi data, pengkodean data, dan klasifikasi data. Hasil penelitian data menunjukkan bahwa analisis sosial menghubungkan struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang di masyarakat. Bahasa yang digunakan oleh penulis juga menghubungkan dengan kekuatan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya. Bahasa yang digunakan penulis menunjukkan adanya kekuasaan yang dimiliki oleh kelompok.Kata kunci: praktik kekuasaan, wacana kritis
MODEL PENCEGAHAN TUTURAN PENGHINAAN DAN UJARAN KEBENCIAN PADA PELAJAR MELALUI LITERASI DIGITAL
Endang Sholihatin
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v7i1.1033
Teks yang mengarah pada tindak penghinaan dan ujaran kebencian di Indonesia meningkat pesat akhir-akhir ini. Media cetak maupun elektronik terus memberitakan hal tersebut. Kebebasan berpendapat dijamin oleh undang-undang. Akan tetapi kebebasan berpendapat yang merugikan orang lain dalam hal ini termasuk penyiaran penghinaan maupun ujaran kebencian, tentu saja bertentangan dengan undang-undang. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan model pencegahan tuturan penghinaan dan ujaran kebencian pada pelajar melalui literasi digital. Manfaat penelitian ini secara teoretis memperkaya khasanah kajian literasi khususnya literasi digital di Indonesia. Selanjutnya, manfaat penelitian ini secara praktis yaitu mencegah tuturan penghinaan dan ujaran kebencian khususnya pada pelajar dan umumnya pada masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif studi pustaka. Data penelitian berupa unggahan pelajar terkait teks pemberitaan media yang bermuatan penghinaan dan ujaran kebencian pada media sosial. Dari pemaparan hasil analisis, diketahui bahwa upaya pencegahan tuturan penghinaan dan ujaran kebencian pada pelajar melalui literasi digital dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut. a) Mengakses informasi dengan pencarian secara digital dari sumber yang tepat. b) Mengelola informasi-informasi hasil pencarian yang mulai terkumpul. c) Mengintegrasikan atau penggabungan relevansi dan keterkaitan beberapa informasi yang didapat. d) Menganalisis atau memahami dengan mengambil inti sari dari informasi yang ada, untuk menentukan informasi itu benar atau tidak. e) Mengevaluasi informasi dengan melakukan penilaian atas informasi-informasi yang terkumpul dan dianalisis. f) Membangun pengetahuan baru dengan membuat sintesis dari hasil evaluasi yang telah dilakukan. g) Mengomunikasikan informasi dengan orang lain yang dalam hal ini erat dengan faktor sosial, bahwa berbagi tidak hanya sekadar sarana untuk menunjukkan identitas pribadi atau distribusi informasi, tetapi juga dapat membuat pesan tersendiri. Siapa yang membagikan informasi, kepada siapa informasi itu diberikan, dan melalui media apa informasi itu berikan tidak hanya dapat menentukan keberhasilan jangka panjang media itu sendiri, tetapi juga dapat membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi, dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri. h) Berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat yaitu dalam berkomunikasi (berbagi informasi) di masyarakat dapat menghindari penghinaan mauunujaran kebencian.
RELIGI RUWAT DALAM KIDUNG SUDAMALA
Ria Kasanova
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1204.506 KB)
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v7i1.577
ABSTRACTJava community has a form of customs that have systems such as values, norms, views and rules of life in society that embodies in the form of traditional ceremonies, to maintain harmony and harmony of the universe. In various forms of traditional ceremonies are still maintained to date, such as the salvation of birth, death, descend, and others. One of the traditional rituals of Javanese society is still done is ruwatan ceremony. Sudamala is a famous ruwat story in the final days of the majapahit kingdom. The method of this research is analytical description method. This study aims to find what is contained in the song Sudamala through data analysis activities followed by then drawn conclusions. Next is to make the tangible text description. Based on the above discussion can be found forms of religious systems that are written in it, namely; religious emotions, belief systems, and religious people.Keywords: religion, ruwat
METAFORA DALAM BUKU “SLILIT SANG KIAI” KARYA EMHA AINUN NADJIB
Tika Kusuma Ning Tias;
Susi Darihastining
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1023.644 KB)
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v6i3.1283
Penelitian yang berjudul metafora dalam Buku “Slilit Sang Kiai” karya Emha Ainun Nadjib merupakan sebuah penelitian yang berfokus pada tuturan yang diisampaikan oleh Emha Ainun Nadjib dalam bukunya yang berjudul “Slilit Sang Kiai”. Rumusan dalam penelitian ini adalah jenis dan makna metafora dalam buku “Slilit Sang Kiai”. Jenis metafora antopromorfik merupakan metafora yang memanfaatkan anggota tubuh manusia sebagai suatu alat perbandingan yang akan dibandingkan dengan hewan, tumbuhan dan benda mati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif karena dalam penelitian ini peneliti berusaha mendeskripsikan kata-kata yang meliputi jenis dan makna metafora dalam uku “Slilit Sang Kiai” karya Emha Ainun Nadjib. Objek yang dipilih dalam penelitian ini berupa buku yang berjudul “Slilit Sang Kiai” peneliti mengambil data dengan cara membaca buku berulang-ulang. Pengambilan data dilakukan mulai 12 April 2018.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam buku “Slilit Sang Kiai” karya Emha Ainun Nadjib banyak ditemukan jenis metafora antopromorfik metafora antorpomorfik tersebut ditunjukkan dengan temuan data berupa kalimat yang mencoba membandingkan anggota tubuh manusia dengan benda mati, hewan, dan tumbuhan
PENGARUH METODE INQUIRY DAN DISCOVERY LEARNING SERTA TINGKAT KREATIVITAS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI PADA TARUNA NAUTIKA DAN TEKNIKA DI POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
Ni Putu Dian Permata Prasetyaningrum
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1292.343 KB)
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v8i1.1372
Surabaya Shipping Polytechnic emphasizes on certain areas of expertise that Taruna must possess. This is the basis after graduating from shipping polytechnics, cadets must have expertise and skills. The purpose of this study was to study the effect of inquiry, discovery learning, and creativity levels on the ability to write descriptive essays on nautical and technical cadets at Surabaya Shipping Polytechnic. This type of research is research. This research uses quantitative methods using experiments. The location used in this research is Surabaya Shipping Polytechnic. The subjects in this study were the cadets of the Nautika A, Nautika B, Teknika A, and Teknika B. classes. Based on the results of the research and discussion, the following conclusions are obtained: There are those that can be solved looking for description essays in the cadets. learning discovery method. The test results show better investigation methods than the discovery of learning, There is a difference in the ability to write a description essay about cadets who have a high level of creativity with cadets who have a low level of creativity, the test results show better who have a high level of creativity, there are related with learning methods and descriptions of the ability to write essay descriptions, the test results show learning methods and creativity descriptions of the ability to write essay descriptions.
ANALISIS WACANA KRITIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI (SARA MILLS)
Efa Lutfiana;
Mohammad Badrih
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.329 KB)
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v6i2.1278
Kajian analisis wacana kritis Sara Mills menggunakan novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi sebagai objek penelitian. Pembahasan yang diangkat oleh peneliti berkaitan dengan analisis wacana kritis berdasarkan posisi subjek-objek dan posisi pembaca pada tokoh utama dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif. Alasan peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni, untuk mendeskripsikan kata-kata tertulis secara objektif mengenai tokoh utama berdasarkan posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Sumber data yang digunakan dalam penelitian yaitu tokoh utama novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi dan data penelitian yang dianalisis dalam penelitian ini berupa berupa wacana ditandai dengan kata, paragraf yang menunjukkan tokoh utama berdasarkan dari posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Hasil penelitian ini menunjukkan posisi subjek-objek dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi adalah Firdaus. Firdaus sebagai subjek ditampilkan dengan bentuk saya. Firdaus sebagai tokoh yang mendominasi cerita menafsirkan objek dengan kata ganti lelaki, nya, ia, dia, laki-laki, kau. Mereka ditafsirkan sebagai bentuk yang suka memukul, seseorang yang tidak memiliki adab, seseorang yang keras dan suka memanfaatkan situasi, dan telah menyalah gunakan jabatan. Pembaca mengidentifikasi dirinya dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi sebagai kelompok yang dimarjinalkan dan ditampilkan secara buruk atau mensejajarkan dirinya dengan tokoh Firdaus. Bentuk pemarjinalan meliputi kehidupan serta kedudukan perempuan yang tidak setara dengan laki-laki dan bentuk penggambaran buruk meliputi penghinaan yang selalu disematkan kepada perempuan.Kata kunci: analisis wacana kritis Sara Mills, posisi subjek objek, pembaca
SIMBOLISASI DALAM NOVEL SANG ALKEMIS KARYA PAULO QUELHO
Endang Maruti
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1240.323 KB)
|
DOI: 10.32682/sastranesia.v7i4.1301
The research aims to uncover the symbols in the novel The Alchemist and to gain knowledge about the moral teachings in the symbol. This research is descriptive qualitative approach. Data sources in this study are words, phrases or sentences in the novel Alchemist. Data collection method is a literature study method with note taking technique. Data were analyzed using description and content analysis methods. The results showed that the novel The Alchemist contained many symbols. These symbols include: (1) wise parents, who symbolize both negative and positive things. From his appearance, parents can symbolize something bad, but behind his old age he symbolizes a knowledge that is very much and wise; (2) stones that symbolize something hard, not easily broken, and can provide clues to something; and (3) deserts or deserts which can be interpreted as symbols of drought, aridity, unattractiveness, emptiness, despair, determination for ignorance, and also as symbols of devotion.