JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC
Journal of Mathematics Paedagogic (JMP) contains about the research result and the study result in the field of matehematics education, pure mathematics, and applied mathematics. This journal has been published since september 2010, but it repackaged the volume in 2015.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2016): September 2016"
:
13 Documents
clear
PENGARUH PENGGUNAAN QUIZ CREATOR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Andy Sapta
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.91 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.159
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan quiz creator terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi Statistika. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas XI SMA Diponegoro Kisaran tahun ajaran 2015/2016. Dari hasil perhitungan uji t diperoleh t = 4,87 ttabel(0,95) = 1,67 Maka diperoleh: thitung > ttabel yaitu 4,87 > 1,67 sehingga pernyataan Ho ditolak kesimpulannya terdapat pengaruh penggunaan quiz creator terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi Statistika. Kata kunci: quiz creator, evaluasi, hasil belajar
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL BUZZ
Sari Cipta Dewi
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.36 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.149
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model Buzz Group dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa dan dapat meningkatkan kemampuan belajar matematika siswa. Subjek penelitiannya siswa XI-AK yang berjumlah 33 siswa. Nilai rata-rata hasil observasi keaktifan siswa siklus I, II, dan II sebesar 1.7, 2.7, dan 3.8. Ketuntasan belajar tes awal sebesar 15.15%. Setelah dilakukan pembelajaran dengan model Buzz Group, terjadi peningkatan pada tes kemampuan belajar siswa siklus I, II dan II sebesar 24.24%, 36.36%, dan 96.97%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Buzz Group materi Barisan dan Deret Geometri dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan belajar matematika siswa. Kata kunci: keaktifan belajar, kemampuan belajar, model buzz group
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN AUTOGRAPH
Anim Anim
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.155
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan kemampuan komunikasi matematik antara siswa yang memperoleh pembelajaran melalui model pembelajaran Inkuiri berbantuan Autograph dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Ekspositori berbantuan Autograph, (2) Interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang dan rendah) terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa, (3) Perbedaan kemandirian belajar siswa yang memperoleh pembelajaran melalui model pembelajaran Inkuiri berbantuan Autograph dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Ekspositori berbantuan Autograph (4) Interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang dan rendah) terhadap kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Pematangsiantar, analisis data yang digunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik dan kemandirian belajar siswa antara siswa yang memperoleh model pembelajaran inkuiri berbantuan Autograph dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran ekspositori berbantuan Autograph, (2) Terdapat interaksi antara model pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan komuniksi matematik siswa dan kemandirian belajar siswa. Kata kunci: inkuiri, ekspositori, autograph, komunikasi matematis, kemandirian belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN RODA LOGIKA
Muhammad Irfan
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.563 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.160
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dalam penerapan model pembelajaran problem posing berbantuan media pembelajaran roda logika terhadap hasil belajar siswa pada materi logika kelas X SMA Swasta Swadaya Pulaurakyat Kabupaten Asahan Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian two group pre- test dan post- test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X yang terdiri dari 7 kelas. Sampel penelitian ada 2 kelas (kelas X2 dan X3) yang diambil secara cluster random. Pada kelas X2 sebagai kelas eksperimen menggunakan metode Problem Posing berbantuan media pembelajaran roda logika dan pada kelas X3 sebagai kelas control dengan metode pembelajaran konvensional. Kemudian diberikan perlakuan berbeda, kelas eksperimen dengan model pembelajaran problem posing berbantuan media pembelajaran roda logika dan kelas kontrol dengan metode konvensional. Setelah pembelajaran selesai diberikan, diperoleh postes dengan hasil rata- rata kelas eksperimen 89,18 dan kelas kontrol 78,37. Hasil uji t diperoleh t’hitung = 2,29 >ttabel = 1,99 maka Ha diterima, dengan demikian diperoleh ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Posing berbantuan media pembelajaran roda logika terhadap hasil belajar siswa pada materi logika matematika kelas X SMA Swasta Swadaya Pulaurakyat. Kata kunci: problem posing, Roda Logika, logika matematika
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Mustika Fitri Larasati Sibuea
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.956 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.151
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran biasa, (2) interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik dan motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa SMK Tamansiswa Sukadamai, sedangkan sampelnya terdiri 30 siswa pada kelas X Akuntansi sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas X RPL sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematik, angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik dan motivasi belajar siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada pembelajaran biasa. Hasil rerata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberi pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran biasa masing-masing sebesar 0,69 dan 0,53, dan rerata peningkatan motivasi belajar siswa masing-masing sebesar 0,32 dan 0,17. (2) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik dan motivasi belajar siswa. Kata kunci: pemecahan masalah matematik, motivasi belajar, Pembelajaran berbasis masalah
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN DIRECT INSTRUCTION
Jumaita Nopriani Lubis
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.498 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.156
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa pada materi SPLDV dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan pembelajaran langsung di kelas X SMA Negeri 8 Padangsidimpuan. Jenis penelitian ini adalah semi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 8 Padangsidimpuan. Sampel penelitian sebanyak 56 orang. Hasil belajar matematika materi SPLDV dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD diperoleh rata-rata 7,5 sedangkan hasil belajar matematika materi SPLDV dengan menggunakan direct instruction diperoleh rata-rata 69,82. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai “thitung” = 2,82, sedangkan taraf α = 0,05 dan dk = 54 maka nilai “ttabel” 1,673. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa thitung > ttabel yaitu 2,82 > 1,673 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi SPLDV dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan direct instruction di kelas X SMA Negeri 8 padangsidimpuan. Kata kunci: sistem persamaan linear dua variabel, student teams achievement division, direct instruction
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Oktaviana Nirmala Purba
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.555 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.202
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematik antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematik siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran biasa, (2) apakah terdapat interaksi yang signifikan antara kemampuan awal siswa dan pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa. Populasi dalam penelitian seluruh siswa kelas X-IA SMA Asy-Syafi′iyah Internasional Medan yang berjumlah 250 siswa, dengan mengambil sampel dua kelas berjumlah 62 siswa melalui teknik purpose sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari: tes kemampuan komunikasi matematik dengan materi Peluang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil perhitungan menggunakan Anava dua jalur yaitu 116,456, sedangkan nilai sig. 0,00 < 0,05 artinya peningkatan kemampuan komunikasi matematik antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematik siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran biasa, (2) hasil perhitungan anava dua jalur yaitu 0,775 dengan nilai sig. 0,446 > 0,05 artinya tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal siswa dan pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa. Kata kunci : komunikasi matematik siswa, pembelajaran berbasis masalah
KETERLAKSANAAN PENILAIAN BERDASARKAN KTSP PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X
Linda Feni Haryati;
Heri Retnawati
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.929 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.152
Penelitian ini bertujuan untuk: mengevaluasi keterlaksanaan penilaian berdasarkan KTSP di MA Lombok Barat, dilihat dari 6 komponen standar penilaian: (1) prinsip penilaian, (2) ketercakupan indikator, SK, dan KD pada soal ulangan, (3) kriteria ketuntasan belajar, (4) teknik dan instrumen penilaian, (5) mekanisme dan prosedur penilaian, (6) hasil penilaian dan pelaporan; menelaah instrumen penilaian dan; mengetahui kendala keterlaksanaannya. Jenis penelitian: evaluasi dengan discrepancy model. Teknik pengumpulan data dengan angket, wawancara dokumentasi dan telaah instrumen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) prinsip penilaian kategori baik, (2) ketercakupan indikator, SK, dan KD pada soal ulangan kategori sangat baik, (3) kriteria ketuntasan belajar kategori kurang baik, (4) teknik dan instrumen penilaian kategori cukup baik, (5) mekanisme dan prosedur penilaian kategori sangat baik, (6) hasil penilaian dan pelaporan kategori baik; Instrumen penilaian yang digunakan masih kurang pada soal pemecahan masalah, lebih banyak pada pemahaman konsep dan penalaran; Kendala keterlaksanaan: waktu dan yang kurang mendukung. Kata kunci: Penilaian KTSP
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STOP THINK DO UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Syahriani Sirait
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.245 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.157
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model stop think do dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mengetahui apakah peningkatan motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N 1 Silau Laut Tahun Ajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII1. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket motivasi, tes dan observasi 20 pertanyaan disertai alternatif jawaban. Berdasarkan hasil analisis data rata-rata motivasi belajar siswa sebelum dilakukan model Stop Think Do rendah yaitu 59,12%. Setelah model Stop Think Do diberikan rata-rata tingkat motivasi belajar siswa tinggi yaitu 82,92%. Berdasarkan hasil analisis data rata-rata hasil belajar siswa sebelum dilakukan Stop Think Do rendah, yaitu hanya 50,10 %. Setelah model Stop Think Do diberikan rata-rata hasil belajar siswa yaitu 86,85%. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan analisis hasil observasi aktivitas guru diperoleh bahwa proses pelaksanaan pembelajaran yang dlakukan mencapai 85,5%. Ini menunjukkan bahwa perhitungan rata-rata untuk aspek observasi aktivitas mengajar guru pada pembelajaran berjalan dengan baik. Kata kunci: stop think do, motivasi belajar
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN NHT
Ulfah Syuhada Nasution
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.36 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.153
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi Pecahan di kelas VII SMP Negeri 2 Kisaran. Hasil penelitian dari kelas eksperimen 1 yang diajar dengan menggunakan model kooperatif Tipe NHT, diperoleh rata – rata pretes sebesar 39,789 dan rata – rata postes sebesar 78,737 sedangkan dari kelas eksperimen 2 yang diajar dengan mengunakan model kooperatif tipe STAD diperoleh rata – rata pretes sebesar 37,474 dan rata – rata postes sebesar 70,474. Analisa data postest dengan menggunakan uji-t pada taraf a = 0,05 diperoleh thitung > ttabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa yang diajar dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe STAD dan NHT pada Materi Pecahan di kelas VII SMP Negeri 2 Kisaran T.A. 2012/2013. Kata kunci: student teams achievement division, number head together, problem solving