cover
Contact Name
Ahmadi Riyanto
Contact Email
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Phone
+628111166998
Journal Mail Official
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jl. Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong 16911
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology)
ISSN : 16930339     EISSN : 25798634     DOI : https://doi.org/10.32491
Aims and Scope Aims: Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) aims to publish original research results on fishes (pisces) in fresh, brackish and sea waters including biology, physiology, and ecology, and their application in the fields of fishing, aquaculture, fisheries management, and conservation. Scope: This journal publishes high-quality articles dedicated to all aspects Aquaculture, Fish biodiversity, Fisheries management, Fish diseases, Fishery biotecnology, Moleculer genetics, Fish health management, Fish biodiversity.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013" : 9 Documents clear
Beberapa aspek biologi reproduksi ikan siro (Sardinella longiceps Val.) di Perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara [Reproductive biology aspects of indian oil sardine in Kendari Bay, Southeast Sulawesi] Asriyana Asriyana; La Sara
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.107

Abstract

The research on reproductive biology of Indian oil sardine was carried out from October to December 2012 in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. The objective of this research was to describe aspects of the reproductive biology of Indian oil sardine such as sex ratio, gonadal maturation, gonadosomatic index, fecundity, and length at first maturity (Lm50). Fish collection was done using experimental gillnets (with different mesh sizes of %, 1, 1%, and 1% inches). The gonadal maturation of fish was determined morphologically by comparing the shape, size, color, and gonad weight. A total of 1794 individual fish were caught with ranging 88-216 mm in length and 5.7- 30.4g in weight. The sex ratio of female was more dominant than the male. The gonadosomatic index of male and female were higher at Zone III (4.32±4.33 and 5.03±5.04) and in December (4.11±1,32 and 5.14±1.6), while length at first maturity (Lm50) of female and male were 122-132 mm. Fecundity of fish in weight of 9.8-30.4 g were varied from 501 to 17,446. Abstrak Penelitian biologi reproduksi ikan siro (Sardinella longiceps Val.) di perairan Teluk Kendari dilakukan dari Oktober sampai Desember 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek biologi reproduksi ikan siro, me-liputi nisbah kelamin, kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas, dan ukuran pertama kali matang gonad. Koleksi ikan dilakukan dengan jaring insang eksperimental (ukuran mata jaring berbeda %, 1, 1 %, 1 %, dan 2 inci). Kematangan gonad ikan diamati secara morfologi dengan melihat bentuk, ukuran, warna, and bobot gonad. Se-lama penelitian diperoleh 1.794 ekor ikan siro dengan kisaran panjang dan bobot masing-masing 88-216 mm dan 5,730,4 g. Ikan siro betina lebih dominan daripada ikan jantan. Rata-rata indeks kematang-an gonad ikan jantan dan betina terbesar ditemukan pada Zona III (4,32±4,33 dan 5,03±5,04) dan pada bulan Desember (4,11±1,32 dan 5,14±1,6). Ikan pertama kali matang gonad ditemukan pada ukuran 122-132 mm. Fekunditas ikan betina matang gonad dengan bobot tubuh 9,8-30,4 g berkisar 501-17.446 butir.
Efektivitas strain ikan nila srikandi (Oreochromis niloticus) dalam perbenihan skala massal [The effectiveness of nile tilapia (Oreochromis niloticus) Srikandi strain for mass seed production] Lies Emmawati Hadie; R. R. Sri Pudji Sinarni Dewi; Wartono Hadie
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.108

Abstract

Srikandi nile tilapia is a superior strain of fish that has been release by the Ministry of Marine and Fisheries in 2012. The fish has a competitive advantage because it has the best growth performance in the 10-30 ppt salinity compared to other strains of tilapia fish. This study aimed to determine the effectiveness of fish in germination of nile tilapia srikandi mass scale. Research was conducted at the fish breeding center of Pangkah, Jati Kidul hamlet, Tegal regency. Broodstocks spawning was carried out in permanent ponds measuring 300 m2 and fish larvae were rearing in semipermanent ponds measuring 28 m2. Spawning design implemented with the ratio 1:2 for male and female. Larval rearing cycle lasts for 45 days. The research was conducted in eight cycles. nile tilapia GIFT were collected and used as a standard in the mass production of seed. The result showed that the broodstock of Nile tilapia srikandi has the high effectiveness. Indications of genetic characters of nile tilapia srikandi namely Ne was reach 160, NEF of 159.52 and inbreeding level in the same generation was 0.003%. Abstrak Ikan nila srikandi merupakan jenis strain ikan unggul yang telah dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2012. Ikan tersebut memiliki keunggulan kompetitif karena memiliki performa pertumbuhan terbaik pada salini-tas 10-30 ppt dibandingkan strain ikan nila lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas ikan nila srikandi dalam perbenihan skala massal. Penelitian dilakukan di Balai Benih Ikan Pangkah, Dukuh Jati Kidul, Kabupaten Tegal. Pemijahan induk dilakukan pada kolam permanen berukuran 300 m2 dan pemeliharaan larva ikan nila srikandi dilakukan di kolam semi permanen berukuran 28 m2. Desain pemijahan dilaksanakan dengan rasio 1:2 untuk induk jantan dan betina. Siklus pemeliharaan larva berlangsung selama 45 hari. Penelitian dilakukan dalam delapan siklus. Koleksi ikan nila GIFT digunakan sebagai pembanding dalam produksi benih secara massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk nila srikandi memperlihatkan efektivitas yang tinggi. Indikasi karakter genetik induk nila srikandi yaitu Ne mencapai 160, NeF sebesar 159,52 dan tingkat perkawinan sekerabat dalam satu generasi sebesar 0,003 %.
Penggunaan DDGS (Distillers Dried Grain with Solubles) jagung sebagai sumber protein nabati pakan benih ikan gurame Osphronemus goramy Lac. Muhamad Agus Suprayudi; Upmal Deswira; Mia Setiawati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.109

Abstract

Two experiments were conducted to evaluate the utilization of corn distillers dried grain with soluble (DDGS) as plant raw material for giant gourami Osphronemus goramy diet. The digestibility of protein and dry matter was observed in the first experiment by using indirect methods and Cr2O3 was used as a tracer. A forty days feeding experiment was performed on the second stage of experiment to observe the effect of DDGS levels on the growth and feeding performance of giant gourami. The juvenile giant gourami were used in the experiment with initial weight around 4.7±0.78 g and reared in aquarium (35 x 40 x 50 cm3) and filled with 50 L treated water at a density of 0.2 fish L"1. Four experimental diets was formulated with contain similar protein (40%) and energy 500 kcal GE 100 g-1, but differ in the levels of DDGS that were 0, 10%, 20%, and 30% (Diet A, B, C and D). Fish were fed three times daily at the satiation levels. A completely randomized experimental design consisted of four treatments and three replicates were used. The result showed that DDGS digestibility value of protein and total was 85.35% and 70.10% respectively. Increasing DDGS levels in the diet could not effect significantly on survival rate, daily growth rate and feed consumption (P>0.05). Feed efficiency and protein retention on fish fed with DDGS content of up to 20% were not different compared with the control diet (0%); whereas, feeding with diet D (DDGS 30%) were reduced feed efficiency and protein retention. In conclusion, the diet containing DDGS at the level of 20% (diet C) was support the best growth performance of juvenile gouramy. Abstrak Dua macam penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh penggunaan distillers dried grain with solubles (DDGS) sebagai sumber protein nabati terhadap pertumbuhan benih ikan gurame Osphronemus goramy Lac. Penelitian ini terdiri atas penelitian kecernaan dan kinerja pertumbuhan. Pada pengukuran kecernaan digunakan motede tidak langsung dengan menggunakan kromium trioksida (Cr2O3) sebagai indikator. Pada penelitian kinerja pertumbuhan digunakan empat macam pakan dengan isoprotein (40%) dan isoenergi (500 kcal GE 100 g-1) dengan kadar DDGS yang berbeda. Pakan A (pakan kontrol, DDGS 0%) sedangkan pakan B, C dan D mengandung DDGS masing-masing sebesar 10, 20 dan 30%. Juwana ikan gurame dengan bobot rata-rata 4,7±0,78 g dipelihara selama 40 hari dalam akuarium berukuran 35 x 40 x 50 cm3 dengan kepadatan 0,2 ekor per liter. Ikan diberi pakan sampai kenyang dengan frekuensi tiga kali se-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gurame mampu mencerna protein DDGS sebesar 85,35% dan 70,10% untuk total bahan. Peningkatan DDGS dalam pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup benih ikan gurame (p>0,05). Ikan yang diberi pakan dengan kandungan DDGS hingga 20% memiliki nilai efisiensi pakan dan retensi protein yang tidak berbeda dibandingkan dengan pakan kontrol; sedangkan pemberian DDGS sebesar 30% dalam pakan menurunkan nilai tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pakan C dengan kadar DDGS 20% dalam pakan memberikan hasil yang terbaik terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan gurame.
Variabilitas harian komunitas ikan padang lamun perairan Tanjung Tiram-Teluk Ambon Dalam [Daily variability of fish community in sea grass beds of Tanjung Tiram-Inner Ambon Bay] Husain Latuconsina; Rohani Ambo- Rappe
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.110

Abstract

The research was conducted from July-August 2012 to examine day and night abundance and community structure of fish in seagrass area of Tanjung Tiram, Inner Ambon Bay. Fish were collected by swept area method using beach seine over the seagrass areas. Fish samples were collected six times (three times for each day and night). It was found that total number of individual fish as much as 5593 individuals from 72 species and 35 families. Siganus canaliculatus dominated the fish community structure at both day and night time. Ostorhinchus lateralis more active at night time, whereas Aeoliscus strigatus more active at day time. Fish community structure varied between day and night, index of dominancy was slightly higher at night, whereas index of diversity was higher during day time as well as the evenness index. Variability in abundance and community structure of fish between day and night were associated with nocturnal and diurnal fish charachetristic, and oceanographic parameters. Temperature, salinity, dissolved oxygen and pH were positively affected fish abundance; whereas the level of turbidity was negatively. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di perairan Tanjung Tiram , Teluk Ambon Dalam selama bulan Juli-Agustus 2012, untuk membandingkan kelimpahan dan struktur komunitas ikan padang lamun berdasarkan perbedaan siang dan malam hari. Ikan dikoleksi dengan metode sapuan menggunakan pukat pantai yang ditarik pada hamparan padang lamun sebanyak enam kali (masing-masing tiga kali mewakili siang dan malam hari). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 5593 individu dari 72 spesies dan 35 famili. Siganus canaliculatus mendominasi struktur komunitas ikan baik pada siang maupun malam hari, Ostorhinchus lateralis aktif pada malam hari, dan Aeoliscus strigatus yang aktif pada siang hari. Terdapat variasi struktur komunitas ikan antara siang dan malam, dengan nilai dominansi selalu lebih tinggi pada malam hari. Sebaliknya, keanekaragaman selalu tinggi pada siang hari dan keseragaman spesies lebih stabil pada siang hari. Variabilitas kelimpahan dan struktur komunitas ikan antara siang dan malam hari selain berkaitan dengan sifat nokturnal dan diurnal, juga dipengaruhi fluktuasi parameter oseanografi. Suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan pH berpengaruh positif, sedangkan kekeruhan perairan berpengaruh negatif terhadap kelimpahan ikan di ekosistem padang lamun.
Dimorfisme seksual dan mikroanatomi ovarium ikan endemik rono (Adrianichthys oophorus, Kottelat 1990) di Danau Poso Sulawesi Tengah Meria Tirsa Gundo; M. F. Rahardjo; Wartono Hadie
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.111

Abstract

The endemic fish, egg-carrying buntingi (Adrianichthys oophorus) is a small fish that consumed by local people around Lake Poso, Central Sulawesi. Local people catch this species with non-environment friendly activities and probably this species would be threatened. Scientific information is required to determine the appropriate management strategies, for example fish reproductive biology; while the information about reproductive biology of egg-carrying buntingi is still unkown. The study was conducted in four months (October 2011- February 2012) at Bio-Macro Laboratory, Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science and Histopathology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University. All egg-carrying buntingi were collected from the fishermen at Lake Poso and preserved in 5% formalin. Microanatomy of ovarian made by HE staining method and observed by using light microscope. The result showed that egg-carrying buntingi has sexual dimorphism (t-test, a = 0.05), where female one has a longer pelvic fins size than male. Pelvic fin in female has a function to incubate the eggs. This fish has a single ovary with oval-shaped pouch. The Largest ovarian size has about 5 mm length and 3 mm width, which the position is extending under the stomach. Based on macroscopic analysis, the developmental level of egg-carrying buntingi ovarian are divided into four phases i.e. I (initial development phase), II (development phase), III (maturation phase), and IV (spent phase). Abstrak Ikan endemik rono (Adrianichthys oophorus) merupakan ikan berukuran kecil yang dikonsumsi masyarakat di sekitar Danau Poso. Penangkapan ikan ini tidak ramah lingkungan sehingga ketersediaannya di alam menjadi terancam. Diperlukan berbagai informasi ilmiah untuk menetapkan strategi pengelolaan yang tepat, di antaranya informasi biologi reproduksi ikan ini. Hingga saat ini informasi tersebut masih sangat kurang. Untuk mengisi kekurangan informasi tersebut maka penelitian ini dilakukan. Penelitian dilakukan selama empat bulan (Oktober 2011-Februari 2012) di Laboratorium Biomakro Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK dan Laboratorium Histopatologi FKH IPB. Ikan rono diambil dari hasil tangkapan nelayan di Danau Poso, diawetkan dalam larutan formalin 5%. Preparat mikroana-tomi ovarium dibuat dengan metode pewarnaan HE, selanjutnya pengamatan dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya. Ikan rono memiliki dimorfisme seksual yaitu ikan betina memiliki ukuran sirip perut yang lebih panjang daripada ikan jantan. Sirip dada ikan rono betina lebih panjang yang berfungsi sebagai tempat untuk mengerami sekumpulan telurnya sampai menetas. Ikan ini memiliki ovarium tunggal berbentuk kantung oval. Ukuran ovarium terbesar memiliki panjang sekitar 5 mm dan lebar 3 mm dengan posisi lateral di bawah rongga perut. Ovarium ikan rono memiliki oosit dengan semua fase perkembangan, digolongkan ke dalam tipe ovarium yang perkembangan oosit-nya tidak bersamaan. Berdasarkan analisis makroskopis ovarium ikan rono, tingkatan perkembangan ovarium dibagi dalam empat fase yaitu: I (fase perkembangan awal), II (fase perkembangan), III (fase pematangan), dan IV (fase salin).
Potensi tepung cacing tanah Lumbricus sp. sebagai pengganti tepung ikan dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan, komposisi tubuh, kadar glikogen hati dan otot ikan bandeng Chanos chanos Forsskal Siti Aslamyah; Muh. Yusri Karim
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.112

Abstract

The purpose of this study was examine the potential of earthworm flour (Lumbricus sp.) as a substitute for fish meal in feed on growth performance, body composition, liver and muscle glycogen levels in milkfish. Completely randomized design (CRD) with four treatment levels of fish meal substitution with flour earthworms in artificial feeding of milk fish, namely 0, 34.62; 65.38; and 100%. Fish with initial weight 0.95 ± 0.11 g reared in aquariums of 50 x 40 x 35 cm3 with a recirculation system, with a density of 15 fish in each experimental unit. Fish were fed at 07:00 am and 16:00 pm with a percentage of 5% of body weight per day. Rearing was carried out for 60 days. The result showed that milkfish fed with different levels of fish meal substitution with earthworm flour have the same effect on feed intake, feed efficiency, protein retention and fat, as well as survival, body proximate composition, and the levels of glycogen in the liver and muscles. The highest levels of fish meal substitution with earthworm flour (100%) can increase the growth relative of milkfish up to the maximum (1216.91 ± 14.22%). In conclusion, earthworm flour can replace the role of fish meal in feed formulation for milkfish culture up to 100%. Abstrak Tujuan penelitian ini mengkaji potensi tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) sebagai pengganti tepung ikan dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan, komposisi tubuh, kadar glikogen hati dan otot ikan bandeng. Desain penelitian menggu-nakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan tingkat substitusi tepung ikan dengan tepung cacing tanah dalam pakan buatan ikan bandeng, yaitu: 0; 34,62; 65,38; dan 100%. Ikan uji dengan bobot awal 0,95±0,11 g dipelihara dalam akuarium berukuran 50 x 40 x 35 cm3 dengan sistem resirkulasi, dengan kepadatan 15 ekor pada setiap satuan percobaan. Pemberian pakan setiap pukul 07.00 dan 16.00 WITA dengan persentase 5% bobot badan per hari. Pemeliharaan dilakukan selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan bandeng yang diberi pakan dengan berbagai tingkat substitusi tepung ikan dengan tepung cacing tanah memberikan pengaruh yang sama terhadap konsumsi pakan, efisiensi pakan, retensi protein dan lemak, serta sintasan, komposisi proksimat tubuh, serta kadar glikogen di hati dan otot. Tingkat substitusi tepung ikan dengan tepung cacing tanah tertinggi (100%) dapat meningkatkan pertumbuhan bobot relatif ikan bandeng yang tertinggi (1216,91±14,22%). Dengan demikian, tepung cacing tanah dapat menggantikan peranan tepung ikan hingga 100% dalam formulasi pakan untuk budi daya ikan bandeng.
Toksisitas moluskisida niklosamida terhadap pertumbuhan dan kondisi histopatologi juwana ikan mas (Cyprinus carpio) [Toxicity of molluscicide niclosamide on growth and histopathology condition of juvenile common carp (Cyprinus carpio] Eddy Supriyono; Yosmaniar Yosmaniar; Kukuh Nirmala; Sukenda Sukenda
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.113

Abstract

Niclosamide (2', 5- dichloro-'4 nitrosalicylanilide) as pesticide is extensively used for eliminating golden apple snail (Pomacea sp.) in paddy field. This study aimed to determine effect of sublethal molluscicide niclosamide toxicity on the growth and histopathology condition of juvenile common carp (Cyprinus carpio). This research was conducted at Research Station for Environment and Toxicology, BPPBAT Bogor. The research used sixteen glass aquariums of 70 cm x 50 cm x 60 cm in size with 40 L water volume, equipped with aeration system and stocked with 20 juveniles per each aquarium. Fish were fed to apparent satiation during the treatment and water exchange for every 48 hours. Research design was completely experimental randomized with four treatments and four replications of different niclosamide concentrations i.e. 0.00; 0.01; 0.03; 0.05 mg L"1 for 12 weeks. Specific growth rate was measured and tissue samples (gill, liver, kidney) were collected at fourth; eighth and twelve weeks of exposure time. The growth rate of fish was compare with ANOVA and histopathology of target organ was compare with descriptive analysis. The result indicate that sublethal concentration of 0.03 mg.L-1 niclosamide was significantly (p< 0.05) decrease the specific growth rate; whereas, concentration of 0.01 mg.L-1 niclosamide was induce hyperplasia, hemorrhage and necrosis in the gill, liver and kidney of fish. Abstrak Niklosamida (2', 5- dichloro-'4 nitrosalicylanilide) digunakan sebagai pestisida di sawah secara intensif untuk membu-nuh keong mas (Pomacea sp.). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh toksisitas subletal moluskisida niklosamida terhadap pertumbuhan dan kondisi histopatologi (insang, hati dan ginjal) juwana ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian dilakukan di Instalasi Riset Lingkungan Perikanan Budi Daya dan Toksikologi Cibalagung, Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Air Tawar Bogor. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi niklosamida, yaitu: 0,00 (kontrol); 0,01; 0,03; dan 0,05 mg.L"1. Penelitian ini menggunakan 16 akuarium berukuran 70 x 50 x 60 cm3. Ikan mas berukuran 2,5-3,0 gram dipelihara dengan kepadatan 20 ekor dalam volume air 40 L. Ikan uji diberi pakan secara at satiation serta dilakukan penggantian air setiap 48 jam dengan konsentrasi bahan uji yang sama. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Peubah yang diukur adalah pertumbuhan dan kondisi his-topatologi. Lama penelitian 12 minggu. Analisis terhadap pertumbuhan menggunakan anova dan kondisi histopatologi secara deskriptif. Konsentrasi subletal moluskisida niklosamida berpengaruh nyata terhadap penurunan pertumbuhan terjadi mulai pada konsentrasi 0,03 mg.L-1 dan mengakibatkan kerusakan pada insang, hati dan ginjal yaitu hiperplasia, hemoragi dan nekrosis pada konsentrasi 0,01 mg.L-1.
Tingkat kematangan gonad dan fekunditas ikan di kolam rawa Danau Bangkau pada musim kemarau [Gonadal development stage and fecundity of fishes in swamp pond of Danau Bangkau at dry season] Herliwati Herliwati; Mijani Rahman
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.114

Abstract

The aims of this research were to determine gonadal development stage and fecundity of fish inhabited the swamp pond of Bangkau Lake. Fish sampling was conducted in October 2012 (the peak dry season) in the three units of swamp pond. The number of fish that analyzed was by 30 specimens from each species. The range of gonadal development stage of female fish that found in swamp ponds was II-V; where the most specimens were mature (stage IV-V). Fecundity of fish ranged from 8,994-17,988 eggs (striped snakehead); 8,667-17,104 eggs (snakehead); 2,648-14,566 eggs (climbing perch); 4,635-10,594 eggs (snakeskin gourami); and 1,324-2,648 eggs (three spot gourami). Abstrak Penelitian bertujuan menentukan tingkat kematangan gonad dan fekunditas ikan penghuni kolam rawa di rawa Danau Bangkau. Pengambilan sampel ikan dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 (puncak musim kemarau) di tiga unit kolam dengan metode sampling. Jumlah ikan contoh yang dianalisis sebanyak 30 ekor setiap jenis. Tingkat kematangan gonad ikan betina yang tertangkap di kolam rawa berkisar pada tingkat II-V. Sebagian besar ikan yang tertangkap di kolam rawa berada pada kondisi matang gonad (TKG IV-V). Fekunditas ikan yang matang gonad menunjukkan kisaran 8.99417.988 telur (gabus), 8.667-17.104 telur (toman), 2.648-14.566 telur (betok), 4.635-10.594 telur (sepat siam), dan 1.3242.648 telur (sepat rawa).
Potency of freshwater fishes in Aceh waters as a basis for aquaculture development program [Potensi ikan air tawar di Aceh sebagai dasar untuk pengembangan budi daya] Z. A. Muchlisin
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i1.115

Abstract

The development of aquaculture industry of Aceh Province should be based on local potency of indigenous species; however adequate information on the economic status of these freshwater fishes is crucially needed to support this activity. Hence, the objective of the present study was to evaluate the potency of the freshwater fishes which found in Aceh waters as a basic for aquaculture and conservation program. Explorative sampling was conducted from January 2008 to July 2012 in seventeen locations of Aceh Province. A total of 114 species of freshwater fishes were document-ted during the survey, of which 84 species were true freshwater fishes and the rest species were estuarine fishes. Among the freshwater fishes about 40were utilized for consumption, of these 14 species were of high economic value and they have potential as fish target for aquaculture, while at least 21 species displayed potential for the ornamental fish. Abstrak Pengembangan industri budi daya ikan di Provinsi Aceh perlu dilakukan dengan memberdayakan spesies lokal, namun demikian belum ada informasi yang akurat mengenai status ekonomi ikan-ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai ikan budi daya. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ikan-ikan air tawar yang ada di Provinsi Aceh agar dapat dijadikan dasar dalam pemilihan spesies untuk dibudidayakan. Pengambilan contoh melalui eksplorasi dilakukan pada bulan Januari 2008 sampai bulan Juli 2012 di beberapa kawasan dalam Provinsi Aceh. Selama penelitian terkoleksi sebanyak 114spesies ikan, terdiri atas 84 spesies ikan air tawar dan sisanya adalah ikan payau.Diantara ikan air tawar tersebut, sebanyak 40 spesie smerupakan ikan konsumsi dan 14 spe-sies diantaranya bernilai ekonomis tinggi serta berpotensi untuk dibudidayakan, sementara 21 spesies ikan air tawar lainnya memiliki potensi sebagai ikan hias.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 2 (2022): June 2022 Vol 22 No 1 (2022): February 2022 Vol 21 No 3 (2021): October 2021 Vol 21 No 2 (2021): June 2021 Vol 21 No 1 (2021): February 2021 Vol 20 No 3 (2020): October 2020 Vol 20 No 2 (2020): June 2020 Vol 20 No 1 (2020): February 2020 Vol 19 No 3 (2019): October 2019 Vol 19 No 2 (2019): June 2019 Vol 19 No 1 (2019): February 2019 Vol 18 No 3 (2018): October 2018 Vol 18 No 2 (2018): June 2018 Vol 18 No 1 (2018): February 2018 Vol 17 No 3 (2017): October 2017 Vol 17 No 2 (2017): June 2017 Vol 17 No 1 (2017): February 2017 Vol 16 No 3 (2016): October 2016 Vol 16 No 2 (2016): June 2016 Vol 16 No 1 (2016): February 2016 Vol 15 No 3 (2015): October 2015 Vol 15 No 2 (2015): June 2015 Vol 15 No 1 (2015): Februari 2015 Vol 14 No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 14 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 14 No 1 (2014): Februari 2014 Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013 Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013 Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012 Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011 Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011 Vol 10 No 2 (2010): Desember 2010 Vol 10 No 1 (2010): Juni 2010 Vol 9 No 2 (2009): Desember 2009 Vol 9 No 1 (2009): Juni 2009 Vol 8 No 2 (2008): Desember 2008 Vol 8 No 1 (2008): Juni 2008 Vol 7 No 2 (2007): Desember 2007 Vol 7 No 1 (2007): Juni 2007 Vol 6 No 2 (2006): Desember 2006 Vol 6 No 1 (2006): Juni 2006 Vol 5 No 2 (2005): Desember 2005 Vol 5 No 1 (2005): Juni 2005 Vol 4 No 2 (2004): Desember 2004 Vol 4 No 1 (2004): Juni 2004 Vol 3 No 2 (2003): Desember 2003 Vol 3 No 1 (2003): Juni 2003 Vol 2 No 2 (2002): Desember 2002 Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002 Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001 Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001 More Issue