cover
Contact Name
Ahmadi Riyanto
Contact Email
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Phone
+628111166998
Journal Mail Official
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jl. Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong 16911
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology)
ISSN : 16930339     EISSN : 25798634     DOI : https://doi.org/10.32491
Aims and Scope Aims: Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) aims to publish original research results on fishes (pisces) in fresh, brackish and sea waters including biology, physiology, and ecology, and their application in the fields of fishing, aquaculture, fisheries management, and conservation. Scope: This journal publishes high-quality articles dedicated to all aspects Aquaculture, Fish biodiversity, Fisheries management, Fish diseases, Fishery biotecnology, Moleculer genetics, Fish health management, Fish biodiversity.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 3 (2017): October 2017" : 6 Documents clear
Genetic diversity of egg-carrying bunting, Adrianihcthys oophorus (Kottelat, 1990) endemic species of Lake Poso Central Sulawesi using truss morphometrics and sequens of cytochrome c oxidase subunit I gene (COI) Wartono Hadie; Meria Tirsa Gundo; Lies Emmawati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i3.363

Abstract

Endemic fish acts as an indicator of a unique and useful fish species population as a key species in conservation efforts. Egg-carrying Buntingi (Adrianichthys oophorus) is an of endemic fish species in Poso Lake that needs to be protected from extinction.This study aims to evaluate the morphometric and molecular diversity of rono fish as a basis in the endemic fish conservation strategy. The samples of fish are collected from three populations, namely Tolombo, Taipa, and Ten-tena. A total of 30 fish collected samples from each location are morphometrically measured using the truss morpho-metric method and analyzed applying principle component analysis. The fish samples are molecularly analyzed DNA sequencing using COI. The result of the analysis shows that rono fish populations in Poso lake morphometrically and molecularly have different diversity. In morphometrics, there are 12 characters which are the basic characters of three rono fish populations (p> 0.05), as many as three characters will become characters adapting to an environment (p< 0.05), and 11 characters have adapted to an each environments (p< 0.01). The results of the morphometric and mole-cular analysis between the three populations are appearing synchronous. The Tentena population is different from other populations, showing a significant difference in DNA level. The implication of the results of this study indicates that the rono fish conservation strategy can be adopted by restoring the total gene pool. Gene pool recovery can be con-ducted through cross-breeding of three different populations, resulting in gene flow and increased fitness that will keep the population of rono fish as a sustainable endemic species. Abstrak Ikan endemik berperan sebagai indikator suatu populasi jenis ikan yang unik dan bermanfaat sebagai spesies kunci da-lam upaya konservasi. Ikan rono (Adrianichthys oophorus) adalah jenis ikan endemik di Danau Poso yang perlu dilin-dungi dari ancaman kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman morfometrik dan molekuler ikan rono sebagai dasar dalam strategi konservasi ikan endemik tersebut. Sampel ikan dikoleksi dari tiga populasi, ya-itu populasi dari Tolombo, Taipa, dan Tentena. Sampel ikan sebanyak 30 ekor dari masing-masing lokasi diukur secara morfometrik menggunakan metode truss morphometric dan dianalisis dengan analisis komponen utama. Secara mole-kuler sampel ikan dianalisis sekuensing DNA menggunakan gen cytochrome C oxidase subunit 1 (COI). Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi ikan rono di Danau Poso secara morfometrik dan molekuler memiliki keragaman yang berbeda. Secara morfometrik terdapat 12 karakter yang menjadi karakter dasar tiga populasi ikan rono (p> 0,05), seba-nyak tiga karakter akan menjadi karakter yang beradaptasi terhadap lingkungan (p < 0,05) dan 11 karakter telah bera-daptasi dengan lingkungan (p< 0,01). Hasil analisis morfometrik dan molekuler antar ketiga populasi terlihat sinkron. Populasi Tentena secara morfometrik dan molekuler terpisah dengan populasi lainnya yang berarti memiliki perbedaan nyata pada tingkat DNA dan morfometrik. Implikasi hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa strategi konservasi ikan rono dapat dilakukan dengan memulihkan kembali keragaman gen total (gen pool). Pemulihan gen pool dapat dila-kukan melalui perkawinan silang antar tiga populasi yang berbeda, sehingga terjadi aliran gen dan meningkatkan fitness yang akan menjaga populasi ikan rono sebagai jenis endemik tetap lestari.
Reproductive biology of Indian mackerel, Rastreliger kanagurta (Cuvier, 1816) in Takalar Coastal Waters, South Sulawesi Mauli Kasmi; Syamsul Hadi; Wayan Kantun
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i3.364

Abstract

The objective of this research is to observe reproductive biology of Indian mackerel in Takalar coastal waters through gonad maturity development, the first size of mature gonad, spawning, gonado somatic index (GSI), and fecundity. Sampling was done for eight months started from March to October 2015. Gonad maturity stage was observed morphologically, spawning season focusing on direct observation result toward gonad by identifying Indian mackerel which has spawned.GSI was analyzed based on comparison between gonad weight and Indian mackerel weight while fecundity was observed by gravimetric method. Analysis result shows that Indian mackerel gonad maturity throughout the year with peak occurring in July and August. GSI was around 0,928-4,490. The first size of gonad mature of female Indian mackerel is 21,18 cm and male Indian mackerel is 21,31 cm. Spawning occurs after peak of gonad maturity so next month, value of maturity index decreases slowly and gradually. Indian mackerel has total fecundity around 11.235- 40.878 granule. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengamati biologi reproduksi ikan kembung lelaki di perairan pesisir Takalar melalui perkembangan kematangan gonad, ukuran pertama matang gonad, musim pemijahan, indeks kematangan gonad (IKG), dan fekunditas. Pengambilan sampel dilakukan selama delapan bulan mulai Maret sampai Oktober 2015. Perkembang-an kematangan gonad diamati secara morfologi. Musim pemijahan mengacu pada hasil pengamatan langsung terhadap gonad dengan mendata ikan kembung lelaki yang telah memijah. IKG dianalisis berdasarkan perbandingan antara bobot gonad dan bobot tubuh ikan kembung lelaki, sedangkan fekunditas dihitung dengan metode gravimetrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan kembung lelaki mengalami kematangan gonad sepanjang tahun dengan puncak terjadi pada bulan Juli dan Agustus. IKG berkisar 0,928-4,490. Ukuran ikan kembung lelaki betina kali pertama matang gonad adalah 21,18 cm dan jantan adalah 21,31 cm. Pemijahan terjadi setelah puncak kematangan gonad sehingga pada bulan berikutnya terjadi penurunan nilai indeks kematangan secara perlahan dan bertahap. Ikan kembung lelaki memiliki fekunditas total berkisar 11.235-40.878 butir.
Freshwater fish of Enggano Island, Indonesia Renny Kurnia Hadiaty; Sopian Sauri
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i3.365

Abstract

Enggano is an outer island of the archipelago country, Indonesia. A field survey of freshwater fish fauna conducted in Enggano island to get the information of the ichthyofauna of this island. The fish collected in 11 freshwaters. We got 457 fish specimens of 28 species in 11 families and three orders. One species, Stiphodon sp. suspected to be new to science and five species require further study to clarify their taxonomical status. All of the fish collected specimens deposited in 77 catalog numbers of Museum Zoologicum Bogoriense (MZB). The ichthyofauna of this island could be use as the basic data for the resource management of the Enggano island. Abstrak Pulau Enggano merupakan satu pulau terluar dari negara kepulauan, Indonesia. Survei ikan air tawar dilakukan di Pulau Enggano dengan tujuan untuk mendapatkan informasi iktiofauna yang ada di pulau ini. Koleksi sampel ikan dilakukan di 11 perairan tawar. Kami memperoleh 457 spesimen dari 28 spesies yang termasuk dalam 11 famili dan 3 ordo. Satu jenis diantaranya, Stiphodon sp. diduga merupakan jenis baru dan lima jenis lainnya perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui status taksonominya. Semua spesimen hasil koleksi dideposit di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dalam 77 nomor MZB. Diharapkan data iktiofauna pulau ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya P. Enggano.
Improvement of reproductive performance comet fish (Carassius auratus auratus Linnaeus 1758) through the provision of meal cow’s brain as a natural GnRH Ujang Subhan; Yuli Andriani; Kiki Haetami; Rosidah Rosidah; Abi Muhamad Abdillah
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i3.366

Abstract

This study aimed to determine the effect of brain flour cow’s on feed in the performance of eggs and fecundity in fish comet. The research was conducted at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, University of Padjadjaran at November 2014 until January 2015. Freeze-drying of bovine brains was conducted at the Inter Research Center Uni-versity(PAU), Bandung Institute of Technology. The research was using Completely Randomized Design con-sisting of four treatments and three replications. The treatment were 20 mg kg-1, 35 mg kg-1, 50 mg kg-1 and control. Parameters observed were the distribution of the eggs, egg diameter and fecundity using gravimetric methods. Data were analyzed using analysis of variance. If there are differences among the treatments then continued with Duncan's multiple range test at 5% level. Addition of bovine brain meal in feed with dose of 50 mg kg-1 was give a dominant influence on the size distribution of eggs by 60% from 1.01 to 1.5 mm, egg diameter 0.90 mm, and fecundity of 67 grains g-1. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis tepung otak sapi pada pakan yang berpengaruh terhadap performa telur dan fekunditas ikan komet. Penelitian dilaksanakan di panti benih Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univer-sitas Padjadjaran pada bulan November 2014 sampai dengan Januari 2015. Pengeringan beku otak sapi dilakukan di Pusat Penelitian AntarUniversitas Institut Teknologi Bandung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental de-ngan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu 20 mg kg-1 induk, 35 mg kg-1 induk, 50 mg kg-1 induk dan perlakuan kontrol. Parameter yang diamati yaitu sebaran telur, diameter telur, dan fekunditas relatif menggunakan metode gravimetrik. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman dengan uji F untuk mengetahui pengaruh dari setiap perlakuan. Apabila terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Penambahan tepung otak sapi pada pakan sebanyak 50 mg kg-1 induk memberikan pengaruh dominan sebaran telur pada ukuran 1,01-1,5 mm sebesar 60%, diameter telur 0,90 mm, dan fe-kunditas relatif sebesar 67 butir g-1.
Feeding effectivity of the arfak rainbowfish, Melanotaenia arfakensis, Allen 1990 on difference of water turbidity level: a laboratory approach Emmanuel Manangkalangi; M. F. Rahardjo; Renny K. Hadiaty; Sigid Hariyadi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i3.367

Abstract

The research on feeding effectivity of arfak rainbowfish conducted at Fisheries Laboratory, Faculty of Fishes and Marine Scince, University of Papua in July to December 2016. The purpose of this research is to describe feeding effectivity of the fish at several levels of water turbidity. The fish samples used in the treatment, collected from Nimbai Stream, Prafi River system, Manokwari were acclimatized for a month in the laboratory. The fish were selected based on the body length and categorized into six size classes. Each individual of the fish was treated with 200 individuals of mosquito larvae (instar IV stage) at seven turbidity levels (2.54, 25.07, 50.52, 100.20, 500.60, and 800.40 Nephelome-tric Turbidity Unit, NTU) using particles with size of <63um. Feeding effectivity was indicated by the level of preda-tion in a period of 15 minutes. The results of the research showed that average level of predation did not differ among size classes at the low level of turbidity (<50,52 NTU). The significant decrease in the average level of predation occurred at the higher level of turbidity (<100,12 NTU) with the values range from 23.2% to 65.9%. This indicated a decrease in the feeding effectivity as the turbidity levels increase. Abstrak Penelitian efektivitas ikan pelangi arfak dalam mencari makan dilaksanakan di Laboratorium Perikanan FPIK Univer-sitas Papua pada bulan Juli sampai Desember 2016. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan efektivitas ikan pela-ngi arfak mencari makan pada beberapa tingkat kekeruhan air. Contoh ikan yang digunakan dalam perlakuan dikoleksi dari Sungai Nimbai, sistem Sungai Prafi, Manokwari yang diaklimatisasi selama satu bulan di laboratorium. Individu ikan yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan panjang tubuh dan dikelompokkan ke dalam enam kelas ukuran. Setiap individu ikan diberi perlakuan pakan berupa larva nyamuk (tahap instar IV) sebanyak 200 individu pada tujuh tingkat kekeruhan yang berbeda (2,54; 25,07; 50,52; 100,20; 200,20; 500,60 dan 800,40 Nephelometric Turbidity Unit, NTU) dengan menggunakan partikel berukuran <63um. Efektivitas mencari makan akan ditunjukkan berdasarkan tingkat pemangsaan dalam periode 15 menit. Tingkat pemangsaan rata-rata tidak berbeda pada tingkat kekeruhan yang rendah (<50,52 NTU) dalam setiap kelas ukuran. Penurunan tingkat pemangsaan rata-rata secara nyata mulai berlang-sung pada tingkat kekeruhan yang lebih tinggi (<100,12 NTU) dengan nilai sebesar 23,2%-65,9%. Kondisi ini menun-jukkan penurunan efektivitas mencari makan seiring dengan semakin meningkatnya tingkat kekeruhan air.
Length-weight relationship and condition factor of common ponyfish, Leiognathus equulus (Forsskål, 1775) in Pabean Bay, Indramayu, West Java Reiza Maulana Aditriawan; Nico Runtuboy
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i3.368

Abstract

This study is aimed to determine length-weight relationship and condition factor of common ponyfish in Pabean Bay, Indramayu. The study was carried out for one year, from April 2016 to March 2017. Fish collection were caught using gillnet and set net. total of 154 individual fishes were caught, the fish samples ranged from 18 - 141 mm in length and 0.05 – 41.35 g in weight. The length-weight relationship of ponyfish throughout a year was W = 7x10-06 L3,1983. The result indicated that the growth pattern of fish was positive allometric. The relative condition factor of ponyfish was varied from 0,67 – 1,42 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan panjang bobot dan faktor kondisi ikan petek yang ada di Teluk Pabean, Indramayu. Penelitian dilaksanakan selama satu tahun dari bulan April 2016 hingga bulan Maret 2017. Ikan contoh ditangkap dengan menggunakan alat tangkap yaitu jaring insang dan sero. Jumlah ikan yang tertangkap seba-nyak 154 ekor dengan kisaran panjang total 18 - 141 mm dan bobot 0,05 – 41,35 g. Hubungan panjang-bobot ikan petek sepanjang tahun 2016 adalah W = 7x10-06 L3,1983. Hasil ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan bersifat alome-trik positif. Faktor kondisi ikan petek berfluktuasi berkisar antara 0,67 – 1,42.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 2 (2022): June 2022 Vol 22 No 1 (2022): February 2022 Vol 21 No 3 (2021): October 2021 Vol 21 No 2 (2021): June 2021 Vol 21 No 1 (2021): February 2021 Vol 20 No 3 (2020): October 2020 Vol 20 No 2 (2020): June 2020 Vol 20 No 1 (2020): February 2020 Vol 19 No 3 (2019): October 2019 Vol 19 No 2 (2019): June 2019 Vol 19 No 1 (2019): February 2019 Vol 18 No 3 (2018): October 2018 Vol 18 No 2 (2018): June 2018 Vol 18 No 1 (2018): February 2018 Vol 17 No 3 (2017): October 2017 Vol 17 No 2 (2017): June 2017 Vol 17 No 1 (2017): February 2017 Vol 16 No 3 (2016): October 2016 Vol 16 No 2 (2016): June 2016 Vol 16 No 1 (2016): February 2016 Vol 15 No 3 (2015): October 2015 Vol 15 No 2 (2015): June 2015 Vol 15 No 1 (2015): Februari 2015 Vol 14 No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 14 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 14 No 1 (2014): Februari 2014 Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013 Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013 Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012 Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011 Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011 Vol 10 No 2 (2010): Desember 2010 Vol 10 No 1 (2010): Juni 2010 Vol 9 No 2 (2009): Desember 2009 Vol 9 No 1 (2009): Juni 2009 Vol 8 No 2 (2008): Desember 2008 Vol 8 No 1 (2008): Juni 2008 Vol 7 No 2 (2007): Desember 2007 Vol 7 No 1 (2007): Juni 2007 Vol 6 No 2 (2006): Desember 2006 Vol 6 No 1 (2006): Juni 2006 Vol 5 No 2 (2005): Desember 2005 Vol 5 No 1 (2005): Juni 2005 Vol 4 No 2 (2004): Desember 2004 Vol 4 No 1 (2004): Juni 2004 Vol 3 No 2 (2003): Desember 2003 Vol 3 No 1 (2003): Juni 2003 Vol 2 No 2 (2002): Desember 2002 Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002 Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001 Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001 More Issue