cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
sekre-jtmpl@adm.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal TEMAPELA
Published by Universitas Andalas
ISSN : 26210878     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium ini merupakan jurnal elektronik yang memuat artikel ilmiah tentang Teknologi dan Manajemen Pengelolaan sebuah laboratorium, terutama laboratorium Pendidikan dan penelitian. Disamping itu, jurnal ini juga sebagai wadah komunikasi ilmiah antara Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dengan pihak-pihak yang biasa bekerja di laboratorium baik sebagai pengelola, peneliti maupun laboran. Setiap naskah yang terbit telah disertai dengan DOI sehingga naskah akan tersedia secara luas di dunia maya.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Pengujian Hidrofobisitas dan Aktivitas Antibiotik terhadap Staphylococcus aureus Isolat Preputium Sapi Aceh Maryulia Dewi; Darmawi T; Zahrial Helmi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (TEMAPELA)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.739 KB) | DOI: 10.25077/temapela.1.2.72-75.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat karaksteristik dan aktivitas antibiotik terhadap hidrofobisitas Stapylococcus aureus isolat preputium sapi Aceh menggunakan hidrokarbon xylol dan pembaca ELLISA. Hidrofobisitas permukaan berbagai sel mikroba dapat ditentukan dengan mengukur kemampuan penempelan sel terhadap berbagai polimer atau afinitas bakteri terhadap pelarut hidrokarbon. Pengujian hidrofobisitas bakteri dilakukan pada media nutrien cair dengan modifikasi hidrokarbon xylol, menggunakan mikroplat U-bottom polystyrene 96 wells. Antibiotik yang digunakan adalah tetrasiklin, oksitetrasiklin dan fosfomisin dengan konsentrasi masing-masing 10%, 20% dan 30% (mg/mL). OD hidrofobisitas dibaca pada λ 600 nm menggunakan pembaca ELISSA. Data hasil penelitian di analisis menggunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan aktivitas virulensi Staphylococcus aureus isolat preputium sapi Aceh berdasarkan karaksteristik hidrofobisitas tergolong positif moderat, yaitu 36,76%. Perlakuan antibiotik berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap daya hidrofobisitas, sedangkan konsentrasi tidak berpengaruh secara nyata (p<0,05) terhadap daya hidrofobisitas Staphylococcus aureus isolat preputium sapi Aceh. Tetrasiklin 30% (mg/mL) mempunyai kemampuan paling baik meningkatkan hidrofobisitas Staphylococcus aureus isolat preputium sapi Aceh sebesar 36,16% menjadi 72,29%, sehingga aktivitas virulensi Staphylococcus aureus isolat preputium sapi Aceh berdasarkan karaksteristik hidrofobisitas dari positif moderat menjadi positif palsu.
Spektroskopi Fourier Transform Infra Red Metode Reflektansi (Atr-Ftir) Pada Optimasi Pengukuran Spektrum Vibrasi Vitamin C Martin Sulistyani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (TEMAPELA)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.676 KB) | DOI: 10.25077/temapela.1.2.39-43.2018

Abstract

Pengukuran spektrum vibrasi vitamin C dilakukan dengan menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infra Red metode reflektansi (ATR-FTIR). Spektrofotometer Perkin Elmer FT-IR Model Frontier S/N : 96772 merupakan salah satu instrumentasi yang ada di Laboratorium Kimia FMIPA Unnes dan termasuk jenis peralatan kategori 3 yaitu peralatan yang cara pengoperasian dan perawatannya sulit, resiko penggunaan tinggi, akurasi / kecermatan pengukurannya tinggi, serta sistem kerja rumit sehingga pengoperasiannya memerlukan keahlian skill laboratorium yang baik. Vitamin C mempunyai karakteristik daerah serapan yang khusus sehingga serapan tersebut mewakili gugus fungsi yang ada pada vitamin C. Spektrum vibrasi vitamin C menunjukkan adanya ikatan gugus C–H, gugus C=O, gugus C=C, gugus C–O–C, dan gugus O–H. Hasil pengukuran spektrum vitamin C variasi kuat tekan 80 (force gauge) menunjukkan absorbansi maksimal sebesar 0,0216 pada daerah bilangan gelombang 1320,14 cm-1. Hasil pengukuran spektrum vitamin C variasi waktu penekanan 30 detik menunjukkan absorbansi maksimal sebesar 0,0236 pada daerah bilangan gelombang 1319,37 cm-1. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi untuk metode pengukuran menggunakan spektroskopi FT-IR sehingga mendapatkan spektra yang baik pada pengukuran spektroskopi FT-IR mode reflektansi (ATR-FTIR) untuk karakterisasi produk penelitian dan sebagai materi pengayaan bahan ajar untuk mata kuliah kimia analisis dan kimia instrumen. Metode yang digunakan teknik analisis vibrasi molekul untuk menentukan gugus fungsi menggunakan spektroskopi FT-IR mode reflektansi (ATR-FTIR) dengan membandingkan spektrum pembacaan pellet sampel vitamin C-KBr dan mengeinterpretasi spektra yang dihasilkan.
Pengaruh Pemanasan Media PCA Berulang Terhadap Uji TPC di Laboratorium Mikrobiologi Teknologi Hasil Pertanian Unand Risa Yudi Wati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (TEMAPELA)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.735 KB) | DOI: 10.25077/temapela.1.2.44-47.2018

Abstract

ABSTRAK Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian adalah laboratorium untuk menguji hasil produk pertanian dari segi mikrobiologi. Untuk menghitung jumlah mikroba didalam sampel produk dilakukan uji Total Plate Count (TPC). Uji ini biasanya diikuti dengan daya simpan produk. Uji daya simpan produk berguna untuk melihat perkembangan jumlah mikroba didalam produk selama perlakuan penyimpanan. Sampel akan diuji per jam, per hari atau per minggu, tergantung jenis produk yang dibuat oleh peneliti. Untuk uji TPC digunakan media Plate Count Agar (PCA) yaitu media yang mengandung agar sehingga setelah dingin media tersebut akan menjadi padat. Untuk alasan kepraktisan, media untuk penyimpanan dibuat dalam satu kali sterilisasi dan kemudian dipanaskan kembali ketika dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan media PCA berulang terhadap uji TPC produk dan untuk mengetahui efektifitas media yang digunakan bila di panaskan berulang kali. Dari hasi penelitian didapatkan bahwa pemanasan media sampai 3 kali pemanasan masih bisa digunakan untuk uji TPC dengan hasil tidak berbeda nyata dengan media banko. Untuk pemanasan selanjutnya ke 4 dan seterusnya media tidak direkomendasikan untuk dipakai kembali karena mikroba yg tumbuh tidak optimal jumlah dan ukuranyan.. Hal ini disebabkan karena pemanasan berulang yang terlalu sering bisa mengubah/merusak kandungan nutrisi gizi media karena untuk tumbuh dan berkembang mikroba membutuhkan nutrisi pada media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel-nya. pH media terlau asam mengakibatkan pertumbuhan mikroba kurang optimum karena pH optimum untuk mikroba tumbuh adalah pH netral.
Analisis Cek List Bahan Laboratorium Di Laboratorium Biologi FMIPA UNNES Ria Ika Maharani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.049 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.1.38-45.2019

Abstract

Sebuah laboratorium akan dapat berjalan dengan baik bila dikelola secara menyeluruh. Dalam sebuah perguruan tinggi, laboratorium merupakan ujung tombak dalam mendukung luaran kinerja untuk dapat diakui secara global. Dominan hasil penelitian berasal dari kegiatan yang dikerjakan di laboratorium, sehingga bisa dikatakan bahwa laboratorium adalah jantung bagi perguruan tinggi. Mengingat pentingnya laboratorium tersebut maka perlu dilakukan pengelolaan terhadap setiap aspek ruang lingkup laboratorium. Salah satu aspek tersebut berkaitan dengan pengelolaan bahan meliputi pengadaan, penggunaan, pemeliharaan dan pembuangan atau pemusnahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif melalui survey. Hasil analisis menunjukkan pengelolaan bahan telah dilakukan baik dengan persentase sebesar 73,33%. Dengan pengelolaan bahan laboratorium yang berjalan dengan baik maka keuntungan yang diperoleh dari segi pemanfaatan bahan yang lebih efektif dan efisien, segi lingkungan akan memberikan dampak yang lebih rendah serta segi keselamatan penggelolaan bahan dapat terkontrol.
Efektivitas Bahan Pengemas Seresah (Nekromasa Tanpa Kayu) Terhadap Lama Waktu Pengeringan Menggunakan Oven Memmert Type UM 200 Budi Sulistiyawan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.519 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.1.33-37.2019

Abstract

Bobot kering seresah (nekromasa tanpa kayu) banyak digunakan sebagai bahan dalam pengukuran cadangan karbon. Seresah dikemas menggunakan bahan pengemas saat proses pengeringan. Bahan pengemas yang digunakan akan berpengaruh terhadap lamanya waktu pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kemasan yang cepat dan aman dalam proses pengeringan seresah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan menguji empat bahan pengemas serasah, yaitu: kertas koran, tompo, alumunium foil, dan amplop kertas. Berdasakan hasil penelitian bahan pengemas tompo mengeringkan serasah lebih cepat dibandingkan amplop kertas, kertas koran, dan alumunium foil.
Analisis Tingkat Pengetahuan Dan Keterampilan Mahasiswa Keperawatan Terhadap Kerusakan Alat Tensimeter Air Raksa Di Laboratorium Putra Mulia Mulia; Aminatul Fitri; Eka Febriyanti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.827 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.1.46-51.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan dan keterampilan mahasiswa terhadap penggunaan tensimeter air raksa. Penelitian ini perlu dilakukan karena tingginya angka kejadian kerusakan tensimeter air raksa di laboratorium keperawatan. Berdasarkan data yang didapat dari Laboratorium Keperawatan Fakultas Keperawatan UNRI didapatkan data tahun 2017 ada 5 tensimeter yang mengalami kerusakan, berupa bocornya air raksa dari kompartemennya, kerusakan pada selang udara, dan kerusakan pada skala penunjuk nilai tekanan darah. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 Program A Fakultas Keperawatan Universitas Riau sebanyak 177 orang. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 122 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa tentang penggunaan tensimeter air raksa. Pengolahan dan analisis data secara univariat dengan analisis yang dilakukan terhadap tiap variabel berdasarkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa (80,3 %), memiliki pengetahuan yang tinggi tentang pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter air raksa. Diketahui bahwa mayoritas mahasiswa tidak melakukan membuka kunci kolom tabung manometer, yaitu sebanyak 54,9 %. Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa perlu membaca instruksi dan pedoman praktikum dengan teliti sebelum praktikum dilaksanakan agar mencegah kerusakan atau tidak berfungsinya alat. Kata kunci: tensimeter air raksa, pengetahuan, keterampilan
Pemanfaatan Rangkaian Adapter Untuk Meningkatkan Rentang Tegangan Uji AC Osiloskop Pada Pengujian AC Kontroler 1 Phasa Di Laboratorium Elektronika Daya I Wayan Lastera
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.191 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.1.11-16.2019

Abstract

Pengujian AC kontroler 1 phasa pada praktikum elektronika daya, tegangan uji yang diamati adalah tegangan AC dan hasilnya tegangan AC terkontrol yang ditampilkan pada osiloskop. Dengan keterbatasan osiloskop, tegangan uji yang mampu diamati maksimal 50 Volt. Untuk bisa mengamati tegangan uji yang lebih tinggi, maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan menghasilkan model pengujian yang mampu diterapkan guna meningkatkan tegangan uji. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan rangkaian adapter pada input osiloskop, kemudian tegangan uji dinaikkan bertahap mulai dari 51 Volt sampai 240 volt dengan diberikan trigger pengontrolan yang sama. Bentuk, besar tegangan uji dan bentuk, besar tegangan keluaran diamati untuk setiap tahap kenaikan tegangan uji. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisa secara deskriptif, didapatkan hasil bahwa dengan pemanfaatan rangkaian adapter pada input osiloskop mampu meningkatkan tegangan uji sampai 190 Volt, sehingga bisa dijadikan model pengujian pada pengujian AC kontroler satu phasa di Laboratorium Elektronika Daya.
Pembuatan Dan Pengujian Perangkat Beban Tiruan Sebagai Alat Kategori Dua Pada Praktikum Sistem Tenaga Abdurachman Effendi; M Mas Ruri Yusuf
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.876 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.1.1-10.2019

Abstract

Abstrak Pada sistem Smart Grid yang memanfaatkan energi terbarukan dapat terjadi gangguan saat beban puncak, sehingga diperlukan analisa sistem pembebanan agar gangguan dapat diatasi. Pembebanan sistem smart grid pada sistem tenaga listrik dapat disimulasikan dan diemulasikan dengan menggunakan beban tiruan yang dibuat berdasarkan parameter sesuai kondisi riillnya, sehingga dapat diperkirakan besar kebutuhan daya dan kemampuan sistem tersebut. Desain perangkat beban tiruan terdiri atas beberapa komponen penting yaitu mikrokontroler, sensor, relay dan beban yang saling terintegrasi. Pengujian dilakukan dengan pengukuran pada masing-masing komponen, yaitu pengujian mikrokontroler (meliputi kontrol rele dan beban), pengujian sensor, dan pengujian hasil interface. Beban yang digunakan terdiri atas beban berupa lampu pijar, lampu led, lampu emergency, dan motor pompa. Data pengujian didapatkan dengan mengubah besar nilai pembebanan dari variasi relay. Variasi relay tersebut merupakan kombinasi dari 12 relay yang ada namun 1 relay telah digunakan untuk pengontrol kontaktor sehingga hanya 11 relay yang digunakan dalam kombinasi tersebut. Dengan pengujian perangkat beban tiruan mahasiswa mempelajari dan menganalisa pengaruh perubahan jenis beban terhadap profil daya dengan meniru profil beban yang dibuat berbeda. Perangkat beban tiruan dapat dibebani hingga 1385.89 watt dan dapat digunakan sebagai peralatan praktikum sistem tenaga bagi mahasiswa teknik elektro. Kata kunci : smart grid, load emulator, sistem tenaga.
Gula Pasir Sebagai Pengganti Dektrosa Pada Komposisi Pda Untuk Efisiensi Biaya Praktikum Dan Penelitian Di Laboratorium Fitopatologi Arifah Arifah Arifah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.221 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.1.28-32.2019

Abstract

Praktikum dan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Fitopatologi menggunakan media PDA sebagai bahan utamanya. Untuk praktikum pada satu mata kuliah membutuhkan lebih dari 1 liter media PDA, untuk penelitian tugas akhir membutuhkan 2 sampai 3 liter media PDA bahkan lebih. Kebutuhan media yang banyak menyebabkan tingginya biaya untuk praktikum dan penelitian, Untuk menekan biaya tersebut dektrosa diganti dengan gula pasir pada media PDA. Penelitian ini bertujuan agar mahasiswa yang penelitian menggunakan media PDA tidak terbebani oleh biaya yang besar. Penelitian ini menggunakan media PDA dengan 2 komposisi yang berbeda, yang pertama media PDA dengan komposisi 200 gram Kentang, 20 gram Gula Pasir dan 15 gram Agar (A), kedua media PDA dengan komposisi 200 gram Kentang, 20 gram Dektrosa dan 15 gram Agar (B). Jamur yang dibiakkan pada masing-masing media A dan B adalah biakan murni jamur Trichoderma viridae (Tv) dan jamur Sclerotium roflsii (Sr) yang berasal dari penelitian mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di Laboratorium Fitopatologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur Tv dan Sr pada media A dan Media B memperlihatkan diameter dan pertumbuhan yang sama setiap hari. Pemakaian gula pasir sebagai pengganti dektrosa pada komposisi pembuatan media PDA untuk menumbuhkan jamur bisa digunakan, sehingga biaya untuk membuat 1 liter PDA menjadi lebih irit dan murah. Biaya untuk membuat 1 Liter PDA dengan komposisi dektrosa yang mencapai Rp 51,500 bisa ditekan menjadi Rp 12,500 jika memakai gula pasir sebagai pengganti dektrosa.
Penentuan Konsentrasi Pewarna Giemsa, Waktu Dan Suhu Inkubasi Pada Aktifitas Fagositosis Ikan Lele (Clarias Sp.) Yang Diinfeksi Bakteri Aeromomonas hydrophila dan Vibrio harveyi Titin Yuniastutik
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.22 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.1.52-58.2019

Abstract

Pektikum hematologi darah terutama uji fagositosis tentang konsentrasi giemsa yang digunakan, waktu inkubasi sampel darah dan suhu inkubasi sampel darah yang masih menggunakan perkiraan. Hal tersebut menyebabkan hasil pemeriksaan menjadi tidak akurat, tidak optimal dan kurang dapat dipercaya untuk menjawab pertanyaan riset dan mempersulit didalam menegakkan diagnosa suatu penyakit ikan. Penggunaan prosedur baku tidak menjamin akan diperolehnya hasil yang baik, sehingga diperlukan pemilihan terhadap durasi yang tepat pada proses pewarnaan menggunakan pewarna giemsa. Ketelitian dan ketepatan sangat diperlukan dalam setiap tahap pembuatan sediaan preparat apusan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pewarna giemsa yang digunakan, waktu inkubasi sampel darah, dan suhu inkubasi sampel darah yang optimal dalam metode aktifitas fagositosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimen, dengan menerapkan variasi konsentrasi giemsa, waktu inkubasi, dan suhu inkubasi pada proses pembuatan sampel darah untuk fagositosis, kemudian dilakukan proses pengamatan sel darah ikan dan masing masing hasil pengamatan dibandingkan untuk mengetahui hasil yang terbaik. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi dari pekerjaan rutin penulis di Laboratorium Budidaya Ikan Divisi Penyakit Dan Kesehatan Ikan. Berdasarkan hasil dari penelitian yang divisualisasikan melalui pengamatan mikroskop, maka dapat disimpulkan bahwa pada metode aktifitas fagositosis konsentrasi giemsa yang digunakan adalah 100%, waktu inkubasi sampel darah terbaik adalah 40 menit, dan suhurmasalahan yang sering terjadi di Laboratorium Budidaya Ikan Divisi Penyakit Dan Kesehatan Ikan adalah pra inkubasi sampel darah terbaik adalah 30oC dan secara signifikan berpengaruh terhadap kualitas gambaran sel darah ikan. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk menunjang bahan pengajaran dan praktikum mahasiswa, membantu para peneliti untuk menjawab permasalahan yang timbul serta sangat diperlukan dalam menunjang diagnosa ikan.