cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
sekre-jtmpl@adm.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal TEMAPELA
Published by Universitas Andalas
ISSN : 26210878     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium ini merupakan jurnal elektronik yang memuat artikel ilmiah tentang Teknologi dan Manajemen Pengelolaan sebuah laboratorium, terutama laboratorium Pendidikan dan penelitian. Disamping itu, jurnal ini juga sebagai wadah komunikasi ilmiah antara Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dengan pihak-pihak yang biasa bekerja di laboratorium baik sebagai pengelola, peneliti maupun laboran. Setiap naskah yang terbit telah disertai dengan DOI sehingga naskah akan tersedia secara luas di dunia maya.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Peran Laboratorium Sebagai Pusat Riset Untuk Meningkatkan Mutu Dari Lembaga Pendidikan Pada Jurusan THP_FTP_UNEJ Subekah Nawa Kartikasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.542 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.1.17-27.2019

Abstract

Mengingat strategisnya posisi laboratorium dalam manajemen perguruan tinggi, maka perlu perangkat laboratorium dapat menunjang pelaksanaan pendidikan pada perguruan tinggi berjalan secara efektif dan efisien. Kualitas pengelolaan laboratorium di THP_FTP_UNEJ dapat diketahui melalui evaluasi personal laboratorium. Hal tersebut dimaksudkan agar kegiatan laboratorium mampu memenuhi kebutuhan pengguna secara efektif dan efisien, serta merata untuk semua pengguna. Tujuan penelitian adalah mengetahui kualitas pengelolaan, menjaga mutu laboratorium dan tingkat keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, studi observasi, dan angket secara kualitatif. Sarana peralatan dan penunjang laboratorium alat katagori 1, 2 dan 3 yang berada dilaboratorium cukup lengkap, serta mukhtahir menunjukkan nilai 38,55 - 45,13% dengan skor baik.Ketersediaan bahan kimia mempunyai nilai 35,15 % dengan skor baik dan penggunaan fasilitas laboratorium mudah dan transparan mempunyai nilai (41,72%) dengan skor baik. Pemeliharaan dan kalibrasi peralatan menunjukkan nilai 64,17 % dengan nilai kurang baik. Peran PLP dilaboratorium menunjukkan nilai 25-36% dengan skor memuaskan. Berdasarkan integritas dan kinerja PLP menunjukkan nilai 25 - 36 % dengan skor memuaskan. Lembaga juga memfasilitasi program training, seminar yang diperlukan PLP.
Teknik Penyimpanan Kriopreservasi Pada Biakan Agrobacterium Tumefaciens : Bahan Penelitian Di Laboratorium Terpadu Dan Sentra Inovasi Teknologi Universitas Jember Purnama Okviandari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.358 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.2.97-101.2019

Abstract

Abstrak Teknik Penyimpanan Krioproservasi Biakan Agrobacterium tumefaciens : Bahan Penelitian di Laboratorium Terpadu dan Sentra Inovasi Teknologi Universitas Jember. Penelitian merupakan kegiatan yang memerlukan bahan yang berkualitas, salah satu cara menjaga kualitas bahan dengan tehnik penyimpanan yang baik. Pemilihan penggunaan tehnik kriopreservasi pada penelitian ini bertujuan menjaga viabilitas bakteri dalam jangka waktu tertentu. Teknik kriopreservasi yang digunakan disesuaikan dengan ketersediaan alat pendingin yang ada. Diharapkan dengan penggunaan tehnik kriopreservasi dapat meningkatkan efiisiensi dan viabilitas sel dalam jangka waktu enam bulan penyimpanan. Penelitian dilakukan di laboratorium Biologi Molekul dan Bioteknologi menggunakan Agrobacterium tumefaciens strain GV yang sudah terinsersi gen SPS dalam plasmid pKYS (GVpKYS SPS). Bakteri ditumbuhkan pada media yeast, peptone NaCL dengan penambahan antibiotik 100 ppm rifampisin, 12,5 ppm gentamisin dan 50 ppm kanamisin. Dalam biakan bakteri ditambahkan 15% gliserol sebagai kreoprotektan, kemudian dilakukan pembekuan menggunakan nitrogen cair (-196 °C) dan disimpan selama 6 bulan pada suhu dingin. Analisa yang dilakukan adalah uji viabilitas bakteri dan stabilitas genetik diawal dan akhir masa simpan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyiapkan bahan penelitian yang berkulaitas dan memberikan informasi teknik penyimpanan dingin yang baik dan effisien pada biakan A. tumefaciens khususnya dan bakteri lain pada umumnya. Abstrac Cryoproservation Storage Technique for Agrobacterium tumefaciens Culture : Research Material in Center for Devolepment of Advance Science and Technology (CDAST) University of Jember. This research has tole requires quality materials, one of the way to maintain the quality of materials with good storage techniques. Choosing cryopreservation techniques in this study aims to maintain viability of bacteria in a certain period of time. The cryopreservation technique used is adjusted to the availability of existing cooling devices. It is expected that the use of cryopreservation techniques can improve efficiency and viability of cell within six months of storage. The research was conducted in the Molecular Biology and Biotechnology laboratory using Agrobacterium tumefaciens strain GV which was inserted into the SPS gene in plasmid pKYS (GVpKYS SPS). The bacteria are grown on the yeast, NaCL, peptone media. with the addition of 100 ppm antibiotic rifampicin, 12.5 ppm gentamicin and 50 ppm kanamycin. In culture the bacteria added 15% glycerol for cryoprotectant, then it is freezeed using liquid nitrogen (-196 °C) and stored for 6 months in cold temperatures. The analysis carried out was a viability of bacterial test and genetic stability at the beginning and end of the shelf life. The results of this study are expected to be able to prepare quality research materials and provide information on good and efficient cold storage techniques in particular culture of A. tumefaciens and other bacteria.
Analisis Perbedaan Kadar Gula Pereduksi Dengan Metode Lane Eynon Dan Luff Schoorl Pada Buah Naga Merah (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) Renita Afriza; Isma nilda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.823 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.2.90-96.2019

Abstract

Gula pereduksi adalah golongan karbohidrat yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya glukosa dan fruktosa.. Semua monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa, maltosa), kecuali sukrosa dan pati (polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi. Kandungan karbohidrat dalam bahan pangan dapat ditentukan dengan berbagai metode, yaitu secara kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif ada beberapa uji seperti test molish, moore, bennedict, barfood, Iodium dan selliwanoof. Uji karbohidrat yang resmi ditetapkan oleh BSN dalam SNI 01-2891-1992 yaitu analisis total karbohidrat dengan menggunakan metode Luff Schoorl. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula pereduksi pada buah naga merah dengan menggunakan metode Lane Eynon yaitu 4,21%, sedangkan rata-rata kadar gula pereduksi pada buah naga dengan menggunakan metode Luff Schoorl yaitu 2,87 %. Hal ini berbeda dengan kandungan karbohidrat buah naga merah berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia yaitu 9,1 %. Pengujian lebih lanjut dan mendalam tentang penggunaan metode kadar gula pereduksi (metode SNI dan tidak SNI) dapat dilakukan dengan membandingkan beberapa sampel (kearifan lokal) dengan perlakuan tingkatan berat sampel yang berbeda-beda sehingga didapatkan kadar gula pereduksi yang lebih akurat.
Desain Dan Aplikasi Pembuatan Instalasi Gas Laboratorium (Studi Kasus Di Laboratorium Kimia Fisika FMIPA UGM) Dari Pipa Stainless Steel wangsa wangsa wangsa; prastyo prastyo
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.402 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.2.82-85.2019

Abstract

Telah dilakukan desain dan aplikasi pembuatan instalasi gas dari pipa stainless steel di Laboratorium Riset Kimia Fisika Departemen Kimia Fakultas MIPA UGM. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan instalasi gas laboratorium dari bahan pipa stainless steel. Pipa stainless steel yang digunakan berdiamater 0.003175 m dengan ketebalan 0.173 m. Instalasi gas dirangkai untuk instalasi gas hidrogen, nitrogen, dan oksigen. Satu set rangkaian instalasi dibuat bercabang yaitu satu input dan dua output, tujuannya agar dapat digunakan 2 reaksi yang berbeda dalam satu waktu. Uji coba kesetabilan laju alir gas memberikan hasil bahwa instalasi gas stainless steel lebih stabil dibandingkan dengan instalasi gas dari selang air, dimana Nilai regresi linier grafik waktu versus laju aliran gas pada instalasi gas stainless steel adalah 0,9996. Sedangkan nilai regresi instlasi gas selang air adalah 0,8328.
Evaluasi Kinerja Prototipe ORIFICE DISCHARGE suhardi suhardi suhardi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.513 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.2.59-64.2019

Abstract

Peralatan Orifice discharge merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur laju aliran air yang keluar melalui outlet dengan diameter 13mm. Aliran air yang melalui piringan berlubang ini akan mengalami kerugian tenaga sehingga menyebabkan perubahan pada parameter pengukuran debit yang menyebabkan terjadi perberbedaan antara debit aktual dengan debit teoritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi peralatan orifice discharge dalam simulasi pengukuran kecepatan aliran dan debit dengan berbagai tinggi air pada manometer. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data atau sampel dari percobaan di laboratorium menggunakan peralatan orifice discharge. Data yang diperoleh dari pengukuran dianalisis sehingga dihasilkan kelayakan kinerja dari peralatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi pengukuran debit dan kecepatan aliran air menggunakan peralatan orifice discharge sangat akurat dengan nilai koefisien kalibarsi 0,77.
Penentuan Limit Deteksi Metode Pengujian Logam Cd Dan Pb Dalam Air Secara SSA-NYALA Yuniar Yuniar; Siti Nuraini
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.739 KB)

Abstract

Telah dilakukan penentuan limit deteksi metode pengujian logam Cd dan Pb dalam air metode Nyala-SSA. Penentuan limit deteksi metode dilakukan dengan mengukur absorbansi sampel yang mengandung analit terendah yang memberikan nilai absorbansi berbeda dari blanko dengan mengaplikasikan metode SNI untuk logam Cd dan Pb secara lengkap. Hasil pengukuran di evaluasi secara statistik meliputi akurasi (%R), presisi (%RSD) dan MDL. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan %R dan %RSD yang diperoleh dengan batas keberterimaan R 90-110%, RSD berdasarkan persamaan Horwitz dimana Cd ≤ 19,34% dan Pb ≤13,64%, dan MDL < baku mutu kualitas air. Baku mutu Cd < 0,01 mg/L dan Pb < 0,03 mg/L sesuai dengan permen RI No 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hasil penelitian Cd diperoleh nilai R 98,93%, RSD 0,8716% dan MDL sebesar 0,0076 mg/L. Sedangkan Pb diperoleh nilai R 100,91%, RSD 9,91% dan MDL sebesar 0,0628 mg/L. Hasil evaluasi diketahui %R dan % RSD Cd dan Pb masih memenuhi batas keberterimaan. Sedangkan untuk MDL Pb masih lebih besar dari baku mutu yang dipersyaratkan oleh permen RI Nomor 82 tahun 2001. Sehingga metode pengujian Pb belum bisa dilakukan untuk pelanggan yang mempersyaratkan berdasarkan peraturan tersebut
Pengaruh Variasi Waktu Inkubasi Terhadap Kadar Hemoglobin Metode Drabkin’s Dengan Mikro Lab 300 YUSNIATI YUSNIATI
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.36 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.2.86-89.2019

Abstract

Pemeriksaan hemoglobin dalam darah mempunyai peranan yang penting dalam diagnosa suatu penyakit. Hemoglobin juga berperan penting dalam mempertahankan bentuk sel darah merah yang bikonkaf, dimana jika terjadi ganguan pada bentuk sel darah merah maka keluwesannya dalam melewati kapiler jadi berkurang. Manfaat lainnya adalah untuk mengetahui ada tidaknya gangguan kesehatan pada pasien, misalnya kekurangan hemoglobin, perkembangan penyakit yang yang berhubungan dengan anemia dan polisitemia. Di laboratorium sering kita jumpai mengabaikan masa inkubasi dalam pemeriksaan Hb. Masa inkubasi yang seharusnya 10 menit menjadi berkurang dan terkadang sampel pemeriksaan Hb dibaca setelah melewati masa inkubasi karena banyak jumlahnya sampel yang akan diperiksa atau masalah teknis lainnya, sehingga dikhawatirkan mengeluarkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel berupa darah manusia berjumlah 20 sampel. Pemeriksaan Kadar Hb menggunakan 5 variasi waktu 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Pemeriksaan Kadar Hb dengan metode Drabkin`s menggunakan alat spektrofotometer digital (Mikro lab 300). Data dianalisis dengan uji Normalitas dan dilanjutkan dengan uji Anova. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rerata kadar hemoglobin darah (gr/dl) dengan waktu inkubasi 10 menit adalah 14,23 ±2,17, waktu inkubasi 20 menit adalah 14,20 ±2,16, waktu inkubasi 30 menit adalah 14,19 ±2,15, waktu inkubasi 40 menit adalah 14,20 ±2,15 dan waktu inkubasi 50 menit adalah 14,22 ±2,15. Hasil Uji Anova didapatkan nilai p = 1, secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar Hb dengan variasi waktu inkubasi. Metode Drabkin`s sangat baik digunakan untuk pemeriksaan Hb karena cukup stabil sampai waktu inkubasi 50 menit.
Studi Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Laboratorium Jurusan Fisika Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Nurun Nayiroh
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.663 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.2.65-74.2019

Abstract

This study aims to find out 1) the implementation of Occupational Safety and Health (K3); 2) obstacles in implementation (K3); and 3) efforts that can be made to overcome obstacles in the implementation of K3 in the laboratory department of Physics UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques include, interviews, observation, and documentation. The subjects in this study were students, lecturers, and the Head of the Laboratory, by determining samples using snowball sampling techniques. The data validity technique used is source triangulation. The results of the study: 1) occupational safety and health in the Physics study program laboratory have been carried out, but conditions are still found where the K3 indicators do not meet the requirements and need to be improved. 2) Obstacle to the implementation of K3 from human factors, namely; there are still users who do not comply with the rules and SOP. Then seen from environmental factors, namely; handling old damaged equipment, inadequate K3 facilities and infrastructure, improper electrical arrangement, and some laboratories without ventilation. Efforts made by the Physics study program laboratory manager to overcome obstacles in the implementation of K3, namely; make alternative replacements for damaged equipment with their own assemblies, borrow cleaning equipment to cleaners to clean the laboratory, make writings on K3 appeals posted on the walls as K3 signs, electrical plugs on the floor covered with black plaster and given signs, made artificial ventilation and added a blower, gave an appeal at the beginning of each practicum meeting (briefing practicum) and supervision by assistants and laboratory assistants during the practicum, and put up posters of appeals about the use of tools in accordance with the SOP posted on the laboratory wall.
Perancangan Pemancar Dan Penerima Modulasi Digital FSK Berbasis Serat Optik Menggunakan Metode Splising Dan Adapter Untuk Modul Praktikum Optik aprinal adila asril
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.154 KB) | DOI: 10.25077/temapela.2.2.75-81.2019

Abstract

This research aims to design practicum modules for optical cable transmission systems with fiber optic cable (fiber optic) connection systems. This research was conducted by design and experimental methods. The practicum module that is designed consists of the transmitter and receiver parts using a Digital modulation system. The results of this module design will be tested, measured, and analyzed in the delivery of information using FSK digital modulation and the damping effect of informatio received due to the connection of optical fibers to the transmission system. Splicing is done using the fusion splicer (splising) method and adapters. The two connection methods will be compared to the measurement results, especially the damping value. The results of the study are an Optical practicum module using optical signal transmission media as well as a practicum module (jobsheet). The module that is designed will be one of the Practicum modules to support the eyes of the optical fiber communication system in the State Polytechnic Telecommunications Engineering Study Program.
Rosella Flower Dyes as A Substitute for Fuchsin Sundari sundari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (Temapela)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/temapela.3.1.25-28.2020

Abstract

Along with the needs of quality preparations, of course the ingredients needed must be good, except the coloring preparations. Dyes that are widely used in practical activities are synthetic dyes. However, natural dyes from plants are preferred due to the efficiency in their use while working with the same function. Natural dyes are safer to use even though the degree of stability to heat, light and acidity is uncertain. The purpose of this study was to determine if rosella flower extract (Hibiscus sabdariffa) could be used as a substitute for fuchsin in Gram staining. This research was conducted by the experiments with laboratory scale using in vitro method. The results of the study concluded that rosella flower extract could not be used as natural dye for bacterial staining particularly for Staphylococcus aureus and E.coli bacterial preparations.