cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Tingkat Pengetahuan Generasi Millennial terhadap Faktor Resiko Diabetes Melitus Tipe 2 Dikha Ayu Kurnia; Dewi Ayu Pratiwi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.17.1.29-41.2021

Abstract

Dewasa ini, maraknya tren makanan cepat saji dengan makanan yang banyak mengandung pemanis dan lemak menyebabkan perubahan pola makanan dan diet yang tidak seimbang pada generasi millennial. Konsumsi pemanis makanan dan makanan berlemak secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan resistensi insulin yang berimplikasi pada terjadinya diabetes melitus tipe 2. Pengetahuan yang memadai terkait hal ini seharusnya dimiliki oleh generasi millennial agar mereka dapat meminimalkan resiko serta dampak dari penyakit tersebut. Akan tetapi belum ada penelitian tentang pengetahuan generasi millenial mengenai konsumsi pemanis makanan dan makanan berlemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pemanis makanan dan makanan berlemak pada generasi millennial. Metode penelitian dalam ini adalah deksriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada generasi millennial sebanyak 109 responden. Penelitian menunjukan bahwa 70,6 % (n=109)  berpengetahuan cukup. Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup terhadap pemanis makanan dan makanan berlemak sehingga diperlukan upaya edukasi lebih lanjut.
Pemberian Komunikasi Terapeutik Pada Pasien Skizofrenia Dalam Mengontrol Halusinasi Di RS Jiwa Menur Surabaya Yosi Apriliani; Esti Widiani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.16.2.61-74.2020

Abstract

Hallucinations are absorption (perception) of the five senses without any stimulation from outside. The way to control hallucinations is by conducting therapeutic communication. Therapeutic Communication is communication done by nurses during nursing interventions to help the patient's healing process and help patients overcome the problems they face through communication. Nurse's therapeutic communication has four phases of communication namely the phase of pre-interaction, orientation or introduction, work and termination. This study aims to improve the ability of schizophrenia patients in controlling hallucinations in Menur Mental Hospital Surabaya. The method in this research was a case study using two subjects. The results of this study indicate that after doing therapeutic communication with a frequency of 6 sessions in 6 days both subjects experienced an increase in the ability to control hallucinations. Therapeutic communication can improve the ability to control the hallucinations of the subject if it is done in stages according to the process that can be used.
Pengaruh Faktor Persepsi Mahasiswa Dalam Pengelolaan Ruang Rawat Inap Terhadap Kepuasan Mahasiswa Dalam Praktek Klinik Keperawatan Di RSUD Pariaman Mechi Silvia Dora; Dini Qurota Ayuni
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.16.2.103-108.2020

Abstract

Pendahuluan :Keberhasilan mahasiswa dalam praktek klinik keperawatan sangat ditentukan bagaimana pengelolaan ruang rawat inap yang dipersepsikan mahasiswa sebagai bentuk pengalaman yang dibutuhkan. Faktor persepsi mahasiswa tentang kepemimpinan pembimbing klinik, supervisi kepala ruangan, koordinasi antar pembimbing praktek dan lingkungan kerja praktek mempengaruhi kepuasan mahasiswa dalam praktek klinik keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor persepsi mahasiswa dalam pengelolaan ruang rawat inap terhadap kepuasan mahasiswa dalam praktek klinik keperawatan.Metode :Jenis penelitian adalah observasional dengan metode analisis kuantitatif. Desain penelitian ini merupakan studi cross sectional. Jumlah sampel populasi 100 orang dengan proportinate random sampling, Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner.        Hasil:Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan persepsi mahasiswa tentang kepemimpinan pembimbing klinik (p -value 0,003), supervisi kepala ruangan (p-value 0,042), koordinasi antar pembimbing praktek (p-value 0,032), dan lingkungan kerja praktek (p-value 0,033) dengan kepuasan mahasiswa dalam praktek klinik keperawatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan yang paling berpengaruh  terhadap kepuasan mahasiswa dalam praktek klinik keperawatan adalah tentang kepemimpinan pembimbing klinik (p-value 0,012 < 0,05 dan Exp (B) 3,436) dan lingkungan kerja (p- value 0,010 < 0,05 dan Exp (B) 2,285) terhadap kepuasan mahasiswa dalam praktek klinik keperawatan.Pembahasan :Ada pengaruh bersama-sama persepsi mahasiswa tentang kepemimpinan pembimbing klinik dan lingkungan kerja terhadap kepuasan mahasiswa dalam praktek klinik keperawatanSaran/ Rekomendasi:Meningkatkan keterampilan pembimbing klinik berupa memberikan penilaian secara langsung saat tindakan keperawatan, meningkatkan sikap terbuka dan mampu memberikan keyakinan kepada mahasiswa untuk bisa melaksanakan prosedur tindakan keperawatan.
Active Cycle Of Breathing Technique Terhadap Fungsi Paru pada Pasien Paska Operasi Bedah Jantung Fakrul Ardiansyah; Elly Nurachmah; Muhamad Adam
Ners Jurnal Keperawatan Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.17.1.42-46.2021

Abstract

The pulmonary complications after cardiac surgery is estimated to be 2-4%.  These complication increase the length of hospital stay and increase cost. Postoperative cardiac surgery care focuses on pulmonary function with active cycle of breathing technique (ACBT). This study aimed to identify the effectiveness of ACBT in recovery pulmonary function in postoperative cardiac surgery. This study used pra experiment method involving 30 respondents  with purposive sampling technique in adult surgery intensive care unit and Surgical ward. This group applies ACBT for 4 days: 2x/day, duration 15 minutes/session on 1st and 2nd  day after surgery; 1x/day, duration 15 minutes/session on 3rd and 4th day after surgery. The Peak Expiratory Flow Rate is evaluated with Peak flow meter tools. The pre test data were obtainedd on the pre operation and the post test data were obtained on the 3rd day after surgery.  This data analyzies with distribution mean and wilcoxon. The result distribution mean of Peak Expiratory Flow (PEF) pre test is 420,33 l/minute and the post test is 432,33 l/minute. The result of wilcoxon test is p=0,001< α=0,05,  it is show that significant effect in  PEF (Peak Expiratory Flow) pre, 3rd day PEF. ACBT consists of deep breathing and hold breathing, so the air flow easier  and the discharge mucous, on the last step is the huffing technique. It is not require stretgh to discharge mucous and reduce pain. ACBT can be used as a nursing intervention for airway management to recovery pulmonary function in postoperative cardiac surgery.  Keywords: active cycle of breathing technique, postoperative cardiac surgery, and pulmonary function
Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Resiko Tertular Covid-19 pada Masyarakat Sulawesi Utara Erika Emnina Sembiring; Maria Lupita Nena Meo
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.16.2.75-82.2020

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjadi pandemi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Penularan Covid-19 di Indonesia berlangsung sangat cepat dan mengenai 34 provinsi, bahkan banyak provinsi yang menjadi zona merah. Sulawesi utara sendiri termasuk kedalam provinsi dengan penularan Covid-19 yang sangat cepat. Pengetahuan dan  sikap masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 sangatlah penting untuk dapat mengurangi resiko tertular antara sesama masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan resiko tertular Covid-19 pada masyarakat Sulawesi Utara. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 400 orang yang dipilih dengan menggunakan metode consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner google form dan dianalisa menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan resiko tertular Covid-19 pada masyarakat Sulawesi Utara dengan nilai p (0,000). Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif dari masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dapat membuat masyarakat melakukan tindakan nyata untuk mengurangi resiko tertular Covid-19.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecanduan Internet pada Siswa SMA N "X" Padang Feri Fernandes; Aprini Yulian Sari; Mahathir Mahathir
Ners Jurnal Keperawatan Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.17.1.1-13.2021

Abstract

Perubahan biologis, psikologis dan sosial pada remaja membuat remaja mengalami masalah kesehatan di masyarakat. Kemudahan akses internet saat ini membuat remaja lebih rentan terhadap kecanduan internet. Penelitian ini berfokus pada faktor yang mempengaruhi kecanduan internet seperti stres akademik, kelekatan keluarga dan kelekatan teman sebaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stres akademik, kelekatan keluarga dan kelekatan teman sebaya dengan kecanduan internet di SMAN “X” Padang. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja SMAN “X” Padang. Total sampel sebanyak 284 remaja. Responden direkrut menggunakan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan Pearson. Hasil untuk variabel stres akademik menunjukkan hubungan yang bermakna, kekuatan hubungan kuat dan arah hubungan positif terhadap kecanduan internet (p = 0,000), variabel kelekatan keluarga menunjukkan hubungan yang bermakna, kekuatan sedang dan arah hubungan negatif terhadap kecanduan internet (p = 0,000), sedangkan variabel kelekatan teman sebaya menunjukkan kekuatan hubungan yang sangat lemah, bermakna dan memiliki arah yang negatif dengan kecanduan internet (p = 0,000). Stres akademik memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kecanduan internet pada remaja SMAN “X” Padang. Untuk mengelola stres akademik yang dialami siswa penting adanya layanan bimbingan dan konseling agar siswa mendapatkan bantuan menurunkan stres yang dialami siswa dan fungsi sebagai siswa dapat dioptimalkan.Kata kunci: stres akademik, kelekatan keluarga, kelekatan teman sebaya, kecanduan internet
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Relapse Pada Skizoprenia Dewi Eka Putri; Feri Fernandes
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.16.2.38-44.2020

Abstract

Di Indonesia fenomena skizofrenia setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Kondisi ini juga dialami oleh penduduk di Sumatera Barat. Salah satu masalah dalam penanganan skizofrenia adalah relapse atau kekambuhan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya relapse pada skizofrenia.Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan relapse pada pasien skizofrenia di sumatera barat. Desain analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian adalah 145 pasien dengan skizofrenia dan keluarganya yang berkunjung ke poli rawat jalan RSJ HB. Saanin Padang.Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga, LEE, sikap keluarga dan kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan skor relapse median 1,00 yang berarti pasien mengalami relapse, dukungan keluarga rata-rata 74,27, sikap keluarga rata-rata 33,21 dan  kepatuhan minum obat rata-rata 9,92 serta level ekspresi emosi rata-rata 140. Ditemukan ada hubungan yang bermakna antara relapse dengan kepatuhan minum obat dan level ekspresi emosi keluarga namun tidak ada hubungan relapse dengan dukungan keluarga dan sikap keluarga. Diharapkan kepada perawat untuk membantu pasien dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan melatih keluarga untuk dapat menurunkan tingkat ekspresi emosi dalam merawat pasien dengan skizofrenia. Kata kunci : ekspresi emosi, keluarga , relapse, skizofrenia
Studi Cross Sectional: Komunikasi Orang Tua Membentuk Perilaku Seksual Remaja Agus Sri Banowo; Haristio Maulana
Ners Jurnal Keperawatan Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.17.1.47-53.2021

Abstract

Adolescent is in significant developmental transition with state of confusions and inqueries. In their development, adolescent is in a critical period of sexuality development, where adolescents will experience emotional and social development involving sexual attraction and dating. This study aims to determine the relationship between parental communication and risky sexual behavior in adolescent. This study was a quantitative study using correlative descriptive method with cross sectional design. This study used the SCS (Sexual Communication Scale) questionnaire. The results of the chi square statistical analysis showed significant value of p = 0.000 (p <0.05), it was concluded that there was a significant relationship between communication between parents and adolescents with risky sexual behavior. These results suggest that nurses with a family nursing care approach have to begin improving appropriate parental communication in facilitating care of adolescent in order to control expected sexual behavior.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Pencegahan Coronavirus Disease (COVID-19) pada Masyarakat Sulawesi Utara Lenny Gannika; Erika Emnina Sembiring
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.16.2.83-89.2020

Abstract

Latar Belakang :  Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang terjadi dunia termasuk di Indonesia telah menyebabkan munculnya kebiasaan-kebiasaan baru masyarakat. Peningkatan kasus terkonfirmasi positif yang semakin hari semakin meningkat tanpa memandang latar belakang termasuk tingkat pendidikan seseorang membuat masyarakat harus sadar tentang pentingnya melakukan pencegahan penyakit COVID-19 ini. Tujuan : mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat Sulawesi Utara. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 390 responden. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner secara online melalui https://bit.ly/3gOVe5h . Analisa data menggunakan uji pearson chi square. Hasil uji menunjukkan nilai P=0,000  < 0.05 yang artinya  ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat Sulawesi Utara. Kesimpulan: semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin baik pula perilaku pencegahan COVID-19. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Perilaku Pencegahan COVID-19  
Pengetahuan dan Sikap Perawat berpengaruh terhadap Tindakan Triase di Instalasi Gawat Darurat Sahrudi Sahrudi; Akhyarul Anam
Ners Jurnal Keperawatan Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.17.1.14-20.2021

Abstract

Triase merupakan tindakan penting yang ada di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Perawat triase merupakan orang pertama yang ditemui oleh pasien ketika datang  di IGD. Pengetahuan perawat tentang triase merupakan kunci dalam pengambilan keputusan dalam hal triase. Pengambilan keputusan yang efektif dapat memengaruhi keberhasilan tindakan yang dilakukan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap perawat terhadap tindakan triase di IGD Rumah Sakit Umum Daerah Koja. Metode penelitian menggunakan studi cross-sectional deskriptif kuantitatif dilakukan di IGD RSUD Koja. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang dikembangkan oleh peneliti dan didasarkan pada literatur yang ada tentang triase di IGD. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 60 responden.  Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan tingkat pengetahuan perawat IGD terhadap tindakan triase dengan P-value = 0,030 dan nilai OR = 0,99. Terdapat hubungan signifikan antara sikap perawat IGD terhadap tindakan triase dengan P-value = 0,002 dan nilai OR = 9,8. Penelitian ini merekomendasikan kepada perawat agar senantiasa mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan tindakan kegawatdaruratan sehingga tercapainya optimalisasi pelayanan di IGD sebagai garda terdepan suatu Rumah Sakit.