cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Pengaruh Pelatihan Komunikasi ISOBAR (Identify, Situation, Observations, Background, Assesment, Recomendation) Terhadap Pengetahuan dan Kualitas Pelaksanaan Operan Di RSUD Padang Pariaman Candra Deni Mairosa; Rizanda Machmud; Jafril Jafril
Ners Jurnal Keperawatan Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.024 KB) | DOI: 10.25077/njk.15.2.92-102.2019

Abstract

Komunikasi operan merupakan transfer informasi terkait pasien untuk kesinambungan asuhan yang diberikan. Kesalahan dalam transfer informasi pasien dapat mengakibatkan kelalaian pengobatan, asuhan tidak tepat dan kematian, untuk itu perlu kerangka komunikasi agar informasi yang disampaikan cepat, tepat dan akurat. ISOBAR merupakan kerangka komunikasi operan yang lebih terstruktur, lengkap dan akurat sehingga menunjang keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pelatihan komunikasi ISOBAR terhadap pengetahuan dan kualitas pelaksanaan operan di RSUD Padang Pariaman. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Experimental Pre – Post Test With control Group. Teknik pengambilan sampel denga systematik random sampling. Yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah ketua tim dan penanggung jawab shift dengan jumlah 23 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah uji statistik Man-Whitney untuk melihat perbedaan kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh pelatihan komunikasi ISOBAR terhadap pengetahuan (p=0,000) dan kualitas pelaksanan operan (p=0,000) pada kelompok intervensi. Diharapkan pihak Rumah Sakit dapat menggunakan komunikasi ISOBAR dalam operan untuk meningkatkan kualitas SDM dan membuat kebijakan tentang penerapan komunikasi ISOBAR dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Peran Perawat Dalam Pencegahan Medication Error Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Awal Bros Batam Novi Yulianti; Hema Malini; Sri Muharni
Ners Jurnal Keperawatan Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.434 KB) | DOI: 10.25077/njk.15.2.130-139.2019

Abstract

AbstractMedication Error is an event that not only can harm the patient but also may endanger the safety of patients conducted by health workers, especially for patient safety. This study aims to examine and analyze the role of factors that contribute to the nurse's role in preventing medication error in hospitals Awal Bros Batam. This research method is quantitative using observational analytic study design to examine the relationship between the two variables studied. This research was conducted on a sample of 73 nurses at the Awal Bros Batam inpatient room consisting of six general rooms and two high-care units. The results of this study indicate that the statistical test showed p-value = 0.042; thus, there is no significant correlation between the perception of the workload with the role of nurses. There is a significant relationship of knowledge to the role of nurses p-value = 0.014, no significant association between the attitudes of nurses with nurse's role p-value = 0.009. The further recommendation to the hospital improves medication safety at the inpatient ward Awal Bros Batam Hospital, to use unit-dose dispensing system (UDD), as well as the use of electronic in the form of barcodes. Keywords: The role of the nurse, the perception of the workload, medication error AbstrakMedication error adalah peristiwa yang tidak hanya dapat membahayakan pasien tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan, terutama untuk keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peran perawat dalam mencegah Medication error di rumah sakit Awal Bros Batam. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional untuk menguji hubungan antara kedua variabel yang diteliti. Penelitian ini dilakukan pada sampel 73 perawat di ruang rawat inap di Rumah Sakit Awal Bros Batam yang terdiri dari enam kamar umum dan dua unit perawatan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji statistik menunjukkan p-value = 0,042; dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi beban kerja dengan peran perawat, terdapat hubungan yang signifikan  antara pengetahuan dengan peran perawat (p-value = 0,014), dan terdapat yang signifikan antara sikap perawat dengan peran perawat (p-value = 0,009). Rekomendasi lebih lanjut ke rumah sakit meningkatkan keamanan obat di bangsal rawat inap Rumah Sakit Awal Bros Batam, untuk menggunakan unit-dosis dispensing system (UDD), serta penggunaan elektronik dalam bentuk barcode.Kata kunci:  :  The role of the nurse, the perception of the workload, medication error
Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perilaku Bullying pada Anak Novi Herawati; Deharnita Deharnita
Ners Jurnal Keperawatan Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.969 KB) | DOI: 10.25077/njk.15.1.60-66.2019

Abstract

Bullying is a part of the child's aggressive behavior repeatedly towards his friends or other students that causes victims. Persecuted even on the Playground by Richard Werly in Liberation magazine in Japan at 2001, 10% of students who were stressed due to bullying had already committed at least one suicide attempt. Data of KPAI that from 2011 to 2015 at least 1,850 cases of violence (bullying) occurred at school and outside of school. The research is descriptive, to describe the causes of bullying behavior in children at Solok City Junior High School 2 in 2018. The population was 381 people, with a simple random sampling technique with a sample of 79 people. Data collection with questionnaire at  May 22-28 2018, with  univariate analysis. The results obtained were more than 70.9% of respondents doing forms of physical bullying in the form of hitting, more in part (58.2%) verbally in the form of dubbing, more in part (78.5%) mentally in silence (not care), the cause of bullying behavior from family factors is more partial (82.3%) because of the noise at home, from school factors, less (46.8%) ignore problems between schools, from peer factors more in part (77.2%) because friends like taunting other friends. It is expected that the school especially BK teachers can give extra attention to the behavior of students in schools to prevent bullying occurring in school. Keyword: students, bullying, causative factors
Pengaruh Pemberian Pursed Lip-Breathing, Diaphragmatic Breathing, dan Upper Limb Stretching Terhadap Skala Dispnea pada Pasien PPOK Imron Rosyadi; Defriman Djafri; Dally Rahman
Ners Jurnal Keperawatan Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.996 KB) | DOI: 10.25077/njk.15.2.103-109.2019

Abstract

Respiratory muscle weakness in patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) was a problem that can affect the patient's ability to conduct daily activities. The aim of this study to see the difference between the intervention group given the pursed-lip breathing exercises, diaphragmatic breathing, and upper limb stretching with the control group which not given therapy. 38 COPD patients were grouped into intervention groups (n = 18) and control group (n = 18) randomly. The intervention group was given pursed-lip breathing, diaphragmatic breathing, and upper limb stretching for 4 weeks as much as two times for each week, while the control group was not given exercise. The dyspnea scale was measured using the MRC Dyspnea Scale questionnaire and was categorized as Mild (scale 1), Medium (2-3 scale), and Severe (scale 4-5). The result showed there was a difference in dyspnea (p-value 0.008) for intervention group and there is no difference in the dyspnea for control group that was not given exercise (0.655). In conclusion, pursed lip breathing, diaphragmatic breathing, and upper limb stretching can give more significant benefits when done sustainably, especially for COPD patients.
Efikasi Diri Anak Usia 6-18 Tahun Yang Mengalami Thalasemia Stella Pramasita; Lina Dewi Anggraeni
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.895 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.1-9.2020

Abstract

Thalassemia patient should undergo a repeated treatment, so it causes side effects on his health both physically and psychologically.The most common psychological problem suffered by the patient is the decreasing of self efficacy which affects the attitude and mindset of children with thalassemia.The purpose of the research is to find out the 6-18 years old children self efficacy portrayal with thalassemia on hospital X, West Jakarta. The research design is using quantitative descriptive and cross sectional approach and questionnaire with interview as the instrument. The sampling technique used is total sampling with the number of sample is 50 children, conducted on January 2019. Data analysis using shapiro wilk normality test and frequency distribution test. The result of the research shows that 62% including 6-12 years with 60% female sex, respondents who underwent therapy <10 years as much as 52% with early age diagnosed at <1 year as much as 38%. Self efficacy is high in the 13-18 year age group as much as 63.2%, self-efficacy on the general aspects in the 6-12 year age group (58.1%) and 13-18 years old (57.9%) are categorized good, self efficacy on the aspect of strength in the 6-12 year age group (74,2%) and 13-18 year old (73,7%) are categorized good and a high self efficacy on the aspect of level in the 13-18 year age group as much as 63,2%. It is recommended that children with thalassemia can control their self efficacy every day as an effort to maintain their health.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penanganan Henti Jantung di Wilayah Jakarta Utara Rahma Hidayati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.13 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.10-17.2020

Abstract

AbstrakHenti jantung merupakan salah satu keadaan gawat darurat yang sering terjadi di masyarakat. Mengingat henti jantung dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, maka dibutuhkan kemampuan penolong untuk memberikan pertolongan pertama,termasuk oleh masyarakat awam yang menjadi first responder. Saat ini masih sedikit masyarakat yang mengetahui penanganan henti jantung. Padahal, jika penderita mendapatkan pertolongan pertama yang optimal, maka resiko kematian dan kecacatan dapat dihindari. Pengetahuan masyarakat tentang penanganan kegawatdaruratan henti jantung penting diteliti, mengingat pengetahuan merupakan domain penting dalam melakukan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengetahuan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan henti jantung. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan jumlah responden 250 orang yang dipilih melalui tekhnik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 55,6 % responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang penanganan henti jantung. Tingkat pengetahuan responden memiliki hubungan dengan tingkat pendidikan, sumber informasi dan keikutsertaan dalam pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Dengan estimasi interval 95%, pengetahuan responden berada pada angka 13,48 - 14,07 (rendah). Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan penambahan cakupan wilayah dan pengembangan pada aspek sikap serta keterampilan BHD Kata Kunci: Bantuan hidup dasar, henti jantung, pengetahuan AbstrakPenangkapan Jantung adalah salah satu kondisi darurat yang paling umum di masyarakat. Karena henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, diperlukan penolong yang memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama, termasuk bantuan yang diberikan oleh orang awam sebagai responden pertama. Pada saat ini hanya sedikit orang yang mengerti bagaimana menangani henti jantung. Sedangkan jika penderita mendapatkan pertolongan pertama yang optimal, risiko kematian dan kelainan bentuk dapat dihindari. Pengetahuan publik dalam menangani darurat henti jantung diperlukan untuk menyelidiki mengingat pengetahuan sebagai domain penting dalam melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan masyarakat dalam penanganan darurat henti jantung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jumlah responden yang terlibat sebanyak 250 orang yang dipilih secara acak berdasarkan ateknik cluster sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dan analisis dengan univariat dan bivariat e Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,6% responden memiliki pengetahuan yang rendah tentang penanganan darurat henti jantung . Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat pendidikan, sumber informasi dan pengalaman pelatihan BLS. Dengan interval estimasi 95%, pengetahuan responden bervariasi 13,48-14,07 (rendah). Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambah kompetensi wilayah dan mengembangkan kompetensi sikap dan keterampilan LS B. Kata kunci : Bantuan Kehidupan Dasar, henti jantung, pengetahuan
Pendidikan Kesehatan dengan Media Booklet Terhadap Perilaku Ibu dalam Melakukan DDTK pada Anak Usia 1-36 bulan Ayuro Cumayunaro; Helda Helda; Yonaniko Dephinto; Yelly Herien
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.732 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.18-26.2020

Abstract

Usia anak 1-36 bulan  merupakan jendela kesempatan bagi anak untuk mengasah seluruh aspek perkembangan motorik, penglihatan, kemampuan berpikir, kemampuan bahasa, perkembangan sosial, serta kecerdasan emosional karena 80% otak anak berkembang pada periode emas tersebut. Namun berbagai masalah pertumbuhan dan perkembangan justru  banyak terjadi di rentang usia ini. Deteksi dan intervensi dini sangat membantu agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Booklet menjadi media yang efektif karna berisi panduan lengkap, bahasa yang mudah dimengerti, dengan tampilan yang menarik dapat secara praktis dibawa  ibu kemanapun dan menjadi petunjuk dalam deteksi secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap perilaku ibu (pengetahuan dan sikap) dalam melakukan deteksi tumbuh kembang anak 1-36 bulan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian berupa pendidikan kesehatan melalui media booklet pada 51 ibu yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran pengetahuan dan sikap ibu menggunakan kuesioner serta hasil akhir dianalisis dengan uji T berpasangan. Hasil uji statistik dengan uji T berpasangan didapatkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara pengetahuan ibu (p=0,000) dan sikap ibu (p=0,005) dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Booklet menjadi media yang cukup efektif untuk memberikan pendidikan kesehatan kesehatan kepada ibu. Perlu pemanfaatan media booklet oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu agar bisa melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara optimal. 
Cegah Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan "Sedia-Ubayahi" (Senam Diabetik & Ubah Gaya Hidup) Yudha Anggit Jiwantoro; Lenny Rosbi Rimbun; Maryati Maryati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.494 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.27-31.2020

Abstract

Obesitas yang meningkat pada anak-anak dan remaja juga disertai dengan peningkatan kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 pada anak-anak dan remaja. Penting untuk mencapai dan mempertahankan kontrol metabolik pada anak-anak dan remaja untuk mencegah peningkatan risiko komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler dan kurangnya kontrol glikemik di masa dewasa. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh terapi senam diabetes dan gaya hidup terhadap kadar gula darah responden. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian pra-eksperimen yang merupakan desain penelitian yang menguji intervensi dalam kelompok tanpa melibatkan variabel kontrol. Desain penelitian menggunakan one postest postest design. Sampel penelitian adalah responden yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 warga. Analisa uji menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh senam diabetes dan gaya hidup (pola makan dan aktivitas) terhadap kadar gula darah dengan nilai p (0,000).
Perbandingan Asupan Makan Dan Aktifitas Fisik Pada Remaja Berdasarkan Status Gizi Susmiati Susmiati; Nur Indrawaty Liepoto; Zifriyanthi Minanda Putri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.122 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.32-37.2020

Abstract

AbstrakPenyebab obesitas sampai sekarang masih belum jelas dan masih diperdebatkan. Pengobatan dan pencegahan obesitas yang efektif dapat dicapai jika diketahui patogenesis secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perbandingan asupan makan dan  aktifitas fisik  pada remaja dengan obesitas dan normal. Penelitian dilakukan secara case control dengan sampel sebanyak 311 remaja putri. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling. Kriteria obesitas berdasarkan IMT > 2 SD dan Normal -2 SD <IMT> 1 SD. Pola makan ditentukan dengan  semi-kuantitatif Food Frequency Quessioner (FFQ)  dan aktifitas fisik dengan Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQC). Rata- rata asupan energi total kelompok obes 2344,92± 606,31 kcal/hari lebih tinggi dari kelompok normal  2285,41± 602,86 kcal/hari,  tapi tidak ada perbedaan yang bermakna antar kedua kelompok p=0,435. Subyek dengan tingkat aktifitas fisik ringan 62,9% mengalami obesitas sementara  58,9% termasuk kelompok normal. Tidak ada hubungan  yang bermakna tingkat aktifitas fisik dengan obesitas  p=0,27. Rata-rata asupan karbohidrat, protein, lemak, serat dan asam lemak lebih tinggi pada aktifitas tinggi dibandingkan tingkat aktifitas sedang dan rendah. Ada perbedaan yang bermakna antara asupan  makanan dengan tingkat aktifitas fisik p < 0,05. Kesimpulan tidak ada perbedaan antara asuan makan dan aktifitas fisik berdasarkan status gizi pada remaja Kata Kunci    : pola makan, aktifitas fisik , remaja dan obesitas
The Relationship between Workload and Nursing Job Satisfaction in One Private Hospital in The West Region of Indonesia Dora Irene Purimahua; Gita Martinaningtyas; Lenceria Girsang; Widia Astuti; Martina Pakpahan
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.16.2.95-102.2020

Abstract

Nurse as a profession and caregiver who composed the large portion of healthcare service workers is required to have high expertise in carrying out nursing practice, the speed at work, and high work volume. With these important roles, the income earned by nurses is still in the low category as a healthcare provider that makes nurses feel dissatisfied in their work. The purpose of this study was to describe the workload of nurses, level of work satisfaction and to find out the relationship between the workloads in nursing and the job satisfaction in one private hospital in the west region of Indonesia. This study used a quantitative method with a cross-sectional approach. Data were collected using a questionnaire of nursing workload and nursing job satisfaction on 126 nurses in one private hospital in the west region of Indonesia with a total sampling technique. Univariate and bivariate were conducted to analyze the collected data. This study found that there were 55% of nurses with high workload and 52% of nurses with job dissatisfaction. There was a relationship between workloads to nursing job satisfaction (p-value 0.001). This research recommend the hospitals to re-evaluate nurses job satisfaction, give reward and set excellent and evident career path in nursing.