cover
Contact Name
Akhmad Maliki
Contact Email
maliki.ts@uwks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.axial@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi
ISSN : 23376317     EISSN : 26150824     DOI : http://dx.doi.org/10.30742/axial.v10i1
Core Subject : Engineering,
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sejak tahun 2012 dengan ISSN:2337-6317 untuk terbitan versi cetak, sedangkan untuk terbitan versi online mulai tahun 2018 dengan ISSN: 2615-0824. axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi merupakan jurnal yang berisikan tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, kajian, dan telaah kritis dibidang ilmu ketekniksipilan dengan konsentrasi ilmu rekayasa struktur, bangunan air, manajemen transportasi/lalu lintas, manajemen konstruksi dan geoteknik. axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi diterbitkan tiga kali dalam satu tahun, antara bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021" : 8 Documents clear
PEMANFAATAN SEDIMEN LIMBAH SALURAN DRAINASE PERKOTAAN UNTUK PAVING BLOCK Khairunnisa, Salsabila; Andaryati, Andaryati
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1750

Abstract

Abstrak : Bata beton (paving block) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen Portland, air dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton. Sedimen adalah endapan yang berada didasar saluran-saluran dan terbentuk dari kumpulan limbah plastic, batuan, kaca, pasir dan lumpur. Sedimen apabila menumpuk secara terus menerus dapat mengakibatkan pencemaran karena saluran bisa tersumbat dan didalamnya terdapat banyak cairan atau zat kimia berbahaya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sedimen sebagai bahan pengganti paving untuk pembuatan paving block. Tinjauan analisis pada penelitian ini adalah kuat tekan dan penyerapan air dengan perbandingan 1:4 , 1:5 dan 1:6. Setelah dilakukan pengujian dan penelitian didapatkan hasil bahwa pemakaian sedimen pada pembuatan paving block tidak mempunyai pengaruh yang besar pada kuat tekannya. Hasil kuat tekan dengan penggunaan material pengganti pasir diperoleh hasil di perbandingan 1:4 paving sedimen  sebesar 3,92 MPa lebih besar jika dibandingkan dengan paving normal yaitu 3,83 MPa. Untuk hasil repasan air pada paving sedimen memiliki hasil yang cukup baik yaitu pada 1:4 adalah 13,23 persen, 1:5 adalah 8,56 persen dan 1:6 adalah 9,12 persen. Jika dibandingkan dengan paving normal yaitu 1:4 adalah 15,59 persen, 1:5 adalah 10,47 persen dan 1:6 adalah 11,64 persen. Dan pada perhitungan korelasi didapatkan persamaan y adalah 0,0843x + 2,7935 dengan nilai korelasi R sebesar 0,267. Sedangkan pada paving normal didapatkan persamaan y adalah 0,358x + 2,1129 dengan nilai korelasi R sebesar 0,5078. Kata Kunci : Paving Block, Sedimen, Kuat Tekan, Penyerapan Air.
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) UNTUK PENINGKATAN JALAN LAKARSANTRI – BENOWO KOTA SURABAYA DENGAN METODE BINAMARGA Nopriyanto, Dwi Erry; Siswoyo, Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1749

Abstract

Abstrak : Perencanaan pembangunan Ruas Jalan Lakarsantri – Jalan Benowo Kota Surabaya merupakan akses jalan kolektor yang dilalui oleh pengendara yang masuk dari arah Kabupaten Gresik masuk ke jalan tersebut karena Jalan Lakarsantri dan Jalan Benowo berbatasan langsung dengan Kabupaten gresik sehingga terjadi peningkatan volume kendaraan yang melewati jalan tersebut. diperlukan perencanaan perkerasan yang tepat agar dapat mengakomodir kendaraan yang melintas dikarenakan perkerasan sebelumnya tidak mampu menahan beban sehingga diperlukan perencanaan jalan agar dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalan tersebut, dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas jalan didaerah tersebut sehingga umur rencana jalan menjadi lebih lama lagi. Dari hasil perhitungan tebal perkerasan 27,5 cm  lapis pondasi bawah berupa lean mix concrete setebal 10 cm, Lapis Drainase (LFA Kelas A) setebal 15 cm.  :Sambungan dowel berdiameter 35 mm, panjang 455 mm dan jarak 305 mm. Sambungan memanjang batang pengikat tie bars berdiameter 16 mm, panjang 700 mm dan jarak batang pengikat 750 mm. Tulangan memanjang berdiameter 12 mm dengan jarak 300 mm tulangan melintang berdiameter 12 mm dengan jarak 300 mm. untuk pembangunan sebesar  Rp. 126.065.506.170. ( Seratus Dua Puluh Enam Milyar Enam Puluh Lima Juta Limaratus Enam Ribu Seratus Tujuh Puluh Rupiah) Kata Kunci : Perkerasan Kaku, PKJI 2014, Bina Marga, Manual Desain Perkerasan 2017, Rencana Anggaran Biaya.
ANALISA FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN JOYOBOYO Anggi Wahyuningtyas; Johan Paing Heru Waskito
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1746

Abstract

Abstrak : Dalam proyek konstruksi jembatan ada beberapa kecenderungan yang mempengaruhi kinerja proyek diantaranya adalah adanya faktor faktor yang mempengaruhi manajemen waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang dapat menyebabkan delay dalam manajemen waktu. Pengumpulan data dilakukan dengan survey menggunakan kuesioner yang diisi oleh 15 responden sebagai pelaku dalam jasa konstruksi. Responden diambil dengan berdasarkan metode random sampling yang meliputi orang berkompeten dalam biding konstruksi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan perangkingan melalui uji severity index dan frecuency index dan importance  index menggunakan programs SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 25. Dari analisis data diperoleh rangking sepuluh besar kendala penerpan manajemen waktu pada proyek pembangunnan Jembatan Joyoboyo yaitu : Keterlambatan dalam penyerahan lahan dengan indeks kepentingan sebesar 80,91 persen, Kondisi Cuaca ynag Buruk dengan indeks kepentingan 79,73 persen, Perubahan Desain dengan indeks kepentingan sebesar 79,73 persen, Kurangnya pengendalian dan pengawasan keuangan dengan indeks kepentingan sebesar 79,67 persen, Jumlah tenaga kerja tidak memadai dengan indeks kepentingan sebesar 78,58 persen, Pemogokan Pekerja dengan indeks kepentingan sebesar 78,58 persen, Pembayaran Termin yang terlambat dengan indeks kepentingan sebesar 78,48 persen, Keterlambatan dalam persetujuan desain gambar dengan indeks kepentingan sebesar 75,01 persen, Pengalokasian dana tidak tepat dengan indeks kepentingan sebesar 72,69 persen, Perbedaan kondisi bawah tanah (terdapat utilitas pipa gas, PLN,PDAM) dengan indeks kepentingan sebesar 72,6 persen. Kata kunci: Manajemen Waktu, Kendala, Indeks Kepentingan, Indeks Pengaruh, Indeks Frekuensi.
PERENCANAAN SALURAN PEMATUSAN BOEZEM SELATAN MOROKREMBANGAN SURABAYA Zidane al baihaqi; Soebagio Soebagio
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1751

Abstract

Abstrak : Boezem merupakan sebuah waduk yang memiliki luas hingga puluhan hektar yang di gunakan untuk menampung limpahan air hujan. Permasalahan utama bagi Boezem Morokrembangan yang terjadi saat ini adalah penumpukan endapan sedimen di Boezem Morokrembangan yang semakin meningkat dan membentuk kubangan air kotor pada saat musim kemarau. Disamping itu  endapan sedimen yang bercampur sampah tersebut mengeluarkan bau yang tidak enak dan menjadi sarang nyamuk. Hal ini terjadi akibat dari genangan air yang masih tersisa sedikit saat elevasi air di Boezem rendah. Dengan kondisi di atas diperlukan perencanaan saluran Pematusan agar pada saat  musim kemarau atau elevasi air di boezem rendah dan menjadi kubangan akhir, dapat segera mengalir ke saluran. Pembangunan saluran pematus di harapkan bisa menjadi solusi permasalahan sehingga pada musim kemarau bantaran boezem yang sebelum nya menjadi kubangan air limbah bisa mengering dan dapat di manfaat kan oleh masyarakat, Dari hasil analisis dengan metode Rasional diperoleh debit rencana periode ulang 25 tahun mendatang sebesar 45,91 m3/det dan debit air limbah sebesar 0,400 m3/det maka debit rancangan sebesar 46,310 m3/det. Saluran pematus di rencanakan dengan beton precast trapesium dengan lebar dasar saluran 14 m, kemiringan talud 1:1, tinggi saluran 1,5 m, kemiringan dasar saluran 0,0007 m. Kata Kunci : Perencanaan, Saluran Pematus, Boezem Morokrembangan.
KAJIAN SISTEM DRAINASE DI WILAYAH WISMA LIDAH KULON SURABAYA BARAT Efendi, Ahmad; Soebagio, Soebagio
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1748

Abstract

Abstrak : Permasalahan banjir sering terjadi di wilayah Wisma Lidah Kulon, lamanya genangan di wilayah Wisma Lidah Kulon pada tahun 2020 adalah 90-150  menit dengan kedalaman 25-30 cm. Untuk menangani masalah banjir perlunya dilakukan kajian drainase, agar saluran dapat menampung debit yang ada dikawasan tersebut. Curah hujan rencana dengan Metode Log Person didapatkan R2 adalah 75,15 mm dan R5 adalah 85,02 mm. Debit banjir rencana total dihitung dengan Metode Rasional dengan periode ulang 5 tahun untuk saluran tersier. Total debit banjir rencana akan dibandingkan dengan kapasitas saluran eksisting yang dihitung dengan perumusan Manning hasilnya ada 2 (dua) saluran tersier yang tidak dapat menampung total debit banjir rencana. Saluran yang tidak dapat menampung debit banjir yang diakibatkan oleh kecilnya dimensi saluran yang ada, diperlukan perencanaan ulang dimensi saluran yang sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci : Drainase, Banjir, Saluran Wisma Lidah Kulon
PERENCANAAN JALAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DI JL.BANGKINGAN–JLKEBRAON KOTA SURABAYA Ean Fadhillah Nurrahmat; Siswoyo Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1747

Abstract

Abstrak : Perencanaan pembangunan Ruas Jalan Bangkingan – Jalan Kebraon merupakan jalan alternatif dari Kota Baru Driyorejo menuju ke Karang Pilang Kota Surabaya. Perencanaan pembangunan tersebut mengakibatkan terjadinya peningkatan volume kendaraan dan diikuti pula oleh penyempitan beberapa ruas jalan. Selain itu peningkatan volume kendaraan dapat terjadi seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan pembangunan pada suatu wilayah. Sehingga dapat mengakibatkan kelebihan kapasitas jalan yang berakibat pada kerusakan jalan penting dilakukan perencanaan peningkatan jalan berupa perkerasan kaku di ruas Jalan Bangkingan – Jalan Kebraon agar mampu menahan beban dan umur rencana jalan menjadi lebih lama. Pada perencanaan rigid pavement ini digunakan metode AASHTO 1993.Berdasarkan dari perhitungan analisa kapasitas jalan direncanakan jalan 2/2 TT dengan lebar jalan 10 meter. Nilai Derajat Kejenuhan (DS) dari tahun 2021-2042 berada pada nilai lebih kecil dari 0,85 yang mampu menampung arus lalu lintas hingga 21 tahun, sedangkan untuk tahun 2043-2061 diketahui nilai DS lebih besar dari 0,85 yang berarti tidak dapat menampung arus lalu lintas hingga umur rencana. Maka disimpulkan perlu pengurangan kendaraan dengan melakukan pembatasan jam padat untuk kendaraan truk 2 sumbu dan truk 3 sumbu. Hasil perhitungan lain mengenai tebal perkerasan kaku didapatkan tebal perkerasan 32 cm dengan lapisan base 15 cm. Sementara, untuk sambungan dowel berdiameter 38 mm dengan panjang 450 mm, dan jarak 300 mm. Sambungan memanjang batang pengikat tie bars berdiameter 13 mm dengan panjang 650 mm dengan jarak batang pengikat 600 mm. Tulangan memanjang diameter 12-250 mm. Tulangan melintang diameter 12-250 mm. Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan perkerasan kaku diketahui anggaran pembangunan sebesar Rp. 73.215.609.000,00 (Tujuh Puluh Tiga Milyar Dua Ratus Lima Belas Juta Enam Ratus Sembilan Ribu Rupiah) Kata Kunci : Perkerasan Kaku, PKJI 2014, metode AASHTO 1993
KEKUATAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN KAPUR Astri Wahyuningtias; Utari Khatulistiani
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1753

Abstract

Abstrak : Paving block adalah suatu bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen, agregat dan air atau bahan lainnya. Paving block dapat digunakan untuk konstruksi jalan dan tergolong material yang ramah lingkungan karena dapat menyerap air saat hujan pemasangannya mudah dan perawatannya relative mudah. Oleh karena itu meningkatnya peminat  paving block berdampak terhadap meningkatnya penggunaan semen. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan inovasi baru dengan menggunakan bahan limbah abu sekam padi sebagai campuran sebagian dari semen. Bahan kapur juga ditambahkan pada campuran untuk membantu sifat lekatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian limbah abu sekam padi dan kapur terhadap kekuatan paving block. Campuran paving block digunakan dua macam, yaitu tipe 1 menggunakan abu sekam padi sebesar 0persen, 10 persen, 20 persen terhadap berat semen dan tipe 2 menggunakan abu sekam padi 10persen, dan 20 persen dengan ditambahkan kapur sebesar 2,5 persen terhadap berat semen. Benda uji menggunakan paving block ukuran 21,5 cm x 10,5 cm x 6 cm. Pengujian yang dilakukan terhadap benda uji adalah uji kuat tekan umur 7, 14 dan 28 hari dan Pengujian porositas umur 28 hari. Dari hasil uji yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa paving dengan campuran abu sekam padi 10 persen, dan abu sekam padi 10 persen dengan kapur 2,5 persen diperoleh nilai kuat tekan paling tinggi. Bila abu sekam padi digunakan lebih dari 10 persen mengakibatkan penurunan nilai kuat tekan. Paving dengan campuran kapur menghasilkan nilai kuat tekan lebih rendah dibanding paving abu sekam padi tanpa kapur. Hasil dari uji porositas diketahui bahwa paving campuran abu sekam padi 20 persen dengan kapur 2,5 persen menghasilkan nilai porositas optimal.  Kata Kunci : Paving Block, Abu Sekam Padi, Kapur,  Kuat Tekan, dan Porositas.
ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL JALAN ELTARI ENDE, NUSA TENGGARA TIMUR Keke, Celsilya Iryon; Siswoyo, Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1752

Abstract

Abstrak : Persimpangan jalan merupakan tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua jalan atau lebih. Kinerja lalu lintas harus memperhitungkan tundaan akibat simpang bersinyal maupun simpang tak bersinyal, serta peluang antrian yang terjadi pada simpang. Pada simpang tak bersinyal ini, terjadi kemacetan yang disebabkan oleh tingginya populasi kendaraan yang tidak diimbangi dengan prasarana yang efektif. Inilah yang menjadi salah satu hambatan sampingnya. Menganalisis kinerja simpang tak bersinyal diperlukan data data dari lapangan, berupa data geometrik simpang, jenis dan jumlah kendaraan yang melintasi simpang. Kemudian hitung kapasitas dan kinerja simpang yaitu derajat kejenuhan, tundaan, peluang antrian, dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Hasil analisa difokuskan pada jam puncak yang terjadi pada simpang yaitu pada hari Senin, 15 Maret 2021 pukul 09.00 sampai 10.00 WITA dengan jumlah kendaraan yang melintas 700 kendaraan. Hasilnya sebagai berikut, tingkat pelayanan pada simpang tak bersinyal ini masih belum memenuhi syarat. Kapasitas (C) adalah 1497,72 skr/jam, tundaan (T) sebesar 21,45 detik/skr, peluang antrian (PA) sebesar 8,79 persen, derajat kejenuhan (DJ) sebesar 1,048. Dari hasil analisa data lapangan, derajat kejenuhan lebih dari 0,85 dan simpang tak bersinyal ini harus diadakan perbaikan agar lebih efektif bagi kendaraan.. Kata Kunci : Simpang Tak Bersinyal, Tundaan, Peluang Antrian, Kapasitas, Derajat Kejenuhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8