cover
Contact Name
aqlania
Contact Email
aqlania@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aqlania@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No. 30 Panancangan Cipocok Jaya, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Aqlania
ISSN : 20878613     EISSN : -     DOI : -
The Aqlania Journal is a scientific journal that focuses on the publication of research results in religious philosophy, humanitarian and environmental studies. This journal is published periodically twice a year in June and December. The Aqlania journal is open to researchers, practitioners and observers of religious, human and environmental philosophy studies. This journal is managed by the Department of Aqeedah and Islamic Philosophy Philosophy Faculty of Ushuluddin and Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2019): December" : 5 Documents clear
Konsep Islam Tentang Keadilan Hafidz Taqiyuddin
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 10 No 2 (2019): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.059 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v10i2.2311

Abstract

artikel ini hendak mengeksplorasi tentang keadilan yang dikonsepkan oleh Islam dalam dalam berbagai keilmuan. Dalam Islam, selain dikenal adanya kewajiban, terdapat pula apa yang dinamakan dengan hak. Terkait dengan hak tersebut, tentu tidak dapat dilepaskan dari apa yang disebut dengan keadilan atau rasa adil. Keadilan yang terdapat dalam ajaran Islam dikemukakan didoktrinkan oleh berbagai aspke keilmuan baik itu filsafat, akhlak, teologi maupun hukum. Penelitian ini membahas secara khusus mengenai hubungan antara hak dan keadilan yang dikonsepkan dan diajarkan dalam Islam. Hasilnya, bahwa dalam Islam pemberian dan ketentuan hak seseorang ataupun kelompok tidak dapat dilepaskan dengan keberadaan prinsip penting yakni keadilan.
Dialektika Dasein Dan Semesta Bahasa salim rosyadi
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 10 No 2 (2019): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.469 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v10i2.2300

Abstract

Hermeneutika Fenomenologi hadir sebagai uapaya kritik atas hermeneutika yang metodis yang menjadikan realitas dipahami dengan kekakuan dan bersifat hitam-putih. Percangkokan Hermeneutika dengan Fenomenologi itu dimulai ketika Hedegger membawa dirinya langsung kepada sebuah tataran ontologi mengenai jumlah tertentu untuk memulihkan pemahaman, yang tidak lagi menjadi model pengetahuan, melainkan lebih sebagai model ada. Dalam pemahaman Heidegger lingkaran hermeneutika fenomenologi itu ketika terjadinya dialog anatara dasein dengan dunia kebahasaan, yang mana asal mula tempat segala bentuk pikiran lainnya dapat muncul melalui kesatuan yang saling memuat secara timbal balik dari manusia (sebagai pengguna bahasa) dengan dunia. Suatu lingkaran Hermeneutika. Sehingga bagi Heidegger bahasa mengacu kepada pikiran kemudian dasein, di mana keduanya erat berdialektika.
Jihad Berantas Korupsi Dalam Perspektif Kitab Suci Agama Di Indonesia Syafiin Mansur
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 10 No 2 (2019): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.531 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v10i2.2301

Abstract

Artikel ini hendak mengeksplorasi perspektif kitab suci terhadap perbuatan korupsi. Kitab suci agama yang dimaksud adalah kitab suci yang dimiliki oleh agama yang resmi diakui oleh pemerintah Republik Indonesia. Kitab Suci Agama pun dengan tegas harus dihukum, baik dengan hukuman mati, hukuman potong tangan maupun dengan hukuman penjara dan ganti rugi sesuai dengan kadar yang dikorupsinya. Semua Kitab Suci Agama itu, memberikan solusi yang terbaik dan terindah supaya pemerintah dan penegak hukum dalam melakukan hukuman dengan sebenarnya dan Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan landasan dan langkah untuk menyelesaikan korupsi atau pencuri, perampas dan perampog agar tidak terjadi di bangsa Indonesia yang Berketuhan Maha Esa.
Gülen on Nature of Knowledge Zenno Noeralamsyah
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 10 No 2 (2019): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.895 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v10i2.2302

Abstract

P This article aim to explore perspective of Fethulleh Gülen about knowledge. The idea that science and religion coalesce in the structure of the universe has been expressed by Western philosophers, that contributed to the almost complete separation of intellectual and scientific activities from religion. In this view of dualism, science and religion both find their apotheosis and its keeping religion and science separating by an unbridgeable chasm. The ontological argument of the idea of giving birth to materialism, which supposes that the nature of existence based on matter. Associated with this, Fethullah Gülen offers a new typical scientific approach that will fuse scientific knowledge and religious beliefs closely associated with spirituality, reconfigures modern understandings of science and faith to relieve the dichotomous presumption of the reason-revelation divide. He is deeply interested in the problematic of the relationship between religion and science, while he does not reject the modern scientific approach, neither does it deify it. The essence of the philosophical thought of Fethullah Gülen (who was otherwise known simply as Hoca Effendi) is that understanding the religious texts and the creeds of Islam should be performed using sufi interpretation and commentary by transmission, without denying current context. In Gülen’s view, religious belief and scientifical reason should be combined, for they are a single truth with two expressions. Therefore, the unification of physics and metaphysics in the nature of knowledge, fundamental concept of bridging science and spirituality, both traditional and modern influences in Gülen's treatment of science will be analyzed in this article, to examine what nature of knowledge is in accordance with Gülen's worldview.
Dinamika Perubahan Kebudayaan Manusia Berdasarkan Eksplorasi Pengetahuan Di Bidang Energi Wawaysadhya Agastya
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 10 No 2 (2019): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.433 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v10i2.2304

Abstract

Perubahan kebudayaan manusia adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari. Catatan-catatan sejarah menjadi kunci penjelas atas segala perubahan ini, bahkan beberapa penyebabnya bersifat mendalam dan kritis. Salah satu penyebab terpenting terpenting adalah penemuan di bidang energi. Secara linier, penemuan atau eksplorasi di bidang energi telah mengantarkan perspektif-perspektif baru ke hadapan peradaban manusia. Sebuah model eksplorasi baru akan segera mengambil tempat di dalam kebudayaan manusia, dan itu dalam beberapa sisinya merupakan perubahan yang fundamental. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis-filosofis. Filsafat sejarah melalui pendekatan spekulatifnya akan digunakan sebagai pisau analisis dan sekaligus objek formal penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara perubahan kebudayaan manusia dan perkembangan model eksplorasi di bidang energi terjadi dengan sangat erat. Secara spekulatif, perubahan model eksplorasi di bidang pengetahuan dan teknologi, khususnya pada perkembangan model eksplorasi energi menjadi kalender peradaban potensial manusia di masa depan. Secara meyakinkan, perubahan eksplorasi di bidang pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang energi bisa digunakan sebagai pembentuk masa depan melalui semangat kebebasan, optimalisasi waktu, efisiensi masa depan, dan pembentukan karakter bagi aktor-aktor yang dibutuhkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5