cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 449 Documents
Penentuan Tinggi dan Waktu Tempuh Penjalaran Gelombang Tsunami Menggunakan Model Numerik Linier Tunami N1 di Pantai Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman Sumatera Barat Dwi Pujiastuti
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 1 (2009): March 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.1.17-25.2009

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menentukan tinggi dan waktu tempuh serta visualisasi penjalaran gelombang tsunami dari pusat pembangkitan sampai kawasan pantai menggunakan model numerik linier TUNAMI N1. Dalam penelitian ini digunakan tiga model skenario penjalaran gelombang tsunami yaitu untuk magnitudo (Mw) 7,5, 8,0 dan 8,5 dengan titik koordinat gempa 99,3 BT dan 3,3 LS. Hasil penelitian di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman menyatakan bahwa terjadi penurunan muka air laut setelah terjadinya gempa besar sebelum gelombang tsunami sampai di titik tinjauan. Tinggi gelombang tsunami paling besar dihasilkan pada skenario pemodelan Mw 8,5. Daerah yang mengalami tinggi gelombang paling besar adalah Ketaping (4,50 m), selanjutnya disusul oleh Pariaman Tengah (3,85 m) dan terakhir Sungai Limau (3,09 m). Waktu tempuh penjalaran gelombang tsunami dari pusat pembangkitan ke titik tinjau pasang surut paling cepat dihasilkan pada pemodelan skenario Mw 8,5. Daerah yang paling cepat dihantam gelombang tsunami setelah terjadinya gempa adalah Ketaping (2545 detik), selanjutnya disusul oleh Pariaman Tengah (2659 detik) dan terakhir di Sungai Limau (3057 detik)
Pengaruh Panjang Serat Sabut Kelapa terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Sri Handani
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 1 (2009): March 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.1.26-30.2009

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh panjang serat sabut kelapa dan proporsi penambahan dan pengurangan pasir terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton melalui proses pembuatan beton secara manual. Panjang serat yang digunakan adalah 1 cm, 3 cm dan 5 cm. Variasi pasir dibuat dengan penambahan dan pengurangan pasir sebanyak 5% dan 10% dari massa awal pasir. Ukuran balok yang digunakan adalah 22 cm x 11 cm x 6 cm. Kuat tekan dan kuat lentur maksimum rata-rata yang diuji dengan Unit Testing Machine didapat pada panjang serat 3 cm sebesar 73,40 kg/cm2 dan 29,95 kg/cm2. Untuk penambahan dan pengurangan pasir sebanyak 5% dan 10% tidak menghasilkan perubahan yang berarti. Dari penelitian ini didapatkan bahwa panjang serat yang baik untuk pembuatan beton diperkuat serat adalah 3 cm.
Rancang Bangun Sound Level Meter Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Wildian -
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 1 (2009): March 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.1.31-38.2009

Abstract

Bising merupakan bunyi yang termasuk dalam kategori polutan lingkungan dan dapat mengganggu kesehatan. Untuk mengukur tingkat kuat bunyi kebisingan ini diperlukan sound level meter. Telah dilakukan rancang bangun sound level meter berbasis mikrokontroler AT89S51 dengan mikrofon sebagai sensor dan 7-segment sebagai penampil. Intensitas bunyi diubah menjadi tegangan analog dengan menggunakan mikrofon , dan dikondisikan dengan menggunakan penguat tak-membalik (non-inverting amplifier) serta rangkaian detektor puncak (peak detector). Sinyal analog keluaran rangkaian ini diubah menjadi sinyal digital dengan menggunakan ADC0804, dan kemudian diolah lebih lanjut oleh mikrokontroler AT89S51 dengan menggunakan bahasa assembly untuk ditampilkan pada penampil 7-segment. Sound level meter hasil rancangan ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat intensitas bunyi hingga 105,3 dB, dengan kesalahan relatif maksimum sebesar 2,9%
Penentuan Konfigurasi Elektroda Metode Geolistrik Tahanan Jenis Paling Optimum untuk Survei Air Tanah Afdal Afdal
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 2 (2009): September 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.2.1-7.2009

Abstract

Pilihan konfigurasi elektroda yang tepat akan menentukan kualitas pencitraan bawah permukaan, termasuk dalam survei air tanah. Tipe konfigurasi, selain menentukan kualitas pencitraan, juga menentukan efektifitas dan efisiensi survei yang berhubungan nantinya dengan kebutuhan dana dan sumber daya. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi melalui eksperimen dengan menggunakan model di laboratorium untuk memperoleh informasi konfigurasi elektroda yang memberikan informasi paling optimum untuk survei air tanah.  Konfigurasi yang dibandingkan adalah konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi Schlumberger dan konfigurasi Wenner mempunyai kemampuan deteksi anomali yang tidak jauh berbeda. Konfigurasi Schlumberger mempunyai penetrasi arus yang lebih dalam (yaitu sekitar 33 cm) daripada konfigurasi Wenner (sekitar 28 cm). Konfigurasi Schlumberger mempunyai kesalahan-inversi yang lebih besar (yaitu antara 8,0% dan 9,9%) daripada konfigurasi Wenner (15,0% sampai 17,3%). Untuk kedua jenis konfigurasi, anomali yang bersifat konduktif lebih mudah dideteksi daripada anomali yang bersifat non-konduktif.
Kajian Karakteristik Gempa Bumi Sumatera Barat Arif Budiman
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 2 (2009): September 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.2.8-12.2009

Abstract

Telah dilakukan kajian terhadap empat kasus gempa besar yang terjadi di daerah Sumatera Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa gempa utama didahului oleh gempa awal, keseluruhan gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal, gempa-gempa susulan yang gempa utamanya berpusat di daratan, dan lama berakhirnya gempa susulan sebanding dengan orde persamaan penurunan frekuensi gempa dengan menggunakan polinomial regresi.
Sintesis Nanopartikel Y2O3:Eu Berintensitas Tinggi Didop Ion Litium dengan Menggunakan Metode Pemanasan Dalam Larutan Polimer Astuti -
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 2 (2009): September 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.2.13-17.2009

Abstract

Yttrium Nitrat Hexahidrat (Y(NO3)3.6H2O) yang di doping dengan Europium Nitrat Hexahidrat (Eu(NO3)3.6H2O) merupakan salah satu material yang menghasilkan luminesens berwarna merah yang stabil. Sintesis nanopartikel ini telah dilakukan dengan menggunakan metoda pemanasan sederhana dalam larutan polimer (Polietilen Glikol (PEG)) pada temperatur 1000C, dan konsentrasi doping 4% mol/mol. Pada jurnal ini juga akan dilaporkan pembuatan nanopartikel Y2O3:Eu dengan intensitas yang sangat tinggi. Intensitas yang sangat tinggi ini disintesis dengan cara menambahkan ion Litium, dalam penelitian ini digunakan LiOH. Hasil Photoluminescence menunjukkan intensitas maksimum pada panjang gelombang 612 nm, dengan menggunakan panjang gelombang 250 nm. Irradiasi nanokristal Y2O3:Eu dengan sinar Ultra Violet (UV) akan menghasilkan emisi warna merah yang didominasi oleh transisi 5D0 ke 7F2. Nanopartikel Y2O3:Eu ini menunjukkan intensitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan yang disintesis tanpa penambahan ion Litium. Ukuran kristal Y2O3:Eu berkisar dari 40-70 nm. Dari hasil yang diperoleh nanopartikel ini dapat diaplikasikan sebagai tinta luminesens
Electrodeposition of Cu2O Particles by Using Electrolyte Solution Containing Glucopone as Surfactant Dahyunir Dahlan
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 2 (2009): September 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.2.18-20.2009

Abstract

Copper oxide particles were electrodeposited onto indium tin oxide (ITO) coated glass substrates. Electrodeposition was carried out in the electrolyte containing cupric sulphate, boric acid and glucopone. Both continuous and pulse currents methods were used in the process with platinum electrode, saturated calomel electrode (SCE) and ITO electrode as the counter, reference and working electrode respectively. The deposited particles were characterized by X-ray diffraction (XRD) and scanning electron microscopy (SEM). It was found that, using continuous current deposition, the deposited particles were mixture of Cu2O and CuO particles. By adding glucopone in the electrolyte, particles with spherical shapes were produced. Electrodeposition by using pulse current, uniform cubical shaped Cu2O particles were produced
Analisis Trend Paparan Radiasi pada Pemeriksaan Renografi Menggunakan TLD-100 di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUP Dr. M. Djamil Padang Dian Milvita
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 2 (2009): September 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.2.21-27.2009

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis trend paparan radiasi pada pemeriksaan renografi menggunakan TLD-100 di instalasi kedokteran nuklir RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data penelitian diperoleh dari hasil pemeriksaan fungsi ginjal (renografi) 10 pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dosis paparan radiasi yang diterima pasien yang menjalani pemeriksaan renografi, memprediksi paparan radiasi pada proyeksi organ jantung, ginjal dan kandung kemih selama pemeriksaan renografi, mengetahui rerata paparan radiasi pada proyeksi jantung, ginjal, dan kandung kemih, serta mengetahui dana menganalisa trend paparan radiasi pada masing-masing organ selama pemeriksaan berlangsung. Data diperoleh dari TLD-100 yang ditempel pada permukaan tubuh pasien selama 45 menit yang disuntik dengan Yc-99m DTPA (Teknesium-99m Diethylene Triamine Pentaacetic Acid) dan diperiksa dengan kamera gamma pada proyeksi jantung, ginjal, dan kandung kemih berturut-turut adalah Y=2,8084X + 3,2749, Y=-0,5296X + 4,3434, dan Y=-2,8413X + 5,1587. Rerata paparan radiasi yang diterima pada organ jantung adalah (0,089 ± 0,0252) mSv/pemeriksaan, ginjal (0,096 ± 0,0406) mSv/pemeriksaan, dan kandung kemih (0,098 ± 0,0303) mSv/pemeriksaan. Dari trend paparan radiasi yang diperoleh diketahui bahwa akumulasi radioaktivitas tertinggi nilainya hingga terkecil terdapat pada kandung kemih, ginjal, dan jantung.
Studi Kegempaan Vulkanik Gunungapi Marapi Sumatera Barat Dwi Pujiastuti
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1 No 2 (2009): September 2009
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.2.28-38.2009

Abstract

Telah dilakukan analisis data gempa vulkanik gunungapi Marapi Sumatera Barat dari tahun 2000 sampai tahun 2006 untuk menentukan besarnya nilai intensitas, posisi episenter, hiposenter dan tingkat keaktifan. Data yang digunakan adalah data dengan skala magnitudo ≥ 1 SR. Perhitungan intensitas maksimum dan intensitas menggunakan model empiris Gutenberg Richter. Hasil penelitian menunjukkan daerah Koto Baru, Batusangkar, Bukittinggi memiliki intensitas maksimum 5,1 MMI, nilai intensitas 5,09 MMI dan nilai intensitas maksimum rata-rata 2,82 MMI, 2,82 MMA dan 2,81 MMI. Perbedaan intensitas sangat kecil karena jarak ketiga daerah tersebut terhadap pusat gempa terlalu kecil. Posisi episenter umumny tersebar di puncak gunung, sebagian di pinggang gunung dan daerah pemukiman penduduk. Hiposenter berkisar antara 1 sampai 30 km. Keaktifannya meningkat pada bulan Juni dan Juli kecuali tahun 2004 pada bulan Oktober, November, Desember keaktifannya meningkat karena dipengaruhi gempa tektonik di Gunung Rajo
PERANCANGAN KODE KOMPUTASI UNTUK ANALISIS BURNUP 3 DIMENSI SATU SIKLUS PADA REAKTOR PEMBIAK CEPAT Dian Fitriyani
Jurnal Ilmu Fisika Vol 2 No 1 (2010): March 2010
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.2.1.1-8.2010

Abstract

Telah dilakukan disain kode komputasi untuk Analisis Burnup pada Reaktor Pembiak Cepat menggunakan bahasa pemograman Delphi 7.0. Disain dirancang untuk geometri teras reaktor 3 dimensi XYZ yang berbentuk kubus (seimbang/balance, x = y = z) dengan menggunakan bahan bakar UN-PuN (Nitrida). Simulasi disain diawali dengan perhitungan densitas awal, dilanjutkan dengan penyelesaian persamaan difusi multigrup untuk mendapatkan faktor multiplikasi, distribusi fluks neutron, dan distribusi daya. Nilai fluks neutron digunakan untuk menghitung perubahan densitas nuklida dalam analisis burnup (susutan bahan bakar). Hasil perubahan densitas nuklida digunakan untuk menghitung nilai Breeding Ratio (BR) dan Burnup (B). Contoh dari hasil simulasi melalui kode komputasi yang didisain memperlihatkan perubahan densitas setiap interval waktu tertentu, selain itu nilai Breeding Ratio (BR) untuk 1 siklus (4 tahun) menurun, tetapi masih dalam rentang nilai BR > 1. Nilai Burnup untuk 1 siklus (4 tahun) meningkat seiring dengan banyaknya nuklida dalam bahan bakar yang berfisi (terjadi penambahan densitas nuklida dalam bahan bakar seperti 234U, 236U, 237Np, 238Np, 239Pu, 240Pu, 241Am, 243Am).

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue