cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP)
ISSN : 25283669     EISSN : 2655638     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 10 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah.Jurnal ini memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun.Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Meningkatkan Minat Belajar Seni Budaya Melalui Joyful Learning Sebagai Media Pembelajaran Pada Siswa Kelas IX-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Ngadirojo Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Sutatik, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk menggugah semangat membaca pada siswa terlebih dahulu dengan menarik perhatian dan minat siswa melalui media “Dengan Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat”. Setelah tertarik dan memperhatikan maka siswa akan dengan senang hati untuk membacanya, setelah membaca maka siswa akan mendapat pengalaman dan pemahaman baru tentang materi pelajaran, sehingga dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Dengan menggunakan, “Dengan Pola Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat” dalam Pembelajaran Joyful Learning dan Media Pembelajaran Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat diharapkan akan menumbuhkan minat dan gairah membaca. Dengan membaca diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Rumusan masalah : Apakah dengan menggunakan “Dengan Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat” dalam Pembelajaran Joyful Learning dan Media Pembelajaran Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya siswa Kelas IX-A Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan pada Tahun Pelajaran 2019/2020. ? dari hasil penelitian yang dilakukan di Kelas IX-A Semester Ganjil dengan pengambilan data secara kuisioner dan penilaian pada hasil ulangan harian dengan tahapan Siklus I dan Siklus II, maka diperoleh hasil sebagai berikut : pada Siklus I diperoleh nilai rata-rata 69,88 dan Siklus II rata-rata 72,65 sehingga ada peningkatan 2,77. Sedangkan peningkatan minat siswa dapat dilihat pada hasil angket yang diberikan pada siswa, dimana pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa.
Peningkatan Kemampuan Guru TK Tunas Putra Desa Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi PKG Suluh Retnaning Utami, S.Pd, MM
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.857 KB)

Abstract

Salah satu setrategi pembelajaran yang diterapkan saat ini adalah pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM. Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan calon peneliti selaku pengawas sekolah, selama ini para guru di TK Tunas Putra Desa Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di TK Tunas Putra Desa Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan yang terdiri dari 3 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,33 kategori ”cukup, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,67, kategori “baik”, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 75,00 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,33, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 74,44 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,44 kategori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok Pusat Kegiatan Gugus (PKG) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di TK Tunas Putra Desa Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Dan Optimalisasi Program Kepengawasan Akademik Dan Manajerial Oleh Pengawas Sekolah Di TK Al Islam Desa Bubakan Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan S. Suprihatin, S.Pd
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.156 KB)

Abstract

Kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah sebagai tindak lanjut dari upaya meningkatkan kompetensi penulis, yaitu keterampilan melaksanakan supervisi akademik dan manajerial, dan meningkatkan kualitas litbang dengan semaksimal mungkin. Pada penelitian ini akan difokuskan pada Supervisi Akademik dan Manajerial. Penelitian ini sejalan dengan pelaksanaan pengawasan oleh pengawas sekolah yang harus dijalani oleh penulis adalah dalam kegiatan tatap muka dengan guru-guru pada sekolah yang menjadi binaannya. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah: 1) Melaksanakan dan membuat laporan upaya peningkatan kompetensi penelitian dan pengembangan oleh guru baik secara mandiri maupun terprogram; 2) Menyusun perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap; 3) Menyusun laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap beberapa guru dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan; 4) Mengembangkan model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yang menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya; 5) Melaksanakan pengkajian terhadap program kepengawasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan (UPT SMP Negeri 1 Donorojo) berkenaan dengan implementasi 8 standar nasional pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). Setelah penulis sebagai pengawas sekolah melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah mulai awal sampai akhir pelaksanaan kegiatan, maka kompetensi supervisi akademik penulis sebagai pengawas sekolah dapat meningkat, kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran (silabus dan RPPH) meningkat, dengan melaksanakan supervisi guru dan kepala sekolah, maka kompetensi supervisi akademik penulis semakin meningkat, meningkatnya kompetensi penulis dalam menyusun perangkat pembelajaran. Hasil Supervisi Akademik Siklus ke-1 (Ibu Marini, S.Pd, Guru Kelompok B) : Perencanana Kegiatan Pembelajaran 77,27%; Proses Pembelajaran 79,41%. Hasil Supervisi Akademik Siklus ke-2 (Ibu Marini, S.Pd, Guru Kelompok B) : Perencanana Kegiatan Pembelajaran 77,27%; Proses Pembelajaran 79,41%.
Peningkatan Semangat Kerja Guru TK Mardi Santoso Desa Jetiskidul Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Pada Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 Sarmini, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.622 KB)

Abstract

Dalam sebuah organisasi maupun lembaga pendidikan yang baik, adanya komunikasi ke atas dan ke bawah, atau mendatar perlu dikembangkan dan diatur dengan baik. Dengan adanya komunikasi yang baik akan memberikan informasi-informasi yang baik bagi guru maupun pimpinan lembaga pendidikan atau kepala sekolah maupun peneliti. Dengan adanya komunikasi yang baik maka peneliti akan dapat mengetahui kebutuhan serta keinginan para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru TK Mardi Santoso Desa Jetiskidul Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi oleh Kepala sekolah pada Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian sebagai berikut : pada siklus I nilai rerata mencapai 112; siklus II nilai rerata mencapai 132,50 berarti terjadi peningkatan sebesar 20,50; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 167,50 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 35,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I sebesar 66,67%, siklus II sebesar 66,67% dan akhirnya pada siklus III sebesar 100%.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Sistem Tata Surya Melalui Metode Role Playing Pada Siswa Kelas VI SDN Blukon Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajangtahun Pelajaran 2017/2018 Rachmat, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.53 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar IPAmateri “Sistem Tata Surya” pada siswa kelas VI SD Negeri Blukon. Penyampaian materi oleh guru masih belum bervariasi dan belum disesuaikan dengan karakteristik siswa. Hal ini menjadi penyebab hasil belajar pada mata pelajaran IPA materi Sistem Tata Surya tergolong rendah. Metode Pembelajaran Role Playing diterapkan bertujuan memberikan perbaikan hasil belajar pada siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana penerapan metode pembelajaran Role Playing untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi Sistem Tata Surya padasiswa kelas VI SD Negeri Blukon tahun pelajaran 2017/2018? 2) Bagaimana peningkatan hasil belajar IPA materi Sistem Tata Surya padasiswa kelas VI SD Negeri Blukon dengan menggunakan metode pembelajaran Role Playing Tahun Pelajaran 2017/2018? Adapun tujuan penelitian dalam hal ini adalah 1) Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran Role Playing pada mata pelajaran IPA materi Sistem Tata Surya pada siswa kelas VI SD Negeri Blukon tahun pelajaran 2017/2018. 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Blukon dengan menggunakan metode pembelajaran Role Playing Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis tindakan kelas. Adapun tekhnik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan wawancara. Tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Blukon Tahun Pelajaran 2017/2018. Sedangkan observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk menggali data tentang pembelajaran IPA dan respon siswa terhadap pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil analisis data pada hasil tes belajar sebelum prasiklus sebesar 59%, pada siklus 1 sebesar 72%, siklus 2 82% dan pada siklus 3 sebesar 91%. Hasil ini menunjukkan penerapan metode pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Sistem Tata Surya pada siswa kelas VI SD Negeri Blukon tahun pelajaran 2017/2018.
Meningkatkan Ketrampilan Dasar Mengajar Guru Melalui Supervisi Klinis Di SD Negeri Ledokombo 1 Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2019/2020 Siti Fatimah, S. Pd
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.579 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan sembilan keterampilan dasar mengajar guru yang belum diaplikasikan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran selama ini. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari data, informasi dan untuk mengetahui tentang penerapan sembilan keterampilan dasar mengajar guru melalui supervisi klinis di SD Negeri Ledokombo 1 Kabupaten Jember tahun pelajaran 2019/ 2020. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif lapangan yang dilaksanakan di SD Negeri Ledokombo tahun pelajaran 2019/2020. SD Negeri Ledokombo 1 dijadikan sebagai sumber data oleh peneliti sebagai tugasnya sebagai kepala sekolah untuk mendapatkan data guru dan untuk mengetahui penerapan sembilan keterampilan dasar mengajar. Datanya diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Setelah data terkumpul maka dianalisis secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Kemudian dijabarkan secara deskriptif, yakni diwujudkan dalam bentuk laporan dan uraian mendetail. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sembilan keterampilan dasar mengajar guru di SD Negeri Ledokombo 1 Kabupaten Jember Tahun pelajaran 2019/2020 sudah diterapkan dengan baik sesuai dengan teori yang telah dikemukakan. Dengan adanya peningkatan tersebut diharapkan guru mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap pendidik dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan ketrampilan dasar mengajar guru dengan kegiatan supervisi klinis melalui siklus yang sistematik, perencanaan, pengamatan serta analisis yang intensif dan cermat tentang penampilan mengajar yang nyata serta bertujuan mengadakan perubahan dengan cara rasional di SD Negeri Ledokombo 1 Kabupaten Jember tahun pelajaran 2019/2020.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X Jasa Boga 1 SMK Negeri 2 Bondowoso Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Examples Non Examples Pada Mata Pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan Yayuk Sri Wahyuningsih, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.52 KB)

Abstract

SMK Negeri 2 Bondowoso merupakan sekolah kejuruan yang memiliki beberapa program keahlian yang membekali siswa dengan pengetahuan, keahlian dan ketrampilan sehingga lulusan siap terjun di dunia kerja. Salah satu program keahlian di SMK Negeri 2 Bondowoso yaitu program keahlian tata boga. Progam keahlian Tata Boga merupakan salah satu program keahlian disekolah menengah kejuruan yang membekali siswa dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja agar kompeten dalam bidang Boga. Pengetahuan bahan makanan merupakan mata pelajaran teori dan praktek yang diajarkan pada Jurusan Tata Boga di SMK Negeri 2 Bondowoso mata pelajaran Pengetahuan bahan makanan diajarkan pada smester ganjil dan genap di kelas X Tata Boga. Berdasarkan batasan masalah diatas maka dirumuskan permasalahan penelitian yaitu: Apakah metode pembelajaran Examples Non Examples dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran pengetahuan bahan makanan kelas X Jasa Boga 1 di SMK Negeri 2 Bondowoso? Berdasarkan data hasil penelitian tindakan kelas mulai dari pra siklus, Siklus I dan Siklus II maka dapat disimpulan kalau penggunaan metode Examples and Non exampl dapat meningkat hasil belajar pelajaran produktif pengetahuan bahan makanan , hal ini dapat dilihat dari data sebagai berikut: Ketuntasan Belajar, Pada pra siklus besarnya ketuntasan belajar siswa sebesar 48.39%, pada siklus I megalami peningkatan menjadi 74.19%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 87.10% Daya Serap siswa, Pada pra siklus besarnya daya serap siswa sebesar 65.32%, pada siklus I megalami peningkatan menjadi 69.68%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 79.19%.
Penggunaan Metode Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pembuatan Pola Dasar Rok Siswa Kelas X Tata Busana SMK Negeri 2 Bondowoso Pada Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018 Rusmini, S.Pd
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.04 KB)

Abstract

Faktor penentu dalam dalam pendidikan adalah guru dan siswa. Guru sebagai komponen penting dari tenaga kependidikan, memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran, dan siswa merupakan salah satu objek dari pembelajaran tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk menerapkan metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) untuk mengungkap permasalahan pada pembelajaran praktik pembuatan pola dasar rok melalui kegiatan penelitian dengan jenis penelitian Pre Eksperiment. Peneliti akan menguji pengaruh dari metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) untuk kompetensi dasar pembuatan pola dasar rok, seberapa jauh metode ini akan membantu siswa dalam memahami dan mempraktekkan materi dan mempengaruhi pencapaian hasil mereka. Dari uraian tersebut, masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan secara lebih spesifik yaitu: 1). Bagaimana hasil belajar siswa dalam pembuatan pola dasar rok sebelum menggunakan metode Team Assisted Individualization (TAI)? Berdasarkan data hasil penelitian tindakan kelas mulai dari pra siklus, Siklus I dan Siklus II maka dapat disimpulan kalau penggunaan Model Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkat hasil belajarProduktif membuat pola, hal ini dapat dilihat dari data sebagai berikut: 1). Ketuntasan belaja, Dari 33 Jumlah siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 2 Bondowoso pada pra siklus besarya ketuntasan belajar sebesar 51.52%, pada siklus I meningkat menjadi 66.67% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 84.85% 2). Daya serap siswa , Dari 33 Jumlah siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 2 Bondowoso pada pra siklus besarya daya serap siswasebesar 69.70%, pada siklus I meningkat menjadi 74.39% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 77.73%.
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Bidang Studi Geografi Melalui Pendekatan Self Esteem Approach Learning Kelas XI-IPS-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 6 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020 Drs. Adi Suprayitno. M.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.046 KB)

Abstract

Guru dalam hal pelaksanaan Self Esteem Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mencurahkan perhatian pada pengembangan kesadaran akan harga diri) sebagai fasilitator dan dinamisator kelas. Dari hasil observasi pada siklus I aktifitas siswa yang kurang = 55,6 %, cukup = 22,2 % dan baik = 22,2 %. hasil prestasi siswa pada siklus I menunjukkan nilai secara rata rata 54.73 (55 % ) pada awal tes, dan di akhir tes menunjukkan rata rata sebesar 60.62 ( 61 % ) dan Pada Siklus II di awal tes secara rata rata yang diperoleh menunjukkan 66.06 ( 66 % ) dan di akhir dilaklukan test yang diperoleh sebesar 68.26 ( 68 % ). Sehingga secara garis besar hasil prestasi belajar siswa pada siklus I mengalami kenaikan adri tes awal dan akhir sebanyak 5.89 ( 6 % ) dan Pada Siklus II sebesar 2.2 ( 2 % ) Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan diperoleh data secara keseluruhan secara rata rata anak yang kurang aktif sebesar 6.25 dengan anak 25. dan yang memiliki aktivitas cukup sebanyak 10 anak ( 1.11 % ) dengan rata rata 1.11. serta yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 10 anak ( 1.11 % ) dengan rata rata 1.11. pada siklus I. Sedangkan hasil pengamatan antar kelompok pada siklus II diperoleh data sebanyak 5 anak yang memiliki aktivitas kurang ( 0.56 % ) dengan rata rata yang diperoleh 0.56. yang memiliki aktivitas sedang senanyak 12 anak dengan rata rata yang diperoleh 1.33. dan yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 28 anak dengan rata rata yang diperoleh sebanyak 3.11. ( 3.11 % ). Maka dari hasil pengamatan antar kelompok dapat dikategorikan berhasil atau dapat diterima.
Peningkatan Prestasi Belajar Dan Keaktifan Siswa Kelas XI IPS-3 SMA Negeri 1 Trenggalek Dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran Problem Based Introduction Pada Pelajaran PPKn Materi Dinamika Demokrasi Di Indonesia Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/201 Dra. Dianalis Setyokuntari, M. Pd
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 3 (2020): Volume 5 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.769 KB)

Abstract

Siswa kelas XI IPS-3 menganggap mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan pelajaran yang tidak begitu penting. Semangat belajar siswa juga menurun ketika harus mempelajari materi tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Banyak siswa yang terlihat mengantuk ketika guru menjelaskan materi di depan kelas. Hal itu disebabkan karena guru terlalu mendominasi kelas tanpa ada hubungan timbal balik yang sepadan. Siswa menjadi tidak aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Hal tersebut berpengaruh pada prestasi belajar siswa di mana hanya ada 19 orang siswa dari 34 siswa yang mampu tuntas KKM. Peneliti melihat diperlukannya sebuah penelitian untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Peneliti memilih sebuah strategi pembelajaran Problem Based Intruduction. Strategi pembelajaran Problem Based Introduction merupakan strategi Strategi Problem Based Introduction adalah merupakan model pembelajaran yang menekankan masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa dan peran guru dalam menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan keaktifan belajar kategori A dan kategori B sebesar 75%. Total jumlah peningkatan nilai pada klasifikasi A (sangat baik) dan B (baik) pada siklus kedua adalah 79%. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah melebihi indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%. Keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan prestasi belajar siswa hingga 75% dengan nilai KKM minimal 82. Hasil peningkatan dapat terlihat dari data sebagai berikut: prasiklus 55,9%; siklus pertama 64,7%; siklus kedua85,3%. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah melebihi indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%.