cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP)
ISSN : 25283669     EISSN : 2655638     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 10 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah.Jurnal ini memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun.Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Pendekatan Kontekstual Model Expanding Panel Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas 6 Semester Ganjil Di SDN Srimulyo 03 Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2019/2020 Mujayanto, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.987 KB)

Abstract

Selama ini proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang ditemui masih secara invensional, seperti ekspositori, drill atau ceramah. Proses ini hanya menekankan pada pencapaan tuntutan kurikulum dan penyampaian tekstual semata daripada mengembangkan kemapuan belajar dan membangun individu. Kondisi seperti ini tidak akan menumbuh kembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti yang diharapkan. Akibatnya nilai-nilai yang didapat tidak seperti yang diharapkan. Dalam hal ini guru ingin memperbaiki keadaan tersebut dengan mencobakan suatu strategi pembelajaran yang belum pernah dilaksanakan, yaitu pendekatan pembelajaran yang akan membuat siswa dapat belajar aktif dimana siswa lebih berpartisipasi aktif sehingga kegiatan siswa dalam belajar jauh lebih dominan daripada kegiatan guru dalam mengajar. Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas, maka dilakukan penelitian tindakan sekolah untuk mengatasi permasalahan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual model Expanding Panel sebagai solusinya. Peningkatan aktivitas belajar melalui pendekatan kotekstual model expanding Panel dalam Pembelajaran Bahasa Indoensia Kelas 6 pada Kompetensi Dasar Mengubah Puisi ke dalam Bentuk Prosa semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 Kelas 6 di SDN Srimulyo 03 Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan sebesar 73,91% meningkat pada Siklus I sebesar 68%, siklus II sebesar 81%, dan siklus III sebesar 90%.
Manfaat Metode Listening Aktivities Learning Mata Pelajaran PPKn Mampu Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Semester Ganjil SD Negeri 3 Sukodono-Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2019/2020 Luluk Zahroh, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.612 KB)

Abstract

Kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode Listening Ativities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan dengan cara mendengarkan dan berdiskusi) dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada materi pada pembelajaran pentingnya Memahami Pemerintah Provinsi Nasional dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,25%. Ini dapat dilihat melalui siklus I menunjukkan 71,57% dan pada siklus II memperoleh 78,2% hal ini telah mengalami peningkatan dalam perolehan hasi prestasi belajar siswa. Berdasarkan uraian tersebut diatas, hipotesis yang diajukan dalam penelitian tindakan sekolah ini : “Jika kegiatan belajar mengajar menggunakan metode Listening Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan dengan cara mendengarkan dan berdiskusi) pada materi pembelajaran pentingnya Mamhami Pemerintahan Provinsi Nasional pada pelajaran PPKn prestasi belajar siswa dapat meningkat”, dapat diterima.
Mengapresiasi Hasil Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Jasmani Melalui Pendekatan Discovery Learning Kelas VI SD Semester Ganjil Di SD Negeri 2 Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2019/2020 Nuriono, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.84 KB)

Abstract

Sejauh ini mutu pendidikan negara Indonesia masih sangat memprihatinkan. Surya (2002:32) menyatakan, “dalam lingkungan antar bangsa mutu sumber daya manusia Indonesia berada oada eringat yang rendah (Indonesia menduduki posisi urutan ke 109 dalam indeks perkembangan manusia) dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Bahkan lebih rendah satu tingkat dibawah Vietnam, padahal tahun yang lalu berada di bawah negara Indonesia. Pendidikan di negara Indonesia harus menapat prioritas utama, sehingga dimasa mendatang tidak semakin ketinggalan dan tenggelam arus milenium. Pendidikan harus menjadi kebutuhan dan menjadi posisi sentral dalam upaya memperbaiki kualitas SDM dan daya saing bangsa. Untuk itu penulis melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Mengapresiasi Hasil Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Jasmani Melalui Pendekatan Discovery Learning (Pembelajaran Yang Mengembangkan Hasil Penemuan Peserta Didik) Kelas VI-SD Semester Ganjil Di SD Negeri 2 Sukdono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2019/2020. Hasil observasi pada skilus I aktifitas siswa yang kurang = 55,6%, cukup=22,2% dan baik=22,2%. Hasil prestasi siswa pada siklus I menunjukkan nilai secara rata-rata 54,73 (55%) pada awal tes, dan diakhir tes menunjukkan rata-rata sebesar 60,62 (61%) dan pada siklus II di awal tes secara rata-rata yang diperoleh menunjukkan 66,06 (66%) dan diakhir dilakukan tes yang diperoleh sebesar 68,26 (68%). Sehingga secara garis besar hasil prestasi belajar siswa pada sikus I mengalami kenaika dari tes awal dan akhir sebanyak 5,89 (6%) dan pada siklus II sebesar 2,2 (2%). Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan diperoleh data secara keseluruhan secara rata-rata anak yang kurang aktif sebesar 6,25 dengan anak 25. Maka dari hasil pengamatan antar kelompok dikategorikan berhasil atau dapat diterima.
Meningkatkan Minat Belajar PKn Dengan Pendekatan Kontekstual Siswa Kelas V Semester Genap SD Negeri 3 Sukodono Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2018/2019 Gianto, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.792 KB)

Abstract

Penggunaan Teknik dengan Pendekatan Kontekstual di sekolah sangat positif. Dengan digunakan teknk dengan pendekatan kontekstual kegiatan belajar mengajar siswa lebih menarik, hidup, sehingga siswa aktif mengemukakan pendapat. Hal ini terlihat apda hasil dari siklus I diperoleh data dari hasil prestasi siswa kelas V Semester Genap SD Negeri 3 Sukodono-Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang tahun pelajaran 2018/2019, dengan menggunakan teknik dengan pendekatan kontekstual dari 13 anak memperoleh rata-rata pada aspek kognitif sebesar 6,13 (63%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 6,38 (64%) dan pada aspek afektif rata-ratanya sebesar 6,62 (66%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 6,38 dengan prosentase 64%. Hal ini masih berada dibawah ketuntasan belajar sebesar 70 (70%). Maka perlu dilakukan kegiatan pada siklus II. Dan pada siklus II menunjukkan hasil prestasi belajar siswa pada kelas V Semester Genap SD Negeri 3 Sukodono-Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang tahun pelajaran 2018/2019 dengan menggunakan teknik dengan pendekatan kontekstual dari 13 anak memperoleh rata-rata pada aspek kognitif sebesar 88,8 (89%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 80,77 (81%) dan pada aspek afaktif rata-ratanya sebesar 81,54 (82%). Sehingga hasil prestasi belajar sebsar 83,8 dengan prosentase 84%. Hal ini masih berada diatas ketuntasan belajar sebesar 70 (70%), maka tidak perlu dilakukan kegiatan pada siklus berikutnya. Dan dinyatakan Tuntas.
Usaha Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pekerjaan Interior Kapal Dengan Model Discovery Learning Pada Siswa Kelas XI IK SMK Negeri 3 Buduran Tahun Pelajaran 2017/2018 M. IMRON S.S.T.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.678 KB)

Abstract

Terjadinya kondisi pembelajaran siswa aktif dan mempunyai prestasi yang tinggi merupakan harapan dari semua pelaku pendidikan. Dengan model pembelajaran discovery learning, diharapkan ada peningkatan hasil belajar siswa. Sejauh ini, siswa SMK Negeri 3 Buduran khususnya kelas XI IK masih mengalami kendala memahami materi Pekerjaan Interior Kapal. Oleh karena itu, metode pembelajaran discovery learning ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus, dimana siklus pertama menggunakan model discovery learning pada topik konstruksi dinding dan konstruksi dasar kapal dan pada siklus kedua menggunakan model discovery learning yang dilengkapi gambar kerja tersetruktur pada topik perangkaian konstruksi dasar kapal dengan konstruksi dinding kapal. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah siswa yang telah mencapai KKM mengalami kenaikan dari siklus pertama ke siklus kedua, yaitu dari 15 siswa (42,31%) menjadi 27 siswa (88,46%). Peningkatan ini juga terjadi pada meningkatnya aktifitas siswa, dimana julmah siswa aktif pada siklus pertama 46,15% siswa menjadi 84,62% siswa. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi pekerjaan interior kapal.
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Fisika Melalui Discovery Learning Pada Siswa Kelas XI-IPA-3 Semester Ganjil Di SMA Negeri 3 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018. Budi Setiyo Harno Putro. S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.424 KB)

Abstract

Dengan Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) Pada Siklus I Dari hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 63,73 dengan prosentase sebesar 64%. Hal ini masih rendah dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka Kegiatan penelitian ini perlu diadakan penelitian pada siklus selanjutnya. Pada Siklus III hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 81,41 dengan prosentase sebesar 81%. Hal ini diatas dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka Kegiatan penelitian ini Tidak perlu diadakan penelitian pada siklus berikutnya dan dinyatakan berhasil. Dapat dikatakan bahwa prestasi belajar bidang studi Fisika dalam mengerjakan soal tes berMelalui terhadap siswa setelah Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) yaitu pada post test Siklus I 27,91 % menjadi 79,07 % pada post test Siklus II. Dari hasil penelitian pada Siklus I, Siklus II terlihat bahwa siswa yang diberikan bantuan dalam menyelesaikan soal-soal tes ada Melalui terhadap proses kegiatan belajar mengajar bidang studi Fisika dengan adanya Melalui tersebut dimungkinkan kualitas siswa dalam proses belajar mengajar bidang studi Fisika akan lebih baik. Diharapkan juga pemberian bantuan dalam menyelesaikan soal-soal tes tersebut dapat dijadikan suau alernatif dalam menentukan metode pengajaran khususnya pada materi pelajara Fisika. Sehingga untuk pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Penerapan Strategi Pembelajaran Dengan Menggunakan Film Pendek Komedi “Mark Angel” Di Youtube Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Writing Siswa Kelas VII-D SMPN 6 Madiun Materi Asking For And Giving Informations Agus Subiyanto, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 3 (2020): Volume 5 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar writing siswa kelas VII-D SMP Negeri 6 Madiun pada mata pelajaran Bahasa Inggris materi asking for and giving informations penerapan strategi pembelajaran dengan menggunakan film pendek komedi “Mark Angel” di Youtube. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII-D sebanyak 32 siswa, 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan angket. Dari hasil penelitian terdapat peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari prasiklus 50%, pada siklus I naik menjadi 56,25% dan siklus II naik menjadi 87,81%. Hasil nilai rata-rata dari prasiklus sebesar 69,06 meningkat pada siklus I menjadi 73,44, dan pada siklus II meningkat menjadi 88,13 dan sudah melebihi KKM. Sedangkan peningkatan keaktifan belajar siswa yang menunjukkan klasifikasi A dan B pada siklus II yaitu sebesar 87,51%. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran dengan menggunakan film pendek komedi “Mark Angel” di Youtube pada mata pelajaran Bahasa Inggris Materi Asking For and Giving Informations dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar writing siswa kelas VII-D SMP Negeri 6 Kota Madiun.
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun RPP Melalui Bimbingan Berkelanjutan Di Madrasah/Sekolah Binaan (Penelitian Tindakan Sekolah Pada Semester Ganjil Di Madrasah/Sekolah Binaan Kab.Ciamis Jawa Barat Tahun Pel. 2019/2020) Dra. Muslihat, M.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 3 (2020): Volume 5 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.641 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian tindakan sekolah dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru. 2) Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi/pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus ke siklus. Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP adalah 69% dan pada siklus II adalah 83%. Jadi ini terjadi peningkatan 14% dari siklus I. Telah terbukti bahwa bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut; 1) Motivasi yang sudah tertanam khususnya dalam penyusunan RPP hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan/dikembangkan. 2) RPP yang disusun/dibuat hendaknya mengandung komponen-komponen RPP secara lengkap dan baik karena RPP merupakan acuan/pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. 3) Dokumen RPP hendaknya dibuat minimal dua rangkap, satu untuk arsip sekolah dan satu lagi untuk pegangan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Tentang Sikap Santun Dan Menghargai Teman, Melalui Strategi Pembelajaran Synergetic Teaching Siswa Kelas IV B SDN 1 Brotonegaran Kecamatan Ponorogo Siti Kuroisin, S.Pd.I.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 3 (2020): Volume 5 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.731 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam khususnya pada kompetensi dasar Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 59,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Synergetic Teaching dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 3 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat melalui metode Synergetic Teaching pada siswa Kelas IV B SDN 1 Brotonegaran Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Synergetic Teaching dalam meningkatkan kemampuan Pendidikan Agama Islam materi ajar Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,00; siklus II 80,00, dan siklus III 86,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 60,00%, siklus II meningkat menjadi 80,00%, pada siklus III menjadi 100%.
Peningkatan Kinerja Guru SD Negeri Kejayan 1 Kabupaten Bondowoso Dalam Pengembangan Profesionalisme Melalui Teknik Supervisi Kelas Tahun Pelajaran 2019/2020 Ruhaniyah, S.Pd
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 5 No 3 (2020): Volume 5 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.466 KB)

Abstract

Tidak semua guru memiliki keberanian untuk mengakui kekurangan atau kelemahannya sebagai guru yang proesional. Kartu mandiri merupakan salah satu cara untuk membuat segala sesuatu menjadi transparan. Guru mampu menuangkan permasalahan kinerjanya pada kartu tersebut. Kreativitas dari seorang pimpinan merupakan sikap yang harus terus dipupuk dan dikembangkan. Memotivasi guru untuk menunjukkan profesionalisme merupakan wujud nyata tindakan kepala sekolah pada kompetensi supervisi. Dari hasil tindakan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:”Teknik Supervisi Kelas dapat digunakan untuk menumbuhkan kinerja guru dalam mengembangkan profesionalismenya”. Hasil analisis, catatan supervisor, dapat dimanfaatkan untuk perkembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru, setidak-tidaknya dapat mengurangi kendala-kendala yang muncul atau yang mungkin akan muncul. Umpan balik akan memberi pertolongan bagi supervisor dalam melaksanakan tindak lanjut supervisi. Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, tidak menonjolkan otoritas yang mereka miliki, memberi kesempatan untuk mendorong guru memperbaiki penampilan, serta kinerjanya. Hasil pengamatan dokumen administrasi pembelajara pada siklus I nilai rata-rata 71 karena ada 4 orang guru yang mendapat nilai baik, 4 orang guru mendapat nilai sedang, sedangkan untuk siklus II diperoleh data nilai rata-rata 80 karena ada 2 orang guru yang mendapat nilai baik sekali, 6 orang guru mendapat nilai baik. Hasil pengamatan proses pembelajaran rata-rata 67 karena karena ada 3 guru yang mendapat nilai baik dan 5 guru masih mendapat nilai sedang. sedangkan untuk siklus II pengamatan proses pembelajaran rata-rata 81 karena semua guru mendapat nilai baik. Maka pelaksanaan siklus II sudah berhasil tidak dilakukan lagi dengan siklus berikutnya

Page 10 of 18 | Total Record : 180