cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP)
ISSN : 25283669     EISSN : 2655638     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 10 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah.Jurnal ini memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun.Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Melaporkan Hasil Wawancara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas IV SDN Mojoruntut 2 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo Nunuk Nurlaili, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 3 (2021): Volume 6 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.448 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Melaporkan hasil wawancara. sangat rendah, yakni hanya 10 siswa dari 20 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,75. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Melaporkan hasil wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Melaporkan hasil wawancara melalui metode Peer Lessons pada siswa. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Indonesia materi ajar Melaporkan hasil wawancara.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 72,25; siklus II 75,25, dan siklus III 80,50. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 65,00%, siklus II meningkat menjadi 75,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan strategi Peer Lessons dalam proses pembelajaran dapat meningkatan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi ajar Melaporkan hasil wawancara.
Peningkatan Hasil Belajar Membedakan Berbagai Bunyi Bahasa Pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas I-B SDN Krembung 1 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo Nurul Pangestuti, S.Pd
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 3 (2021): Volume 6 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.063 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk bidang Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar membedakan berbagai bunyi bahasa sangat rendah, yakni hanya 53,33% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 57,67. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Elaborasi diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam pembelajaran berkompetensi dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan kompetensi dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas I-B, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut : Meningkatkan hasil belajar Membedakan berbagai bunyi bahasa melalui metode Elaborasi Siswa Kelas I-B SDN Krembung 1 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar Membedakan berbagai bunyi bahasa ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 67,33; siklus II 73,67, dan siklus III 80,50. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 73,33%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Melalui Metode Transferring Approach Learning Pada Siswa Kelas Kelas XI-IPS-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Tahun Pelajaran 2018/2019 Supratikto, S.Pd. M.Pd., Adi
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 3 (2021): Volume 6 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.284 KB)

Abstract

Pemahaman siswa Sekolah Menengah Atas terhadap isi pelajaran sangat rendah. Hasil wawancara dengan beberapa Kepala Sekolah yang dilakukan lewat pengamatan menunjukkan belum adanya pola desain pembelajaran materi Mengonstruksi Informasi dalam Teks Prosedur. Setelah dilakukan analisis atas hasil tindakan dengan metode Transferring Approach Learning tingkat pemahaman dengan hasil hasil prestasi belajar pada masing masing siklus maka Pada Siklus I dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 5.74 ( 57 % ) dari sejumlah 25 siswa dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 5.74 ( 57 % ) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke II. Dan Pada Siklus II Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 6.54 (65%) dari sejumlah 25 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 6.54 (65%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke III. Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 7.49 (75%) dari sejumlah 25 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 7.49 (75%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke IV. Serta pada siklus IV ini data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 9.74 (97%) dari sejumlah 25 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). dimana rata rata prestasi belajar menunjukkan 9.74 (97%) Karena hal ini berada diatas standart ketuntasan, Maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Terbukti pembelajaran Metode Transferring Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan pemanfaatan pengetahuan dalam situasi/konteks baru) akan memperoleh beberapa keuntungan bagi guru dan bagi siswa.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X-IPS-2 Pada Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019 Melalui Teknik Giving Question And Getting Answers Learning Retno Supriyati, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 3 (2021): Volume 6 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.518 KB)

Abstract

Hasil prestasi belajar siswa Kelas X-IPS-2 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019 untuk mata pelajaran Bahasa Jerman kurang memuaskan. Menurut analisa peneliti hal ini disebabkan oleh kebiasaan siswa yang kurang suka membaca. Oleh karena itu peneliti mencoba bentuk lain yaitu teknik membaca Giving Question and Getting Answers Learning (Pembelajaran yang mengembangkan kemampuan dengan jalan memberi pertanyaan dan menerima Jawaban). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Jerman dengan menggunakan Giving Question and Getting Answers Learning dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa Kelas X-IPS-2 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian per siklus sebagai berikut : pada siklus I memperoleh nilai 76,00 sedangkan pada siklus II memperoleh nilai 77,2 sehingga ada peningkatan sebesar 1,2. Pada kegiatan inti siklus I memperoleh nilai 79,25 sedangkan pada siklus II memperoleh nilai 80.88 sehingga ada peningkatan sebesar 1,63. Pada kegaitan penutup pada siklus I memperoleh nilai 77,50 dan pada siklus II memperoleh nilai 79,17 sehingga ada peningkatan sebesar 1,67. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Kelas X-IPS-2 dengan pengambilan data secara kuisioner dan penilaian pada hasil ulangan harian dengan tahapan Siklus I dan Siklus II, maka diperoleh hasil sebagai berikut : pada Siklus I diperoleh nilai rata – rata 69,88 dan siklus II rata – rata 72,65 sehingga ada peningkatan 2,77. Sedangkan peningkatan minat siswa dapat dilihat pada hasil angket yang diberikan pada siswa, dimana pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa. Sehingga dalam kegiatan penelitian ini dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Manfaat Model Pembelajaran Active Knowledge Sharing Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VI Semester Ganjil Di SD Negeri 1 Kluwih Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Ridlwan Ridlwan
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No.1 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Active Knowledge Sharing Learning (Pembelajaran yang membangkitkan Saling Tukar Pengetahuan) dalam Belajar Pokok Bahasa Dengan Sejarah Terbentuknya ASEAN kesempatan dapat mempelajari Ilmu Pengetahui Sosial sebagai yang diwujudkan dalam semangat belajar, sesuai dengan konteks penggunaannya pada Siswa Kelas VI Semester Ganjil Di SD Negeri 1 Kluwih Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2. Pada Siklus I rata-rata siswa adalah 69,35 (69,35%) dari KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Karena perolehan Nilai secara rata rata masih dibawah KKM, maka penelitian ini perlu dilakukan penelitian pada siklus berikutnya, dan penelitian ini dinyatakan Belum Tuntas. Pada Siklus II rata-rata siswa adalah 72,52 (72,52%) dari KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Karena perolehan Nilai secara rata rata masih dibawah KKM, maka penelitian ini perlu dilakukan penelitian pada siklus berikutnya, dan penelitian ini dinyatakan Belum Tuntas. Pada Siklus III rata-rata siswa adalah 77,05 (77,05%) dari KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Karena perolehan Nilai secara rata rata masih dibawah KKM, maka penelitian ini perlu dilakukan penelitian pada siklus berikutnya, dan penelitian ini dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Pemanfaatan Pendekatan Berbasis Active Knowledge Sharing Learning Sebagai Upaya Untuk Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Guru Kelas VI Semester Genap Di SD Negeri 1 Borang Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran Nunuk Kusrini
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No.1 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan di bidang pendidikan dapat diwujudkan ke dalam kondisi pembelajaran Guru aktif merupakan harapan dari semua komponen pendidikan termasuk masyarakat dan praktisi pendidikan. Oleh sebab itu dalam kegiatan pembelajaran dituntut suatu strategi pembelajaran yang direncanakan oleh guru dengan mengedepankan keaktifan Guru dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi pembelajaran berbasis Active Knowledge Sharing Learning (Pembelajaran Saling Tukar Pengetahuan) yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar Guru Kelas VI Semester Genap di SD Negeri 1 Borang Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019. ternyata lebih efektif dalam meningkatkan dan menumbuhkan aktivitas Kecakapan Hidup, motivasi, dan Prestasi Belajar hasil belajar Guru. Hal ini terbukti hasil nilai yang telah dicapai. Distribusi hasil belajar secara prosentase dari Guru Kelas VI Semester Genap di SD Negeri 1 Borang Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar pada Siklus I : 5 siswa memperoleh nilai 63; 1 siswa memperoleh nilai 65; 3 siswa memperoleh nilai 66; 8 siswa memperoleh nilai 67; dan 3 siswa memperoleh nilai 68. Nilai rata-rata 65,90. Distribusi hasil belajar secara prosentase dari Guru Kelas VI Semester Genap di SD Negeri 1 Borang Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019 Pada Siklus 2: 6 siswa memperoleh nilai 85; 4 siswa memperoleh nilai 86; 5 siswa memperoleh nilai 88; dan 5 siswa memperoleh nilai 89. Nilai rata-rata 86,95.
Manfaat Synetics Approach Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VI Semester Genap Di SD Negeri 5 Wonosidi Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Riyadi Riyadi
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No.1 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada siswa waktu untuk berpikir dn merespon serta saling membantu satu dama lain. Metode ini langkah-langkahnya adalah berpikir (Think), berpasangan (Pairing) berbagi (Sharing). Sedangkan Authentik Assesment adalah serangkaian kegiatan untuk mengukur prestasi siswa sebagai hasil dari suatu program instruksional. Authentik Assesment yang digunakan adalah penilaian portofolio. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan model pembelajaran dan Authentik yang ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar klasikal 76,42%. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberikan PR (tugas portofolio) untuk mengukur pemahaman siswa tentang materi yang diberikan. Dari hasil tes akhir yang menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 76,42%. Analisis hasil belajar siswa dengan Authentic Assesment diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 78,5%. Berdasar hasil belajar di atas ternyata dengan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment) ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 78,5%. Hal ini menunjukkan bahwa Authentic Assesment dapat dipertimbangkan sebagai moel penilaian yang baik untuk digunakan, karena mengukur semua aspek pembelajaran mulai dari proses, kinerja dan hasil.
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Di SDN 1 Wiyoro Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan Wijiati Wijiati
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No.1 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolok ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian sebagai berikut : pada siklus I nilai rerata mencapai 107,6; siklus II nilai rerata mencapai 127,7 berarti terjadi peningkatan sebesar 20,1; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 160,6 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 32,9. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I sebesar 0%, siklus II sebesar 28,57% dan akhirnya pada siklus III sebesar 57,14%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya.
Mendayagunakan Hasil Prestasi Belajar Matematika Dengan Materi Pembelajaran Menentukan Luas Trapesium Dan Layang-Layang Melalui Metode Authentic Assesment Approach Learning Pada Siswa Kelas V Semester Ganjil Di SDN Ngegong, Kota Madiun Siti Aminah
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No.1 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan analisis data kualitatif dan profil tingkat pemahaman dengan hasil hasil prestasi belajar ditunjukkan melalui kegiatan siklus pada masing masing siklus. Maka Pada Siklus I Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 57.4 (57%) dari sejumlah 26 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 57.4 (57%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke II. Dan Pada Siklus II Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 65.4 (65%) dari sejumlah 26 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 65.4 (65%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke III. Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 74.9 (75%) dari sejumlah 26 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 74.9 (75%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke IV. Setalah pada siklus IV ini data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 97.4 (97%) dari sejumlah 26 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). dimana rata rata prestasi belajar menunjukkan 97.4 ( 97 % ) Karena hal ini berada diatas standart ketuntasan, Maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Maka dengan adanya pembelajaran Metode Authentic Assesment Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan dan Penerapan Penilaian Otentik) akan memperoleh beberapa keuntungan bagi guru dan bagi siswa. Dengan pembelajaran Metode Authentic Assesment Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan dan Penerapan Penilaian Otentik) akan membantu, mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan Matematika tersebut tetapi anak didiknya benar-benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Selain itu tugas yang diberikan harus dicek apakah dikerjakan atau belum, kemudian perlu dievaluasi, karena akan memberi motivasi belajar siswa.
Mengoptimalkan Hasil Pengajaran Pada Mata Pelajaran Kimia Dengan Materi Pelajaran Tata Nama Senyawa Dan Persamaan Reaksi Melalui Synetics Approach Pada Kelas XII-IPA-3 Untuk Pengajar Pada Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Kendal, Kabupaten Ngawi Sunarta Sunarta
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No.1 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan materi pembelajaran Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi dengan Synetic Approach (pendekatan yang memusatkan perhatian dan kompetensi Guru Pengajar) sebagai alat bantu metode pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. Guru Pengajar dapat dengan mudah memahami dan menguasai materi pelajaran, di samping itu Guru Pengajar dituntut aktif, bertanggung jawab dan disiplin dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini terlihat pada pertemuan I dalam pembahasan materi pembelajaran pengertian dan sumber – sumber Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi 81,25% dinyatakan tuntas. Demikian halnya hasil pertemuan II, 82.5% dinyatakan tuntas dalam pembahasan materi pembelajaran peranan Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi. Hasil Ulangan pada siklus I ini secara rata – rata Hasil Pengajaran Pada menunjukkan 6.15 Hal ini perlu diadakan kegiatan pada siklus beriklutnya yang dikarenakan hasil rata – rata tersebut diatas 6.15, masih berada dibawah SKBM sebesar 65, dan hasil penelitian dinyatakan belum berhasil, maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke II. Dari hasil Ulangan Harian ( Per K D ) pada siklus II ini secara rata – rata Hasil Pengajaran Pada menunjukkan 6.94. Hal ini perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya yang dikarenakan hasil rata – rata tersebut diatas 6.94 masih berada diatas SKBM sebesar 6,7 dan hasil penelitian dinyatakan berhasil dan tuntas, maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Bagi guru pembelajaran dengan menggunakan Synetic Approach , akan membantu, mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan pembelajaran Kimia tersebut tetapi anak didiknya benar – benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Selain itu tugas yang diberikan harus dicek apakah dikerjakan atau belum, kemudian perlu dievaluasi, karena akan memberi motivasi belajar Guru Pengajar. Segala usaha yang dilakukan itu adalah pada hakekatnya untuk membangkitkan minat belajar pada murid agar lebih bergairah belajarnya.