cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP)
ISSN : 25283669     EISSN : 2655638     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 10 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah.Jurnal ini memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun.Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Upaya Meningkatkan Motivasi Guru Memanfaatkan Media Pembelajaran Dalam Mengajar Melalui Metode Student Centered Learning (SCL) Di SDN Sirigan 1 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Ali Wahyudi
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang terjadi di SDN Sirigan 1, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi secara umum dalam melaksanakan pembelajaran masih kurang optimal. Indikasinya banyak guru yang belum melaksanakan pembelajaran dengan media secara tepat, sehingga siswa kesulitan dalam menerima pelajaran serta nilai kegiatan mengajar guru pun masih rendah. Untuk itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran guru SDN Sirigan 1, Kecamatan Paron melalui Metode Student Centered Learning (SCL) dalam penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan Metode Student Centered Learning (SCL) dalam pengajaran mampu meningkatkan kemampuan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika di rata-rata observasi kegiatan belajar mengajar mengalami kenaikan sebesar 12,72 yakni jika siklus I sebesar 74,55 maka pada siklus II menjadi 87,27, Sedangkan Metode Student Centered Learning (SCL) menunjukkan bahwa pengajaran dengan media efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Metode Student Centered Learning (SCL) efektif dalam meningkatkan motivasi guru dalam pembelajaran, (2) jika siklus I guru yang menggunakan media dalam mengajar sebanyak 8 guru atau 72,73% dan pada siklus II meningkat menjadi 10 atau 90,91 %. Dengan hasil ini maka dapat dipastikan bahwa pelatihan penggunaan media mampu meningkatkan jumlah guru dalam pemakaian media pada pembelajaran, sehingga nilai pelaksanaan pembelajaran pun dapat ditingkatkan secara optimal, dan pada siklus II kegiatan penelitian telah mencapai ketuntasan secara klasikal. Kepada semua guru di SDN Sirigan 1, Kecamatan Paron, dengan hasil ini diharapkan hendaknya selalu berusaha meningkatkan kemampuan diri dalam pembelajaran karena hanya dengan pembelajaran yang berkualitas maka tujuan pendidikan akan tercapai secara optimal.
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Inggris Pada Pokok Bahasan Menjelaskan Simple Present Tense Melalui Oral Activities Learning Siswa Kelas IX-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 Samikir Samikir
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan Menerapan Pembelajaran Oral Activities Learning hasil yang dicapai Pada Siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 25 siswa dengan prosentase 64.71 (65%) dan yang tidak tuntas sebanyak 15 siswa dengan tingkat prosentase 44.12 (44%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus I menurut kurikulum 2013 ini dalam standart ketuntasan minimum yang ditetapkan sebesar 75 dengan nilai rata-rata 68.65 (69%) tingkat ketuntasan 64.71 (65%) maka perlu diadakan siklus ke 2. dapat disimpulkan bahwa siswa masih memiliki kriteria baik 38.25 (38%), cukup 17.65 (18%) kurang 38.25 (38%). Siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 34 siswa dengan prosentase 74% dan yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa dengan tingkat prosentase 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus II menurut kurikulum 2013 standart ketuntasan minimum yang ditetapkan sebesar 75 dengan nilai rata-rata 74.44 (74%) tingkat ketuntasan 74% maka perlu diadakan siklus ke 3, Hasil pengamatan siswa sebanyak 3 anak dari 34 siswa menunjukkan 5.88 (6%) memiliki aktivitas kurang dari hasil diskusi, presentase, menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki kriteria baik 85.29 (85%), cukup 8.82 (9%), dan kurang 5.88 (6%). Sedangkan pada Siklus III siswa yang tuntas belajar sebanyak 34 siswa dengan tingkat prosentase 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus 3 ini menurut kurikulum 2013 dalam standart ketuntasan minimum yang ditetapkan 75 dengan nilai rata-rata 91.88 (92%) tingkat ketuntasan 100% dapat dicapai. dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kriteria baik 94.12 (94%), cukup 5.88 (6%). Hal ini menunjukkan adanya kepedulian siswa dalam kegiatan diskusi, representase dan menjawab pertanyaan serta mengemukakan pendapat. Jadi tujuan pembelajaran tercapai seperti yang diharapkan oleh guru. Dengan demikian maka ketepatan atau keefektifan metode pembelajaran Pembelajaran Oral Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Pernyataan, Merumuskan, bertanya dan Mengeluarkan Pendapat) akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Sehingga dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Peningkatan Hasil Belajar Mendiagnosis Kerusakan Kopling Melalui Metode Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas XII TKR 4 SMK Negeri 1 Badegan Zainal Abidin
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi sebelum penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa Kelas XII TKR 4 pada mata pelajaran Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan berada pada kategori rendah, utamanya pada materi pokok konsep impuls dan hukum kekekalan momentum hanya mencapai mean skor 60,47 dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar sebanyak 16 siswa atau 50,00% dengan standar ketuntasan minimal 75%. Hal ini ditengarai bahwa performance guru di kelas dalam proses pembelajaran belum memuaskan dalam arti dalam menyajikan materi ajar tidak kontekstual, disamping belum diterapkannya model pembelajaran secara bervariasi yang sesuai dengan karakteristik materi ajar. Akibatnya sebagian besar siswa akan belajar hanya jika diberi tugas oleh guru. Sebagai perwujudan tanggung jawab peneliti yang juga guru mata pelajaran Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan di Kelas XII TKR 4, menawarkan penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Ditengarai model pembelajaran Discovery Learning ini mampu memberikan pengalaman belajar aktif yang berpusat pada siswa, membantu siswa menemukan ide-idenya sendiri dan mengambil maknanya sendiri serta memberikan pemahaman bahwa belajar sejati terjadi melalui personal discovery atau penemuan pribadi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melalui strategi pembelajaran Discovery Learning pada siswa Kelas XII TKR 4, SMK Negeri 1 Badegan Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan strategi pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 67,78; siklus II 74,44; dan siklus III 82,36. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 63,89%, siklus II 72,22%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 94,44%.
Peningkatan Hasil Belajar Menganalisis Jenis Kue Indonesia Berbahan Tepung Melalui Penerapan Metode Belajar Pintar Siswa Kelas XI JB 1 SMK Negeri 1 Slahung Iin Tri Winarni
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil angket sebelum penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa akan belajar jika diberi tugas oleh guru. Siswa belum mampu mengambil makna dari belajar, kemauan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya masih rendah, kegiatan belajar siswa masih tergantung pada guru. Data yang diperoleh dari daftar nilai diketahui bahwa minat belajar Produk Cake dan Kue Indonesia kompetensi dasar Menganalisis jenis kue Indonesia berbahan tepung sangat rendah, sekitar 70% mendapat nilai dibawah 75. Hal ini ditengarai karena metode pembelajaran yang kurang bervariasi, model pembelajaran yang konvensional dan rendahnya motivasi belajar terhadap mata pelajaran Produk Cake dan Kue Indonesia karena kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Belajar PINTAR dengan harapan siswa memahami konsep Menganalisis jenis kue Indonesia berbahan tepung dan memenuhi standar ketuntasan minimal 75%. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Produk Cake dan Kue Indonesia melalui Penerapan Metode Belajar PINTAR pada siswa kelas XI JB 1 SMK Negeri 1 Slahung Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Belajar PINTAR dalam meningkatkan hasil belajar Produk Cake dan Kue Indonesia ini ditandai adanya peningkatan mean score, yakni : pada siklus I 69,25; siklus II 73,50; dan siklus III 86,50. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 45,00%, siklus II menjadi 80,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Melalui Metode Pembelajaran Diversity Of Student Stategy Learning Mampu Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas IX-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 Bambang Prasono
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui Metode Pembelajaran Diversity of Student Stategy Learning (Strategi Pembelajaran yang mempertimbangkan keragaman siswa) pada siswa Kelas IX-A Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021., dengan cara pendekatan konvensional sudah dianggap tidak efektif serta menimbulkan kejenuhan di dalam kelas, oleh karena itu guru dituntut untuk selalu dan terus berupaya memperbaiki proses pengelolaan pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sarana termudah untuk meneliti, mengevaluasi dan menyempurnakan pengelolaan pembelajaran. Pembelajaran Metode Pembelajaran Diversity of Student Stategy Learning adalah strategi pengajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Siswa memiliki dua tanggung jawab, mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar. Pembelajaran Metode Pembelajaran Diversity of Student Stategy Learning belum banyak diterapkan karena beberapa alasan. Alasan pertama adalah kekhawatiran akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika ditempatkan di dalam kelompok. Selain itu kesan negatif sementara orang mengenai kegiatan kerja sama / belajar dalam kelompok. Banyak siswa yang tidak senang bekerja sama dengan orang lain. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi yang lain, sementara yang kurang mampu merasa minder dengan siswa yang pandai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan belajar di dalam Olah raga serta membangkitkan minat siswa untuk belajar bekerja sama, mengkomunikasikan hasil belajarnya, dan siswa semakin aktif serta Metode Pembelajaran Diversity of Student Stategy Learning. Hasil penelitian penerapan model pembelajaran Metode Pembelajaran Diversity of Student Stategy Learning terbukti signifikan: 1). Menggairahkan siswa untuk belajar. 2). Peningkatan aktivitas siswa. 3). Pemunculan prestasi yang meningkat.
Penggunaan Metode Stad Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Siswa Kelas VIII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 Gatot Suprapto
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan Penggunaan Metode STAD hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap keterampilan tipe STAD, dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang keterampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai keterampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn jika belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn menggunakan keterampilan tipe STAD dan keterampilan proses, khususnya pada komponen keterampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasan Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 pada Siswa Kelas VIII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasa Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 pada Siswa Kelas VIII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021. berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2. Data hanya sedikit dan dianggap tidak diketahui distribusi (berdistribusi bebas). Maka digunakan uji nonparametrik dengan dua yang sampel yang berhubungan (dependen). Karena nilai Asymp.Sign. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak. Dengan demikian Ha diterima, berarti Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasan Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 pada Siswa Kelas VIII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Operasi Aljabar Eksponen Dan Logaritma Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS) Siswa Kelas X IPA 1 SMA Negeri 4 Madiun Kun Anjari
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul di Kelas X IPA 1 adalah siswa kurang menguasai konsep Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma. Seharusnya siswa Kelas X IPA 1 pada semester I telah memahami materi ajar Matematika, khususnya kompetensi dasar Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 58,82% siswa belum memahami konsep Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 50,59 dan 58,82% siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 75, serta adanya data hasil observasi bahwa siswa kurang tertarik terhadap pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan hasil belajar Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Matematika melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawasan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Matematika khususnya Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 69,41, siklus II 77,65, dan siklus III 82,35. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 47,06%, siklus II 73,53% dan siklus III 94,11%.
Peningkatan Kemampuan Mempelajari Proses Mesin Konversi Energi Pada Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif Melalui Metode Modeling The Way Siswa Kelas X TKR 5 SMK Negeri 1 Badegan Ardhi Rubiyanto
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran Teknologi Dasar Otomotif yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya Teknologi Dasar Otomotif pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Teknologi Dasar Otomotif dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Teknologi Dasar Otomotif khususnya pada kompetensi dasar Memahami proses mesin konversi energi sangat rendah, yakni 38,89% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 60,56. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Modeling the Way. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Modeling the Way diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Memahami proses mesin konversi energi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Memahami proses mesin konversi energi melalui metode Modeling the Way pada siswa Kelas X TKR 5 SMK Negeri 1 Badegan Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan kemampuan Teknologi Dasar Otomotif ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 71,75; siklus II 73,89; dan siklus III 76,08. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 69,44%, siklus II 77,78%, siklus III 91,67%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Modeling the Way dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif pada kompetensi dasar Memahami proses mesin konversi energi.
Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menerapkan Model-Model Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Kelas Di SDN Jerukgulung 02 Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022 Sri Wahyuni
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 3 (2022): Volume 7 No.3 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah seorang guru hendaknya pandai memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Pada umumnya guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran karena kurangnya pemahaman guru tentang model-model pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru dalam proses pembelajaran yang model pembelajara ini juga mudah diterapkan yaitu disesuaikan dengan bahan ajar dan materi yang akan disampaikan oleh guru tersebut. Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai ini siswa dapat termotivasi dalam belajar untuk meningkatkan prestasinya khususnya pada ujian blok. Dengan penelitian ini rumusan masalahnya adakah peningkatan kemampuan guru dengan supervise kepala sekolah di SDN Jerukgulung 02 Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022?. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi mengajar guru dan belajar siswa. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Supervisi kelas dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru; dan (2) Supervisi kelas dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus ke siklus . Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP 68,5% dan pada siklus II 83,3%. Jadi, terjadi peningkatan 14,8% dari siklus I.
Meningkatkan Prestasi Belajar Fisika Pada Siswa Kelas XII-IPA-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Rengel, Kabupaten Tuban Pada Melalui Metode Pictoral Riddle Pada Tahun Pelajaran 2021/2022 Tutik Sri Muryani
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 7 No 3 (2022): Volume 7 No.3 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi strategi pembelajaran berbasis aktivitas yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar siswa Kelas XII-IPA-1 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Rengel, Kabupaten Tuban pada Tahun Pelajaran 2021/2022. ternyata lebih efektif dalam meningkatkan dan menumbuhkan aktivitas, motivasi, dan prestasi hasil belajar siswa. Berdasarkan pengamatan peneliti, dengan pengajaran Pictoral Riddle (Metode Pembelajaran yang mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif) beberapa siswa mulai antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan data dari Siklus I menunjukkan hasil evaluasi kegiatan secara rata rata diperoleh hasil prestasi belajar siswa sebesar 64,72 (64,72%). Hal ini masih berada di bawah Standart Ketuntasan sebesar 70 (70%), Maka dalam kegiatan penelitian ini perlu dilakukan kegiatan pada penelitian pada siklus berikutnya. Berdasarkan data dari diatas pada Siklus II ini menunjukkan hasil evaluasi kegiatan secara rata rata diperoleh hasil prestasi belajar siswa sebesar 84,16 (84,16%). Hal ini berada di Atas Standart Ketuntasan sebesar 70 (70%), Maka dalam kegiatan penelitian ini tidak perlu dilakukan kegiatan pada penelitian pada siklus berikutnya. Untuk itu pada penelitian ini dapat dinyatakan tuntas atau Berhasil atau Tuntas. Sehingga dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.