cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP)
ISSN : 23549513     EISSN : 26556367     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan ini memuat karya hasil penelitian, kajian teori pendidikan khususnya pembelajaran dan tulisan tentang pengembangan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran.Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Tentang Bunyi Bahasa Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas I SDN 1 Nglumpang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Siti Amini
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 1 (2018): Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.657 KB)

Abstract

Pengajaran Kompetensi Dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya hasil belajar pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk bidang Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa sangat rendah, yakni hanya 53,85% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 57,69. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Elaborasi diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam pembelajaran berkompetensi dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan kompetensi dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas I, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut: Meningkatkan hasil belajar Membedakan berbagai bunyi bahasa melalui metode Elaborasi Siswa Kelas I SDN 1 Nglumpang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar Membedakan berbagai bunyi bahasa ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 68,95; siklus II 75,00, dan siklus III 81,32. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 73,68%, siklus II meningkat menjadi 78,95%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Dengan Menggunakan Model Think Talk Write Melalui Media Picture And Picture Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 03 Manisrejo Kota Madiun Siti Ruly Untari
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 1 (2018): Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.561 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi siswa kelas IV B SDN 03 Manisrejo Kota Madiun. Variabel penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi bebas, variabel model think talk write, dan variabel media gamabar. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik tes dan teknik nontes, yang terdiri atas observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan menulis puisi siswa dapat dilakukan dengan menggunakan model think talk write melalui media picture and picture. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil menulis puisi dari siklus I ke siklus II. Hasil tes siklus I mencapai rata-rata sebesar 74,91 pada kategori cukup dan pada siklus II meningkat menjadi 80,9ur7 pada kategori baik. Jadi keterampilan menulis puisi mengalami peningkatan sebesar 16,10%. Berdasarkan data nontes dapat diketahui adanya perubahan perilaku belajar siswa ke arah positif. Pada siklus I siswa masih belum terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Berbeda pada siklus II, siswa aktif dan semangat dalam mengikuti pembelajaran.
Peningkatan Hasil Belajar Mencatat Pesan-Pesan Sederhana Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Pendekatan Berbasis Aktivitas Siswa Kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Magetan
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 2 (2018): Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.638 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mengenai Mencatat pesan-pesan sederhana baik dalam interaksi langsung maupun melalui alat melalui pendekatan Berbasis Aktivitas pada siswa Kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Magetan Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa pemahaman konsep Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar Mencatat pesan-pesan sederhana baik dalam interaksi langsung maupun melalui alat sangat rendah, yakni nilai rerata 54,10. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Berbasis Aktivitas. Ditengarai, apabila guru menerapkan model pembelajaran Berbasis Aktivitas diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa dapat Mencatat pesan-pesan sederhana baik dalam interaksi langsung maupun melalui alat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Peranan Model Pembelajaran Berbasis Aktivitas dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris materi ajar Mencatat pesan-pesan sederhana baik dalam interaksi langsung maupun melalui alat ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 72,65; siklus II 75,59, dan siklus III 80,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 61,76%, siklus II meningkat menjadi 79,41%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 97,06%
Peningkatan Hasil Belajar Meringkas Teks Tertulis Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Pembelajaran Gallery Of Learning Siswa Kelas XI MAT-IA.2 SMA Negeri 1 Magetan
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 2 (2018): Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.207 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Mendeskripsikan Meringkas teks tertulis dalam konteks bekerja melalui metode Gallery of Learning pada siswa Kelas XI MAT-IA.2 SMA Negeri 1 Magetan Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Bahasa Indonesia khususnya pada Kompetensi dasar Mendeskripsikan Meringkas teks tertulis dalam konteks bekerja sangat rendah, yakni 37,50% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 66,67. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Peranan Model Pembelajaran Gallery of Learning dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia materi ajar Meringkas teks tertulis dalam konteks bekerja ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,19; siklus II 77,19; dan siklus III 80,94. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 68,75%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 93,75%.
Peningkatan Hasil Belajar Mengapresiasi Sastra Prosa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Magetan
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 2 (2018): Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.342 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana berbentuk sastra prosa melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Magetan Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana berbentuk sastra prosa. sangat rendah, yakni hanya 20 siswa (52,63%) dari 38 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,79. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana berbentuk sastra prosa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Indonesia materi ajar Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana berbentuk sastra prosa.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 72,37; siklus II 75,53, dan siklus III 80,53. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 68,42%, siklus II meningkat menjadi 78,95%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Prestasi Lari 50 Meter Mata Pelajaran Penjasorkes Dengan Menggunakan Metode Progresif Pada Siswa Kelas V SDN Arjowinangun Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Rinto .
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 2 (2018): Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.148 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi Lari 50 Meter melalui Metode Progresif pada siswa Kelas V SDN Arjowinangun Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Pengajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, siswa belum dapat menerapkan secara maksimal. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan khususnya pada materi Lari 50 Meter sangat rendah, yakni hanya 54,05% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 60,54. Untuk itu, peneliti menawarkan model pembelajaran Metode Progresif dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa tuntas dalam praktik materi Lari 50 Meter. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Peranan Metode Progresif dalam meningkatkan prestasi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan materi ajar Lari 50 Meter ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,22; siklus II 74,59, dan siklus III 81,62. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 64,86%, siklus II meningkat menjadi 83,78%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100,00%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Metode Progresif dalam proses pembelajaran dapat meningkatan prestasi Lari 50 Meter pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Tentang Teknik Lari Jarak Jauh Dengan Metode Smart Learning Siswa Kelas V A SDN Bangunsari Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Riyanto .
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 2 (2018): Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.627 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan kompetensi dasar Mempraktikkan Keterampilan Teknik Salah Satu Nomor Atletik (Lari Jarak Jauh) melalui strategi pembelajaran SMaRT Learning pada siswa Kelas V A, SDN Bangunsari Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Berdasarkan kenyataan yang ada, hasil belajar siswa Kelas V A dalam hal menguasai materi Teknik Lari Jarak Jauh dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor hanya mencapai 54,52. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 52,17% atau 12 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Peranan model pembelajaran SMaRT Learning dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada kompetensi dasar Mempraktikkan Keterampilan Teknik Salah Satu Nomor Atletik (Lari Jarak Jauh) ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 72,04; siklus II 75,56; dan siklus III 83,57. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 69,57%, siklus II 82,61%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran SmaRT Learning dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada kompetensi dasar Mempraktikkan Keterampilan Teknik Salah Satu Nomor Atletik (Lari Jarak Jauh).
Pembelajaran Terstruktur Bengan Pemberian Tugas Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas IIIA MIN Klagenserut Tahun Pelajaran 2015/2016 Ummu Nadifah
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 2 (2018): Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.405 KB)

Abstract

Tujuan penelitian tindakan ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap hasil belajar Pengetahuan Sosial. (b) Untuk mengungkap pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap motivasi belajar Pengetahuan Sosial siswa kelas IIIA MIN Klagenserut.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas III MIN Klagenserut.. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (76,67%), siklus III (86,67%)..
Peningkatan Hasil Belajar Merancang Karya Seni Rupa Terapan Dengan Memanfaatkan Teknik Dan Corak Daerah Setempat Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas IX B SMP Negeri 3 Kecamatan Slahung Sri Haryati
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 2 (2018): Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.368 KB)

Abstract

Pengajaran berkompetensi dasar Merancang Karya Seni Rupa Terapan dengan Memanfaatkan Teknik dan Corak Daerah Setempat yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya hasil belajar pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan kompetensi dasar Merancang Karya Seni Rupa Terapan dengan Memanfaatkan Teknik dan Corak Daerah Setempat melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas IX B, maka Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dakam penelitian ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 68,81; siklus II 75,24, dan siklus III 81,43. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 71,43%, siklus II meningkat menjadi 80,95%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Tentang Perang Dunia II Dengan Penerapan Model Think-Pair-Share Siswa Kelas IX B SMP Negeri 3 Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Muryani, Sri
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 5 No 2 (2018): Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.989 KB)

Abstract

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu Mata Pelajaran yang diajarkan dalam kurikulum bagi siswa SMP Negeri 3 Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo khususnya Kelas IX B yang perlu mendapat perhatian yang serius, karena hal ini merupakan dasar dalam mengembangkan kompetensi dasar dan standar kompetensi berikutnya pada Semester I.. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 47,62% atau 10 siswa belum memahami sepenuhnya materi ajar, nilai ulangan harian rerata 58,00 dan 47,72% atau 10 siswa memiliki nilai di bawah rata-rata kelas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Peranan Model Pembelajaran Think-Pair-Share dalam meningkatkan kemampuan Mendeskripsikan Perang Dunia II ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 74,28; siklus II 78,57, dan siklus III 82,38. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 85,71%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 95,24% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Think-Pair-Share dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar serta aktivitas siswa dalam pembelajaran pada materi ajar Mendeskripsikan Perang Dunia II.

Page 2 of 20 | Total Record : 192