cover
Contact Name
Suesthi Rahayuningsih
Contact Email
esthiachmad@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
majamath2017@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : 2615465X     EISSN : 26144204     DOI : -
Core Subject : Education,
Majamath: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika memuat kajian-kajian ilmiah tentang matematika dan pendidikan matematika antara lain pembelajaran matematika, matematika terapan , teknologi pembelajaran dan matematika murni, dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis. Jurnal yang terbit dua kali setahun, bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Analisis Keyakinan Diri (Self Efficacy) Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gender Candy Alfa Agustina; Suesthi Rahayuningsih; Ngatiman Ngatiman
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018): Vol.1 No. 2 September 2018
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keyakinan diri (self efficacy) siswa dalam memecahkan masalah matematika dapat dipengaruhi oleh perbedaan gender, sehingga dengan gender yang berbeda keyakinan diri (self efficacy) siswa dalam memecahkan masalah matematika juga berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keyakinan diri (self efficacy) siswa SMA dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Kutorejo. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Instrumen penelitian terdiri dari Tes Keyakinan Diri (TKD) dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: subjek laki-laki memiliki pandangan yang optimis dalam memecahkan masalah matematika dengan berpikir optimis, menyebutkan beberapa informasi penting, menyatakan tujuan, dapat memahami permasalahan, yakin dengan yang dipahami dan penyelesaiannya, menyatakan strateginya dan yakin dengan strategi yang dilakukan. Subjek gigih dalam memecahkan masalah matematika dengan tidak merasa kesulitan dan tidak merasa putus asa menyelesaikan permasalahan. Subjek yakin akan kemampuan diri yang dimiliki dalam memecahkan masalah matematika dengan menjelaskan dan yakin dengan cara yang digunakan. Subjek menyikapi situasi dan kondisi yang beragam dengan cara yang baik dan positif dalam memecahkan masalah matematika dengan berusaha, merasa tidak memiliki kekurangan, dan tidak merasa stres dalam menyelesaikan permasalahan. Sedangkan subjek perempuan memiliki pandangan yang optimis dalam memecahkan masalah matematika dengan berpikir optimis, menyebutkan beberapa informasi, menyatakan, dapat memahami, yakin dengan yang dipahami dan penyelesaiannya, menyatakan strateginya dan yakin dengan strategi yang dilakukan. Subjek gigih dalam memecahkan masalah matematika dengan sedikit merasa kesulitan dan tidak merasa putus asa. Subjek yakin akan kemampuan diri yang dimiliki dalam memecahkan masalah matematika dengan menjelaskan dan yakin dengan cara yang digunakan. Subjek menyikapi situasi dan kondisi yang beragam dengan cara yang baik dan positif dalam memecahkan masalah matematika dengan merasa kebingungan, kurang faham terhadap masalah, dan sedikit terburu-buru dalam menyelesaikan permasalahan
Pengaruh Self Confidence Siswa SMP terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Mira Siti Hajar; Eva Dwi Minarti
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Maret 2019
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat adakah pengaruh positif self confidence siswa SMP terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Subjek penelitian yang diambil 30 siswa kelas IX di salah satu SMP swasta di Kota Cimahi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen dalam penelitian ini meggunakan tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket self confidence. Tes kemampuan berpikir kritis matematis terdiri dari 4 butir soal yang diadopsi dari Yulia (2015) dan angket self confidence terdiri dari 41 skala pernyataan yang diadopsi dari Sumarmo (2015) dengan indikator : a) percaya kepada kemampuan sendiri, tidak cemas, merasa bebas, dan bertanggung jawab atas perbuatannya. b) bertindak mandiri dalam mengambil keputusan. c) Memilih konsep diri yang positif, hangat dan sopan, dapat menerima dan menghargai orang lain. d) memiliki konsep diri yang positif, hangat dan sopan dapat menerima dan menghargai orang lain. e) berani mengungkapkan pendapat dan memiliki dorongan untuk berprestasi. f) saya mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan self confidence siswa tidak memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Berdasarkan analisis lanjut penyebab self confidence yang kurang pada siswa dalam penelitian ini yaitu tidak ada motivasi siswa ketika menyelesaikan soal matematika. Jika siswa tidak memiliki motivasi dalam menyelesaikan soal matematika maka siswa itu tidak akan berani mengungkapkan pendapat dan memiliki dorongan untuk berprestasi (indikator self confidence). Yang dapat mempengaruhi siswa terhadap kemampuan berpikir kritis yaitu kemauan dalam belajar dan menyelesaikan soal matematika, motivasi belajar dan self efficacy merupakan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa.
Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Materi Barisan dan Deret Bilangan Nailul Farihah; Ulil Nurul Imanah; Eka Wahyu Hidayati
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018): Vol.1 No. 2 September 2018
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan 2 tahap utama yaitu preliminary dan formative evaluation. Tahap formative evaluation meliputi self evaluation, expert review, one-to-one, small group dan field test. Untuk mengetahui kevalidan perangkat soal HOTS dilihat dari hasil analisis lembar validasi pada tahap expert review. Kepraktisan soal diketahui dari hasil analisis angket respon siswa pada tahap small group. Sedangkan efek potensial soal berdasarkan hasil analisis kemampuan berpikir tingkat tiggi siswa pada tahap field test. Hasil pengembangan soal HOTS ini berupa perangkat soal yang terdiri dari kisi-kisi dan soal HOTS dengan 5 soal berbentuk uraian yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Perangkat soal dinyatakan valid dengan rata-rata kriteria skor sebesar 89% dalam kategori sangat valid, dan dinyatakan praktis dengan kriteria skor sebesar 83% dalam kategori sangat praktis. Soal HOTS yang dikembangkan juga memiliki efek potensial yang baik terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan skor rata-rata 15,6875 yang menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam kategori baik
Pengaruh Model Pembelajaran Resik Berbantuan Alat Peraga Ketupat Berkedip terhadap Pemahaman Konsep Garis dan Sudut Nur Setiyoningsih; Deka Anjariyah; Eka Wahyu Hidayati
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018): Vol.1 No. 2 September 2018
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RESIK berbantuan alat peraga Ketupat Berkedip terhadap pemahaman konsep matematika materi garis dan sudut siswa kelas VII-A SMPN 2 Mojoanyar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain one-group pretest posttest design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, lembar soal tes pemahaman konsep garis dan sudut, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data hasil tes pemahaman konsep menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran dengan model pembelajaran RESIK berbantuan alat peraga Ketupat Berkedip, dengan t hitung = -13,276 < t tabel = 1,70. Dengan demikian model pembelajaran RESIK berbantuan alat peraga “Ketupat Berkedip” berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika materi garis dan sudut siswa kelas VII-A SMPN 2 Mojoanyar tahun pelajaran 2015/2016.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Pembiasaan Literasi yang Disertai LK Bermakna pada Materi Segitiga Ninik Indiarti
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Maret 2019
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembiasaan literasi di SMPN 1 Gedeg dengan kegiatan budaya baca dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai dengan waktu 15 menit. Setiap kelas dilengkapi tempat sudut baca yang berisi buku cerita serta jurnal membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam memahami materi melalui pembiasaan literasi yang diterapkan pada pembelajaran matematika . Siswa terlebih dahulu membaca materi yang akan dipelajari, selain membaca siswa juga diberi tayangan video pembelajaran tentang cara melukis segitiga dan garis istimewa segitiga. Siswa langsung praktik melukis dan menuliskan langkah-langkah melukis dengan kalimat siswa sendiri. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai petunjuk yang ada pada Lembar Kerja ( LK ). LK yang dibuat adalah LK bermakna yaitu LK yang memuat informasi yang menginspirasi, pertanyaan atau perintah yang ada di LK mampu mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan / penemuan . Indikator keberhasilan penelitian ini adalah aktifitas siswa mengalami kenaikan, nilai ≥ 75 dan ketuntasan klasikal ≥ 85% dari banyak siswa. Dalam penelitian ini aktifitas siswa mengalami peningkatan, pada siklus 1 prosentase keaktifan 62% dan pada siklus 2 menjadi 94% . Rata-rata hasil belajar diawal siklus sebesar 44,7 sedangkan siklus 1 sebesar 66,8 dan pada siklus 2 sebesar 87,1. Ketuntasan belajar pada siklus 1 sebesar 50% dan pada siklus 2 menjadi 91%. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pembiasaan literasi yang diterapkan pada pembelajaran matematika yang disertai LK bermakna materi segitiga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat terus dikembangkan.
Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui Penerapan Model MEA (Means Ends Analysis) pada Siswa SMP Muhammad Rizal Usman
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Maret 2019
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model MEA (Means – Ends – Analysis) dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Libureng Kabupaten Bone semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah pre – experimental designdengan bentuk one – group pretest – posttest design yang hanya melinatkan satu kelas. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan caracluster random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respons siswa.Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) skor rata – rata hasil belajar matematika siswa sebelum diterapkan model MEA adalah 18.57 dan berada pada kategori sangat rendah dengan standar deviasi 4.47, sedangkan skor rata – rata hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model MEA adalah 80.23 dengan standar deviasi 6.55 dimana skor terendah adalah 62 dan skor tertinggi adalah 94. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa 22 siswa atau 84.6% mencapai ketuntasan individu dan 4 siswa atau 15.4% tidak mencapai ketuntasan individu. Ini berarti ketuntasan secara klasikal tercapai dengan nilai gain ternormalisasi yaitu 0.7577 berada pada kategori tinggi. (2) aktivitas siswa berada pada kategori baik atau positif dengan rata – rata 86.05%. (3) angket respons siswa menunjukkan bahwa respons siswa terhadap pembelajaran melalui MEA positif dengan rata – rata 77.5%.
Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Persamaan Logaritma dengan Menggunakan Tes Diagnostik Fitri Anggraini; Rizky Oktaviana Eko Putri; Yogie Dana Insani
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Maret 2019
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa, penyebab miskonsepsi siswa, dan alternatif dalam menanggulangi miskonsepsi siswa SMA pada materi logaritma dengan menggunakan tes diagnostik. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA-3. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 13 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah berupa angket, tes diagnostik, dan pedoman wawancara. Angket digunakan untuk mengetahui penyebab miskonsepsi siswa. Data tes diagnostik dikumpulkan menggunakan two-tier multiple choice dan three-tier multiple choice untuk mengidentifikasi siswa kedalam paham konsep, miskonsepsi, menebak, pengetahuan lemah, dan tidak paham konsep. Pedoman wawancara digunakan untuk melakukan wawancara hasil tes dan mengetahui sebab miskonsepsi tiap subkonsep materi persamaan logaritma. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari tes diagnostik two-tier multiple choice terhadap siswa kelas X MIPA 3 bahwa miskonsepsi teridentifikasi pada pada nomor 4, 7, dan 10 dengan subkonsep berturut-turut yaitu pada grafik persamaan logaritma, persamaan logaritma berbentuk h(x)log f(x) = h(x)log g(x), dan aplikasi logaritma dalam kehidupan. Penyebab miskonsepsi yang dialami oleh siswa pada materi persamaan logaritma menggunakan tes diagnostik Two-Tier dan Three Tier Multiple Choice yaitu miskonsepsi pada nomor 4, 7, dan 10 yaitu karena siswa dan cara mengajar. Alternatif penyelesaian menanggulangi miskonsepsi siswa SMA pada materi logaritma terdapat 2 sebab yakni karena siswa dan karena cara mengajar guru.
Profil Kemampuan Komunikasi Matematika Tertulis Siswa MA dalam Memecahkan Masalah Permutasi Ditinjau dari Perbedaan Gender Ratna Dwi Lestari; Suesthi Rahayuningsih; Hari Joko Wiyono
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Maret 2019
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan komunikasi matematika tertulis siswa MA laki-laki dan perempuan dalam memecahkan masalah permutasi. Penelitian ini dilaksanaan pada tahun ajaran 2016/2017 di MA Al- Mustofa Canggu, Mojokerto. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa kelas XI IPA yang meliputi 1 siswa perempuan dan 1 siswa laki-laki dengan mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin, tingkah laku selama di sekolah dan mempunyai kemampuan matematika yang setara. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi waktu dengan tes pemecahan masalah dan wawancara. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematika tertulis siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam memecahkan masalah permutasi. Perbedaan muncul pada aspek kelengkapan dalam tahap menyusun rencana penyelesaian. Sedangkan dalam aspek keakuratan dan kelancaran pada tahap memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Analisis Sistem Antrian dengan Simulasi di Puskesmas Cebongan Kota Salatiga Puput Retno Muninggar; Lilik Linawati; Hanna Arini Parhusip
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Maret 2019
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model sistem antrian, mengetahui karakteristik sistem antrian, dan mendapatkan hasil analisis simulasi pada sistem antrian di Puskesmas Cebongan Kota Salatiga. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi langsung pada bagian Pendaftaran, bagian Cek Tekanan Darah dan bagian Periksa di Poliklinik Umum, dan bagian Pengambilan Obat. Hasil penelitian diperoleh masing-masing model antrian di bagian Pendaftaran, bagian Cek Tekanan Darah, dan bagian Pengambilan Obat adalah (G/G/1) : (FIFO/∞/∞), dimana waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan berdistribusi general, jumlah server 1, disiplin antrian FIFO, kapasitas sistem dan kapasitas kedatangan yang tidak terbatas. Model antrian di bagian Periksa yaitu (G/G/2) : (FIFO/∞/∞), yaitu waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan berdistribusi general, jumlah server 2, disiplin antrian FIFO, kapasitas sistem dan kapasitas kedatangan yang tidak terbatas. Kesesuaian hasil simulasi setiap pelayanan sudah mendekati kondisi nyatanya, namun pada bagian Cek Tekanan Darah dan Pengambilan Obat terdapat beberapa karakteristik yang belum sesuai dengan kondisi nyata. Hasil simulasi rata-rata jumlah pasien dalam antrian dan rata-rata waktu pasien dalam antrian pada bagian Cek Tekanan Darah dan bagian Pengambilan Obat lebih besar dari kondisi nyata.
Proses Berpikir Lateral Siswa SD dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Open-Ended Ditinjau dari Perbedaan Gaya Belajar Nicky Dwi Puspaningtyas
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019): Vol.2 No.2 September 2019
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir lateral merupakan berpikir diluar kebiasaan dan mencari beberapa alternatif penyelesaian masalah dan diharapkan dapat dikembangkan melalui pembelajaran matematika. Proses berpikir lateral siswa dirasa perlu untuk dideskripsikan agar kita dapat mengetahui sejauh mana siswa mengembangkan kreativitasnya dalam mengembangkan pola pikir matematisnya. Pemberian soal open-ended merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir lateral siswanya.Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi proses berpikir lateral siswa SD dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended yang menunjukan bahwa ketiga subjek dengan gaya belajar yang berbeda-beda memiliki proses berpikir lateral. Meskipun demikian, tidak terdapat perbedaan proses berpikir lateral yang signifikan dari ketiga subjek dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended.

Page 10 of 17 | Total Record : 162