cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)
ISSN : 02169541     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Enerlink adalah jurnal yang diterbitkan 2 kali setahun oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Industri Kimia BPPT di bidang energi dan lingkungan. Enerlink is a scientific journal that publishes twice annually by Centre of Energy Technology and Chemical Industry of BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
BIOENERGYPRODUCTION FROM P ALM OILMILL EFFLUENT BYOPTIMIZING ANAEROBIC DIGESTION USING MICROBIALCOMMUNITYSTRUCTURE Muhammad Hanif; Hiroyuki Daimon
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v9i1.4298

Abstract

The anaerobic digestion is one of the powerful biological methods for bioenergy production. This technology has also been adopted for treating palm oil mill effluent (POME). This work was aimed to optimize the anaerobic digestion system using dynamics microbial lipid community structure. Lipid biomarker profiles used in this work were respiratory quinones (RQ), phospholipid fatty acids (PLF A) and phospholipid ether lipids (PLEL). Anaerobic digestion of POME was run during 300 days operation o oat a mesophilic temperature of 38 C and thermophilic temperature of 55 C and at hydraulic retention time (HRT) of 20 to 40 days in 8L lab-scale tank. A rapid supercritical fluid extraction (SFE) was used to extract the digested POME sludge. Bacterial RQ were determined using ultra performance liquid chromatography (UPLC). Bacterial PLFAand archaeal PLELwere simultaneously determined using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Principal component analysis was used to compare multivariate lipid biomarker profiles. The results showed that there was a strong correlation between the changes in lipid biomarker profiles and other anaerobic condition parameters such as pH, HRT and biogas production rate to the anaerobic digestion performance. Optimization of the anaerobic digestion through the determination of microbial lipid community structure is an innovative strategy for bioenergy production effectively from POME.Keywords: bioenergy , POME, anaerobic digestion, microbial community , SFE
STRUKTUR JARINGAN SY ARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURALNETWORK) SINGLE-HIDDEN LA YERUNTUK MODELPREDIKSI SUMBER ENERGI TERBARUKAN TENAGASURY ADI WILA Y AH INDONESIA: Studi Kasus Daerah Sulawesi Bagian Selatan Andhika Prastawa; Rinaldy Dalimi
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v9i1.4300

Abstract

Studi T eknik Jaringan Syaraf Tiruan atau Artificial Neural Network (ANN) yang digunakan untuk memprediksi Radiasi Global Surya di suatu lokasi telah banyak diterapkan di dunia. Namun di Indonesia belum dilakukan penerapan teknik tersebut untuk memprediksi potensi energi surya dangan data meteorologi dan Radiasi Global Surya. Dalam penelitian ini dilakukan studi optimalisasi JST untuk Model Prediksi Radiasi Global Surya. Studi optimalisasi dilakukan berdasarkan teorema Cybenko tentang universalitas JST dengan 1 hidden layer, dilanjutkan dengan langkah optimalisasi jumlah neuron pada hidden layer. Pemodelan dilakukan pada studi kasus di 5 lokasi di daerah Sulawesi bagian selatan, menggunakan data meteorologi dan Radiasi Global Surya bulanan selama 5 tahun di 4 lokasi dalam proses training ANN, dan 1 lokasi sebagai target prediksi. Pola feed forward multi-layer ANN digunakan dalam model ini dengan menerapkan metoda pembelajaran back propagation. Hasil menunjukkan bahwa model ANN dengan 1 hidden layer menghasilkan model 2dengan kriteria akurasi yang baik dengan MPE, 2.33% dan r 0,9992 untuk lokasi Majene, lebih baik dibanding penelitian sejenis di lokasi lain oleh peneliti lainnya di dunia. Hal ini menyimpulkan bahwa optimalisasi struktur JST dapat memberikan model yang lebih sederhana namun tetap dapat digunakan untuk prediksi Radiasi Global Surya di Indonesia dengan tingkat akurasi yang masih dapat dipertanggungjawabkan.Kata kunci: radiasi global surya, jaringan syaraf tiruan, feed forward, back propagation, mean square error, single-hidden layer, optimum neuron, energi terbarukan.
ANALISIS RANT AI ENERGI BIODIESELDARI BIOMASSAMIKROALGADI INDONESIA Arif Dwi Santoso; Tresna P. Soemardi; Kardono Kardono; Awal Subandar
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v9i1.4301

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempopulerkan biomassa mikroalga sebagai alternatif sumber bahan baku biodiesel yang lebih kompetitif. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi keseimbangan energi pada produksi biodiesel dari mikroalga dengan menggunakan sistem penilaian siklus proses produksi (LCA). Metode evaluasi energi yang digunakan adalah menghitung nilai NEB (net energy balance) dan NER (net energy ratio) terhadap seluruh tahapan produksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa konsumsi energi yang terbesar pada produksi biodiesel mikroalga terjadi pada tahap budidaya yakni sekitar 55 MJ atau hampir lebih dari 50% dari total energi input. Nilai NEB dan NER produksi biodiesel mikroalga adalah berkisar -59,59, dan 0,42. Rendahnya nilai NEB dan NER ini menyebakan biomassa mikroalga sulit bersaing dengan biomassa lain untuk menjadi kandidat bahan baku biodiesel di masa mendatang. Kata kunci: biodiesel, net energi balance, net energi ratio, life cycle assessment
STEAM TUBE DRYER PILOT PLANT TEST USING INDONESIAN LOW RANK COALS Muhammad Hanif; Takayuki Noguchi
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v9i1.4302

Abstract

Currently, Rembang Power is facing problems of insufficient power generation if fueled by low rank coals (LRC) with calorific value less than 4200 kcal/kg. Only good quality coals can generate maximum power, but good quality coals are getting more expensive and difficult to find. Therefore, pre-drying of LRC is required to improve Rembang power plant efficiency , and maximizes power generation. This work was aimed to investigate the performance of Steam Tube Dryer (STD) technology using LRCs from two different mining areas in East Kalimantan. A pilot plant of 100 kg/h of STD technology has been installed and operated in BPPT's Energy Center Laboratory in Puspiptek, Serpong. The drying test characteristic and reliability of STD were carried out in continuous operation within 120 hours. The moisture and particle size distribution of the dried coal products were also evaluated. Characteristics of the dried coal combustion test were conducted in one-D furnace and boiler simulator. The results showed that STD could achieve the appropriate drying speed with a significant reduction in total moisture of coals. It was also proved that STD was highly applicable to dry the Indonesian low rank coal with good combustion characteristics. Moreover, the test results will supply the engineering data for STD commercial application in the big-scale power generation.Keywords: Rembang power generation, steam tube dryer, low rank coal, combustion characteristic, coal moisture
KARAKTERISTIK INDEKS KINERJAPEMBANGKIT PL TU DI INDUSTRI PENYEDIAENERGI Achmad Hasan
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v9i1.4303

Abstract

PT . PLN sebagai operator pembangkit listrik utama di Indonesia, selalu berupaya untuk meningkatkan efisiensi produksi dengan melakukan penurunan biaya operasi tetapi tetap menghasilkan kualitas produksi yang baik. Namun demikian pemadaman yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, diduga terutama disebabkan terbatasnya daya mampu pembangkit dan kerusakan yang terjadi di beberapa pembangkit. Audit kinerja operasional pembangkit listrik dapat memberikan gambaran kondisi yang sebenarnya dari pusat-pusat pembangkit PLN, sebagai dasar dalam menentukan langkah-langkah perbaikan ke depan untuk kepentingan PLN. Makalah ini membahas kinerja beberapa PL TU milik PT . PLN. Dalam analisa kinerja tersebut digunakan beberapa indek antara lain faktor kapasitas (CF), faktor ketersediaan operasi (OAF), pemakain spesifik bahan bakar (SFC), dan melakukan benchmarking terhadap standar North America Electricity Reliability Council (NERC). Observasi dilakukan terhadap 4(empat) unit PL TU untuk menilai indeks kinerjanya. Hasil yang diperoleh menunjukkan hasil yang berbeda antara PL TU yang diobservasi. Untuk CF , hampir seluruh unit PL TU yang diobservasi memiliki CF diatas standar NERC kecuali PL TU-2 yang sedang menjalani shutdown untuk repowering, namun dalam OAF , terdapat dua unit PL TU yang menunjukkan penurunan yang signifikan. Dari analisa yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari 4 unit PL TU yang diobservasi, berdasarkan indeks performansinya, 2 unit bekerja normal, dan 2 unit perlu perhatian dalam hal kondisi operasional komponen PL TU tersebut. (North American Electric Reliability Corporation).Kata kunci: PL TU, pembangkit, indeks performansi, NERC
ANALISIS KEBERLANJUT AN PENYEDIAAN ENERGI LISTRIK DI PULAU JA WA Saleh Abdurrahman; Bambang Pramudya; Surjono H. Sutjahjo; Armansyah H. Tambunan
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v9i1.4304

Abstract

Tingkat keberlanjutan penyediaan energi listrik di Pulau Jawa dianalisis menggunakan metode MDS (multi dimensional scaling). Metode MDS dapat memberikan hasil yang cepat dan handal dalam analisis berbagai dimensi dan atribut keberlanjutan yang komplek. Penilaian keberlanjutan didasarkan atas pemberian skor oleh para pakar untuk masing-masing atribut dalam setiap dimensi penilaian keberlanjutan penyediaan energi listrik di Pulau Jawa. Dimensi keberlanjutan yang dinilai terdiri dari dimensi sosial-budaya, ekologi, kebijakan, kelembagaan, ekonomi, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam dimensi keberlanjutan, hanya dimensi sosial-budaya yang melewati batas nilai indeks keberlanjutan. Untuk meningkatkan keberlanjutan penyediaan energi listrik, direkomendasikan untuk meningkatkan penggunaan teknologi bersih dengan mengutamakan kemampuan dalam negeri, pengurangan pemanfaatan energi fosil dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca, perlunya konsistensi kebijakan dalam pengembangan energi terbarukan, meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia untuk mendukung pengelolaan listrik Pulau Jawa, mengurangi fluktuasi harga bahan bakar fosil serta meningkatkan harga jual energi terbarukan untuk pembangkit listrik dan peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik.Kata kunci: multi dimensional scaling (MDS), indeks keberlanjutan, tenaga listrik, Pulau Jawa
PERBANDINGAN EMISI GAS RUMAH KACAT AHUN 2009 P ADALIMAKOT ABESAR INDONESIA La Ode Muhammad Abdul Wahid
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v9i1.4305

Abstract

T otal emisi CO e yang disebabkan oleh konsumsi energi dan penimbunan sampah di Kota Jakarta 2mencapai 38,84 juta ton CO e atau tiga kali lebih besar dari kota-kota lain. Lebih dari 92% emisi CO e 2 2yang timbul terjadi akibat konsumsi energi final, di mana semakin metropolis suatu kota, semakin banyak emisi CO e yang timbul akibat konsumsi listrik. Selain itu, emisi CO e per kapita di Kota 2 2Surabaya merupakan yang tertinggi di antara kota yang dianalisis, namun kota Jakarta merupakan kota dengan risiko polusi udara tertinggi akibat kepadatan penduduknya. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap ton CO e emisi yang dihasilkan di Kota Jakarta menghasilkan Rp. 10.980.000 rupiah 2PDRB (harga konstan 2000), jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota lain, yang disebabkan oleh konsumsi energi dan produksi limbah jauh lebih tinggi. Emisi CO e per kapita kota Jakarta dan 2Surabaya pada tahun 2009 mendekati emisi CO e per kapita kota Seoul pada tahun 2006 dan pada 2tahun 2025 diperkirakan mendekati emisi CO e per kapita kota Los Angeles pada tahun 2000. Dalam 2rangka mengurangi emisi CO e, maka perlu dilakukan mitigasi gas rumah kaca, kegiatan mitigasi 2menjadi tinggi pada kegiatan mitigasi yang kewenangan pemerintah daerah tinggi.Kata kunci: emisi GRK, energi, dan limbah padat
DESAIN TERMAL DAN PENGUJIAN MODEL WATER TUBE BOILER 15kW Bambang Teguh Prasetyo
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 10 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v10i1.4306

Abstract

KARAKTERISASI PEMBAKARAN BATUBARA HALUS DALAM LINGKUNGAN UDARA DAN OXY-FUEL Cahyadi Cahyadi; Dwika Budianto; Adi Surjosatyo; Yulianto S. Nugroho
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 10 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v10i1.4307

Abstract

HIDROGENASI PARSIAL BIODIESEL JATROPHA CURCAS L UNTUK MENINGKATKAN STABILITAS OKSIDASI Siti Yubaidah; Rizqon Fajar
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 10 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v10i1.4308

Abstract