cover
Contact Name
Ratih Siti Aminah
Contact Email
ratih.penari@gmail.com
Phone
+6285885785740
Journal Mail Official
wahana@unpak.ac.id
Editorial Address
Universitas Pakuan, Jalan Pakuan No.1 Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 08535876     EISSN : 26224356     DOI : https://doi.org/10.33751/wahana
Media Bahasa, Sastra dan Budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Sosial ilmu dan Budaya Universitas Pakuan dengan E-ISSN 2622-4356. Jurnal ini memuat makalah, pemikiran kritis, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian pada bidang bahasa, sastra, budaya, komunikasi dan seni dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa dengan berbagai metode, baik kualitatif, kuantitatif, metode campuran, berbagai pendekatan dan teori bahasa, sastra,budaya, komunikasi dan seni. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun berbentuk digital. Jurnal ini menjalin kerja sama dengan editor berstatus guru besar dari beberapa universitas yang akan meninjau artikel sebelum dipublikasikan. Setiap artikel yang dikirmkan akan ditinjau dan ditelaah (review) dengan metode double blind oleh dua orang penelaah (reviewer). Media Bahasa Sastra dan Budaya Wahana telah terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Articles 165 Documents
DISAIN VISUAL DALAM PEMASARAN OTOMOTIF Studi Komunikasi Bisnis Adinugroho, Prasetyo
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 12 (2016): Volume 1 No 12., Ganjil, Tahun Akademik 2016/2017
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.126 KB)

Abstract

AbstractThis study aims to reveal, explain and analyze the visual design in automotive marketing and the desired image of the visual design. In addition, this study also describes and analyzes the layout, typography, and color visual design that illustrates excellence cars sold. The theory used in this research is the theory of imaging of the image Liliweri present (current image) is the image of an image to get a good impression gained from other people about the company or other matters relating to the products. This refers to the image to be conveyed to the public on the visual design has been designed by the company Mercedes Benz, Hyundai, and Mazda. This type of research is qualitative with the object of his research is the visual design of the company Mercedes Benz, Hyundai and Mazda. The informants in this study is Rahmadina Anggraini as Manager of Marketing PT. Mercedes Benz Indonesia, then Molly Munir as Manager of Marketing PT. Hyundai Mobil Indonesia and also Astrid Ariani Wijaya as Marketing Manager PT. Mazda Motor Indonesia. The results showed that in the manufacture of that product brochures displayed can give the image that we want to get positive results in the community. So we want to show the products in accordance with the character of the product, the product on the layout to be adjusted by the background color of the product with the product along with the tagline, headlines and company logo. However, it must include all the elements of aesthetics require that the products shown can be attractive for customers to buy its products. Keywords : Visual Design and Marketing Automotive
SALURAN KOMUNIKASI MASSA SEBAGAI PENYAMPAI PESAN PEMBANGUNAN BAGI MASYARAKAT Valdiani, Dini
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 10 (2015): Vol. 1, No. 10, Ganjil, Tahun Akademik 2015/2016
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.642 KB)

Abstract

AbstrakKomunikasi massa merupakan komunikasi bermedia (mediated), dan interaksi ber­ media berbeda dengan interaksi personal. saluran komunikasi ini tentu saja menimbulkan tanggapan dari khalayak selaku penerima pesan. Selain tanggapan, akan muncul juga efek­ efek media massa yang mungkin terjadi. Oleh karena itu implikasi strategi komunikasi yang efektif perlu untuk diterapkan. saluran komunikasi massa digunakan untuk berkomu­ nikasi dengan orang yang tidak terlihat atau nampak, serta tidak saling mengenal satu sama lain. Pesannya pun biasanya dihasilkan secara individu atau berkelompok yang kemudian disebarkan melalui media elektronik (radio, televisi, internet) dan media cetak (koran, ma­ jalah, buku, publikasi dll). Kata kunci : saluran, komunikasi massa, pesan pembangunan
Breaking The Spell: Hilangnya Superioritas Laki-laki dalam Dua Film Produksi Walt Disney Pictures Frozen (2013) dan Maleficent (2014) Widisanti S, Ni Made; Ratih, Shita Dewi
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 24, No 2 (2018): Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.261 KB)

Abstract

Abstract Female figures in the WDP films are mostly portrayed visually as women who live and are in the order of patriarchal society. The image of women and their relationship with social interaction in the WDP films are reviewed using visual methodology related to visual culture as a form of concern for how images, in this case, scene images, in the WDP films in the past and present context, can visualize social differences. The findings obtained through this study are the link between the periodization of Walt Disney Studios’ development with the production and the context of the films. The films, Frozen and  Maleficent, as primary objects of this research are studied in order to answer the problem of social interaction between men and women and what discourse is built through the realtionship of social interaction. It was concluded that the relationship of social interaction displayed in the films Frozen and Maleficent  was the interaction between women and women as a form of social relations that can be constructed. This also shows that social construction is dynamic because it can experience change over time, which in this research, is shown by the periodization of Walt Disney Studio’s development and its relationship with the context in the films. The character of the socially constructed superordinate and subordinate nature is proven to be interchangeable through visual culture. Therefore, based on these findings, it can be said that the discourse of these two films is the effort of  women to free themselves from the oprression of male power despite the life of the patriarchal society. Key Words: Film, image, women, superordinate-subordinate, social interactions
ANALISIS PRAGMATIK IKLAN VIDEO SUSU FRISIAN FLAG VERSI INI TEH SUSU DENGAN TEORI TINDAK TUTUR AUSTIN, SEARLE DAN PRINSIP KERJA SAMA (PKS) GRICE (1975) Taufik, Muhammad
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 13 (2016): Volume 1, No. 13, Genap, Tahun Akademik 2016/2017
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.973 KB)

Abstract

AbstrakM. TaufikIklan suatu produk dibuat dengan maksud untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai produk tersebut. Supaya pesan itu sampai kepada masyarakat, tentunya harus diupayakan agar masyarakat mau menyaksikan iklan tersebut. Agar masyarakat mau menyaksikanya, maka iklan tersebut harus dibuat semenarik mungkin sehingga setiap orang tertarik untuk tidak berhenti menyaksikannya. Iklan video susu Frisian Flag versi Ini Teh Susu dibuat dalam bentuk drama singkat yang memuat adegan dan dialog. Penelitian ini mengkaji data dari dialog iklan tersebut dengan pendekatan pragmatik. Kajian peristiwa tutur dilakukan dengan menggunakan teori peristiwa tutur (speech events) menurut Hymes (1972), sedangkan dalam penelitian tindak tutur, dikaji jenis-jenis tindak tutur sesuai kriteria klasifikasi dari Searle (1979). Selanjutnya tindak tutur dikaji pula dengan teori PKS dari Grice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan dialog iklan dengan memanfaatkan pelanggaran bidal PKS mampu membuat iklan ini menjadi menarik dan mudah diingat sehingga bisa membantu sasaran periklanan untuk menjadikan merek produk mencapai Top Of Mind. Kata kunci: analisis pragmatik, teori Tindak Tutur
HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER INFORMASI KAMPANYE DAN PARTISIPASI POLITIK (Relationship between the Campaign Source of Information Use and Political Participation) (STUDI KASUS PILPRES 2014 DI KECAMATAN CIBINONG BOGOR) (Case Study Indonesian Presidental Election 2014 at Sub-District of Cibinong Bogor) Martha, Layung Paramesti; Saleh, Amiruddin; Rangkuti, Parlaungan Adil
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 12 (2016): Volume 1 No 12., Ganjil, Tahun Akademik 2016/2017
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.101 KB)

Abstract

AbstractIndonesian presidential election campaigns had been held by the candidates and the campaign team respectively from June, 4th-July, 5th 2014. This study was aimed to know the extent of utilization of communication channels both mass media and social media (new media) as source of information, compared with interpersonal communication channel, and how the level of utilization of the information sources by voters during the political campaign influenced the level of political participation in Cibinong. This study had been conducted in September-Oktober 2014 at Sub-District of Cibinong, Bogor Regency. A number of 200 people were chosen as respondents by using purposive sampling technique. The collected data were analyzed with Spearman’s Rank correlation test. Results showed that political participation in the engagement of campaigns as well as the surveillance were poor, while the participation in voting was quite good. In the variable of demographic characteristics, a negative significant correlation was found between political affiliation and the campaign engagement and so between the birthplace and voting engagement. On the contrary, the variable of age, income, and education had no correlation with all dimensions of the campaigns engagement. All dimensions of demographic characteristics including sex, birthplace, and environment had  a significant negative correlation with political participation. The indicator of sex and birthplace had a significant negative correlation with the amount of source of information use. The in dicator of birthplace also had a significant negative correlation with the frequent of accessing campaign sources of information. The utilization of campaign sources of information had a significant positive correlation with political participation in the dimension of the engagement in the campaign, voting, and surveillance for the election . Keywords: Political participation, source of information use, political campaign
BAHASA PENULIS PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF FEMINIS Yuniarti, Yuniarti
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 10 (2015): Vol. 1, No. 10, Ganjil, Tahun Akademik 2015/2016
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.274 KB)

Abstract

AbstrakBahasa memiliki kekuatan besar yang tersembunyi dalam operasi kekuasaan. Perkem­ bangan bahasa sangat ditentukan juga oleh perkembangan zaman. Teori feminis menganggap bahasa sebagai simbol dari sikap patriarkis, dan distribusi seksual mengenai peran dan status. Sastra memanfaatkan bahasa sebagai mediumnya, sehingga mencermati perkembangan sastra sama halnya dengan mencermati perkembangan masyarakat, pemikiran dan kebudayaan. Kata kunci: Feminis, Penulis Perempuan, Operasi Kekuasaan
Representasi Identitas Lesbian dalam film The Monster dan The Hours Swetasurya, Ni Made Widisanti
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 24, No 1 (2018): volume 24 No 1 Tahun 2018
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.406 KB)

Abstract

AbstrakMedia film menyajikan isu perempuan dalam bentuk yang beragam, namun tetap pada persoalan klasik yang selalu melekat pada diri perempuan sebagai manusia warga kelas dua. Isu mengenai kehidupan perempuan dan hubungannya dengan identitas lesbian yang direpresentasikan dalam film  The Monster dan The Hours adalah dua di antaranya yang  menyorot pada persoalan perempuan yang bersifat kompleks dan tidak pernah berkesudahan, khususnya yang berkaitan dengan identitas seksualnya.  Bagaimana isu ini direpresentasikan dalam dua film yang berbeda dikaji dengan mengacu pada konsep tentang kehidupan perempuan yang dihubungkan dengan identitas.  Perempuan menjadi lesbian atau memiliki lesbian tendencies adalah bentuk kesadaran perempuan sepenuhnya akan identitas seksualnya disebabkan oleh adanya rentetan peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya, baik secara fisiologis maupun psikologis sebagai suatu proses yang menyebabkan pembentukan identitas seksual tersebut. 
KONSEP KEGILAAN DAN KEKUASAAN MICHEL FOUCAULT DALAM CERPEN “CATATAN HARIAN ORANG GILA” KARYA LU XUN Anggradinata, Langgeng Prima
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 13 (2016): Volume 1, No. 13, Genap, Tahun Akademik 2016/2017
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.119 KB)

Abstract

AbstrakKarya sastra Tiongkok tidak dapat dilepaskan dari realitas masyarakatnya pada suatu zaman. Oleh sebab itu, karya sastra selalu menjadi cermin mentalitas, peristiwa, dan kehidupan masyarakat Tiongkok. Lu Xun, sebagai sastrawan yang berkarya pada masa transisi dari pemerintahan Dinasti Qing ke pemerintahan republik, merekam dengan baik kondisi masyarakat pada zaman itu melalui karya sastra. Melalui cerpen “Catatan Harian Orang Gila”, Lu Xun mengajukan ketidakpuasannya dengan kondisi masyarakat Tiongkok pada masa itu yang masih memegang teguh pada Konfusianisme, tradisionalisme, dan feodalisme. Dalam cerpen tersebut, tokoh Aku (orang gila) muncul sebagai tokoh yang tidak sejalan dengan zaman (epistemé ), —oleh sebab itu ia dianggap gila. Kegilaan itu tentu saja lahir atas penilaian sosial dan ilmu pengetahuan (psikologi) untuk mengukuhkan kekuasaan (dominasi). Pendekatan Michel Foucault mengenai kekuasaan dan kegilaan digunakan untuk mendapatkan makna yang dalam pada cerpen ini. Unsur interinsik (terutama tokoh dan penokohan) menjadi pintu masuk untuk melihat hubungan kegilaan, epistemé , ilmu pengetahuan, dan kekuasaan dalam cerpen. Hubungan-hubungan itu membentuk suatu makna dalam cerpen ini, yaitu penguasaan terhadap subjek (tokoh Aku). Kata kunci: Lu Xun, kegilaan, kekuasaan, Foucault
ANALISIS SEMIOTIKA TUBUH PEREMPUAN DI FOR HIM MAGAZINE EDISI INDONESIA Siregar, Mariana Rista Ananda
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 10 (2015): Vol. 1, No. 10, Ganjil, Tahun Akademik 2015/2016
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.4 KB)

Abstract

AbstrakTubuh menjadi bagian dari semiotika komoditi kapitalisme yang diperjualbelikan tanda, makna dan hasratnya. Menjadikan perempuan sebagai komoditi media sama saja’meminggirkan’ perempuan. Adanya peran konstruksi perbedaan gender menjadikan po­sisi perempuan di dalam majalah pria dewasa dijadikan sebagai objek pemuas tatapan pria.Penelitian menunjukkan bahwa Majalah For Him Magazine (FHM) edisi Indone­ sia dalam menampilkan profil selebritas perempuan Indonesia selalu mengaitkan dengan daya pikat tubuh mereka melalui teknik-teknik fotografi dan mode (fashion) pakaian yang digunakan oleh mereka di Rubrik Hot Stuff. Foto­foto di Rubrik Hot Stuff Majalah FHM yang diteliti cenderung menonjolkan bagian tubuh daerah wajah, leher, dada, lengan, le­ kuk tubuh, bokong, paha, betis dan punggung. Komodifikasi tubuh perempuan di dalam Majalah FHM jelas ada melalui proses signifiakasi penanda dan petanda yang ada kela tubuh perempuan menjadi objek tanda yang terdapat dalam suatu sistem tanda di suatu media, yaitu sistem ekonomi kapitalis Kata kunci : semiotika, tubuh perempuan, komoditas media
KOMUNIKATOR DALAM STRATEGI ENDORSEMENT (Studi Strategi Endorsement Produsen Kerudung Voal di Instagram) Puspanidra, Tiara; Valdiani, Dini
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 24, No 2 (2018): Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.912 KB)

Abstract

Abstract The increasing use of Instagram as a social media that is used as a marketing tool raises a new promotion strategy, namely endorsement. Veil producers use endorsers as communicators in this strategy. The selection of endorsers in this study was seen from two criteria,  attractiveness and credibility. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The study was conducted in May-August 2018 in Bandung. The subjects in this study were voal veil producers,  Tina Krisnandy, the main owner of Rahina Indonesia and Delita Nursyahfitri Amalia, the owner of Syamaita. Subject research through purposive sampling. The conclusion of this study is that there are differences in the use of endorsement in both voal veil producers where for large producer endorsement is not the main strategy of promotion while for medium producer is the opposite. For producers the attractiveness factor of communicators is a great influence on consumers. As for consumers, despite recognizing the influence of the endorser's attractiveness, they also attach importance to credibility. Keywords : endorsement, endorser, communicator, attractiveness, credibility

Page 3 of 17 | Total Record : 165