cover
Contact Name
Ratih Siti Aminah
Contact Email
ratih.penari@gmail.com
Phone
+6285885785740
Journal Mail Official
wahana@unpak.ac.id
Editorial Address
Universitas Pakuan, Jalan Pakuan No.1 Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 08535876     EISSN : 26224356     DOI : https://doi.org/10.33751/wahana
Media Bahasa, Sastra dan Budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Sosial ilmu dan Budaya Universitas Pakuan dengan E-ISSN 2622-4356. Jurnal ini memuat makalah, pemikiran kritis, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian pada bidang bahasa, sastra, budaya, komunikasi dan seni dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa dengan berbagai metode, baik kualitatif, kuantitatif, metode campuran, berbagai pendekatan dan teori bahasa, sastra,budaya, komunikasi dan seni. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun berbentuk digital. Jurnal ini menjalin kerja sama dengan editor berstatus guru besar dari beberapa universitas yang akan meninjau artikel sebelum dipublikasikan. Setiap artikel yang dikirmkan akan ditinjau dan ditelaah (review) dengan metode double blind oleh dua orang penelaah (reviewer). Media Bahasa Sastra dan Budaya Wahana telah terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Articles 165 Documents
KONTRIBUSI VOCALOID DALAM PERKEMBANGAN MUSIK DOUJIN DI JEPANG Winny, Paramita
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 13 (2016): Volume 1, No. 13, Genap, Tahun Akademik 2016/2017
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.686 KB)

Abstract

AbstractParamita Winny HapsariThis research uses descriptive method with qualitative approach. This study would like to see the contribution of VOCALOID to the development of doujin music in Japan. Japan with a high level of creativity can make innovations in various things, let alone music. VOCALOID as one of the ways of Japanese innovation in creating a musical masterpiece. VOCALOID is a sound synthesis software that enables users who do not have a vocalist to be able to create the song intact. Doujin works as indie works. Music doujin is a sub category of doujin. VOCALOID-based music is different from doujin music in general. It requires enormous collaboration, which is not centered on a single group in producing the whole work. VOCALOID provides a new color in the development of doujin music in Japan and also stimulates the formation of the next derivative products in Japanese popular culture. Keywords: Music, VOCALOID, Japan
STRATEGI KOMUNIKASI KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH (KPID) DALAM MENDORONG PENYIARAN PERBATASAN (Studi Kasus KPID KEPRI Periode 2011-2014) Kusumaningtias, Intan Tri
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 12 (2016): Volume 1 No 12., Ganjil, Tahun Akademik 2016/2017
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.305 KB)

Abstract

AbstractIndonesia is a country that consist of many island. There are 12 island which in border to the neighboring countries. Which include Riau island Province (Kepri). Kepri is a wide range of area despite of the small population. The Population density is only located in Batam city, Karimun and Bintan island. Regions border has complex issue, causing a foreign broadcast entering the Riau Island Province, hence lack of interest for investors to organize the broadcast in maritime province.Strategy is the source used to help a management to achieve a goal. The purpose of this process is to achieve the goal that has been pointed. Meanwhile, management theory known as (POAC) intended to know the planning, organizing, actuating, controlling and evaluating.Studies show to use descriptive feature. Method used is the method of case study, which perform to approach the qualitative, that aims the result of observation and interview with few resources from Head of Commision Broadcast Region of Indonesia (KPID) Riau Island Province, Head of Sub Section(Kasubag) KPID Kepri, Director PT Radio Azam Mitra Umat.The conclusion from the studies communication strategy between KPI, KPID, KPIDP and institute involved and also military is encourage to join forces to spread the information in the border region, to protect the sovereignty and conserve culture  In Riau island province which is Melayu culture. Keyword: Communication strategy, Commision Broadcast Region of Indonesia, Region Border
PERAN RADIO KOMUNITAS DALAM KOMUNIKASI PEMBANGUNAN (RUANG TERBATAS DI LANGIT TERBUKA) Aminah, Ratih Siti
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 10 (2015): Vol. 1, No. 10, Ganjil, Tahun Akademik 2015/2016
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.959 KB)

Abstract

AbstrakRadio komunitas merupakan media komunikasi yang independen, tidak komersil, daya jangkau siarannya terbatas dan tidak komersil. Kemunculan Radio Komunitas di daerah ter­ pencil ataupun perdesaan berfugsi sebagai pemberi informasi, mendidik dan menghibur serta sebagai alat kontrol sosial.  Radio komunitas dalam  pengelolaannya melibatkan partisipasi masyarakat dan informasi­informasi yang disampaikan merupakan informasi yang bertujuan mengubah kehidupan masyarakat di suatu daerah untuk menjadi lebih baik. Radio komunitas memiliki peran penting dalam komunikasi pembangunan. Kegiatan komunikasi harus mampu mengantisipasi gerak pembangunan. Pembangunan pada dasarnya melibatkan minimal tiga komponen, yakni komunikator pembangunan, bisa aparat pemerintah ataupun masyarakat, pesan pembangunan yang berisi ide­ide atau pun program­program pembangunan, dan komu­ nikan pembangunan, yaitu masyarakat luas, baik penduduk desa atau kota yang menjadi sasa­ ran pembangunan. Indonesia memiliki filosofi pembangunan manusia seutuhnya dan pemban­ gunan masyarakat Indonesia, harus bersifat pragmatik yaitu suatu pola yang membangkitkan inovasi bagi masa kini dan yang akan datang. Kata kunci: Radio, Komunitas, Komunikasi, Pembangunan 
MENGEJAR BAYANGAN: PERLAWANAN SEMU BURUH PANEN DALAM MELAWAN HEGEMONI ALAT PANEN MILIK TUAN TANAH Nugraha, Yogaprasta Adi
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 24, No 1 (2018): volume 24 No 1 Tahun 2018
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.616 KB)

Abstract

Teknologi pertanian dari satu sisi dapat dilihat sebagai sebuah anugerah yang dapat meningkatkan produksi. Di Kabupaten Sidenreng Rappang, Combine Harvester (Kemudian akan disingkat CH) sudah 4 tahun terakhir diperkenalkan sebagai salah satu strategi meningkatkan produksi. CH m erupakan alat pemotong padi yang mampu secara cepat memanen padi di sawah. Namun, di satu sisi kemunculan CH menimbulkan permasalahan tersendiri. Keberadaan mobil panen ini mengancam eksistensi buruh panen yang sudah lama menjadikan kegiatan panen sebagai salah satu strategi bertahan hidup musiman mereka. Sebelum kehadiran CH,  dalam satu hektar dapat menyerap tenaga kerja sekitar 30 orang (laki – laki dan perempuan) sehingga lebih terjadi distribusi pendapatan secara lebih adil. Paska kemunculan CH, tenaga panen yang terserap maksimum hanya 7 – 8 orang (laki – laki saja). Dalam kondisi yang “normal” harusnya para buruh panen yang kehilangan pekerjaannya melakukan perlawanan terhadap keberadaan CH karena kehilangan sumber pendapatan, namun pada kenyataannya tidak ada yang perlawanan buruh karena pemilik CH adalah tuan tanah kaya desa yang memiliki sawah puluhan hektar dan digarapkan kepada masyarakat.  Kata Kunci: Ketidakberdayaan, Buruh Panen, Teknologi Pertanian, Tuan tanah
PENGARUH JAIPONGAN TERHADAP SENI BANGRENG Rustandi, Yuyus
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 1, No 13 (2016): Volume 1, No. 13, Genap, Tahun Akademik 2016/2017
Publisher : Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.155 KB)

Abstract

AbstrakYuyus RustandiDi daerah Priangan hidup dan berkembang beberapa jenis tari. Salah satu dari keberagaman jenis  tari  tersebut  salah  satunya  adalah  jenis  tari  rakyat.  Tari  rakyat  adalah  tarian  yang sudah mengalami perkembangan sejak zaman primitif, biasanya masih sangat sederhana dan mementingkan norma-norma keindahan dalam bentuk standar. Kesenian rakyat Jawa Barat satu sama lain berbeda bentuk, fungsi dan nilai. Salah satu tari rakyat yang menarik untuk diteliti adalah seni Bangreng yang hidup dan berkembang beberapa dekade di daerah Sumedang.Penelitian ini dimaksudkan sebagai upaya mencari tahu tentang sejauh mana pengaruh Jaipongan terhadap seni Bangreng. Berdasarkan banyak dugaan bahwa tarian dalam seni Bangreng berupa gerak improvisasi, padahal seni Bangreng sesungguhnya memiliki pola gerak dan lagu yang spesifik. Untuk mengenal seni Bangreng secara utuh diperlukan penelitian agar terungkap bahwa seni Bangreng tidak sama dengan Jaipongan baik tarian, iringan, dan properti yang digunakan. Sampai sejauh mana pengaruh Jaipongan terhadap kemurnian seni Bangreng perlu diungkapkan sehingga diperoleh gambaran mengenai perubahan yang menyangkut nilai- nilai sebelumnya. Kata kunci: Jaipongan, tradisi, Sunda
Pembelajaran Kanji dengan Permainan Kartu dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alo Karyati; Yelni Rahmawati
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 25, No 1 (2019): Volume 25 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.543 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v25i1.1214

Abstract

AbstrakKanji merupakan mata kuliah yang cukup sulit bagi pembelajar bahasa Jepang. Kanji pun sering menjadi momok bagi para pembelajar. Banyak mahasiswa yang merasa jenuh ketika mengikuti perkuliahan kanji. Karena  dalam pembelajaran kanji biasanya hanya menulis dan membaca, kuliah berikutnya seperti itu saja. Oleh karena itu, perlu metode atau teknik agar kanji itu tidak menjadi momok yang menakutkan bagi para pembelajar. Selama mengajar kanji banyak model pembelajaran yang sudah peneliti gunakan, seperti : Flash card, menulis di udara, permainan bingo, ular tangga dan lain-lain. Dari beberapa model yang pernah peneliti gunakan, hasilnya kurang maksimal.  Oleh karena itu, untuk mencapai hasil maksimal peneliti mencoba menggunakan model  pengajaran  menggunakan permainan kartu dengan objek  penelitiannya adalah mahasiswa Prodi Jepang FISIB Universitas Pakuan Bogor. Pada penelitian ini model pembelajarannya menggunakan permainan kartu. Rumusan masalah pada peneltian ini adalah: (1) Bagaimana kemampuan mahasiswa  sebelum menggunakan Permaninan Kartu? (2) Bagaimana  kemampuan Mahasiswa mahasiswa setelah menggunakan metode  Permanian Kartu? (3) Adakah perbedaan kemampuan mahasiswa sebelum dan sesudah menggunakan   Permanian Kartu? (4) Apakah   Permanian Kartu dapat meningkatkan kemampuan kanji mahasiswa? (5) Bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran Kanji  menggunakan Permanian Kartu ?Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kemampuan Mahasiswa mahasiswa sebelum    menggunakan Permanian Kartu. (2) Mengetahui kemampuan Mahasiswa mahasiswa setelah menggunakan metode Permanian Kartu. (3) Mengetahui perbedaan kemampuan mahasiswa sebelum dan sesudah  menggunakan Permanian Kartu. (4) Mengetahui apakah  Permanian Kartu Kanji dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa. (5) Mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran Kanji menggunakan Permanian Kartu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperimen), yang memfokuskan pada satu kelas yang diteliti. Instrumen penelitiannya adalah tes (pretest dan postest), angket, dan wawancara. Teknik pengumpulan data untuk menunjang penelitian ini melalui: Observasi di kelas, angket yang dibagikan kepada beberapa mahasiswa yang menjadi objek penelitian. Penelitian dilaksanakan di Prodi Bahasa Jepang Universitas Pakuan Bogor. Sampel penelitian sebanyak 15   orang. Tahap penelitiannya dimulai dari penentuan sample penelitian, memberikan pretest berupa test tulis, observasi di kelas sambil memberikan treatment, dan pemberian postest berupa test tulis juga. Hasil analisis dari penelitian ini, diketahui bahwa kemampuan membaca mahasiswa kanji  sesudah menggunakan metode permainan kartu meningkat. Hal ini terlihat  dari nilai pretest  yang didapat dengan  nilai terkecil (33) dan nilai terbesar (90) , dan setelah menggunakan metode permainan kartu didapat nilai terendah (74) dan nilai terbesar (99).Kata Kunci : Pembelajaran , kanji,  Permainan kartu, kemampuan  membaca
KEGAGALAN KOMUNIKASI POLITIK “STAKE HOLDER” BAKORKAMLA Koesworo Setiawan
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 25, No 1 (2019): Volume 25 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.386 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v25i1.1219

Abstract

ABSTRAK Untuk penegakan hukum, keamanan dan keselamatan pelayaran, sebanyak 12 instansi diberi kewenangan di laut berdasarkan 23 regulasi. Namun meskipun mereka disatukan dalam wadah Badan Koordinasi Keamanan Laut, tidak otomatis menyelesaikan masalah. Sikap ego sektoral, hubungan konfliktual, dan berbagai benturan kepentingan tetap terjadi saat mereka bertugas di lapangan. Melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini ingin mengungkap mengapa koordinasi sulit dilakukan meskipun mereka sudah berada dalam wadah yang sama. Berbagai saluran komunikasi pertemuan seperti “rapat pleno, rapat tim korkamla” dan sebagainya dalam organisasi dimana mereka bergabung, tidak berhasil membentuk kesadaran dan kesepahaman tentang pentingnya membangun sinergitas. Faktor politik dan regulasi penyebab macetnya komunikasi 12 instansi keamanan laut tersebut. ABSTRACT For law enforcement, shipping security and safety, 12 agencies were given authority at the sea based on 23 regulations. But even though they joint together on the same body named Sea Security Coordination Board, it does not automatically solve the problem. Sectoral ego attitudes, conflictual relationships, and various conflicts of interest still occur when they carry out the task. Through a case study approach, this study wants to reveal why coordination is so difficult among them even though they are already to be member of the same body. Various channels of communication held in the organizations, such as “rapat pleno, rapat tim korkamla, etc”, have not succeeded in building the same perception and mutual understanding about the urgency of synergy. Some political factors and regulations that caused communication jams of the 12 sea security agencies.  Keyword: bakorkamla, keamanan laut, pelayaran,
TEKS NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI DALAM KAJIAN PENCIPTAAN SENI TARI Atang Supriatna; Prapto Waluyo; Agatha Trisari S
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 25, No 1 (2019): Volume 25 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.172 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v25i1.1215

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini mengangkat masalah apakah teks novel dapat dijadikan sumber inspirasi penciptaan seni tari. Berkaitan dengan masalah tersebut maka novel yang dijadikan materi penelitian adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk (Sebuah Catatan untuk Emak). Novel ini merupakan buku pertama dari trilogi Ahmad Tohari, yaitu Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemuskus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Ronggeng Dukuh Paruk menceritakan tentang kehidupan seorang ronggeng atau penari.            Teks Ronggeng Dukuh Paruk dalam penelitian ini dikaji dengan menggunakan pendekatan intrinsik secara khsusu yang dipergunakan adalah teori fiksi dari Robert Stanton. Teori ini fokus pada tiga hal, yaitu karakter, alur, dan latar belakang. Karakter dalam hal ini antara lain adalah bagaimana deskripsi tokoh utama dalam kegiatan sehari-hari berkaitan dengan kehidupannya. Srinthil adalah seorang penari, oleh karena itu deskripsi kegiatan Srinthil tersebut dipaparkan secara jelas dalam teks novel tersebut.            Dari hasil kajian dapat dilihat bahwa gerakan dalam tarian yang ditarikan oleh Srinthil ternyata berkaitan erat dengan beberapa konsep penciptaan seni tari, yaitu ada rangsang visual, rangsang audio, dan rangsang ide. Berkaitan dengan struktur, terdapat pembukaan, isi tarian, dan penutup. Teks sebuah novel dapat dikaji dan menjadi inspirasi dalam penciptaan seni tari. Kata kunci: kajian tari, penciptaan tari, Ronggeng Dukuh Paruk
Hantu Perempuan sebagai “Produk Gagal” dalam dua Film Horor Indonesia: Pengabdi Setan (2017) dan Asih (2018) Shita Dewi Ratih Permatasari; Ni Made Widisanti
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 25, No 1 (2019): Volume 25 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.148 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v25i1.1220

Abstract

AbstractAs a product of popular culture, films are mostly utilized as propaganda to convey certain ideologies. Therefore, the cultural phenomena and reality portrayed in films cannot be separated from the dominant ideology. “Pengabdi Setan” 2017 (Satan’s Slave) and “Asih” 2018 are two Indonesian horror films serving as media to represent the cultural phenomena through female ghost characters. In many Indonesian horror movies, women are mostly represented as ghosts associated with negative social attributes. The purpose of this research is to dismantle the hidden ideologies behind the representation of female ghosts in these two films. The qualitative method and cultural studies perspective are utilized to reveal and unearth the dominant ideology inserted in a film as a cultural text. The research findings posit that the characters of female ghosts are represented as a ‘failed product” excluded from the constructions of “ideal” female in patriarchal sense. The image of mother as a ghost in Pengabdi Setan implies that to become ‘ideal”, women must be able to give birth and raise children, while in Asih a woman is claimed to keep their virginity until she officially gets married. In this context, marriage and procreative sexuality are acknowledged by the state. Both female characters in these films have failed to meet these qualifications. Through these two Indonesian horror films, patriarchy as a dominant view in Indonesia is again conformed and exercised in the society to define the female ‘ideal’ construction.Keywords: horror films, representation, female ghost, patriarchy.
Sastra Lekra dalam Estetika dan Ekspresi Penciptaan: Menilai Utuy Tatang Sontani Dadan Suwarna; Dedi Yusar
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 25, No 1 (2019): Volume 25 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.952 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v25i1.1216

Abstract

ABSTRAK             Membaca karya sastra Lekra tidaklah berbeda dengan membaca karya sastra umumnya. Hanya yang “mengikat” mereka adalah anutannya pada suatu lembaga dan pilihan ekspresi meskipun di lapangan pilihan ekspresi adalah sesuatu yang biasa karena batas-batas politis dan nonpolitis adalah yang sulit dilacak konsistensinya.            Hal ini tergambar dari bagaimana sastrawan Lekra mengungkapkan dirinya, mereka bisa dengan narasi dan pesan yang serius, santai, humor, dan tetap ekspresif. Kecenderungan untuk apolitis dalam karya dapat dimaklumi bahwa pilihan mengungkapkan diri akan ditentukan oleh suasana hati dan pilihan topik yang tengah mereka sampaikan.            Membaca karya sastrawan Lekra kemudian adalah melihat mereka dari sisi kemanusiaan yang erat kaitannya dengan sudut pandang, gaya berbahasa, dan cara bagaimana mereka mengungkapkan diri. Tidak semuanya serba bombastis, bahkan mereka tetap leluasa dan nyaman mengungkapkan suasana hati penciptaan kala itu.

Page 4 of 17 | Total Record : 165