Articles
475 Documents
Studi Hubungan Volume, Kecepatan dan Kerapatan pada Ruas Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi
Lucky Tulus Pribadi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no1.235
Arus lalu lintas merupakan interaksi yang unik antara pengemudi, kendaraan, dan jalan. Tidak ada arus lalu lintas yang sama bahkan pada keadaan yang serupa. Sehingga arus pada suatu ruas jalan tertentu selalu bervariasi. Walaupun demikian diperlukan parameter yang dapat menunjukkan kondisi ruas jalan, atau yang akan dipakai untuk desain. Parameter tersebut antara lain adalah volume, kecepatan dan kerapatan. Hubungan antara volume, kecepatan dan kerapatan sering digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan arus lalu lintas pada suatu jalan raya. Untuk itu perlu dilakukan suatu studi mengenai ketiga parameter ini sehingga hasil studi dapat memberikan gambaran yang saling terkait antara ketiga parameter tersebut. Hasil analisis dari studi berupa model matematis yang dikembangkan berdasarkan hubungan dasar volume sama dengan kecepatan kali kerapatan atau dalam bentuk persamaan V = D.Us. Terdapat banyak model dalam menyatakan hubungan antara volume, kecepatan dan kerapatan. Tiga diantaranya adalah model Greenshields, Greenberg dan Underwood. Greenshields mendasarkan modelnya pada asumsi hubungan kecepatan dan kerapatan merupakan hubungan linier. Greenberg beranggapan arus lalu lintas dapat dianalogikan sebagai arus fluida. Hubungan kecepatan dan kerapatan pada model Greenberg dengan demikian merupakan hubungan logaritmik. Pada model Underwood, model yang disusun berdasarkan teorinya dari hasil penelitian kecepatan dan kerapatan dimana kedua parameter ini memiliki hubungan eksponential.
Pengaruh Perlakuan Panas Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Panduan Zirkonium-Alumunium (Al-Zr)
Achmad Gunawan;
Pawawoi;
Eli Y;
Iman;
Fera;
Dini
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no1.236
Paduan zirkonium banyak digunakan pada reaktor nuklir karena keunggulan dan sifat mekaniknya serta tahan korosi dalam air pada temperatur tinggi. Salah satu usaha untuk lebih meningkatkan sifat mekanik paduan zirkonium adalah dengan melakukan proses perlakuan panas β-quenching. Dalam penelitian ini telah dilakukan proses perlakuan panas pada logam paduan zirkonium hasil peleburan dengan menggunakan tungku pelelehan busur tunggal (Single Arc Melting Furnace). Proses perlakuan panas dilakukan dengan cara memanaskan paduan zirkonium (Zr-AI) sampai temperatur pemanasan 900oC dengan waktu penahanan 60 menit, kemudian di celup cepat (quenching) dengan menggunakan media air. Hasil analisis dengan menggunakan mikroskop optik menunjukkan bahwa ingot hasil peleburan mempunyai struktur dendrit dan parallel plate dengan Struktur mikro hasil perlakuan panas adalah dendrit. Untuk mengetahui nilai kekerasan paduan Zr-Al dilakukan uji kekerasan mikro vickers. Harga kekerasan hasil perlakuan panas untuk semua paduan berkisar antara 799.33 Hv sampai 890 Hv.
Penelitian Pengaruh Arus Listrik pada Penyambungan AISI 1010 dan 304 dengan Teknik Spot Welding
Adi Ganda Putra;
Pawawoi;
Muh. Lutfhi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no1.237
Proses Ias titik (Spot Welding) merupakan salah satu jenis proses pengelasan tahanan listrik (Elektrik Resistance Welding), dimana pelat yang akan dilas dijepit pada tempat sambungan dengan menggunakan sepasang elektroda dan kemudian dialiri arus listrik yang besar dalam waktu yang singkat, proses pengelasan titik ini hanya dapat dilakukan untuk penyambungan pelat-pelat tipis. Baja karbon dan baja tahan karat (Stainless steel) sangat umum digunakan dalam, industri logam dan industri berat maupun ringan. Baja tahan karat sendiri memiliki sifat yang berbeda dengan baja karbon, sehingga apabila kedua material tersebut disambung dengan mengunakan las titik (spot welding) akan mengalami perubahan-perubahan metalurgi yang rumit, deformasi dan tegangan-tegangan termal. Karena perubahan tersebut maka dengan sendirinya sifat-sifat mekanik yang dimilikinya juga akan berubah. Perubahan yang terjadi dikarenakan adanya panas dari proses pengelasan tersebut, sehingga logam disekitar pengelasan mengalami siklus termal yang cepat. Salah satunya arus, arus las yang berlebihan akan menyebabkan pemanasan logam yang berlebihan dan menghasilkan dalamnya identasi, arus yang terlalu kecil dapat mengakibatkan benda kerja tidak mencair sebagian terutama pada daerah permukaan kontak antara benda kerja. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka kondisi pengelasan yang dianggap optimal adalah kondisi pengelasan pada kelompok A dengan arus pengelasan 3800 amper pada spesimen A1
Kekuasaan dan Perilaku Organisasi
Jahny Sast
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no1.238
Aplikasi Penjadwalan Dinamis Menggunakan Kombinasi Metode Rolling Time Window dan Algoritma Genetika Di PT Logam Bima
Cucu Wahyudin;
Agus Purwanto
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 2 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no2.239
Dalam situasi persaingan pasar global yang sangat ketat sekarang ini, dimana pasar menetapkan harga serta konsumen hanya membeli produk pada saat dibutuhkan, sehingga perusahaan harus membuat produk mengikuti keinginan konsumen, oleh karena itu perusahaan harus memperhatikan hal-hal yang akan terjadi. Misalnya pemborosan yang timbul karena adanya keterlambatan. Logam Bima merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri logam.Perusahaan mempunyai komitmen untuk memperhatikan ketepatan waktu dalampenyerahan produk kepada konsumen, sehingga dapat menjaga kepercayaan dan mengantisipasi persaingan usaha yang semakin ketat. Jadwal produksi ideal menurut PT. Logam Bima adalah semua pekerjaan selesai tepat pada batas akhir waktu penyerahan (due-date). Penyelesaian pekerjaan yang terlalu cepat atau terlalu lambat akan mengakibatkan biaya tambahan bagi perusahaan. Selain itu tidak terkendalinya proses yang terjadi dilantai pabrik menyebabkan penyelesaian pekerjaan menjadi tidak tepat waktu, sehingga akan berakibat pada menurunnya tingkat kepercayaan konsumen kepada perusahaan. Oleh karena itu perusahaan berusaha merencanakan dan menjadwalkan produksi dengan baik untuk meminimasi total biaya produksi.
Studi Pengkajian Pemanasan Piston Sepeda Motor dengan Menggunakan Air yang diberi Batu Gamping
Toto Triantoro;
Muhammad F
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 2 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no2.240
Suku cadang sepeda motor biasanya ada dua pilihan yaitu produk original dan lokal sedangkan perbedaan yang utama adalah pada kualitas dan harga. Produk original kwalitas baik tetapi harga sangat mahal sedangkan produk lokal kwalitas dibawah original tetapi harga cukup murah. Biasanya pemakaian Piston lokal sering mengalami kemacetan saat dipakai pertama kali , yang sering dilakukan oleh montir adalah piston produk lokal tersebut pada saat akan digunakan direbus terlebih dahulu dengan air dan diberi batu gamping agar tidak terjadi kemacetan pada saat mesin dihidupkan pertama kali. Dari hasil pengkajian ini terjadi perubahan kekuatan pada piston tersebut dan akan menjadi peka terhadap panas sehingga piston tersebut cepat rusak.
Penjadwalan Produksi N Job M Mesin Seri Paralel Kasus PT. Kurnia Teknik
Rinto Yuriski;
Gianty Puspawardhani
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 2 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no2.241
Kurnia Teknik merupakan salah satu industri kecil yang bergerak di bidangpembuatan produk-produk metal dengan tingkat variasi produk yang tinggi. Saatini produk-produk yang dihasilkan perusahaan lebih dititik beratkan pada pesanan-pesanan dari industri garmen. Prosedur penjadwalan yang diterapkan berdasarkan penilaian prioritas perusahaan terhadap pelanggan. Prioritas yang selama ini diterapkan perusahaan adalah mendahulukan pesanan yang sering dipesan. Perusahaan pun mempertimbangkan menyelesaiakan pesanan berdasarkan batas waktu penyelesaian paling dekat (due date terkecil). Pada penelitian ini diusulkan algoritma penjadwalan untuk memecahkan permasalahan penjadwalan pada perusahaan yang memiliki kriteria sistem produksi N Job M Mesin Seri-Paralel dengan kriteria performansi yang ditetapkan yaitu meminimasi jumlah pesanan yang terlambat serta mendapatkan harga rata-rata waktu pesanan terlambat yang minimal.
Perancangan Dongkrak Hidrolik Semi Otomatis dengan Daya Angkat 2 Ton
M Chusnul Azhari
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 2 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no2.242
Dewasa ini berbagai produk alat angkat yang ada dipasaran berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya dongkrak hidrolik, sebagian besar pompa angkatnya secara manual, yaitu menggunakan plunyer tongkat pengangkat sebagai pompa minyak hidrolik. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk merancang suatu alat angkat yang praktis dan ekonomis yaitu dengan inovasi dan otomatisasi suatu produk alat angkat, maka plunyer tongkat pengangkat sebagai pompa hidrolik diganti dengan pompa roda gigi yang digerakan oleh motor listrik, maksud dan tujuan dari perancanngan ini adalah menghasilkan suatu alat angkat berupa dongkrak hidrolik yang mempunyai daya angkat 2 ton. Perancangan dongkrak hidrolik ini disusun dengan metode penulisan deskriptif. Setelah itu dilakukan perhitungan yang antara lain tegangan-tegangan yang terjadi di silinder kerja, poros ulir dan juga diadakan pemilihan pompa, motor dan pipa bertekanan tinggi
Suatu Kajian Analitik Mengenai Penentuan Sektor Industri Nasional yang Mendapatkan Prioritas Pengembangan
Zaenal Muttaqien
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 2 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no2.243
Mengingat dana yang tersedia untuk pembangunan dan pengembangan sektor industri secara keseluruhan sangat terbatas, demikian pula keterbatasan yang lainnya di bidang penguasaan dan penerapan teknologi industri, manajemen dan tenaga terampil (technical skill labour), sehingga dengan alasan-alasan tersebut Pemerintah tidak mungkin dapat mengembangkan seluruh jenis sektor industri sekaligus pada saat/periode yang bersamaan. Salah satu alternatif dalam upaya melaksanakan program pengembangan sektor industri yang dapat ditempuh adalah menentukan sektor-sektor industri tertentu yang mendapatkan prioritas pengembangan. Untuk menentukan sektor-sektor industri yang mendapatkan prioritas pengembangan tersebut, haruslah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang menunjukkan bahwa sektor-sektor industri tersebut layak untuk dipilih. Adapun kriteria-kriteria yang dikembangkan pada penelitian ini adalah besarnya tingkat pertumbuhan output optimal, besarnya koefisien nilai tambah, besarnya nilai tambah bruto, besarnya tingkat total keterkaitan antar sektor industri, besarnya nilai indeks pengaruh pengganda pendapatan tipe II serta besarnya nilai indeks pengaruh pengganda tenaga kerja tipe II.
Setiap Orang Bisa Menjadi Wirausaha
Jahny Sast
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 2 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol3no2.244