cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dirgantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
DETEKSI MANEUVER ORBIT BERDASARKAN METODE MOVING WINDOWS CURVE FITTING (MWCF) Mohamad Fikri Aulya Nor; Ayu Dyah Pangestu
Jurnal Sains Dirgantara Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jsd.2020.v18.a3477

Abstract

Manuver orbit merupakan anomali atau perubahan drastis pada parameter orbit tertentu dalam waktu yang singkat untuk mempertahankan orbit satelit. Untuk mendeteksi hal tersebut, digunakan metode moving windows curve fitting (MWCF). Metode ini menggunakan analisis statistik parameter orbital tertentu dari data two-line element (TLE) satelit untuk mendeteksi pencilan dalam segmen “jendela yang bergeser”. Hasil deteksi manuver dari beberapa satelit menunjukkan bahwa selain konfigurasi parameter algoritma MWCF, pemilihan parameter orbit yang menjadi data landasan deteksi dan jenis satelit mempengaruhi performa deteksi. Karakteristik parameter orbit saat terjadi manuver juga diperoleh, tetapi akurasinya bergantung pada performa deteksi. Dari 567 variasi uji coba deteksi manuver, ternyata efek konfigurasi parameter algoritma MWCF terhadap performa deteksi dapat dikonfirmasi dengan adanya hubungan-hubungan linear di antaranya. 
A PROTOTYPE OF TRUE DAWN OBSERVATION AUTOMATION SYSTEM M Basthoni
Jurnal Sains Dirgantara Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jsd.2020.v18.a3475

Abstract

It requires adequate true dawn observation data both in quality and quantity to correct or verify the accuracy of the early true dawn criteria set by the Ministry of Religion of Republic of Indonesia, which in the last decade had been doubted by several parties. However, temperature and unfavorable field conditions present challenges in observing the true dawn. This paper describes the development of the True Dawn Observation Automation System which includes hardware and software requirements, system installation and performance testing in three locations: Karimunjawa (-5.78S, 110.48E, 1 m above sea level), Banyuwangi (-7.97S, 114.42E, 1 m above sea level) and Semarang (-6.97S, 110.29E, 15 m above sea level). An analysis of the data is also presented in this paper which includes the variability due to moonlight and light pollution on true dawn detection. The test results show that the system is running well but it needs upgraded GPS and Real Time Clock module so the system can work better. Meanwhile, analysis of the data recorded by the system shows that moonlight has a strong effect on true dawn detection in locations with low light pollution (Banyuwangi and Karimunjawa), an average difference of around 3.4° (13.6 minutes) compared to when moonlight was absent. Meanwhile, in areas with high light pollution (Semarang) it does not have a significant effect, an average difference of around 0.25° (1 minute). This study also proposes that true dawn is detected when the Sun's position averages -20 ± 0.2 degrees below the horizon.
DATA OPTIMIZATION OF RAIN RADAR AND ITS COVERAGE EXPANSION USING RADAR NETWORK Tiin Sinatra; Ginaldi Ari Nugroho; Asif Awaludin
Jurnal Sains Dirgantara Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jsd.2020.v17.a3255

Abstract

This research developed network of two Santanu rain radars of the Center for Atmospheric Science and Technology LAPAN installed in Bandung (SANTANU 1) and Sumedang (SANTANU 2). The objective is to get larger coverage area which also comply data each other. The first step is data optimation to each radar detection results, particularly due to rain attenuation, and then validation with the transportable radar image. The shape analysis on a rain object detected in the slice of both radar images indicates 0.8672 of R2 which show the width of both objectcs has a good similarity. Data optimation due to rain attenuation using attenuation correction for regional weather radar (KA) and path-integrated attenuation (PIA) indicate that the reflectivity improvement by KA is 10 times better than PIA. The object detected by Santanu rain radar is similar to the transportable radar for reflectivity larger than 30 dBZ.  The next step is integration of both rain radar images to create mosaic image and then validation using the transportable radar data. The production of the mosaic image is tried out using three methods: image stitching, averaging, and Cressman scheme. The best result is presented by Cressman scheme which show more integrated slice area and maintain the features of the object. However, the processing time of this scheme is 17 minutes which is longer than  image stitching method. The processing time depend on the number of grid data and the hardware memory. Validation on the mosaic result by using transportable radar data by implementing structural similarity index (SSIM) method yields 0,32 of average value. The improvement on SSIM value is obtained if speckle removal is applied by recording 59% of enhancement
PEMANTAUAN KONSENTRASI GAS (CO2, NO2) DAN PARTIKULAT (PM2.5) PADA STRUKTUR HORIZONTAL DI KAWASAN DAYEUHKOLOT, CEKUNGAN UDARA BANDUNG RAYA Muhammad Farisqi Aziz; Arief Abdurrachman; Indra Chandra; Lutfi Ikbal Majid; Furqan Vaicdan; Rahmat Awaludin Salam
Jurnal Sains Dirgantara Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jsd.2020.v18.a3236

Abstract

Salah satu sumber polusi lokal yang terjadi di Bandung Raya berasal dari kendaraan bermotor. Dari penelitian sebelumnya terindikasi bahwa konsentrasi organic carbon (OC) lebih tinggi dari elemental carbon (EC), konsentrasi OC primer lebih tinggi dari OC sekunder, dan konsentrasi char-EC lebih tinggi dari soot-EC. Penelitian tersebut menggunakan metode dry sampling dengan perangkat cascade impactor dan teridentifikasi bahwa OC, OC primer, dan char-EC berasal dari kendaraan bermotor khususnya mesin diesel, asap pabrik, dan debu jalan. Penelitian ini bertujuan untuk memantau dan menganalisis persebaran polusi lokal secara horizontal di daerah Dayeuhkolot, cekungan udara Bandung Raya. Pemantauan kualitas udara (CO2, NO2 , dan PM2.5 ) dengan menggunakan sepeda dilakukan pada tiga tipe lintasan: (1) jalur hijau, (2) lalu lintas rendah, dan (3) jalan raya. Ketiga lintasan memiliki karakteristik yang unik sesuai dengan estimasi sumber pencemar dan faktor lingkungan seperti pepohonan. Alat ukur yang digunakan berbasis low-cost sensors (CO2, NO2, dan PM2.5 ), serta dilengkapi dengan sensor temperatur (T), kelembapan relatif (RH), dan data logger. Pengukuran dilakukan selama 15 kali pada Februari-Maret 2019. Rata-rata pengamatan dilakukan setiap ~2 jam dengan kecepatan rata-rata sepeda ~10 km jam -1 . Hasil pengukuran menunjukkan bahwa alat dapat mendeteksi fluktuasi konsentrasi emisi gas/partikulat, yang dipengaruhi oleh konsentrasi polutan di udara sesaat yaitu dari kendaraan bermotor, pembakaran sampah, aktivitas pasar minggu, dan pengaruh hujan. Pada saat lampu merah di persimpangan jalan, tampak bahwa emisi langsung dari kendaraan bermotor dapat meningkatkan konsentrasi PM 2.5 dan NO2 menjadi 110 μg m-3 dan ~0,15 ppm pada selang waktu pengukuran ~10 menit. Faktor lainnya yang dapat meningkatkan nilai konsentrasi PM 2.5 sebesar ~163 μg m-3 dari kondisi udara ambien (77-86 μg m-3) adalah pembakaran sampah (~4 menit). Sedangkan kegiatan rutin di pasar minggu pagi dapat meningkatkan konsentrasi CO2 dan NO2 menjadi ~931 ppm dan ~0,13 ppm (~8 menit). Air hujan yang biasa terjadi pada sore hari dapat menurunkan konsentrasi gas dan PM 2.5 . Tingkat pembilasan partikulat (r) akibat hujan adalah ~30%.
PERHITUNGAN ELEMEN ORBIT BINTANG GANDA WDS 03264+3520 MENGGUNAKAN METODE SEMI-DEFINITE PROGRAMMING Achmad Zainur Rozzykin; Ayu Dyah Pangestu; Budi Dermawan
Jurnal Sains Dirgantara Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jsd.2020.v18.a3470

Abstract

Banyak metode yang digunakan untuk menentukan elemen orbit elips bintang ganda. Salah satu metode yang relatif baru digunakan dalam penentuan elemen orbit adalah Semi-Definite Programming (SDP). Metode ini digunakan untuk menyelesaikan persamaan umum elips dari data pengamatan dengan batasan tertentu, yang memberikan solusi tunggal melalui konsep optimisasi konveks. Salah satu keunggulan metode SDP adalah mampu mendapatkan elips terbaik dari jumlah titik data yang terbatas dengan persebaran yang sempit (mengelompok). Tujuan penelitian ini adalah menentukan elemen orbit bintang ganda WDS 03264+3520 atau HDS 430 dengan terlebih dahulu mendapatkan koefisien persamaan elips orbit proyeksinya melalui SDP. Kemudian dengan menggunakan metode Kowalsky, didapatkan nilai elemen orbit elips sejati dari bintang ganda ini. Implementasi skema paralaks dinamika menghasilkan massa masing-masing bintang melalui proses iteratif dengan melibatkan nilai magnitudo mutlak bolometrik bintang. Hasil perhitungan elemen orbit dan massa bintang ganda ini menunjukkan bentuk orbit yang lebih lonjong (eksentrik) dengan massa bintang yang sedikit lebih rendah daripada hasil studi sebelumnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5