cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3" : 7 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA STATUS KEPEGAWAIAN DENGAN TIMBULNYA NYERI KEPALA TIPE TEGANG OTOT PADA GURU MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 METRO Roezwir Azhari
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.989 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1980

Abstract

Latar belakang : Nyeri kepala tipe tegang otot adalah nyeri kepala yang sifatnya menekan atau terasa berat atauketat dan bentuk paling umum dari nyeri kepala primer yang mempengaruhi dua pertiga populasi. Nyeri kepala tipe tegangotot dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah status kepegawaian guru.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara status kepegawaian dengan timbulnya nyeri kepala tipe tegang ototpada guru di MAN 1 MetroMetode : Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampelpenelitian diambil dengan menggunakan random sampling, dipilih 2 status kepegawaian yaitu Guru PNS dan non PNS diMAN 1 Metro dengan rumus Slovin sebanyak 60 Guru. Penelitian ini menggunakan kuesioner Forest Headache yang sudahdimodifikasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer.Hasil penelitian : Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita TTH pada Guru PNS sebanyak 21,4%sedangkan pada Guru non PNS 72,2%. Berdasarkan hasil uji Chi-kuadrat (x2), terdapat hubungan yang bermakna antarastatus kepegawaian guru dengan risiko menderita nyeri kepala tipe tegang otot (p= 0.000) (p< 0.05) dengan or=9,533Kesimpulan : Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara status kepegawaian guru denganrisiko menderita nyeri kepala tipe tegang otot dengan p= 0,000 dan or= 9,533
HUBUNGAN STATUS ANTROPOMETRI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI KELAS II MADRASAH ALIYAH DI PERGURUAN DINIYYAH PUTRI KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2014 Chintya Mutiara; Hetti Rusmini
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.956 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1976

Abstract

Latar Belakang: Salah satu indikator untuk melihat status gizi remaja adalah pengukuran tidak langsungmenggunakan status antropometri untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi, ketidakseimbangan initerlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh. Memahamistatus antropometri penting karena dapat menggambarkan kondisi suplai asupan dan kebutuhan gizi.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan status antropometri dengan kadar hemoglobin pada siswi kelas IIMadrasah Aliyah di Perguruan Diniyyah Putri Kabupaten Pesawaran tahun 2014.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas II Madrasah Aliyah di Perguruan Diniyyah Putri Kabupaten Pesawaransebesar 66 orang dengan sampel 66 responden. Analisis data bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah chiSquare dengan uji kemaknaan 95%Hasil Penelitian: Status antropometri termasuk dalam kategori kurang baik yaitu sebanyak 34 orang (51,5%) danyang mengalami anemia sebanyak 40 orang (60,6%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan status antropometridengan kadar hemoglobin pada siswi kelas II Madrasah Aliyah di Perguruan Diniyyah Putri Kabupaten Pesawaran tahun2014 dengan p-value = 0,000 dan OR = 4,000.Kesimpulan: Ada hubungan status antropometri dengan kadar hemoglobin pada siswi kelas II Madrasah Aliyah diPerguruan Diniyyah Putri Kabupaten Pesawaran tahun 2014.
PROFIL PENDERITA HERNIA INGUINALIS LAKI-LAKI DEWASA YANG DIRAWAT DI RUANGAN BEDAH RSUD DR H ABDUL MOELOEK PERIODE JANUARI SAMPAI DENGAN DESEMBER 2013 Zulfian Zulfian; Uci Carina Anasthasia; Zulhafis Mandala
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.602 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1981

Abstract

Latar Belakang: Hernia merupakan salah satu kasus dibagian bedah yang pada umumnya sering menimbulkanmasalah kesehatan dan pada umumnya memerlukan tindakan operasi. Hernia inguinalis merupakan jenis yang palingumum dari hernia pada laki-laki, terhitung sekitar 70% dari semua hernia.Tujuan: Untuk mengetahui profil penderita hernia inguinal laki-laki dewasa yang dirawat di ruangan bedah RSUDDR. H. Abdul Moeloek periode Januari sampai dengan Desember 2013.Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dengan cara mengambildata sekunder, yaitu rekam medik pasien. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kasus herniainguinalis pada pasien dewasa yang tercatat pada data rekam medik di Instalasi Ruang Rawat Inap Bedah Laki-laki RSUDDR. H. Abdul Moeloek, sampel yang diambil sebanyak 137 kasus hernia inguinalis hanya 125 kasus yang memenuhikriterisa inklusi dan eksklusi penelitian. Uji statistik yang dilakukan adalah uji chi-square.Hasil: Dari 125 kasus hernia inguinalis tersebut paling banyak terjadi pada usia 45 - >65 tahun yaitu 72%,pekerjaan sebagai buruh 68%, gejala klinis benjolan dilipat paha 100% serta nyeri di abdomen 80%, pada pemeriksaan fisikditemukan nyeri tekan 80%, dan seluruh pasien hernia inguinalis pasca operasi dalam keadaan hidup sebanyak 100%.Kesimpulan: Kasus hernia inguinalis banyak ditemukan pada laki-laki dewasa usia 45 - >65 tahun, pekerjaansebagai buruh, gejala klinis benjolan dilipat paha serta nyeri di abdomen, di temukan nyeri tekan pada pemeriksaan fisik,dan pasca operasi hernia inguinalis semua pasien dalam keadaan hidup.
HUBUNGAN DERAJAT PARASITEMIA DENGAN PENINGKATAN KADAR SGOT PADA PASIEN MALARIA DI PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2015 Firhat E; Didik Abdul Rahman; Neno Fitriyani Hasbie
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.471 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1977

Abstract

Latar belakang:Malaria merupakan salah satu jenis penyakit yang mematikan dimana berdasarkan taksiran WHOsekitar 300-400 juta orang di dunia terinfeksi malaria setiap tahun dan menyebabkan kematian pada 2,7 juta orang..Malariamerupakan penyakiti nfeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit. Jumlah Plasmodium didalam darah bisa dilakukan dengan cara menghitung derajat parasitemia. Derajat parasitemia adalah presentase individudalam populasi yang apusan darahnya memperlihatkan parasit. Pada pemeriksaan mikroskopis malaria, semakin tinggiderajat parasitemia maka kerusakan sel hepar besar. Indikator kerusakan sel hepar salah satunya yaitu peningkatan kadarSGOT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat parasitemia dengan peningkatan SGOTpada pasien malaria di Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran tahun 2015. Metode:Jenis penelitian menggunakanmetode analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Subjek penelitian ini sebanyak 50 orang yangdiperoleh dari Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan untuk menghitung derajat parasitemiaadalah apusan darah tepi dan untuk menghitung kadar SGOT menggunakan Metode Spektro Fotometrik. Uji statistikdilakukan menggunakan uji Chi- square dengan nilai kemaknaan jika (p-value < α=0,05).Hasil:Hasil penelitian didapatkan pada kelompok indeks parasitemia ringan dengan rerata jumlah parasitemia 2,43± 1,01 dengan rerata kadar SGOT 24,29 ± 11,82 U/L,pada kelompok indeks parasitemia sedang dengan rerata jumlahparasitemia 7,20 ± 1,44 dengan rerata kadar SGOT 39,90 ± 14,28 U/L, pada kelompok indeks parasitemia berat denganrerata jumlah parasitemia 13,75 ± 1,77 dengan rerata kadar SGOT 176,00 ± 186,68 U/L.Dari hasil ujis tatistik Chi-Squarediperoleh p-value = 0,001 (p-value < α=0,05).Simpulan:terdapat hubungan yang bermakna antaraderajat parasitemia dengan peningkatan kadar SGOT diPuskesmas Hanura.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN KARSINOMA NASOFARING DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013-2014 Hari Purwanto
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.189 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1978

Abstract

Latar Belakang : Karsinoma nasofaring merupakan keganasan di daerah kepala dan leher yang selalu beradadalam kedudukan lima besar diantara keganasan bagian tubuh lain bersama dengan kanker serviks, kanker payudara,tumor ganas getah bening dan kanker kulit.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian Karsinoma Nasofaring diRSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2013-2014.Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, Populasi penelitian adalahpasien ca nasofaring yang dirawat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2013-2014 sebanyak 87orang orang, sampel diambil sebanyak 87 orang. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-Square (X2).Hasil Penelitian : Angka kejadian Karsinoma Nasofaring di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun2013-2014 sebanyak 81 orang (93,1%). Sebagian besar usia penderita Karsinoma Nasofaring di RSUD DR. H. AbdulMoeloek Provinsi Lampung tahun 2013-2014 adalah ≥ 40 tahun sebanyak 70 orang (80,5%).Sebagian besar jenis kelamin penderita Karsinoma Nasofaring di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampungtahun 2013-2014 adalah laki-laki yaitu sebanyak 61 orang (70,1%).Kesimpulan : Ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian Karsinoma Nasofaring di RSUD DR.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2013-2014
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB HORMONAL TERHADAP MUNCULNYA AKNE VULGARIS PADA WANITA USIA 20-40 TAHUN DI PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Muhammad Syafei Hamzah; Shinta Rapika Pratama; Chintia Mutiara
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.188 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1979

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit yang disebabkan oleh inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang ditandai olehpembentukan komedo, papul, pustul, dan nodul dengan predileksi diwajah, leher, lengan atas, dada dan punggung. Aknevulgaris dapat diderita oleh semua usia dan dapat disebabkan oleh faktor ginetik, hormonal, makanan, keaktifan darikelenjar sebacea, faktor psikis maupun infeksi bakteri P.acnes. Pengunaan KB hormonal juga diduga sebagai penyebabmunculnya Anke vulgaris pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan KB hormonalterhadap munculnya Akne vulgaris pada wanita usia 20-40 tahun.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan tekniktotal sampling, besar sampel adalah 69. Data yang didapat adalah data primer dari kuisioner. Uji analisis yang digunakanadalah chi-square.Hasil penelitian diketahui dari penggunaan KB hormonal ada sebanyak 61,9% yang menderita Akne vulgaris,sedangkan responden dengan penggunaan KB non hormonal ada sebanyak 77,8% tidak menderita Akne vulgaris.Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapat nilai (p =0,001) dan nilai OR 5,68. Terdapat hubungan penggunaan KBhormonal dengan kejadian Akne vulgaris pada wanita usia 20-40 tahun di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar LampungTahun 2014.
GAMBARAN KLINIS PASIEN APENDISITIS AKUT DENGAN MENGGUNAKAN PENILAIAN TZANAKIS SKOR DAN ALVARADO SKOR DI RSUD DR H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Andi Siswandi
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.527 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1975

Abstract

The incidence of appendicitis in Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung in 2014 each month, including 10common diseases. New problems arise when the lower right abdominal tenderness not ensure appendicitis. The purpose ofthis study was to determine the clinical features of acute appendicitis patients using Tzanakis assessment score andAlvarado score in the Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung in 2014.This type of research is descriptive retrospective study using medical records. The population is all appendicitispatient data in the inpatient surgical Rose and Kutilang Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung In 2014 as many as94 people. Data analysis using univariate analysis using the table in the presentation of the data.Results of the study there were 76 patients who met the criteria for inclusion in the study. Of the 76 patients wereobtained clinical picture of acute appendicitis based Tzanakis scores namely ultrasound (60.53%), pain in the right lowerquadrant (100%), off the right lower quadrant pain (40.79%), and leukocytes> 12.000mm3 (52.63%). Alvarado scoresnamely pain shifts in the lower right quadrant (11.84%), anorexia (86.84%), nausea and vomiting (48.68%), pain in the rightlower quadrant (100%), pain in the right lower quadrant off (40.79%), raising the temperature of 37.5 ° C-38 ° C (30.26%),leukocytosis (68.42%), white blood cells shift to the left (65.79%).

Page 1 of 1 | Total Record : 7