cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
Pendidikan Masyarakat Modern dan Tradisional dalam Menghadapi Perubahan Sosial dan Modernisasi Miftahur Rizik; Lias Hasibuan; Kasful Anwar Us
Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v5i2.219

Abstract

Perubahan sosial dan modernisasi merupakan hal yang tidak dapat terelakkan dalam kehidupan saat ini. Perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi di masyarakat tentunya akan berdampak positif dan negatif tergantung bagaimana menyikapinya. Akan ada konsekuensi yang akan ditanggung pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dalam menghadapai perubahan sosial dan modernisasi ini. Perubahan sosial dan modernisasi di tandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka peran pendidikan menjadi sangat penting bagi masyarakat agar mampu beradaptasi dengan cepat dengan perubahan ini. Pendidikan diharapkan mampu meningkatkan sumber daya masyarakat dalam memanfaatkan dengan baik sumber daya alam yang ada disekitarnya.
Pendidikan dan Perubahan Kebudayaan Transmisi Budaya dan Perkembangan Institusi Pendidikan Lias Hasibuan; Kasful Anwar Us; Nazirwan Nazirwan
Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v5i2.220

Abstract

Pendidikan dalam pengertian yang luas merupakan kehidupan yang memberi pengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan manusia sedangkan pendidikan dalam pengertian yang sempit merupakan proses untuk meningkatkan kemampuan seseorang menjadi lebih baik dengan berbagai cara diantaranya melalui proses pengajaran. Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Kegiatan mendidik merupakan kegiatan memberi pengajaran, membuat seseorang memahami, dan dengan pemahaman yang dimilikinya dapat mengembangkan potensi diri dengan menerapkan apa yang telah dipelajari. Misi Pendidikan Nasional adalah meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan kepribadian yang bermoral serta mengacu pada tujuan pendidikan yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis.
Rumah Moderasi Beragama IAIN Curup dalam Program Wawasan Kebangsaan, Toleransi dan Anti Kekerasan Sumarto Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v5i2.221

Abstract

Konsep Islam moderat dan Islam toleran merupakan konsep satu kesatuan konsep yang sama dan seiring sejalan, yaitu model keberagamaan Islam yang berkecenderungan ka arah jalan tengah dan kedamaian sebagaimana pesan universal Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, keberagamaan yang dapat menghargai pendapat yang berbeda, serta menolak model keberagamaan yang ekstrem dan radikal seperti yang dikembangkan oleh Nahdhatul Ulama. Rumah Moderasi Beragama dan Kebangsaan IAIN Curup adalah wadah kita untuk berdiskusi, belajar bersama, bermusyawarah dan bergotong royong dalam mewujudkan perilaku yang moderat dan cinta tanah air. Rumah Moderasi Beragama dan Kebangsaan IAIN Curup adalah bentuk dari pengimplemntasian nilai – nilai Pancasila yang secara factual kita lakukan, menjadi salah satu contoh teladan kebangsaan bagi masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dan secara Nasional.
Belajar dan Mengajar Sebagai Suatu Proses Pendidikan yang Berkemajuan Mhd. Syahdan lubis
Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v5i2.222

Abstract

Pendidikan sangat penting dalam mempersiapkan manusia agar mampu memelihara dan meningkatkan kualitas hidup sebagai individu bangsa yang bermartabat. Tantangan berat yang dihadapi di segala bidang dapat dilihat dari berbagai jenis laporan seperti hasil belajar siswa, ketidakmampuan masyarakat untuk mempertahankan anaknya sukses di lembaga pendidikan hingga usia wajib belajar. Sistem evaluasi, manajemen pendidikan dan yang paling sering disoroti oleh media massa saat ini adalah permasalahan guru, kurikulum, buku teks dan sistem pembelajaran dimana proses belajar mengajar terjadi. Secara umum proses pendidikan mengarah pada tiga hal utama yang dapat dicapai siswa yaitu afektif, kognitif dan psikomotor. Kesepakatan afektif dengan sikap, moral, etika, moral, dan manajemen emosional. Kognitif berkaitan dengan aspek berpikir, transfer pengetahuan, logika, dan analisis. Sedangkan psikomotorik berkaitan dengan praktik atau aplikasi apa yang diperolehnya melalui jalur kognitif. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai sesuai dengan kompetensi dasar. Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada pembelajar untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar. Pembelajaran merupakan proses internal siswa, sedangkan pembelajaran memandang kondisi eksternal yang mempengaruhi proses pembelajaran. Kondisi eksternal yang mempengaruhi proses pembelajaran seperti bahan ajar, suasana pembelajaran, media pembelajaran dan sumber belajar.
PERAN POLITIK DAN KEBIJAKAN TERHADAP MUTU GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN ISLAM Abdul Rahim; Sukarno Sukarno; Minna El Widdah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.236

Abstract

Kebijakan politik dalam pendidikan, seperti kewajiban belajar telah lahir di dalamnya baik Eropa atau Amerika Serikat dan Jepang setelah lahirnya demokrasi dalam kehidupan abad ke-19. Sementara itu, tidak mungkin bisa dikembangkan tanpa adanya anggota cerdas. Anggota yang paling cemerlang pun hanya bisa melalui pendidikan terbentuk. Pendidikan secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh politik, baik dalam konteks makro dan mikro. Pendidikan dan integrasi politik bersifat jamak. Sedangkan melalui pendidikan dapat membentuk individu-individu yang berpartisipasi dalam kehidupan politik.
PERAN POLITIK DAN KEBIJAKAN TERHADAP MUTU AKREDITASI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Amal Paradis; Sukarno Sukarno; Minna El Widdah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.237

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia memang begitu dilematis. Artinya di satu sisi, tuntutan untuk meningkatkan mutu dan kualitas agar dapat bersaing dengan lembaga pendidikan umum, di sisi lain perhatian dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam masih rendah bahkan masih ditempatkan bukan sebagai kelas utama melainkan sebagai kelas kedua. Akreditasi lembaga pendidikan islam adalah suatu proses penilaian kualitas madrasah, baik madrasah negri maupun swasta dengan menggunakan kriteria baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga akreditasi. Penyelenggaraan akreditasi madrasah merupakan kebutuhan bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun bagi lembaga pendidkan itu sendiri.Peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam merupakan keharusan yang perlu segera direalisasikan, mulai dari input, proses dan output atau lulusan dari lembaga pendidikan Islam.
PERAN POLITIK DAN KEBIJAKAN TERHADAP PROSES PERIZINAN PENDIRIAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Halimah Halimah; Sukarno Sukarno; Minna El Widdah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.238

Abstract

Pendidikan merupakan bagian kebutuhan mendasar manusia yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Pendidikan adalah bagian dari masalah politik sebagai pengelolaan urusan rakyat berdasarkan ideologi yang diemban negara.Politik merupakam pembahasan yang tidak terlepas dari pembentukan Negara. Negara membutuhkan seorang pemimpin untuk menyelamatkan umat. Memanglah dalam Alquran maupun hadis tidak ditemukan secara gamblang konsep tentang Negara. Hal ini tentu bisa dimaklumi karena konsep Negara atau nation-state seperti sekarang ini baru muncul pada abad ke-16 yang dikemukakan oleh Nicolo Machiavelli. Namun demikian, bukan berarti bahwa konsep Negara itu tidak ada sama sekali dalam Islam. Secara substantif, terdapat sejumlah ayat Alquran dan hadis yang menunjukkan adanya pemerintahan pada umat Islam. pendidikan Islam dalam bentuk pesantren di Jawa, maunasah di Aceh, Surau di Minangkabau dan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah mengalami proses transformasi keilmuan dan kelembagaan adalah lembaga pendidikan Islam yang telah menyejarah. Usia pendidikan Islam lebih tua dari kemerdekaan RI sehingga tidak dapat dipisahkan dari kultur bangsa ini. Berdasarkan pemahaman mendasar dalam proses mendirikan suatu lembaga pendidikan islam tentu ada peran politik dan kebijakan yang membantu proses perizinan tersebut.
DAMPAK PERKEMBANGAN POLITIK TERHADAP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Lukman Hakim; Sukarno Sukarno; Minna El Widdah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.239

Abstract

Ketergantungan kepada uluran tangan para penguasa secara ekonomis, membuat lembaga-lembaga tersebut harus sejalan dengan nuansa politik yang berlaku. Keterlibatan para penguasa dalam kegiatan pendidikan pada hakikatnya tidak hanya sebatas dukungan moral kepada para peserta didik, melainkan juga dalam bidang administrasi, keuangan, dan kurikulum. Artikel ini merupakan jawaban betapa besar dan kuatnya pengaruh politik dalam sistem manajemen lembaga pendidikan islam dengan menggunakan pendekatan studi pustaka. Tulisan ini memuat eksistensi lembaga pendidikan Islam baik berupa pesantren, madrasah, maupun sekolah-sekolah umum yang turut memberikan proses baik guna menyiarkan ajaran Islam. Selain itu, dibutuhkan orientasi pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang jelas, terarah dan teratur guna mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan. Di samping itu, tulisan ini juga bicara terkait strategi pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang diharapkan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang sedang dihadapi, mampu menyehatkan keberadaan lembaga-lembaga pendidikan Islam, bahkan mengantarkan pada kemajuan yang signifikan. Ketiga, artikel ini berbicara tentang fungsi politik institusi pendidikan, di mana setiap lembaga pendidikan menjadi agen-agen sosialisasi politik yang dapat memberikan pembelajaran politik baik dan sehat kepada setiap individu terutama kepada setiap generasi bangsa.
PENDIDIKAN ISLAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Ambo Pera Afrizal
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.240

Abstract

Pendidikan Islam masih sangat jauh tertinggal dengan Barat disebabkan beberapa hal, di antaranya adalah: pertama, orientasi pendidikannya masih harus diperjelas arahnya pada tujuan yang semestinya sesuai dengan orientasi Islam. Pendidikan Islam hanya concern pada transfer pengetahuan keagamaan saja. Kedua, praktek pendidikan Islam masih memelihara warisan lama, sehingga ilmu yang dipelajari adalah ilmu klasik dan ilmu modern tidak tersentuh. Ketiga, umat Islam masih sibuk terbuai dengan romantisme masa lalu. Kebesaran umat Islam masa lampau sampai dengan saat ini masih mempengaruhi mindset umat Islam. Mereka masih berbangga dengan kejayaan masa silam, tapi tidak sadar bahwa kebanggan tersebut justru yang menyebabkan ketertinggalan. Keempat, model pembelajaran pendidikan Islam masih menekankan pada pendekatan intelektual verbalistik dan menegasi interaksi edukatif dan komunikasi humanistik antara pendidik dan peserta didik. Transformasi digital manufaktur dan pemanfaatan teknologi platform ketiga menjadi identitas revolusi industri 4.0. Teknologi informasi menjadi basis dalam kehidupan manusia. Semuanya tanpa batas dengan penggunaan daya dan data komputasi tak terbatas, karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital masif sebagai tulang punggung gerakan manusia dan mesin serta konektivitasnya. Revolusi ini akhirnya mengubah perspektif seseorang dalam menjalani kehidupan modern dan canggih. Klaus Schwab sebagai pendiri sekaligus ketua forum ekonomi dunia mempertegas kondisi di atas, masuknya era revolusi industri 4.0 ditandai dengan kemunculan superkomputer, robotika, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak, kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, nano teknologi, robotik, internet, mobil tanpa pengendara, drone, pencetakan 3-D, nanoteknologi, bioteknologi, ilmu material, penyimpanan energi serta komputasi kuantum, seluruhnya ditujukan bagi kesejahteraan umat manusia.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Atika Atika
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.241

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Dalam hal ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat dimanfaatkan atau digunakan sebagai sumber belajar maupun media pembelajaran. Namun tak dapat dipungkiri bahwa banyak tenaga pendidik yang tidak bisa mengoperasikan atau mengggunakan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)saat ini. Sehingga saat ini sangat dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan dalam proses belajar mengajar agar tidak tertinggal. Negara Indonesia yang sedang berkembang terus melakukan pembangunan di berbagai sektor, baik sektor ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan serta tidak ketinggalan di sektor pendidikan. Dalam proses pembangunan ini berbagai permasalahan selalu timbul dan berkembang, maka diperlukan upaya antisipasi seefektif mungkin. Untuk mewujudkan manusia pembangunan yang kreatif, mau bekerja keras dan memiliki ilmu pengetahuan serta keterampilan yang tinggi, maka pendidikan adalah salah satu wahana yang tepat, karena dengan pendidikanlah manusia dapat dibina dan diarahkan menjadi manusia Indonesia yang berkualitas.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue