cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN AL-HADITS Siti Nur Azizah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.242

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa media harus disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Karena dukungan media yang tepat, tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik pula. Oleh karena itu, sebuah media pembelajaran akan mempengaruhi sampai tidaknya suatu informasi secara lengkap dan tepat sasaran, serta mempengaruhi hasil akhir dari proses pembelajaran tersebut. Pada zaman Nabi SAW sudah dikenal kegiatan belajar mengajar, sehingga kalau dilihat kembali pada zaman Nabi SAW, sebenarnya media pembelajaran itu sendiri sudah ada dan sudah diaplikasikan oleh Rasulullah SAW. Beliau dalam mengajarkan ilmu pengetahuan kepada sahabat-sahabatnya tidak lepas dari adanya media sebagai sarana penyampaian materi ajaran agama Islam.
MOTIVASI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Muhammad Amin
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.244

Abstract

Motivasi merupakan suatu dorongan yang mengubah energi dalam diri seseorang dalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Fungsi motivasi menurut Oemar Hamalik dalam Martinis 2003 meliputi sebagai berikut : Mendorong timbulnya kelakukan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan untuk pencapaian tujuan yang diinginkan. Motivasi sebagai penggerak, besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. Guru yang mengajar perlu meningkatkan kinerjanya dalam mengajar dan mendidik di madrasah, sedangkan kinerja itu sendiri didefinisikan sebagai ”fungsi dari motivasi, kecakapan dan persepsi permainan”. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Keberhasilan belajar siswa menjadi sasaran utama penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di madrasah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa. Slameto menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi 2 golongan saja yaitu intern.
MANAJEMEN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 1V SDN 1 KARANG JAYA Murniyanto Murniyanto
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.245

Abstract

Berdasarkan pengamatan bahwa siswa/siswi SDN 1 Karang Jaya masih banyak yang kurang lancar dalam mengemukakan ide atau gagasannya, dalam proses pengajaran hendaknya seluruh anggota kelas memperhatikan materi yang disampaikan sehingga sedikit-demisedikit dapat dipahami,tetapi ada juga hasil yang kurang memuaskan sehingga kriteria ketuntasan minimal belum tercapai. Penelitian ini memfokuskan penelitian pada kiat yang dilakukan guru bahasa Indonesia. Penelitian ini berupa deskriptif kualitaif. Sumber data adalah data primer yaitu pihak-pihak yang terkait langsung dalam penelitian ini, yaitu guru bahasa Indonesia, kepala sekolah, guru-guru SDN 1, siswa/i SDN 01 Karang Jaya, dan sumber data sekunder,data wawancara, dokumentasi. Hasil telah dapat disimpulkan materi bahasa Indonesia di kelas 1V SDN 01 Karang Jaya dapat penulis jabarkan ketika mengajar Guru jarang memakai media pembelajaran, Kualitas pembelajaran yang masih terbilang rendah, kiat yang diusahakan dalam pembelajaran di kelas 1V SDN 1 Karang Jaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia adalah dengan Meningkatkan Kedisiplinan, menyiapkan perangkat Pembelajaran.dicapai oleh pengajar pada Kelas 1V SDN 1 Karang Jaya ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia.
Pembangunan Agama Pada Masa Pandemi Covid-19: Meneguhkan Komitmen Kebangsaan dan Mewujudkan Perdamaian Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.246

Abstract

Kemajemukan, Pluralisme atau Multikulturalisme tidaklah asing bagi Bangsa Indonesia. Karena salah satu penyebab lahirnya Indonesia karena Kemajemukan tidak hanya agama bahkan sosial, budaya, bahasa dan pola perilaku, Berpikir juga. Tetapi tidak menjadi Indonesia hancur, tidak menjadi Indonesia bubar. Dengan kemajuan Indonesia bisa tumbuh berkembang menjadi bangsa dan negara yang besar di Dunia. Pentingnya pembangunan Agama pada masa Pandemic Covid-19, Membangun rasa kepedulian, Membangun rasa simpati dan empati, meneguhkan Komitmen Kebangsaan dan Mewujudkan Perdamaian, hal ini menjadi konsentrasi dari Kementerian Agama RI; Negara menjamin kebebasan setiap ummat beragama dalam menjalankan kegiatan keagamaannya. Negara Indonesia terwujud karena kekuatan, Perjuangan dan Pengorbanan Ummat Beragam dalam mengusir penjajah dan mewujudkan Kemerdekaan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK SEBAGAI TERAPI EKSPRESIF TERHADAP EMOSI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MAN 3 KOTA JAMBI Idham Khalik
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i2.253

Abstract

Kemampuan menulis ke arah yang tepat. Rancangan penelitian menggunakan Single Group Design dengan metode one group pre-test and post-test experiment. Partisipan berjumlah delapan peserta didik kelas XI IPS 2 yang memiliki skor STAXI rendah mempunyai kemampuan menulis. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan ada penurunan emosi marah partisipan setelah menulis cerita pendek. Hasil yang didapatkan memperlihatkan bahwa menulis cerita pendek dalam terapi ekspresif mampu untuk menurunkan emosi marah pada peserta didik . Selain itu, menulis cerita pendek dapat dijadikan sebagai salah satu sarana katarsis dan media self-help bagi kelas XI IPS 2 MAN 3 Kota Jambi untuk mengekspresikan emosi dan perasaan marahnya.
PERENCANAAN PENDIDIKAN YANG BAIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Nardawati Nardawati
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i2.254

Abstract

Perencanaan sangatlah penting sebagai bagian dari manajemen, apalagi bidang yang direncanakan merupakan bidang yang sangat subtansial yaitu pendidikan. Pendidikan dengan menggunakan perencanaan yang matang maka dalam prosesnya akan menghasilkan pendidikan yang baik pula. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dalam prosesnya mampu mengembangkan seluruh fitrah peserta didik, terutama fitrah akal dan agamanya. Dengan fitrah ini, peserta didik akan dapat mengembangkan daya pikir secara rasional. Sementara melalui fitrah agama, akan tertanam pilar-pilar kebaikan pada diri peserta didik yang kemudian diimplikasikan dalam seluruh aktivitas hidupnya, dalam meningkatkan mutu pendidikan.
MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MI NURUL HIDAYAH KOTA JAMBI Nikmatussaidah Nikmatussaidah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i2.255

Abstract

Guru harus melalui tahap-tahap pembelajaran dalam melaksanakan startegi belajar pembelajaran. proses pembelajaran harus melalui tiga tahap, yaitu: ”Tahap pra intruksional yaitu persiapan sebelum mengajar dimulai, Tahap intruksional, yaitu saat mengajar dan manajemen kelas dan tahap evaluasi yaitu penilaian hasil belajar. Sejak awal guru harus mampu berperan sebagai pelaku manajemen kelas, sekaligus sebagai evaluator dalam proses. Efektifitas dan mutu dalam proses pembelajaran haruslah mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang ditetapkan. Hal ini sudah barang tentu akan menimbulkan masalah dalam proses pendidikan secara umum maupun dalam proses pembelajaran secara khusus di kelas. Kelas yang kondusif bisa membuat siswa berminat dalam belajar
SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (ANALISIS KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM) Maryatul Kiptiyah; Sukarno Sukarno; Minna El Widdah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i2.256

Abstract

Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan promlema kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun potensi kompetensi peserta didik. Dalam perjalanannya dunia pendidikan Indonesia telah menerapkan enam kurikulum, yaitu Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994 dan disempurnakan menjadi kurikulum 1999, Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (meski belum sempat disahkan oleh pemerintah, tetapi sempat berlaku di beberapa sekolah piloting project), dan terakhir Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan pemerintah melalui Permen Diknas Nomor 22 tentang Standar Isi, Permen Nomor 23 tentang Standar Kompetensi lulusan, dan Permen Nomor 24 tentang Pelaksanaan kedua Permen tersebut.
PELAKSANAAN METODE PENGAJARAN VARIATIF PADA PEMBELAJARAN FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 3 MENDAHARA Nuraini Nuraini
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i2.257

Abstract

Pelaksanaan Metode pembelajaran variatif adalah kombinasi penggunaan beberapa metode pembelajaran secara bervariasi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar. Sebagai contoh, diawal pembelajaran menggunakan metode ceramah kemudian diselingi dengan metode tanya jawab sehingga siswa akan mempunyai keseriusan dalam memperhatikan pelajaran, kemudian pelajaran diakhiri dengan pemberian kuiz untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa, sehingga pelaksanaan pembelajaran Fiqh selalu menarik dan mampu memotivasi siswa belajar lebih aktif dan kreatif. Pendidik yang sifatnya memberikan bimbingan terhadap siswa agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan pelaksanaan syariat Islam tersebut, yang kemudian menjadi dasar pandangan dalam kehidupannya, keluarga dan masyarakat lingkungannya.
POLITIK DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Rasyidi Rasyidi; Sukarno Sukarno; Minna El Widdah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i2.258

Abstract

Pendidikan Islam didefinisikan sebagai proses transformasi dan internalisasi ilmu pengetahuan dan nila-nilai pada diri anak didik melalui penumbuhan dan pengembangan potensi fitrahnya guna mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup dalam segala aspeknya. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa problem yang menyebabkan gagalnya sebuah capaian dari Pendidikan Islam. Problem tersebut terbagi dua macam, yakni problem internal dan problem eksternal. Untuk menanggulangi berbagai problem dalam pelaksanaan Pendidikan Islam tersebut, salah satu jalan yang dikeluarkan oleh Negara ialah dengan memberikan peluang yang cukup luas terhadap Pendidikan Islam melalui penetapan urgensi perannya di Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Sebelum penetapan itu masih dikenal dengan dualism sistem pendidikan nasional, yang mana hal ini merupakan sebuah kesinambungan sejarah, baik sejarah pada umat Islam pada khususnya maupun sejarah bangsa Indonesia pada umumnya. Di samping itu, wacana dualisme sistem pendidikan kembali menguat akibat gejolak politik nasional yang berisi sebuah ideologi tertentu. Apapun alasannya, dualisme banyak berdampak negatif terhadap lembaga pendidikan di Indonesia terlebih lembaga pendidikan Islam.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue