cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PERPLEXITY SEBAGAI MEDIATOR DIGITAL DALAM PEMBENTUKAN KEBIASAAN LITERASI MAHASISWA PAI IAIN CURUP ANGKATAN 2022 Saputra, Gunawan; Salsabila; Yogi Sumantri; Andini Putri Wijaya; Mirzon Daheri; Hendra Harmi
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i4.1103

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Artificial Intelegence (AI) Perflexity sebagai mediator digital dalam membentuk kebiasaan literasi mahasiswa PAI IAIN Curup angkatan 2022. Dengan kemajuan pesat teknologi AI, mahasiswa kini memiliki akses cepat terhadap informasi melalui platform seperti Perflexity AI, yang berpotensi mengubah pola literasi tradisional. Penelitian kualitataif ini menggunakan wawancara dengan sepuluh mahasiswa untuk memahami bagaimana mereka menggunakan Perflexity AI dalam kegiatan akademik, mencari referensi, dan menyusun karya ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa Perflexity AI sebagai mediataor kognitif yang memengaruhi cara mahasiswa berinteraksi dengan pengetahuan, sekaligus menyoroti pentingnya keseimbangan antara efisiensi teknologi dan nilai-nilai spiritual Islam, serta etika keilmuan. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya mengembangkan “AI Literacy Islami” yang mengintegrasikan literasi digital dengan tanggung jawab moral dan kesadaran spiritual untuk menciptakan generasi pembelajar yang beradab dan kritis. Pendekatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan tanggung jawab moral dan etika keilmuan, sehingga AI dapat berfungsi sebagai mediator reflektif yang mendukung pembentukan pelajar yang beradab dan kritis di era digital, dan bukan sekedar alat yang menyebabkan cognitive outsourching.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS RISET PADA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA IAIN CURUP Harahap, Emmi Kholilah; Sari, Rini Puspita
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i4.1108

Abstract

Peneliti ini menggunakan teknik deskriptif-kualitatif dalam penelitiannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, karena bersifat nonhipotetis dan tidak menyertakan penggunaan rumus statistik untuk menggambarkan hasilnya. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Program Studi Pascasarjana IAIN Curup BKPI, dosen yang terafiliasi dengan Program Studi Pascasarjana IAIN Curup BKPI, dan mahasiswa yang terdaftar di Program Studi Pascasarjana IAIN Curup BKPI. Selain itu, dokumen yang relevan dan peristiwa penting yang berkaitan dengan topik penelitian juga dipertimbangkan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Program Studi IAIN Curup BKPI menawarkan 50 SKS dengan fokus pada Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Mendistribusikan jadwal perkuliahan kepada dosen yang memenuhi persyaratan, yang kemudian menyusun Rencana Pembelajaran untuk pelaksanaannya. Analisis penelitian mengungkapkan bahwa beberapa rencana pembelajaran menggabungkan kegiatan berbasis penelitian, menganalisis dan meninjau teori dan penelitian yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara mandiri dan kelompok, serta dijadwalkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Namun sebagian besar hasil penelitian belum terdokumentasikan dalam program sehingga menghasilkan laporan penelitian mini. Program ini menggunakan Google Drive atau Google Form untuk mengumpulkan hasil penelitian, namun diperlukan dokumentasi untuk menilai akreditasi program dan menjamin keberhasilan program.
PEMANFAATAN KAIN PERCA SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PRODUK KERAJINAN TANGAN YANG BERNILAI EKONOMIS BERSAMA MASYARAKAT KABUPATEN MUARO JAMBI Harahap, Emmi Kholilah
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i4.1109

Abstract

Limbah kain perca kerap kali menjadi permasalahan lingkungan karena banyakanya industri konveksi yang hanya membiarkan limbah kain perca menumpuk. Pemanfaatan kain perca merupakan salah satu kegiatan yang mendukung program pemerintah tentang pengolahan sampah dengan menggunakan system 3R. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan ABCD. Asset-based community development (ABCD) dianggap sebagai pendekatan yang tepat untuk persoalan diatas. Hal ini karena ABCD merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang berada dalam aliran besar mengupayakan terwujudkan sebuah tatanan kehidupan sosial dimana masyarakat menjadi pelaku dan penentu upaya pembangunan di lingkungannya atau yang seringkali disebut dengan Community-Driven Development (CDD). Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu; 1). Penyuluhan mengenai pentingnya pengolahan limbah kain perca, 2). Tutorial mengolah limbah kain percatersebut menjadi produk yang lebih bermanfaat yaitu kain keset, kain alas makanan, kain lap tangan, brus jilbab dengan berbagai model, hiasan dinding. Sehingga melalui kegiatan pengabdian ini ibu-ibu desa simpang sungai Duren dapat memahami pentingnya pengelolan limbah kain perca dan memiliki keterampilan untuk mengolahlimbah tersebut menjadi produk yang bernilai ekonomis dan jika dipsarkan dengan baik akan menambah pendapat dan dapat membantu ekonomis masyakat di desa Simpang Sungai Duren.
Pendekatan Brain-Based Learning dalam Pendidikan Abad 21: Perspektif Neuroscience dan Keterampilan 6C Rio Pujangga; Sasi Hanila; M. Azimmullah Ilyas; Sutarto Sutarto; Aida Rahmi Nasution
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1127

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan 6C sebagai kompetensi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi Brain-Based Learning dalam pendidikan abad ke-21 melalui perspektif educational neuroscience dan pengembangan keterampilan 6C. Penelitian menggunakan metode library research dengan teknik content analysis terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Brain-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna sesuai dengan cara kerja alami otak. Pendekatan ini berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kesadaran sosial, dan pembentukan karakter peserta didik. Perspektif neuroscience juga menunjukkan bahwa emosi, motivasi, perhatian, dan pengalaman belajar berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran. Namun, implementasi Brain-Based Learning masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman pendidik mengenai neuroscience pendidikan dan keterbatasan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kompetensi guru dan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Kajian Normatif terhadap Konsep, Rukun, Syarat, dan Akibat Hukum Perkawinan M Apriansyah Topan; Lendrawati Lendrawati; R.A Mariska Dewi; Yuliansyah Yuliansyah; Effendi Sulistiyo
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1128

Abstract

Hukum perkawinan Islam di Indonesia dengan menitikberatkan pada konsep dasar perkawinan, rukun dan syarat sahnya akad, pencatatan perkawinan, hak dan kewajiban suami istri, serta akibat hukum yang lahir dari hubungan perkawinan. Dalam perspektif hukum Islam, perkawinan tidak dapat dipahami semata-mata sebagai hubungan keperdataan antara laki-laki dan perempuan, melainkan sebagai akad yang memiliki dimensi ibadah, moral, sosial, dan hukum. Perkawinan diarahkan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, sehingga keabsahan perkawinan tidak hanya berkaitan dengan terpenuhinya unsur formal akad, tetapi juga dengan terlaksananya tujuan-tujuan substantif hukum Islam dalam kehidupan keluarga. Dalam konteks Indonesia, hukum perkawinan Islam mengalami proses positivisasi melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hal ini menunjukkan bahwa hukum perkawinan Islam tidak berdiri hanya sebagai doktrin fikih, tetapi juga menjadi bagian dari sistem hukum nasional yang menuntut kepastian, ketertiban, dan perlindungan hukum. Kajian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah norma hukum Islam, fikih munakahat, Kompilasi Hukum Islam, serta peraturan perundang-undangan yang mengatur perkawinan umat Islam di Indonesia. Penelitian ini berargumen bahwa hukum perkawinan Islam di Indonesia memperlihatkan hubungan dinamis antara norma keagamaan dan hukum negara. Rukun dan syarat perkawinan menentukan sahnya akad menurut hukum Islam, sedangkan pencatatan perkawinan berfungsi memperkuat kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak suami, istri, dan anak. Dengan demikian, hukum perkawinan Islam di Indonesia perlu dipahami bukan hanya sebagai aturan mengenai sah atau tidaknya perkawinan, tetapi juga sebagai instrumen hukum yang mengatur tanggung jawab keluarga, perlindungan hak, dan ketertiban sosial. Kata kunci: hukum perkawinan Islam, fikih munakahat, Kompilasi Hukum Islam, pencatatan perkawinan, hukum keluarga Islam.
ANALSISI KOMPREHENSIF HUKUM PERKAWINAN PERBANDINGAN ANTARA HUKUM ISLAM, SIPIL DAN ADAT Yuriza Mei Raseli Raseli; Y.S. Tenra Septu Amin; Fiqhan Hakim; Rufia Rufia; Fahrizal Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hukum perkawinan dalam perspektif hukum Islam, hukum sipil, dan hukum adat di Indonesia. Ketiga sistem hukum ini hidup berdampingan dalam masyarakat dan mencerminkan pluralisme hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum perkawinan Islam menekankan aspek keabsahan agama, hukum sipil menitikberatkan pada kepastian hukum dan administrasi negara, sedangkan hukum adat berlandaskan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan harmonisasi antara ketiga sistem hukum tersebut agar tercipta keadilan dan kepastian hukum dalam praktik perkawinan.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 5 REJANG LEBONG Revan Marhamah; Sasi Hanilah; Azimmulah Ilyas; Karliana Indrawari; Kusen Kusen
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1130

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi metode konvensional, rendahnya keterlibatan peserta didik, dan pembelajaran yang cenderung berorientasi pada hafalan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik melalui penerapan deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi deep learning dalam perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 5 Rejang Lebong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru PAI, kepala sekolah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning telah mengarah pada pembelajaran yang lebih reflektif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik melalui strategi diskusi, studi kasus, dan refleksi pembelajaran. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, keterbatasan waktu pembelajaran, dan keberagaman kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi pedagogik guru agar implementasi deep learning dalam pembelajaran PAI dapat berjalan lebih optimal.
EKSPLORASI FILSAFAT RELIGIUS RASIONAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER STUDI KUALITATIF TERHADAP INTEGRASI AKAL DAN WAHYU Sasi Hanila; Revan Marhamah; Amrullah Amrullah; Fakhruddin Fakhruddin
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1131

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan pemikiran filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer sebagai upaya mengintegrasikan akal dan wahyu dalam proses pendidikan. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada aspek spiritual semata, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis, rasional, dan reflektif dalam memahami ajaran Islam di tengah perkembangan zaman. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu menghubungkan nilai-nilai wahyu dengan kemampuan rasional peserta didik secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer melalui studi kualitatif terhadap integrasi akal dan wahyu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas pendidik, peserta didik, serta tokoh pendidikan Islam yang memahami konsep integrasi akal dan wahyu dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer dapat diterapkan melalui pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara pemahaman tekstual dan kontekstual, pengembangan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi akal dan wahyu dalam proses pendidikan mampu membentuk peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi metode pembelajaran konvensional, keterbatasan pemahaman pendidik terhadap pendekatan filsafat religius rasional, serta kurangnya inovasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi pendidik serta pengembangan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan akal dan wahyu secara harmonis agar pendidikan Islam kontemporer dapat berjalan lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Implementasi Kurikulum Humanistik dan Rekonstruksi Sosial dalam Membangun Kompetensi Abad 21 Peserta Didik di SMAN 3 rejang Lebong Sasi Hanila; M. Azimmullah Ilyas; Epa Kristina; Muhammad Idris; Deri Wanto
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum humanistik dan rekonstruksi sosial dalam membangun kompetensi abad 21 peserta didik di SMAN 3 Rejang Lebong. Penelitian dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan abad 21 yang menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas peserta didik, sementara proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum humanistik dilakukan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sedangkan pendekatan rekonstruksi sosial diterapkan melalui diskusi, kerja kelompok, dan pembelajaran kontekstual berbasis masalah sosial. Implementasi kedua pendekatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi abad 21 peserta didik, terutama dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, kesiapan guru, dan rendahnya kemandirian belajar sebagian peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum humanistik dan rekonstruksi sosial dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam mendukung pengembangan kompetensi abad 21 di sekolah menengah.
Hukum Perkawinan Sipil di Indonesia Antara Keabsahan Agama, Pencatatan Negara, dan Perlindungan Hak Keperdataan Syahrun Mubarak; Muhammad Alfaruq Amin; Fachrurrozi Repado Fachrurrozi Repado; Slamet Riady; Anjas Agung Pratama
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1133

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi hukum perkawinan Islam, hukum perkawinan sipil, dan hukum adat dalam sistem hukum Indonesia. Perkawinan di Indonesia tidak hanya dipahami sebagai hubungan privat antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai peristiwa hukum yang memiliki dimensi agama, negara, dan sosial-kultural. Dalam konteks tersebut, hukum Islam berperan dalam menentukan syarat dan keabsahan perkawinan bagi umat Islam, hukum sipil negara berfungsi memberikan kepastian hukum melalui pencatatan dan perlindungan hak-hak keperdataan, sedangkan hukum adat tetap hidup dalam praktik masyarakat melalui tata cara, simbol, hubungan kekerabatan, serta nilai-nilai lokal. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang- undangan, konseptual, dan historis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ketiga sistem hukum tersebut tidak selalu berjalan harmonis. Ketegangan muncul ketika norma agama, kewajiban pencatatan negara, dan praktik adat tidak sepenuhnya sejalan, misalnya dalam perkawinan tidak tercatat, perkawinan adat yang belum dicatatkan, atau praktik adat yang berpotensi bertentangan dengan perlindungan perempuan dan anak. Oleh karena itu, integrasi hukum perkawinan perlu diarahkan pada model harmonisasi yang menempatkan hukum nasional sebagai kerangka kepastian hukum, hukum Islam sebagai dasar normatif keagamaan bagi umat Islam, dan hukum adat sebagai nilai sosial yang tetap diakui sepanjang tidak bertentangan dengan hukum nasional, ketertiban umum, dan prinsip perlindungan hak. Dengan model tersebut, hukum perkawinan Indonesia dapat tetap menghormati pluralitas hukum masyarakat sekaligus menjamin kepastian, keadilan, dan perlindungan bagi setiap warga negara.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue