cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
Sel Bahan Bakar Oksida Padat Sebagai Sumber Energi Yang Ramah Lingkungan di Masa Pandemik COVID-19 Rihan Amila Putri; Atiek Rostika Noviyanti
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i1.9740

Abstract

COVID-19 (caused by SARS-CoV-2) has spread throughout the world. The need of power supply for hospitals are one of the concerns during pandemic. Power requirement can be fulfilled by SOFC through an electrochemical process to generate electricity. SOFC efficiency up to 85% which can be an alternative that providing an environmentally friendly (low emission) and efficient to generate electricity. SOFC components which fulfilled various aspects, are expected to produce good electrochemical performance in order to form high efficiency when combined with CHP, APU, or UPS to help overcoming the electricity supply in hospitals and health centre during the COVID-19 pandemic.
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antidiabetes dalam Ekstrak Daun Nasi (Phrynium capitatum) Obet Obet; Johnly A. Rorong; Feti Fatimah
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i2.7083

Abstract

Research about phytochemical screening and antidiabetic activity inside rice leaf extract (phrynium capitatum) had been conducted. Objective of this research was to find phytochemical and antidiabetic activity inside rice leaf extract. Research Methodology used for phytochemical screening was testting of alkaloids, phenolics, flavonoids, saponins, steroids and triterpenoids. While antidiabetic activity testing was carried out on white rats induced by alloxan treatment. Based on phytochemical screening tests of rice leaf extract, components obtained are alkaloid compounds, flavonoids, phenolics and steroids. The results of testing the antidiabetic activity of rice leaf extract in alloxan induced mice by administering 100% rice leaf extract; 200 and 300 mg / kg body weight of rats had a percent decrease in blood sugar concentration, respectively 29.01; 34.07 and 42.03%. The most effective group providing antidibetic effect is the treatment group III (300 mg / kg body weight of rats) when compared to the treatment group I (100 mg / kg body weight of rats) and treatment group II (200 mg / kg body weight of rats).
ANALISIS KANDUNGAN ANTIOKSIDAN DARI TEH HERBAL SURUHAN (Peperomia pellucid) SEGAR DAN KERING Andi Pratiwi; Novri Youla Kandowangko; Jusna Ahmad
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i1.9830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan antioksidan teh herbal suruhan segar dan kering. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas negeri Gorontalo. Bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : Daun suruhan, alkohol 97%, aquades dan larutan DPPH. Penelitian ini dilakukan dengan membuat larutan berbahan dasar daun suruhan kemudian diuapkan sampai memperoleh endapan kecoklatan yang di encerkan dengan alkohol 97% kemudian dibuat konsentrasi 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm dan 300 ppm. Dari hasi penelitian diperoleh bahwa kandungan antioksidan teh suruhan kering memiliki nilai IC50 127.6 µg/ml (sedang) sedangkan teh suruhan segar memiliki nilai IC50 296.8 µg/ml (lemah). Sehingga dapat disimpulkan bahwa teh suruhan kering memiliki kandungan antioksidan yang lebih baik dibandingkan teh suruhan segar.
Kadar Fe(III) Pada Air Sumur Galian yang Dikonsumsi Masyarakat Menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Sriyana Ohi; Wiwin Rewini Kunusa; Astin Lukum
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i2.4521

Abstract

Dalam penelitian ini, dilakukan analisis kadar Fe(III) pada sampel air sumur galian yang dikonsumsi masyarakat sebanyak 10 sampel yang tersebar dibeberapa wilayah Kota Gorontalo. Sampel diasamkan dengan 0.3 mL HNO3 4M dan 0.5 mL KSCN 2M dan absorbansi diukur dalam Spektrometer UV-Visible. Nilai absorbansi dari hasil pengukuran larutan standar dengan deret konsentrasi 0.1, 0.3, 0.5, 0.7 dan 1 ppm larutan induk Fe 100 ppm diperoleh persamaan regresi linier y = 0.000x + 0.016 dengan nilai regresi (R2) = 0.9860. (λMax) 490 nm dengan nilai absorbansi (A) tertinggi yakni 0.043. Data ini digunakan untuk pengukuran sampel di lokasi I. Untuk Lokasi II, Nilai absorbansi dari hasil pengukuran larutan standar dengan deret konsentrasi 0.1, 0.3, 0.5, 0.7 dan 1 diperoleh persamaan regresi linier y = 0.036x + 0.006 dengan nilai regresi (R2) 0.9800. (λMax) 510 nm dengan nilai absorbansi (A) tertinggi yakni 0.025. Hasil pengukuran sampel untuk Lokasi I yakni kode sampel A = -0.1060, B = -0.0303, C = 0.3780, D = 0.1667 dan E = 0.3636. Untuk Lokasi II yakni kode sampel A = 0.175, B = 0.050, C = 0.3780, D = 0.050 dan E = 0.675. Disimpulkan bahwa, kandungan konsentrasi Fe di 5 lokasi ini masih dibawah NAB yakni ˂ 1 mg/L karena konsentrasi Fe yang dianjurkan oleh WHO minimal adalah 1 mg/L. Pada air tanah bervariasi mulai dari 0,01 mg/l - 25 mg/l.
Karakter Morfologi Talas (Colocasia Esculenta) Sebagai Indikator Level Kadar Oksalat Menggunakan Lensa Makro Wahyu Safriansyah; Asman Asman; Nur Azizah Ferdiana; Atiek Rostika Noviyanti
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i1.9912

Abstract

Taro plant (Colocasia esculenta) is a type of tuber that contains many useful compounds, less fat and lots of vitamin A. The high calcium oxalate content in taro is an anti-nutritional and toxic which can cause itching in the mouth, burning sensation, irritation of the skin, mouth, and digestive tract. Taro processing reduced its oxalate levels, which also influenced the morphological changes observed by Scanning Electron Microscopy SEM imaging. There is no practical way to predict the oxalate level of taro, making it easier to predict its toxicity. The purpose of this study is to predict the level of taro toxicity based on its morphology using a more practical tool such as a macro lens combined with a smartphone. The prediction of oxalate levels in taro was carried out by combining taro morphological data based on SEM and several object images produced by a macro lens equipped with a smartphone. The image of the object captured with a macro lens is supplemented with a fluorescent procedure to enhance the sharpness of the image. The prediction of oxalate levels in taro using a macro lens is distinguished based on the number of dark sides (dots) in the imaging results. The accuracy of macro lenses is of course lower than SEM, but at least the results are used as an initial prediction of oxalate levels in taro.
Kadar Logam Berat Cu, Cr, Pb dan Zn Pada Kerang Darah (Anandara granosa) di Muara Elo dan Kerang Kepah (Polymesoda erosa) Di Loa Janan Ilir Kalimantan Timur Rizky Handayani; Bulan Natalinda; Noor Lia; Sumaria Sumaria; Abdul Majid
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i2.6995

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Cu, Cr, Pb dan Zn pada kerang darah (Anandara granosa) dan kerang kepah (Polymesoda erosa). Kerang darah diambil di perairan Muara Elo sedangkan kerang kepah diambil di danau Loa Janan Ilir. Kadar logam diukur menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan kerang darah memiliki kandungan logam Cu, Cr, Pb dan Zn sebesar 0,012 mg/L; 0,089 mg/L; 0,029 mg/L; dan 0,045 mg/L dan kerang kepah memiliki kandungan logam Cu, Cr, Pb, dan Zn sebesar 0,019 mg/L;0,105 mg/L; 0,020 mg/L; 0,043 mg/L. Berdasarkan hasil tersebut kandungan logam Cu, Cr dan Pb yang melebihi kadar maksimal yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah indonesia. Hanya kandungan logam Zn yang berada dibawah kadar maksimal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu masyarakat perlu membatasi konsumsi atau tidak mengkonsumsi secara berlebihan kerang darah yang terdapat di aliran Muara Elo dan kerang kepah yang terdapat di danau Loa Janan Ilir.
The Relationship between Stability and Ion Conduction of Trivalent Cation Doped Ceria Akram La Kilo; Kusrini Kusrini; Deasy Natalia Botutihe
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i1.9870

Abstract

This research aims to study the stability of CeO2 structure which doped with trivalent oxide which become Ce1-xMxO2- ( M= Lu3+, Yb3+, Er3+, Y3+, Gd3+, Eu3+, Sm3+, dan La3+) compound through atomistic simulation, the value of x present the concentration number of the substitution dopant of Ce4+ partially and the concentration of the dopant is limited to 10%. This research is explorative theoretical using methods of computational chemistry by atomistic simulating using GULP. The objects in this study was 8 trivalent oxide with the short-range potential as the input data. Potential short-range used in this study is the Buckingham potential. The results of geometry optimization at a constant pressure showed the differences between cell parameters of doped CeO2 before and after the atomistic simulation corresponds with the experimental results is only 0.02%. The results showed that the stability of doped CeO2 structure is decreased with increasing concentrations of dopants. A decrease int he stability of CeO2 doped with Lu, Ce, Er, Gd, Eu, Nd and La is greater than the decrease in the stability of CeO2 doped with Sm, Y and Yb.
Potensi Mikrocrystallincellulose Terimobilisasi Nanopartikel Cupri Oxide/Periodat (MCC/CuO-NP/KIO4) sebagai Adsorben Metilen Blue Sri Rahayu Latif; Wiwin R Kunusa
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i2.7065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadsorpsi zat pewarna sintetis metilen blue menggunakan Mikrocrystallincellulose (MCC) Tterimobilisasi nanopartikel cupri oxide/periodat (MCC/CuO-NP/KIO4) berbasis tongkol jagung dengan aktivasi NaOH 14%. Hasil karakterisasi MCC: Viscositas 86 cp, Selulosa 88.4%, Alfa-selulosa 45.2%. Adsorben (MCC/CuO-NP/KIO4) yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan FT-IR, SEM, XRD. Karakteristik spektra FT-IR (MCC/CuO-NP/KIO4) menunjukkan adanya puncak C=O yang sangat tajam pada 1055.70 cm-1dan 1028.37 cm-1 berasal dari getaran C-O-C. Indikasi adanya puncak partikel CuO pada bilangan gelombang 894.62 cm-1 , 1158.19 cm-1 , 1314.17 cm-1 . Difraktometer sinar-X (XRD) menunjukkan terjadinya penurunan kristalinitas serat sebagai hasil dari oksidasi. Permukaan morfologis selama oksidasi diamati menggunakan SEM. Pengukuran kapasitas adsorpsi metilen blue menggunakan Spektrofotometer UV-VIS. Pembuatan kurva standar dengan konsentrasi larutan standar (1 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm) menghasilkan nilai r = 0.9888. Kapasitas adsorpsi yang dihasilkan dengan variasi konsentrasi larutan metilen blue 1ppm, 3 ppm, 7 ppm, 9 ppm adalah 70% - 80%.
Karbon Aktif Teraktivasi ZnCl2 sebagai Adsorben Logam Fe(III) Di Limbah Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo Siti Hadijah Lamato Bempa; Wiwin R Kunusa
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.7055

Abstract

Limbah laboratorium kimia merupakan limbah B3 mengandung unsur logam berat seperti besi (Fe) yang dihasilkan dari aktivitas praktikum dan penelitian. Penelitian ini bertujuan menganalisa kemampuan karbon aktif ampas tebu teraktivasi ZnCl2 sebagai adsorben logam Fe(III) pada limbah laboratorium Universitas Negeri Gorontalo. Karbon aktif dikarakterisasi kadar air, kadar abu, daya adsorpsi, serta analisis FTIR, SEM, XRD. Aplikasi menggunakan metode adsorpsi dengan pengompleks 0,5 mL KSCN 2M ditambah 0,3 mL HNO3 4M dan absorbansi diukur dalam Spektrometer UV-Visible. Nilai absorbansi dari hasil pengukuran larutan standar dengan variasi konsentrasi 0.1, 0.3, 0.5, 0.7 dan 1 ppm, larutan induk Fe 100 ppm diperoleh persamaan regresi li nier y = 0.0721x + 0.0135 nilai regresi (R2) = 0.9988(λMax) 490 nm dengan nilai absorbansi (A) tertinggi yakni 0.043. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif teraktivasi ZnCl2 efektif dalam mengadsorpsi logam Fe(III) di limbah laboratorium dengan kadar teradsorpsi sampel A 88.36%, sampel B 94.10%, sampel C 92.36%, sampel D 90.19%, sampel E 91,49%, sampel F 90.91% dan sampel G 95.76%.
Ekstraksi dan Karakterisasi Selulosa dari Limbah Kulit Kacang Tanah (Arachys hypogaea L.) Sebagai Adsorben Ion Logam Besi Netty Ino Ischak; Dwi Fazriani; Deasy N Botutihe
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i1.9290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik selulosa dari limbah kulit kacang tanah yang meliputi kadar air, kadar abu, dan kadar selulosa serta mengetahui berapa daya adsorpsi optimum kulit kacang tanah terhadap ion logam besi berdasarkan variasi massa, pH, dan waktu kontak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kacang tanah. Tahap pembuatan selulosa dari kulit kacang tanah terdiri dari tahap dewaxing, delignifikasi dan bleaching. Karakterisasi selulosa menggunakan Instrument Fourier Transform Infrared (FTIR). Aplikasi selulosa digunakan sebagai adsorben logam besi dengan menggunakan Atomic Absorption Spektrofotometri (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa yang diperoleh memiliki kadar abu sebesar 5,01%, kadar air 2,7%, kadar selulosa 59,58%. Hasil optimum untuk variasi massa adalah 1 gram dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,7467 mg/L, untuk hasil optimum pada variasi pH adalah pH 5 dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,8502 mg/L, dan untuk variasi waktu kontak paling optimum adalah 90 menit dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,5386 mg/L.

Page 3 of 11 | Total Record : 102