cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
QSAR Study of Indolylisoxazoline Analogues for Their Antiprostat Activity Jafar La Kilo; Akram La Kilo
Jambura Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.522 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v1i2.2673

Abstract

ABSTRACT Quantitative Structure-Activity relationship study of 13 Indolylisoxazoline analogues as antiprostat agent using multiple linear regression (MLR) has been done. Geometri optimization of Indolylisoxazoline analogues using molecular mechanics (MM+) method. The best QSAR model from regression analysis is log IC50 Pred = 30,877 - 71,847 x qC10 + 165,070 x qC11 + 70,106 x qC13 with most influents descriptor to antiprostat activity are qC10, qC11 dan qC13.
Pemanfaatan Isolat Selulosa Ampas Tebu sebagai Chelating Agent (CAT) Zat Pewarna pada Jajanan Anak Sekolahan (JAS) Romario Abdullah; Karmila Bilondatu; Wina Zulfiana Tulie; Wiwin Rewini Kunusa
Jambura Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.32 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v1i2.2356

Abstract

This study aims to detect synthetic dyes in JAS (School Children Snacks) using a chelating agent (CAT) from bagasse waste. Instrumentation used in the analysis was spectronic 20D. Sugarcane pulp cellulose products as CAT adsorbent rhodamine B coloring agent, metanil yellow and tartrazine in JAS were applied to 10 types of soft drink samples circulating in the market in Gorontalo City. The method used is the adsorption method. The adsorption capacity produced by cellulose with 75% content and α-cellulose content was 37.8% for sample 1 (56%) sample 2 (12%), sample 3 (83%), sample 4 (54%), sample 5 (45%) , sample 6 (54%), sample 7 (51%), sample 8 (27%), sample 9 (69%) and sample 10 (25%). The adsorption capacity produced by cellulose was 88.4% and α-cellulose content was 45.2% for sample 1 (56%) sample 2 (12%), sample 3 (83%), sample 4 (54%), sample 5 (45%) , sample 6 (54%), sample 7 (51%), sample 8 (27%), sample 9 (69%) and sample 10 (25%).
Sintesis dan Karakterisasi Kalsium Oksida dari Limbah Cangkang Bekicot (Achatina fulica) Edi Kurniawan; Asregi Asril; Jumriana Rahayu Ningsih
Jambura Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.934 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v1i2.2453

Abstract

Limbah cangkang bekicot (Achatina fulica) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber Kalsium Oksida (CaO). Limbah cangkang bekicot (Achatina fulica) memiliki kandungan mineral kalsium karbonat (CaCO3) yang tinggi. CaCO3 dapat didekomposisi menjadi CaO pada pemanasan suhu tinggi. Dalam penelitian ini, CaO disintesis dari Limbah cangkang bekicot (Achatina fulica) dikalsinasi 900 °C selama 10 jam (LCB-900-10) dan kemudian CaO yang dihasilkan dari proses kalsinasi dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan XRay Fluorocense (XRF). Dari hasil difraktogram XRD senyawa CaO dari LCB-900-10 terdapat puncak lime yang berturut-turut beserta nilai intensitas relatif yang cukup besar di antaranya adalah pada 2θ = 32,1767°(37,9%); 37,3224°(100%); 53,8253°(55,42%); 64,1206° (15,76%); 67,3433° (16,32%); 79,6249° (5,08%); 84,7873° (0,22%); 88,4925° (5,35%); 91,4306° (14,88%), dengan kandungan CaO dilihat dari karakterisasi menggunakan XRF sebesar 98,629%.Limbah cangkang bekicot (Achatina fulica) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber Kalsium Oksida (CaO). Limbah cangkang bekicot (Achatina fulica) memiliki kandungan mineral kalsium karbonat (CaCO3) yang tinggi. CaCO3 dapat didekomposisi menjadi CaO pada pemanasan suhu tinggi. Dalam penelitian ini, CaO disintesis dari Limbah cangkang bekicot (Achatina fulica) dikalsinasi 900 °C selama 10 jam (LCB-900-10) dan kemudian CaO yang dihasilkan dari proses kalsinasi dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan XRay Fluorocense (XRF). Dari hasil difraktogram XRD senyawa CaO dari LCB-900-10 terdapat puncak lime yang berturut-turut beserta nilai intensitas relatif yang cukup besar di antaranya adalah pada 2θ = 32,1767°(37,9%); 37,3224°(100%); 53,8253°(55,42%); 64,1206° (15,76%); 67,3433° (16,32%); 79,6249° (5,08%); 84,7873° (0,22%); 88,4925° (5,35%); 91,4306° (14,88%), dengan kandungan CaO dilihat dari karakterisasi menggunakan XRF sebesar 98,629%.
Biokonversi Limbah Tongkol Jagung Menjadi Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan Hendri Iyabu; Ishak Isa
Jambura Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.411 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v1i2.2516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonversi lignoselulosa dari jagung tongkol limbah menjadi bioetanol sebagai bahan bakar alternatif terbarukan. Proses pembuatan etanol dari kotoran jagung sampah dapat melalui tiga tahapan yang penting, menghidrolisis lignocellulose menjadi gula, fermentasi gula ke dalam pemurnian etanol andethanol. Proses menghidrolisis kimia menggunakan asam sulfat encer. Fermentasi gula ke etanol menggunakan Saccharomyces Cerevisiae, sedangkan pemurnian alkohol yang dihasilkan melalui proses distilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alkohol (etanol) konsentrasi yang diperoleh masih di bawah standar yang diinginkan sebagai alternatif energi untuk bahan bakar fosil.
Study Synthesis of 4-Methyl Octanoic Acid and Ethyl-4-Methyl Octanoic Pheromones Aggregation of Rhino Beetle (Oryctes rhinoceros) Using Mannich Reaction and Claisen Rearrangement Ahmad Kadir Kilo; Achmad Zainuddin; Darwati Darwati
Jambura Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.22 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v1i2.2525

Abstract

4-methyl acid octanoat and ethyl-4-methyl Oktanoat aggregation of kumbang badak (Oryctes rhinoceros Linn) using Mannich's reaction and Claisen rearrangement has been synthesized. The synthesis of compounds includes five phases: synthesis, separation, purification and structure determination. The pure compounds produced from each stage of further synthesis are characterised using mass spectroscopy and infra-red spectroscopy. 4-Methiloctanoic acid synthesis products and ethyl-4-methyloktanoat pheromone aggregation kumbang badak (Oryctes rhinoceros Linn) use Mannich reaction and Claisen rearrangement 50.53% and 63.69% respectively.
Ekstrak Metanol Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) Zelita Fitri Ente; Opir Rumape; Suleman Duengo
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.2464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun srikaya (Annona squamosa L) sebagai insektisida nabati yang dapat menyebabkan mortalitas terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura). Metode ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol dan difraksinasi  dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Dilakukan uji fitokimia dan uji mortalitas fraksi-fraksi aktif pada hama ulat grayak. Uji fitokimia dari ekstrak kental metanol daun srikaya memberikan hasil positif untuk empat senyawa metabolit sekunder antara lain flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin, sedangkan untuk steroid memberikan hasil negatif. Uji mortalitas terhadap fraksi dari ekstrak daun srikaya antara lain fraksi metanol, etil asetat dan n-heksan dilakukan pengamatan selama 1×24 jam, ditemukan fraksi metanol pada variasi konsentrasi 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% menunjukkan tingkat mortalitas hama sebesar 67%, 78%, 78%, 78% dan 100%, sehingga pada konsentrasi 10% memberikan pengaruh mortalitas paling tinggi sebesar 100%. Adapun untuk fraksi etil asetat pada variasi konsentrasi 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% menunjukkan tingkat mortalitas hama sebesar 44%, 56%, 67%, 67% dan 78%, sehingga pada konsentrasi 10% memberikan pengaruh mortalitas tertinggi sebesar 78%. Untuk fraksi n-heksan pada variasi konsentrasi 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% menunjukkan tingkat mortalitas hama sebesar 22%, 44%, 56%, 67% dan 78%, sehingga pada konsentrasi 10% memberikan pengaruh mortalitas tertinggi sebesar 78%.  
Synthesis and Characterization of Gold Nanoparticles Using Trisodium Citrate as a Reductant Astriana Dewi; Suriati Eka Putri; Pince Salempa
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.52 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.5024

Abstract

This research is an experimental study that aims to determine the characteristics of gold nanoparticles (Au-NPs) synthesized using trisodium citrate as a reducing agent. 0.4 mM HAuCl4 solution was synthesized using Na3C6H5O7 to convert Au3+ to Au0 with several variations of the reducing agent concentration, 3.5%; 5%; 6.5% and 8%. Determination of reaction time was measured using a UV-Vis spectrophotometer with time variations of 1, 5, 15, 30 and 45 minutes. Characterization of the size and lattice of Au-NPs crystals using X-Ray Difraction (XRD) and morphological characterization using Scanning Electron Microscopy (SEM). The results of the characterization, Au-NPs were produced blackish brown in color, and yields were 66.13%, 89%, 59.63% and 50.30% respectively for trisodium citrate reductant concentrations of 3.5%; 5%; 6.5% and 8%, with an average Au-NPs size of 46.97; 19.06; 50.03 and 39.68 nm, Face Centered Cubic (FCC) Crystal lattice and have a homogeneous morphology.
Pemanfaatan Gulma Siam (Chromolaena odarata L.) Sebagai Adsorben Logam Timbal Erni Mohamad; Intan J. Oputu; Julhim S. Tangio
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.483 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.4528

Abstract

This study aims to utilize (Chromolaena odorata L) as a metal adsorbent. The methods used to make activated charcoal are dehydration, carbonization, and activation. The activated carbon is then characterized to obtain activated charcoal that can be applied, then optimized. The results of activated carbon characterization obtained have reached the activated carbon quality requirements based on the Indonesian Industry Standard (SII No. 0258-88). Based on the adsorption test, the optimum pH of Pb2+ (Pb (NO3) 2 (in distilled water) Chromolaena odorata L charcoal activated by NaOH 0.2 M under varying pH (2,3,4,5,6) is at pH 5 with 69.00% absorption. The optimum contact time required for Pb ion adsorption is 4 hours at variation (1-5 hours) with 70.19% absorption. The optimum concentration at variation (concentration 20; 40; 60; 80; 100 ppm) on Pb ion adsorption is 100 ppm with 76.15% absorption. The optimum heating time is a variation of 1.5; 2; 2.5; and 3 hours of Pb ion adsorption is one hour 30 minutes with an absorption of 65.95%. Based on the optimization results, the activated carbon from the Chromolaena odorata L can be used as an adsorption material against the contamination of lead heavy metals (Pb).
Potensi Ampas Tebu Sebagai Adsorben Logam Berat Cd, Cu dan Cr Rusmani Tasanif; Ishak Isa; Wiwin Rewini Kunusa
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.713 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.2608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya serap arang aktif dari ampas tebu dan kondisi optimum arang aktif dalam mengadsorpsi ion logam berat Cd, Cu dan Cr dengan tiga variasi yaitu variasi massa, variasi konsentrasi dan variasi waktu kontak. Limbah ampas tebu memiliki kandungan selulosa yang mampu untuk mengadsorpsi adsorben. Preparasi ampas tebu meliputi pembuatan arang ampas tebu, pembuatan arang aktif secara aktivasi kimia dengan menggunakan larutan HCl, arang aktif yang diperoleh dikarakterisasi meliputi uji kadar air, kadar abu serta analisis gugus fungsi menggunakan Instrument Fourier Infrare (FTIR),dan analisis morfologi arang aktif menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Aplikasi arang aktif digunakan sebagai adsorben logam berat Cu, Cd, dan Cr dengan menggunakan Spektrometri Serapan Atom (SSA). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan daya serap adsorpsi arang aktif pada fariasi massa untuk logam Cd, Cu dan Cr diperoleh berat optimum optimum 2,5 g dengan daya serap masing-masing logam adalah  Cd 0,31 mg/g, Cu 0,31 mg/g, dan Cr 0,31 mg/g, Variasi konsentrasi ion logam Cd dan Cu dan Cr dengan daya serap adsorpsi mencapai kondisi optimum pada daya serap adsorpsi mencapai kondisi optimum pada konsentrasi konsentrasi 2 mg/L dengan daya serapan masing-masing logam adalah Cd 0,19 mg/g, Cu 0,19 mg/g dan Cr 0,19 mg/g. Penyerapan optimum logam Cd, Cu dan Cr dengan massa adsorben 1 g adalah mengadsorpsi Cd 0,7981 mg/g, Cr 0,7995 mg/g sementara untuk logam Cu 0,755 mg/g.
Optimasi Penggunaan Starter dengan Metode Pancingan dan Fermentasi Berbantuan Bakteri Saccharomyces cerevisiae untuk Optimalisasi Pemisahan Lemak, Protein dan Air pada Pembuatan VCO Mardjan Paputungan
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i1.10467

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengoptimasi penggunaan starter dengan metode pancingan dan fermentasi untuk memperoleh VCO dengan kualitas yang baik. Starter berperan untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak dan karbohidrat sehingga minyak dapat terpisah dengan baik. Semakin baik starter yang digunakan maka semakin tinggi pula kualitas dari VCO yang dihasilkan. Hasil VCO dengan metode pancingan memiliki sifat fisiko kimia berupa kadar air 0,1637 %, FFA 2,624 %, massa jenis 0,9141 gr/mL, bilangan peroksida 2,75 meq O2/kg. Sedangkan hasil VCO dengan fermentasi kadar air 0,2222 %, FFA 3,065 %, massa jenis 0,9177 gr/mL dan bilangan peroksida 4,50 meq O2/kg. Kualitas VCO terbaik dalam penelitian ini adalah dengan metode pancingan, walaupun ada beberapa parameter seperti % FFA dan Bilangan peroksida masih lebih tinggi dari standar SNI.

Page 2 of 11 | Total Record : 102