cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
Aktivitas Antidiabetes dari fraksi Sauauria bracteosa pada Tikus dengan Metode Induksi Aloksan Murtihapsari Murtihapsari; Boima Situmeang; Achmad Rante Suparman; Apriani Sulu Parubak; Radite Yogaswara; Yasmiwar Susilawati; Tati Herlina
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11659

Abstract

Penderita diabetes mellitus disebabkan oleh kurangnya sekresi insulin yang diperkirakan mengalami peningkatan dari 8,4 menjadi 21,3 juta jiwa pada 2000 hingga 2030 mendatang. Seiring dengan semakin meningkatnya penderita penyakit diabetes mellitus, maka perlu dilakukan pencarian berbagai alternatif obat herbal dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai pengobatan diabetes mellitus seperti Sauauria bracteosa yang banyak tumbuh liar di daerah tropis. Tujuan dari penelitian ini menguji aktivitas antidiabetes dari fraksi S. bracteosa diujikan lebih lanjut ke hewan percobaan (tikus). Metode pengujian aktivitas antidiabetes dilakukan dengan metode induksi aloksan terhadap fraksi tumbuhan S. bracteosa dengan dosis 250 mg/kg BB tikus. Induksi aloksan dosis 175 mg/kg BB tikus pada hari ke 0-6. Hasil pengujian aktivitas antidiabetes fraksi n-heksana memiliki aktivitas antidiabetes yang lebih tinggi 43,05% dibandingkan dengan fraksi etil asetat sebesar 33,22% dan fraksi air sebesar 8,88%. Persentase penurunan kadar glukosa kelompok fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat pada dosis 100 mg/kgBB menunjukkan penurunan yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol positif sebesar 20,93% yang diberikan glibenklamid dosis 0,5 mg/kg BB. Hal ini menunjukkan bahwa tumbuhan S. bracteosa berpotensi kuat sebagai penurun gula darah terutama fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat.
Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Metabolit Sekunder Dari Ekstrak Metanol Biji Kecubung Opir rumape; Riskah Fitriani Adam; Deasy Natalia Botutihe; La Alio; Jafar La Kilo; Mardjan Paputungan
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.10577

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada biji kecubung. Isolasi dilakukan dengan tehnik ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Selanjutnya proses pemisahan untuk ekstrak kental metanol dilakukan menggunakan kromatografi kolom dengan campuran n-heksan: MTC: aseton (7:1,5:1,5). Uji fitokimia dari isolat murni memberikan hasil yang positif terhadap senyawa terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang diperoleh dari biji kecubung berupa kristal berwarna putih. Uji KLT dua dimensi dengan dua perbandingan campuran eluen yaitu n-heksan : etil asetat (7:3) sebagai E1 dengan harga Rf 0,162 dan kloroform : metanol (9,5:0,5) sebagai E2 dengan harga Rf 0,55 menghasilkan noda tunggal. Analisis spektrofotometer Uv-Vis dengan serapan panjang gelombang 281,00 nm dan 284,00 nm diakibatkan oleh adanya transisi n – π* yang disebabkan adanya ikatan kromofor C=O. Hasil ini didukung oleh data spektrum IR menghasilkan gugus-gugus fungsi ulur O-H (3440.77 cm-1), ulur C-H gugus alkil (2935.46 cm-1), ulur C-H alifatik (2858.31 cm-1), ulur C=O (1739.67 cm-1), ulur C=C aromatik (1620.09 dan 1569.95 cm-1), tekuk C-H (1456.16 cm-1), tekuk C-H (1415.65 dan 1404.08 cm-1), dan ulur C-OH (1037.63 cm-1) yang memungkinkan mengandung senyawa terpenoid.
ANALISIS KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA KULIT BUAH LANGSAT DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROMETER MASSA Hendri Iyabu
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.10817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minyak atsiri yang terdapat pada kulit buah langsat. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri dengan metode destilasi uap dan kromatografi gas-spektrometer massa (KG-SM). Minyak atsiri yang diperoleh memiliki bentuk cair, berwarna kuning kecokelatan. Rendemen yang diperoleh sebesar 0,18%. Analisis komponen kimia minyak atsiri kulit buah langsat dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (GC-MS). Komponen terbesar minyak atsiri kulit buah langsat adalah senyawa diperoleh minyak atsiri yang termasuk dalam golongan senyawa Monoterpenoid dan sesquiterpenoid yaitu Bicyclo [2.2.1] Heptane,-5-Ethyl-1-Amine dan Bicyclo[4.1.0]Hept-3-En, 2-Isopropenyl-5-Isopropyl-7,7-Dimethyl
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Daun Sambiloto Nurhayati Bialangi; Reski Rahmatia Idris; Akram La Kilo; Ahmad Kadir Kilo
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak etil asetat dari daun sambiloto. Isolasi tersebut dilakukan melalui tahap maserasi, fraksinasi, dan kromatografi. Identifikasi ekstrak tersebut dan isolatnya dilakukan dengan cara uji fitokimia, spektrofotometer-UV Vis, dan IR. Daun sambiloto kering sebanyak 633 gram dimaserasi dengan metanol selama 3×24 jam, dan diperoleh ekstrak kental metanol setelah melalui proses evaporasi. Ekstrak tersebut difraksinasi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat untuk menghasilkan ekstrak kental etil asetat sebanyak 21,99 gram. Kemudian, ekstrak kental etil asetat dipisahkan dengan kromatografi kolom dan diuji kemurniannya dengan KLT dan diperoleh isolat murni yang berupa kristal putih dengan berat 126,3 mg. Hasil uji fitokimia ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa daun sambiloto mengandung flavanoid dan triterpenoid. Sementara, isolat murni yang dihasilkan adalah senyawa triterpenoid. Hasil pengukuran spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya 2 pita serapan pada panjang gelombang 278 dan 202, dan hasil pengukuran spektrofotometer IR adanya gugus fungsi O-H alkohol pada bilangan gelombang 3426.5 cm-1, C-H alifatik pada bilangan gelombang 2918.1 cm-1 dan 1463.3 cm-1, C=O pada bilangan gelombang 1640.6 cm-1, C=C alkena pada bilangan gelombang 1559.2 cm-1, C-H pada bilangan gelombang 802.5 cm-1 dan 886.4 cm-1, dan C-O alkohol pada bilangan gelombang 1099.6 cm-1 yang menandakan bahwa isolat merupakan suatu senyawa golongan triterpenoid
Analisis Kadar Bahan Kimia Obat Dexametason Pada Jamu Reumatik Menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis Muhammad Taupik; A. Mu’thi Andy Suryadi; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Faramita Hiola
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11233

Abstract

Traditional medicines are ingredients in the form of plant ingredients, animal ingredients, mineral substances, galenic, or mixtures of these ingredients that have been used for treatment from generation to generation and can be applied in accordance with the prevailing norms in society. One type of traditional medicine that is currently consumed by many people is herbal medicine. Jamu (empirical based herbal medicine) is a traditional medicine that is provided traditionally which contains all the plant ingredients that make up the herbal medicine which is hygienic (free of contamination) and is used traditionally. The research objective was to determine the presence of the chemical ingredient of dexamethasone drug in jamu for rheumatic and also to quantitatively determine the dexamethasone level in jamu for rheumatic by using uv-vis spectrophotometry. The results showed that all five jamu for rheumatic samples contained the chemical ingredient of dexamethasone drug with levels of each sample, namely jamu A 99,83 mg, jamu B 34,71 mg, jamu C 363,13 mg, jamu D 9,979 mg, and jamu E 778,97 mg
Profil ADME dari Entitas Molekul Baru yang Disetujui oleh FDA Tahun 2021: Suatu Kajian In Silico Ihsanul Arief; Hairunnisa Hairunnisa
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i2.15257

Abstract

Aspek farmakokinetik dan farmakodinamik yang diwakili oleh sifat adsorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi (ADME) merupakan syarat penting suatu obat dapat menuju targetnya. Pada tahun 2021, food and drug administration (FDA) menyetujui 35 senyawa entitas molekul baru (EMB) untuk digunakan sebagai obat di masyarakat. Pada penelitian ini dikaji profil ADME dari senyawa-senyawa EMB tersebut yang meliputi kelarutan, GI absorption, BBB permeant, Lipinski rule of five, bioavailibility score dan synthetic accessibility. Struktur senyawa diperoleh dari basis data Pubchem dan kemudian dihitung profil ADME-nya melalui server SwissADME. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa memenuhi persyaratan terkait sifat ADME terutama untuk obat-obat yang diadminitrasikan lewat oral.
Daya Hambat Ekstrak Metanol dan Etil Asetat Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) terhadap Bakteri Escherichia Coli Rosalina Yuliana Kurang; Ribka Penlaana
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i2.14758

Abstract

Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi dan penyakit yang bersifat patogen. Salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri tersebut maka diperlukan senyawa antibakteri alami. Salah tumbuhan yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri yaitu tanaman kirinyuh (Chromolaena odorata L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak metanol dan etil asetat daun kirinyuh serta pengaruhnya terhadap zona hambat bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan yaitu metode ekstraksi dan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan etil asetat daun kirinyuh memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin dan tanin. Hasil zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli untuk esktrak metanol yaitu 21,5 mm dan esktrak etil asetat yaitu 18,5 mm. Diameter zona hambat ekstrak metanol dikategorikan sangat kuat dibandingkan ekstrak etil asetat dengan kategori kuat.
Analisis Kandungan Calsium (Ca) Kalium (K) Pada Sedimen Danau Limboto Menggunakan Metode AAS Annisa Untuba; Ishak Isa; Wiwin Rewini Kunusa; Jafar La Kilo
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i2.14768

Abstract

ABSTRACT Lake Limboto is a natural resource currently owned by Gorontalo Province. Lake Limboto has played a role as a source of income for fishermen, flood prevention, irrigation water sources and tourism objects. Sediment is sediment that comes from the breakdown of rocks, or biological materials that are transported through a liquid, and solid materials (sediments) that float in, or are deposited in water. This study aims to determine the content of calcium and potassium in the sediment of Limboto lake, straw, and analysis of Ca and K in liquid organic fertilizer from straw and sediment using the AAS method. The results showed that the levels of calcium (Ca) from the three points in the sediments of the Limboto lake met the SNI standards, namely 0.20, 0.37, 0.59%. Meanwhile, the potassium (K) levels from the three points did not meet the SNI standards, namely 0.15, 0.10, 0.13%, different from those obtained from the analysis of the calcium and potassium content of the straw that met the SNI standards of 0.35% and 1.52. %. In liquid organic fertilizer the content of Ca and K from three points yields little, while the results of Ca content meet the SNI standards of 0.04, 0.05, 0.06%, the results of K levels do not meet the SNI standards, namely 0.09, 0.07, 0.08%. Keywords: Limboto Lake; Straw Sediment; Calcium; Potassium
Aktivitas Antioksidan Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Yuszda K Salimi; Jumarni Kamarudin; Netty Ino Ischak; Nurhayati Bialangi
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i2.11618

Abstract

Daun ketapang (Terminalia catappa L.) merupakan tumbuhan pesisir pantai yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, steroid, saponin dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder daun Terminalia catappa L. dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode penelitian eksperimen laboratorium kuantitatif dan kualitatif meliputi ekstraksi, isolasi dan identifikasi senyawa metabolit sekunder menggunakan spektrofotometer FTIR, penetapan total kadar flavonoid dengan spektrofotometer UV-Vis, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji fitokimia ekstrak metanol mengandung senyawa flavonoid, steroid, saponin, tanin dan isolat menunjukkan hasil positif senyawa flavonoid. Hasil identifikasi menunjukkan keberadaan gugus fungsi flavonoid dengan adanya pita serapan seperti O-H, C-H aromatik, C-H alifatik, C=O aromatik, C=C aromatik dan C-O alkohol. Hasil pengukuran total kadar flavonoid sebesar 114,65 mgQE/g. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak metanol sebesar 460,37 mg AEAC (Ascorbic Acid Equivalent Antioxidant Capacity) /g dan isolat diperoleh sebesar 19,62 mg AEAC/g.
Pengujian Kualitas Kimia dan Fisika Limbah Cair Pada Industri Kecil dan Menengah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Poso Kabupaten Gorontalo Utara Iswan Dunggio; Weny J.A Musa
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i2.14281

Abstract

Pencemaran limbah di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang diakibatkan oleh industri baik skala kecil dan industri besar sangat sulit dihindari karena penyebarannya sulit terdeteksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas limbah cair industri kecil menengah (IKM) di DAS Poso yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian dilaksanakan di wilayah DAS Poso Kabupaten Gorontalo Utara. Data kualitas limbah cair diambil dengan metode sampling. Pengambilan sampel limbah cair dilakukan secara langsung di badan air yang sedang dipantau. Pengambilan sampel dilakukan pada inlet dan outlet. Pengujian parameter fisik dilakukan dilapangan sedangkan parameter kimia dan biologi dilakukan di laboratorium. Hasil analisis menemukan kualitas limbah cair hasil produksi IKM tahu Total Suspended Solid (TSS) tidak memenuhi baku mutu kualitas limbah cair di lokasi inlet. Sedangkan lokasi outlet masih memenuhi standar mutu limbah cair. Tingginya TSS pada kluster IKM tahu berdampak pada meningkatnya indikator kimia berupa Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand COD di lokasi inlet IKM tahu. Selanjutnya hasil identifikasi TSS pada wilayah outlet IKM minyak kelapa tidak memenuhi syarat dan berpotensi merusak lingkungan di DAS. Kekeruhan akibat TSS tinggi menimbulkan kemampuan organisme untuk mengurai limbah cair menjadi berkurang dan berdampak pada peningkatan parameter BOD dan COD

Page 5 of 11 | Total Record : 102