cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
Sintesis dan Karakterisasi Carboxymethyl Cellulose Sodium (Na-CMC) dari Selulosa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan Media Reaksi Etanol-Isobutanol Yuszda K Salimi; Alwi S. Hasan; Deasy N Botutihe
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i1.9288

Abstract

Eceng gondok adalah salah satu tumbuhan bahan serat alam yang memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Kadar selulosa yang tinggi dapat digunakan dalam pembuatan Karboksimetil Selulosa Sodium (Na-CMC). Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui karakteristik Karboksimetil Selulosa Sodium (Na-CMC) dari tanaman eceng gondok. dan mendapatkan variasi media reaksi terbaik dalam proses sintesis. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pertama ekstraksi selulosa yang terdiri dari (dewaxing, dehemisellulose dan bleaching), tahap kedua yaitu tahap sintesis yang terdiri dari tahap pencampuran menggunakan media reaksi etanol-isobutanol (20:80, 50 : 50, 80:20). Tahap alkalisasi menggunakan NaOH 10% b / v, tahap karboksimetilasi menggunakan ClCH2COONa. Tahap ketiga adalah karakterisasi CMC yang terdiri dari uji organoleptik, sifat fisikokimia (pH, susut pengeringan sampel, viskositas dan derajat substitusi), uji kadar NaCl, uji kemurnian, analisis FT-IR. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik CMC mendekati karakteristik standar Na-CMC dengan campuran media reaksi etanol-isobutanol 20:80 (v / v) dengan nilai DS 0,8560, kemurnian 93,7463% level, pH 6,5 dan viskositas. 302 cP.
Iron in Well Water: Case Study in Dulalowo and Heledulaa Districts Hendri Iyabu; Anita Muhammad; Jafar La Kilo; Akram La Kilo
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i2.6990

Abstract

This study aims to determine the iron content of water wells in Dulalowo and Heledulaa, Gorontalo City. Ten well water samples were taken randomly from five different wells in each district. Water samples at each well consist of top, middle, and bottom water. Determination of iron level using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) at a wavelength of 248.33 nm. The results showed that the iron concentration of well water in Dulalowo was 0.030 (D1), 0.265 (D2), 0.224 (D3), 0.158 (D4), 0.149 ppm (D5). Meanwhile, iron levels in Heledulaa were 0.100 (H1), 0.039 (H2), 0.159 (H3), 0.198 (H4), and 0.235 ppm (H5). These results prove that the Fe content in the well water in the two districts is still fulfil the drinking water standard which is a maximum of 0.3 mg/L iron.
Sintesis Senyawa Phenyllactic Acid (2-Hydroxy-3-Phenylpropionic acid) dan Aktivitasnya sebagai Antibakteri Sri Wulandari; Fika Aryati; Adam M. Ramadhan; Agung Rahmadani
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11197

Abstract

Phenyllactic acid merupakan asam organik yang banyak terdapat di madu dan dapat dihasikan dari fermentasi bakteri asam laktat pada makanan yang diproduksi oleh beberapa mikroorganisme. Phenyllactic acid memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas terhadap bakteri dan jamur. Phenyllactic acid dapat disintesis berdasarkan reaksi diazotasi. Dalam penelitian ini, phenyllactic acid disintesis dari bahan dasar fenilalanin dan natrium nitrit dengan katalis asam sulfat pada suhu -5oC selama 2 jam. Hasil karakterisasi menggunakan MS, 1H-NMR dan 13C-NMR menunjukan telah terbentuknya senyawa phenyllactic acid dengan rendemen 40,6%. Dilakukan pengujian aktivitas antibakteri senyawa phenyllactic acid yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 0,5% masing-masing sebesar 11.05 mm dan 12.02 mm.
Efek Pra Klinik Teripang Pasir (Holothuria scabra) Untuk Pemulihan Luka Insisi Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Widy Susanti Abdulkadir; Ahmad Rifly Suleman; Hamsidar Hasan
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11020

Abstract

Teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu biota laut yang dapat menyembuhkan luka karena mengandung senyawa alkaloid, saponin dan terpenoid. Senyawa ini berperan dalam membantu penyembuhan luka. Luka insisi adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak Metanol teripang pasir dalam penyembuhan luka insisi pada mencit jantan. Teripang pasir diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut Metanol. Uji efektivitas penyembuhan luka insisi dilakukan dengan membagi hewan uji ke dalam 6 kelompok uji yang terdiri dari 3 ekor mencit jantan. Semua mencit diberi perlakuan sesuai kelompok uji: kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (kontrol positif PI 10%), kelompok 3 (ekstrak teripang pasir 10%), kelompok 4 (ekstrak teripang pasir 20%), kelompok 5 (ekstrak teripang pasir 25%) dan kelompok 6 (ekstrak teripang pasir 30%) hingga luka tersebut sembuh atau terlihat jaringan parut berwarna putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kontrol positif terhadap kelompok lain. Ekstrak Metanol teripang pasir yang dapat menyembuhkan luka insisi pada mencit jantan terdapat pada konsentrasi 30%.
α-Glucosidase Inhibitor Activity of some Indonesian Syzygium Extracts Emma J. Pongoh; Rymond J Rumampuk; Astin Lukum; Ardi Kapahang
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11416

Abstract

The leaves and fruits of Indonesian Syzygium spp such as white pakoba, red pakoba and bombongan have been extracted by ethanol. The ethanolic extract was partitioned with polar solvent gradient using n-hexane, ethyl acetate and n-butanol repeatedly. Each fraction was tested for antidiabetic activity and exhibited varying degrees of antidiabetic activity when tested with α-glucosidase method. Antidiabetic test indicated that the ethyl acetate and butanol fractions of the leaves of pakoba white, red pakoba and bombongan has potential as a source of active compounds.
POTENSI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata J.R Forst & G.Forst) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB KARIES GIGI Mahdalena Sy Pakaya; Jihan Astuti Kai; Wiwit Zuriati Uno
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11204

Abstract

One of the infectious diseases that occur in the oral cavity is dental caries (cavities). The bacteria that play a role in the occurrence of infection are Streptococcus mutans bacteria, and the matoa plant is one of the plants that can act as antibacterial (Pometia pinnata J.R Forst) which has high efficacious compounds. This study aimed to determine the activity and potency of the ethanolic extract of matoa fruit peel (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst) against Streptococcus mutans bacteria. This research is a laboratory experimental research. Matoa fruit peel simplicia was extracted by maceration method with 96% ethanol solvent, then tested for phytochemical screening to determine the class of compounds contained in the matoa fruit peel. Furthermore, the activity was tested against Streptococcus mutans bacteria using a positive control of chloramphenicol antibiotics and a negative control of Dimethyl Sulfoxide. After that, the values of the Minimum Inhibitory Level and Minimum Killer were measured. From these results, it was continued to test the antibacterial potential using the Kirby Bauer method. The results showed that the ethanol extract of matoa fruit peel (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst) had activity against Streptococcus mutans bacteria. The potential value of the matoa fruit peel extract against Streptococcus mutans bacteria at concentrations of 25%, 50% and 75%, respectively, was 11.75 mm, 15.82 mm and 18.75 mm which was included in the category of strong inhibition.
Formulasi Sampo Kombinasi Ekstrak Seledri (Apium graveolens) dan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Serta Uji Aktivitasnya pada Jamur AM. Andy Suryadi; Muhammad Taupik; Mahdalena SY. Pakaya; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Juliyanty Akuba
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.11199

Abstract

Rambut merupakan salah satu bagian vital pada tubuh yang berasal dari ektoderm di kulit dan juga sebagai pelengkap pelindung pada tubuh (aksesoris). Masalah pada rambut dan kulit kepala yang sering terjadi adalah ketombe. Gejala umum yang sering terjadi yaitu mulai timbulnya sisik-sisik putih pada kulit kepala, gatal, dan juga bisa juga disertai dengan kerontokan rambut. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa mikroorganisme yang terdapat pada ketombe seperti Malassezia furfur dan Candida albicans. Tanaman yang kaya senyawa flavonoid diketahui memiliki aktivitas sebagai anti bakteri dan anti jamur. Penggunaan formulasi herbal dapat dijadikan sebagai alternatif yang baik untuk terapi dalam mengatasi mikroorganisme yang terdapat pada ketombe. Di Indonesia, seledri dan kayu manis secara tradisional dapat digunakan untuk mengatasi pertumbuhan jamur. Pada penelitian ini memformulasikan sampo kombinasi antara ekstrak seledri dan ekstrak kayu manis sebagai anti jamur dalam bentuk sedian gel. Hasil evaluasi fisik menunjukkan formula gel memiliki stabilitas yang baik. Aktivitas anti jamur dari kombinasi ekstrak seledri dan ektrak kayu manis mempunyai daya hambat paling besar dengan pengulangan berturut-turut pada jamur Mallasezia furfur (35mm; 34mm; 35mm) dan pada jamur Candida albicanus (30mm; 31mm; 30mm) dengan konsentrasi (20%; 20%).
STUDI TENTANG ZIRKONIA (ZrO2) DAN APLIKASI ZIRKONIA TERSTABILKAN MAGNESIA (MgPSZ) SEBAGAI MATERIAL DENTAL BLOCK Dedek Yusuf Pulungan
Jambura Journal of Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v3i2.9684

Abstract

Zirconia (ZrO2) is a zirconium metal oxide which has superior toughness, strength, good resistance and biocompatibility. ZrO2 has three polymorphic phases: monoclinic (m-ZrO2), tetragonal (t-ZrO2) and cubic (c-ZrO2). Various types of zirconia ceramics for dental material applications such as tetragonal zirconia doped with yttrium cations (Y-TZP), zirconia doped with magnesium cations (Mg-PSZ) and zirconia reinforced alumina (ZTA). In general, zirconia is doped with a stabilizer to maintain its structure at room temperature. A stabilizer that has been developed using magnesia (MgO). Magnesia-stabilized zirconia is generally called Mg-PSZ. The process of molding dental block materials usually utilizes Computer Aided Design and Computer Aided Manufacturing (CAD / CAM) technology and the glasing process. Dental block material self-tests are currently being performed in vivo on mice. Studies on dental block materials, especially Mg-PSZ, are very important so that the use of Mg-PSZ in the field of dental restoration can develop rapidly in the future.
Mengungkap Aktivitas Antikanker Senyawa Dihidrokaempferida secara In Silico Arif Fadlan; Tri Warsito; Sarmoko Sarmoko
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11512

Abstract

This study aims to perform molecular docking of dihydrokaempferide and to predict the ADMET profiles of dihydrokaempferide. The molecular docking was conducted on DAPK1 macromolecules (5AUX and 5AV3) by preparation of dihydrokaempferide, preparation of DAPK1, docking simulation of dihydrokaempferide, visualization of docking results, and ADMET analysis. The molecular docking of dihydrokaempferide produced a binding affinity value of -6.9 kcal/mol for 5AUX and of -5.7 kcal/mol for 5AV3. The ADMET prediction indicated dihydrokaempferide had good physicochemical properties according to the criteria of absorption, distribution, metabolism, excretion, and toxicity.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELLA UNGU (Hibiscus sabdariffa L.) Gusti Ayu Dewi Lestari
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11157

Abstract

Ekstrak etanol bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa fitokimia potensial sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa pada bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) serta potensinya sebagai antioksidan. Bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) diekstraksi menggunakan metode maserasi dan diperoleh persentase rendemen hasil sebesar 35,25%. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode KLT dimana ekstrak etanol bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) diperoleh nilai IC50 sebesar 38,2939 ppm dimana ekstrak etanol bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai AAI (antioxidant activity index) diperoleh 1,04. Nilai presisi dan linearitas pada metode ini adalah 7,67% dan r2 = 0,9929 sehingga metode ini dapat dikatakan memiliki presisi dan linearitas yang baik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang dapat menangkal radikal bebas.

Page 4 of 11 | Total Record : 102