cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
ANALISIS PERFORMANCE PERALATAN TRANSMITTER VERY HIGH FREQUENCY EXTENDED RANGE (VHF-ER) MERK PAE SERIES 2750 DI BANDAR UDARA SEPINGGAN BALIKPAPAN Sogi Wibowo Putra
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.231 KB)

Abstract

VHF-ER ground to air communication merupakan salah satu alat telekomunikasi yang dimiliki Bandar Udara Sepinggan yang fungsi sebenarnya VHF-ER ini adalah memperkuat sinyal dari peralatan utama yang mana peralatan utama ditempatkan di bandara yang bertanggung jawab terhadap pelayanan lalu lintas udara misalkan Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai center di bagian timur, sedangkan Bandar Udara Soekarno Hatta Jakarta sebagai center bagian barat. Peralatan VHF-ER tersebut bekerja pada frekuensi 132.5 MHz. Berdasarkan hasil pengamatan, penelitian, dan pengumpulan data Laporan Bulanan Performance Check dan Laporan Bulanan Kerusakan peralatan Transmitter VHF-ER PAE 2750 Ground to Air Communication di Bandar Udara Sepinggan Balikpapan selama dua tahun terakhir ini maka penulis akan membahas berdasarkan kajian teknis. performance check peralatan Transmitter VHF-ER PAE type 2750 ground to air communication diketahui bahwa pada parameter forward power , reflected power, change over dan monitoring terjadi kesenjangan dan tidak sesuai spesifikasi teknis peralatan Transmitter VHF-ER tersebut. Sehingga mengakibatkan performa atau kinerja peralatan Transmitter VHF-ER PAE 2750 ground to air communication mengalami penurunan. Berdasarkan peraturan PM. 57 tahun 2011 bahwa peralatan Transmitter VHF-ER ground to air communication dianggap layak operasi jika memiliki nilai ketersediaan (Availability) 99,99 % sedangkan nilai availability Transmitter VHF-ER PAE 2750 pada tahun 2017 97,93 % dan tahun 2018 97,87 %, sehingga ketersediaan (Availability) peralatan VHF-ER PAE 2750 tersebut tidak memenuhi nilai standar kelayakan operasi. Berdasarkan peraturan PM. 57 tahun 2011 bahwa peralatan Transmitter VHF-ER ground to air communication dianggap layak operasi jika memiliki nilai Mean Time Between Failure (MTBF) = >10000 jam, sedangkan nilai MTBF Transmitter VHF-ER PAE 2750 pada tahun 2017 317,74 jam dan tahun 2018 305,38 jam. Dengan demikian MTBF peralatan VHF-ER PAE 2750 tersebut tidak memenuhi nilai standar kelayakan operasi.
DESAIN ULANG (REDESIGN) DRAINASE TERBUKA SISI UTARA APRON BANDAR UDARA SAM RATULANGI MANADO Aldo Malena Putra Hawu; Bambang Wasito; Ranatika Purwayudhaningsari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.194 KB)

Abstract

Penelitian, Program Studi Teknik Bangunan Dan Landasan Angkatan ke-1, Politeknik Penerbangan Surabaya Tahun 2019 ini di angkat dari permasalahan dan perencanaan masterplan bandar udara Sam Ratulangi Manado. Bandar Udara Sam ratulangi Manado saat ini memiliki permasalah kemiringan elevasi dasar drainase terbuka sisi utara apron, sehingga harus redesign dengan di pindahkan drainase ke arah utara apron. Pemindahan ini juga untuk merealisasikan masterplan bandar udara yang akan melakukan perluasan apron ke sisi utara runway guna meningkatkan fasilitas, keselamatan dan keamanan bandar udara. Dalam perancangan redesign drainase digunakan dokumen-dokumen dari Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Udara, Surat Keputusan Mentri (SKEP), dan Keputusan Mentri Perhubungan yang didalamnya terdapat aturan penentuan elevasi dasar drainase dan lokasi pemindahan drainase terbuka sisi utara apron.
KAJIAN LETTER OF OPERATIONAL COORDINATION AGREEMENT ANTARA BALI FSS DENGAN KUPANG FSS UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KOORDINASI DENGAN LABUAN BAJO DI PERUM LPPNPI CABANG DENPASAR Laila Rochmawati; Imam Sonhaji; Agfa Ines Metrika
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) 1-6
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.492 KB)

Abstract

Traffic westbound (departure) dari Labuan Bajo sering kali melakukan first contact kepada Bali FSS tanpa adanya transfer estimate dari Kupang FSS. Hal tersebut mengakibatkan breakdown of coordination sehingga terjadi breakdown of separation dengan traffic arrival ke Labuan Bajo. Karya tulis ini bertujuan agar dapat mengkaji LOCA Bali FSS – Kupang FSS sehingga pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan dapat berjalan efektif dan efisien tanpa melupakan aspek safety. Perubahan LOCA pada bagian koordinasi antar unit dengan tidak merubah atau melanggar aturan yang tertinggi (ICAO Annex). Karya tulis ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan; observasi, wawancara dan kuesioner. Kuesioner diberikan pada 10 personil Komunikasi Penerbangan di Denpasar dan 5 personil Komunikasi Penerbangan di Kupang dan 5 personil ATC di Labuan Bajo. Dari data yang diperoleh serta analisis permasalahan, dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis awal adalah benar yaitu diperlukan kajian untuk LOCA Bali FSS – Kupang FSS untuk meningkatkan efektivitas koordinasi dengan Labuan Bajo. Pemecahan masalah yang dianggap paling tepat menurut penulis adalah mengkaji ulang LOCA Bali FSS – Kupang FSS untuk menambahkan pendelegasian komunikasi traffic inbound dan outbound Labuan Bajo.
PENGARUH MOBILE OBSTACLE TERHADAP PANCARAN ANTENA LOCALIZER MERK SELEX 2100 DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO SOLO Umi Risyalatul Latifa; Totok Warsito; Meita Maharani Sukma
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.605 KB)

Abstract

Keselamatan, keamanan dan kenyamanan merupakan sesuatu yang menjadi prioritas dalam dunia penerbangan. Penempatan fasilitas localizer di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo berada di luar area Bandar udara dan terhalang oleh jalan raya. Penempatan peralatan localizer tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mobilitas masyarakat juga tinggi karena jalan raya tersebut sebagai salah satu akses utama menuju Bandar Udara Adi Soemarmo Solo. Akibat dari mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan peralatan localizer tidak dapat bekerja secara normal, sehingga peneliti tert6arik untuk mengkaji permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh mobile obstacle terhadap pancaran antena Localizer merk selex 2100 di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa deskriptif dan metode pengumpulan data dokumentasi, observasi lapangan, studi numerik dan studi pustaka. Hasil dan pembahasan pada analisa bahwa mobile obstacle menjadi faktor dominan terhadap kinerja peralatan localizer . Saran yang diberikan penulis yaitu dengan membuat jalan alternatif yang berada dibelakang antena localizer sehingga kendaraan tidak melewati jalan raya yang berada di depan antena localizer. Diharapkan dengan adanya analisa dapat bermanfaat dan menjadi saran bagi pihak penyelenggara navigasi penerbangan dan pihak penyelenggara bandar udara dalam menunjang pelayanan dan keselamatan penerbangan di Indonesia.
PENGARUH CUACA TERHADAP PERUBAHAN NILAI VSWR PADA PERALATAN PEMANCAR RADIO VHF A/G DI BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN Henidar Tenty Agustina
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.537 KB)

Abstract

Peralatan Very High Frequency Air Ground Communication (VHF-A/G) merupakan salah satu dari fasilitas telekomunikasi penerbangan yang mempunyai fungsi sebagai sarana komunikasi petugas pemandu lalu lintas penerbangan di suatu unit pelayanan lalu lintas penerbangan (Air Traffic services) dengan pilot pesawat udara. Berdasarkan perfomance check dan metereading yang dilakukan teknisi setiap bulan sering terjadi penurunan kinerja pada pemancar VHF A/G disebabkan perubahan cuaca yang diduga mempengaruhi nilai VSWR sehingga jarak jangkauan menurun bahkan terputus. Adanya gangguan atau kerusakan pada pemancar mengakibatkan komunikasi ATC dengan pilot menjadi terganggu dan tidak maksimal. Dari uraian dan permasalahan diatas maka penulis mencoba mengadakan suatu analisis dengan melakukan pengamatan cuaca dan dampaknya terhadap perubahan nilai VSWR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan menganalisa perubahan VSWR yang tidak sesuai standar peralatan pemancar VHF A/G. Perubahan nilai VSWR dikarenakan pengaruh cuaca yang menyebabkan perubahan propagasi. Perubahan cuaca spesifik yang menggakibatkan gangguan pada konektor kabel coaxial pada antenna, sehingga terjadi bak contact yang menyebabkan menurunnya koneksi antara konektor dan antena sehingga daya yang dihasilkan transmitter tidak bisa dipancarkan secara maksimal oleh antena. Jadi VSWR yang sangat tinggi atau di atas toleransi terjadi pada kondisi cuaca hujan petir dan itu berarti untuk kondisi mendung dan kondisi hujan, koneksi sistem peralatan pemancar dalam mengkomunikasikan informasi mengalami alarm.
PENGARUH BELUM TERSEDIANYA ISOLATED PARKING AREA TERHADAP KESELAMATAN AERODROME TRAFFIC MOVEMENT DI BANDAR UDARA HANG NADIM BATAM Muhammad Rino Akbar; Paramita Dwi Nastiti; Elly Pudjiastuti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.963 KB)

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang cepat dan efisien. Sarana dan prasarana pendukung industri penerbangan pun terus ditambah, guna memenuhi kebutuhan pelayanan akan transportasi udara. Keselamatan penerbangan merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia penerbangan. Dalam hal tersebut, pemerintah sangat berperan dalam mengembangkan infrastruktur transportasi udara. Maka perlu adanya suatu upaya dan langkah-langkah nyata untuk meningkatkan kualitas, profesionalisme, produktifitas, serta etos kerja yang tinggi terhadap sumber daya manusia yang ada. Namun selama ini Bandar Udara Hang Nadim Batam belum mempunyai isolated parking area yang digunakan untuk penempatan atau tempat parkir suatu pesawat yang mengalami suatu keadaan yang melanggar hukum (Unlawful Interference) seperti pembajakan, ancaman bom dll.
RANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP RECTANGULAR PATH UNTUK APLIKASI LTE (LONG TERM EVOLUTION) DENGAN FREKUENSI 2.3 GHZ Istifarati Prabandari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.498 KB)

Abstract

Antena memiliki peranan penting dalam sistem telekomunikasi. Antena adalah transformator atau struktur transisi dari gelombang terbimbing menuju ke gelombang ruang bebas atau sebaliknya. Ada berbagai macam jenis antena, salah satunya adalah antena mikrostrip, dan metode-metode dalam pembuatannya pun banyak jenisnya salah satunya adalah mikrostrip line. Antena mikrostrip saat ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi peralatan. Hal ini dikarenakan antena ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya yaitu bentuknya yang praktis, ringan, mudah dalam perencanaan dan pabrikasi. Pada penelitian kali ini penulis akan merancang dan menganalisa kinerja dari antena mikrostrip berbentuk rectangular path sebagai salah satu alternatif penggunaan pada peralatan surveilance dengan frekuensi 2.3 GHz dan diharapkan memiliki nilai parameter VSWR ≤2, dan nilai return loss ≤ 10 dB.
SIMULASI DETEKSI TRAJEKTORI PESAWAT MENGGUNAKAN ALGORITMA TIME DIFFERENT OF ARRIVAL (TDOA) – TRILATERATION PADA SISTEM RADAR SEKUNDER Afidah Abadiyah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.448 KB)

Abstract

Republik Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan pertumbuhan demografi yang sangat pesat, hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. Pesawat udara merupakan alat transportasi yang paling efektif dalam mendukung mobilitas penduduk. Navigasi atau pandu arah adalah penentuan kedudukan (position) dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya atau di peta. Navigasi ini dilakukan pada pesawat udara yang dipandu darat melalui singal yang dipancarkan oleh instrumen terpasang pada menara (ground base) maupun signal dari satelit (satellite base). Radar sekunder adalah suatu alat yang dapat mendeteksi pesawat yang ada diudara dengan alat yang ada di darat ataupun yang ada di pesawat sama-sama aktif. Radar sekunder dapat menghasilkan berbagai informasi seperti kecepatan, ketnggian, jarak, posisi dan kode pesawat. Algoritma TDOA (Time Different Of Arrival) digunakan untuk memproses sinyal yang diterima. Jika ada tiga buah lokasi titik pengukuran jarak dari pesawat yang berbeda, maka koordinat tiga dimensi trayektori pesawat dapat diukur.
PENGARUH PENGGUNAAN TAXIWAY PARALLEL ANTARA ALPHA DAN BRAVO SEBAGAI TEMPAT UNTUK COMPASS SWING TERHADAP KALANCARAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI BANDAR UDARA HANG NADIM BATAM Kharis Habib Abdillah; Siti Nurfadhilah; Sri Lestari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.311 KB)

Abstract

Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam merupakan bandar udara yang melayani operasional penerbangan untuk pendidikan, pelatihan, pemeliharaan dan perawatan pesawat udara. Oleh karena itu keselamatan dan kelancaran lalu lintas penerbangan merupakan hal yang penting yang harus senantiasa dijaga oleh pihak pemandu lalu lintas udara selaku pihak yang memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan. Kegiatan didalam maneuvering area menjadi tanggung jawab pemandu lalu lintas udara untuk memperlancar traffic yang akan take off dan landing dari kegiatan yang menghambat kelancaran lalu lintas penerbangan. Penelitan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan taxiway parallel bravo sebagai tempat untuk compass swing terhadap kelancaran lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam. Teori yang mendasari Tugas Akhir ini adalah dokumen Annex 14 part 1(Aerodromes), CASR 43, Advisory Circular 43-7 tahun 2014, Annex 2 (Rules of the Air), Annex 11 (Air Traffic Services), ICAO 4444 Air Traffic Management. Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif menekankan pada deskripsi secara alami dan apa adanya, maka dengan sifatnya ini dituntut keterlibatan secara langsung di lapangan dalam melakukan pengamatan. Sementara penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka. Sementara metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner, serta menggunakan instrumen penelitian berupa skala likert.
SNIFFING SINYAL GSM MENGGUNAKAN RTL-SDR UNTUK MENENTUKAN KOORDINAT PENGGUNA GSM Muhammad Hamzah Asy’ari; Margono Margono; Teguh Imam Suharto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.92 KB)

Abstract

Diantara beberapa negara berkembang Indonesia merupakan salah satu Negara dengan tingkat traffic komunikasi yang cukup padat, yang mana jaringan sinyal GSM sebagai jaringan utama yang digunakan oleh pengguna alat komunikasi untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. dengan ditemukannya teknologi GSM (Global System for Mobile) yaitu teknologi komunikasi seluler yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam (handphone). Global System for Mobile Communication GSM adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. GSM menggunakan sistem TDMA dengan alokasi kurang lebih sekitar delapan pengguna di dalam satu channel frekuensi sebesar 200 kHz persatuan waktu. Awalnya, frekuensi yang digunakan adalah 900 MHz. Pada perkembangannya frekuensi yang digunakan adalah 1800 MHz dan 1900 MHz. Pada penelitian ini dilakukan percobaan sniffing sinyal GSM sehingga koordinat lokasi pengguna GSM dapat diketahui. Untuk melaksanaan proses sniffing, dilakukan scanning sinyal GSM terlebih dahulu menggunakan SDRSharp untuk melihat range frekuensi sinyal GSM yang ada disekitar area pengamatan. Proses sniffing sinyal dilakukan dengan memanfaatkan RTL-SDR sebagai receiver sinyal GSM dan GNU Radio sebagai decoder sinyal GSM dan diteruskan oleh Wireshark sebagai analisator dari sinyal GSM dengan menggunakan filter GSM_TAP untuk mendapatkan informasi yang berupa Local Area Identification dan Cell Identify yang dapat digunakan untuk menemukan koordinat lokasi pengguna GSM dengan memanfaatkan bantuan dari program phone tracker. Penelitian ini menggunakan metode analisis teknis deskriptif, observasi, dan studi kepustakaan yaitu mendeskripsikan atau menggambarkan kejadian sesungguhnya dan juga merumuskan masalah, mengumpulkan data, menganalisis data untuk menjawab masalah, merumuskan kesimpulan serta menyusun laporan penelitian.