cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
ANALISA KEGIATAN PENYEBAB RISK AND HAZARD TERHADAP KESELAMATAN PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG BALIKPAPAN Erlina Muji Rahayu Wijayanti; Dimas Arya Soeadyfa; Slamet Hariyadi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.504 KB)

Abstract

Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan merupakan salah satu bandara Internasional di Indonesia yang melayani penerbangan sipil dan militer, dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero). Jumlah traffic yang ada saat ini mencapai ±200 traffic/hari. Dengan banyaknya jumlah pergerakan pesawat udara, maka dalam hal pelayanan lalu lintas udara, dituntut memberikan pelayanan maksimal sehingga mampu menciptakan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas udara. Namun, hal tersebut belum maksimal karena tidak diimbangi dengan penerapan safety management system yang optimal. Koordinasi antar unit dalam pelaksanaannya masih belum optimal sesuai dengan LOCA yang ada menjadi salah satu penyebabnya. Tata letak peralatan yang kurang sesuai sehingga mengganggu ATC dalam pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan. Beberapa ATC masih sering melanggar peraturan dengan mengoperasikan handphone dan bermain game disaat on duty. Tentunya hal ini menciptakan hazard dan risk terhadap pesawat. Penggunaan phraseology yang tidak standar juga menjadi penyebab kurang optimalnya penerapan safety management system di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Teori-teori pendukung penelitian ini antara lain ICAO Annex 14 Aerodrome Vol. I Aerodrome Design and Operation, ICAO Annex 11 Air Traffic Services, ICAO Annex 10 Communication. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan prosedur yang menyebabkan hazard dan risk di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan terhadap keselamatan penerbangan. Diperlukan suatu upaya antara lain safety promotion untuk ATC, pengkajian ulang SOP dan LOCA, class room khusus pembahasan penggunaan standart phraseology dan segera difungsikannya tower baru guna meningkatkan kelancaran pelayanan lalu lintas penerbangan serta keselamatan di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
ANALISA PENGARUH TIDAK ADANYA LETTER OF AGREEMENT ANTARA KALIMARAU TOWER DENGAN MARATUA INFO TERHADAP PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI BANDAR UDARA KALIMARAU BERAU Laeli Puspandari; Putu Agus Valguna; Bambang Wasito
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.474 KB)

Abstract

Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller) adalah tenaga terdidik yang berugas untuk memberikan pelayanan lalu lintas udara di suatu wiayah udara yang berada di bawah pengawasannya. Dalam pelayanannya, Air Traffic Controller terbagi menjadi tiga bagian yaitu Aerodrome Control Tower, Approach Control Unit dan Area Control Centre. Masing – masing dari bagian tersebut harus melakukan koordinasi yang baik satu sama lain. Sehingga terbentuk keselarasan dalam tiap – tiap bagian dalam memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh yang disebabkan oleh tidak adanya Letter of Agreement antara Kalimarau Tower dengan Maratua Info yang dapat mengganggu pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Kalimarau Berau Analisis deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menafsirkan data yang diperoleh yaitu data yang ada menggambarkan kondisi umum tentang diadakannya Letter of Agreement terkait koordinasi pelimpahan wewenang (transfer of control) pesawat Susi Air dari Maratua Info ke Kalimarau Tower dan juga sebaliknya. Saat pelimpahan wewenang tersebut tidak dilaksanakan sesuai prosedur yang ada, akan berpotensi terjadinya breakdown of separation sehingga menyebabkan separasi kurang dari standar minimum yang ditentukan untuk masing – masing klasifikasi pelayanan. Data yang diperoleh didapatkan melalui kegiatan observasi, penyebaran kuesioner, wawancara, dan studi pustaka. Melakukan koordinasi dengan pihak jaringan seluler (Telkomsel) untuk daerah Maratua, diadakannya alat koordinasi seperti SSB (Single Side Band) dan DS (Direct Speech) untuk Bandar Udara Maratua diharapkan dapat meminimalisir dari tidak adanya Letter of Agreement antara Kalimarau Tower dengan Maratua Info. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah sehingga masalah – masalah yang terjadi terkait belum adanya Letter of Agreement dalam upaya pelimpahan wewenang (transfer of control) bisa teratasi. Peneliti juga berharap agar hasil dari penelitian ini bisa bemanfaat guna meningkatkan keselamatan penerbangan dan terciptanya pelayanan lalu lintas penerbangan yang aman, nyaman, teratur dan efisien di Bandar Udara Kalimarau Berau.
PENGUKURAN QUALITY OF SERVICE PENGGUNAAN WIRELESS TP-LINK PHAROS CPE 210 MENGGUNAKAN APLIKASI WIRESHARK Habib Wachiddianata Dandy Pradana; Totok Warsito; Romma Diana Puspita
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.114 KB)

Abstract

Teknologi informasi kini telah berkembang pesat pada era digital ini. Kecepatan arus informasi yang ada mengakibatkan manusia mau tidak mau mengikuti perkembangan teknologi informasi yang ada, dibutuhkan suatu alat yang dapat menghubungkan manusia dengan pusat informasi dunia, internet, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode percobaan, pengukuran, dan perhitungan, dengan metode analisa data menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mendapatkan beberapa hasil diantaranya, nilai packet loss yang diukur dari jarak 50 hingga 175 meter dengan jumlah client sebanyak 3 client dengan nilai packet loss 0%, untuk nilai delay pada jarak 50 meter dengan jumlah client dari 1 hingga 3 client dengan rentang delay antara 64,1 ms hingga 90,71 ms, dan untuk 100 dan 175 meter dengan jumlah client 1 hingga 3 client dengan rentang delay 157,72 ms hingga 250, 48 ms, untuk nilai throughput memiliki rentang yang berbeda, pada 50, 100 dan 175 meter dengan jumlah client 1 memiliki throughput dengan nilai 2,6 Kbps hingga 245 bps, untuk jarak 175 meter dengan jumlah client 2 client dengan besar 86 bps, dan yang terakhir nilai throughput pada jarak 175 meter dengan jumlah client 3 client dengan nilai 44,5 bps
PENGARUH IMPEDANSI PADA SISTEM PEMANCAR TERHADAP KINERJA ANTENNA RADIO VHF A/G DI PERUM LPPNPI CABANG PANGKALPINANG Enrivo Adnan Djunanto; Yuyun Suprapto; Romma Diana Puspita
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.131 KB)

Abstract

Pada suatu kasus, cuaca tidak mendukung yang terjadi dalam rentan waktu cukup lama membuat parameter VSWR Radio VHF A/G merk Rohde & Schwarz SU4200 Series terlihat kurang baik. Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah dengan mengklarifikasi dan mengeksplorasi masalah yang ada kemudian mengambil dan mengumpulkan data sebagai bahan yang akan dianalisis, dilanjut dengan menganalisa data yang telah dikumpulkan dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan dari hasil penelitian ini. Adanya perubahan nilai impedansi yang terjadi dilihat dari hasil perhitungan yang dilakukan. Hasil penelitian ini membuktikan dengan tidak match-nya impedansi antara saluran transmisi dengan antenna Radio VHF A/G membuat kinerja peralatan tidak maksimal, dibuktikan dengan nilai parameter VSWR yang kurang baik dan daya yang dipancarkan kurang maksimal sehingga jarak jangkauan pancaran terbatas.
ANALISA PENYEBAB TERJADINYA NOTCH PADA SISTEM MONITOR PARAMETER PERALATAN DVOR VRB 52D DI BANDAR UDARA SAM RATULANGI MANADO Brillian Cahya Hutama
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.278 KB)

Abstract

VHF Omnidirectional Range (VOR) merupakan peralatan navigasi penerbangan yang mempergunakan frekuensi amat tinggi (VHF) dan dipasang di dalam atau di luar lingkungan bandar udara yang memberi panduan posisi kepada pesawat udara berupa azimuth dan bearing terhadap stasiun VOR. VOR memberi panduan pesawat terbang kesegala arah dengan azimuth dari 00 - 3600 terhadap lokasi stasion VOR dan beroperasi pada band frekuensi antara 108 – 118 MHz. Disini penulis melakukan sebuah penelitian dengan menganalisa penyebab terjadinya alarm antena notch pada sistem monitor parameter pelaratan DVOR VRB-52D. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi ilmiah dalam segi ilmu navigasi, khususnya navigasi penerbangan, kajian mengenai pengaruh antena monitor terhadap DVOR mungkin sudah cukup banyak, namun baru sedikit riset mengenai pengaruh kedekatan penempatan antena monitor terhadap antena pemancar DVOR. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan mampu menyediakan referensi baru tentang pengaruh kedekatan penempatan antena monitor terhadap antena pemancar DVOR dalam navigasi penerbangan.
PENGARUH OBSTACLE TERHADAP JANGKAUAN PANCARAN VHF A/G COMMUNICATION DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL ZAINUDDIN ABDUL MADJID LOMBOK Fitri Eka Prastiya
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.824 KB)

Abstract

Peralatan telekomunikasi merupakan bagian yang sangat vital dalam menunjang keselamatan penerbangan. Diantara peralatan penunjang operasioanal penerbangan adalah peralatan VHF Air to Ground Communication, yaitu peralatan tranceiver (pemancar dan penerima) yang digunakan untuk komunikasi antara penerbang (pesawat udara) dengan pemandu lalu lintas udara (unit ATS) dalam bentuk suara yang bekerja pada frekuensi VHF (117,975 MHz sampai dengan 137 MHz). Tujuan peneliti adalah melakukan kajian teknis tentang peralatan VHF Air to Ground Communication di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Selain kajian teknis tentang peralatan VHF Air to Ground Communication juga mengkaji factor-faktor yang mempengaruhi kinerja peralatan VHF Air to Ground Communication. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Setelah dilakukan kajian teknis pancaran signal peralatan VHF air to ground communication, diketahui terdapat beberapa titik obstacle yang tingginya melebihi kerucut 2° elevasi pancaran antenna sehingga mengganggu pancaran signal peralatan VHF air to ground communication. Hal ini dapat mengakibatkan pelayanan keselamatan dan keamanan penerbangan akan terganggu sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Maka untuk mengatasi masalah tersebut perlu ditempatkan sebuah peralatan repeater untuk memperluas cakupan wilayah pancaran yang tidak terjangkau oleh pancaran signal peralatan VHF air to ground communication.
PENGARUH JUMLAH SAMBUNGAN JARINGAN FIBER OPTIK TERHADAP KUALITAS DATA SENSOR MULTILATERATION DI BANDARA SOEKARNO HATTA Bobby Setiawan
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.726 KB)

Abstract

Divisi Fasilitas Komunikasi Penerbangan di Unit Radio Telekomunikasi/SRSJ (Sistem Radio Switching Jaringan) bertugas untuk memelihara sluruh jaringan atau media Transmisi yang berada di Perum LPPNPI JATSC(JakartaAirTraficCenter). Tujuan analisa ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Banyaknya Sambungan Dalam Satu Sirkuit Jaringan FO (Fiber Optik) pada MLAT (Multilateration) di Perum LPPNPI JATSC (Jakarta Air Trafic Center) agar mengetahui Kualitas Data Sensor MLAT (Multilateration) yang di kirim dari Ground Station ke Server. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan penulis mendapatkan kesimpulan dari analisa bahwa media Transmisi menggunakan FO (Fiber Optik) lebih baik karena Fiber optik telah digunakan secara luas misalnya untuk komunikasi data. Saran yang diberikan penulis adalah apabila FO (Fiber Optik) mengalami banyaknya sambungan dalam satu sirkuit harus dilakukan kembali pemasangan ulang agar untuk menghilangkan banyaknya losis.
PENGARUH SISTEM GROUNDING TERHADAP RESIKO KERUSAKAN PADA FASILITAS ATIS OLEH INDUKSI PETIR DI BANDARA ZAINUDDIN ABDUL MADJID LOMBOK Izhar Dhiya’Ul Hayyan; Ade Irfansyah; Elly Pudjiastuti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.43 KB)

Abstract

Bandar Udara Intenational Zainuddin Abdul Madjid Lombok merupakan salah satu bandar udara di Nusa Tenggara Barat yang melayani penerbangan lokal dan internasional. Meningkatnya volume traffic tentu diperlukan fasilitas peralatan Telekomunikasi dan Navigasi yang mumpuni. Salah satu fasilitas telekomunikasi yang berada di Bandar Udara Intenational Zainuddin Abdul Madjid Lombok adalah fasilitas ATIS. Kondisi cuaca yang sering terjadi hujan di daerah Lombok mengakibatkan meningkatnya resiko terjadinya induksi petir keperalatan salah satunya peralatan ATIS. Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah observasi, keralasional, diskusi. Penelitian ini terdapat 2 Variabel yang penulis teliti yaitu variabel X (Nilai ketahanan dari sistem grounding) dan variabel Y (Resiko kerusakan fsilitas ATIS dikarenakan induksi petir). Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, sistem grounding mempengaruhi resiko kerusakan peralatan ATIS akibat induksi petir hal itu dibuktikan dengan perbandingan nilai grounding peralatan ATIS pada tahun 2016 dan 2018 dengan frekuensi petir yang sama.
PERBANDINGAN PARAMETER ANTENA DIPOLE ½ λ DAN ¼ λ PADA PEMANCAR ATIS DENGAN FREKUENSI KERJA 128.4 MHz Brilianto Wibisono; Bambang Bagus Hariyanto; Romma Diana Puspita
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.74 KB)

Abstract

Permasalahan yang muncul ada pada peralatan telekomunikasi yaitu minimnya performa pancaran antena pada radio pemancar ATIS pada penggunaan antenna dipole. Antena merupakan komponen paling penting dalam suatu rangkaian dan perangkat elektronikan yang berkaitan dengan frekuensi radio atau gelombang electromagnetik. Untuk memperoleh antenna yang baik dilakukan perbandingan antenna pemancar ATIS ½ λ dan ¼ λ agar lebih efisien . Pada analisa perbandingan antenna ½ λ dan ¼ λ menggunakan frekuensi 128.4 MHz. Metode yang dilakukan penulis adalah membandingkan parameter antena ½ λ dan ¼ λ secara simulasi Penulis juga membandingkan bahan antenna; copper dan PEC. Dan bentuk antenna tabung penuh dan tabung berlubang. Dalam perbandingan ini juga hanya dilakukan membandingkan dengan merancang antenna secara simulasi tidak sampai fabrikasi antenna. Hasil dari analisa yang dilakukan penulis terhadap perbandingan simulasi desain antenna dipole ½ λ dengan simulasi desain antena dipole ¼ λ terdapat perbedaan parameter dan hasil simulasi antenna dipole ½ λ lebih baik daripada ¼ λ. Dikarenakan disaat perubahan panjang dari ½ λ ke ¼ λ frekuensi kerja antenna berubah dari 128.4 Mhz menjadi 250Mhz.
RANCANGAN DIRECTIONAL COUPLER MIKROSTRIP HYBRID PATCH FREKUENSI 1090 MHz MENGGUNAKAN COMPUTER SIMULATION TECHNOLOGY 2014 Isfan Pajar; Yuyun Suprapto; Yuni Saptandari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.649 KB)

Abstract

Directional Coupler frekuensi radio yang dikenal dengan RF (Radio Frequency) merupakan komponen pasif yang mempunyai fungsi untuk mendistribusikan sinyal RF pada suatu saluran menjadi dua bagian yang mengarahkan sinyal dan menggabungkan sinyal. penulis mengembangkan rancangan directional coupler berupa mikrostrip dengan frekuensi 1090 MHz. penulis menggunakan frekuensi kerja dari radar sehingga directional coupler tersebut bisa digunakan sebagai alternative lain. Coupler mikrostrip sangat menarik karena bebannya yang ringan, mudah disesuaikan bentuknya dan biayanya yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan directional coupler mikrostrip berbentuk hybrid dengan parameter directional coupler yang ada, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran di program studi teknik navigasi udara. Penulis akan melakukan percobaan dengan mendesain dan menganalisa kinerja directional coupler mikrostrip dengan bentuk hybrid patch untuk coupler bekerja pada range frekuensi UHF (1090 MHz). Penulis akan menggunakan simulasi dengan aplikasi CST 2014. Hasil penelitian yang sudah sesuai dengan parameter coupler kemudian akan di analisa untuk melihat hasil kerja dari perancangan simulasi sehingga sesuai dengan parameter seperti Coupling Factor, insertion loss, dan isolation.