cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
PENGARUH TINGKAT KEBISINGAN RUANG APP TERHADAP POTENSI ACCIDENT DAN INCIDENT DI BANDAR UDARA HALUOLEO KENDARI Brillian Rofiq Fawwazy; Dhian Supardam; Sudrajat Sudrajat
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.953 KB)

Abstract

Kebisingan adalah suara yang tidak di inginkan yang dapat bersumber dari pesawat, alat – alat proses produksi atau alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Kebisingan selain dapat menyebabkan gangguan pendengaran juga dapat menyebabkan gangguan non-auditory pada tenaga kerja. Kebisingan yang terjadi secara terus-menerus dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan dalam bekerja. Kebisingan yang terjadi berpengaruh terhadap kinerja personil ATC karna intensitas kebisingan tersebut jauh melebihi rekomendasi yang telah ditentukan yaitu 55 Db. Tetapi kebisingan yang terjadi di dalam ruang APP rata – rata antara 55 Db hingga 59 Db. Oleh karena itu proses untuk mengurangi kebisingan dalam ruangan kabin tower sangat diperlukan. Ruangan kerja yang kedap akan kebisingan diharapkan bisa meningkatkan kinerja serta kosentrasi petugas ATC dalam memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan sehingga personil ATC merasa nyaman dan tidak terganggu karna adanya suara bising yang berasal dari dalam dan luar ruangan APP Kendari. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif kuantitatif.Metode deskriptif menekankan pada deskripsi secara alami dan apa adanya, maka dengan sifatnya ini dituntut keterlibatan secara langsung di lapangan dalam melakukan pengamatan. Sementara penelitian penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka. Sementara metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner, serta menggunakan instrumen penelitian berupa skala likert.
OPTIMALISASI APLIKASI E-LEARNING SEBAGAI SARANA PENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Akviny Darra Amila; Dani Candra YP; Moh Radix Agustiono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.41 KB)

Abstract

Saat ini Politeknik Penerbangan Surabaya memiliki dan mengembangkan fasilitas Learning Management System (LMS) yang dapat memfasilitasi pembelajaran jarah jauh yang berfungsi untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran. Learning Management System (LMS) di Politeknik Penerbangan Surabaya bersifat aplikasi open source dan menggunakan platform Moodle serta dapat diakses menggunakan jaringan internet melalui e-learning.poltekbangsby.ac.id. Akan tetapi beberapa taruna dan dosen pengajar belum mengetahui keberadaan dari e-learning.poltekbangsby.ac.id. Politeknik Penerbangan Surabaya juga memberikan peraturan terkait penggunaan fasilitas pendukung seperti laptop/komputer yang bertentangan dengan fungsi dari e-learning. Penulis mendapatkan kesimpulan bahwa penerapan aplikasi e-learning.poltekbangsby.ac.id. sebagai sarana penunjang proses pembelajaran di Politeknik Penerbangan Surabaya belum optimal. Hasil penelitian menunjukan upaya pengoptimalan dengan dilakukannya sosialisasi dan mengkaji kembali peraturan terkait penggunaan laptop/komputer dan peningkatkan motivasi kepada taruna dan dosen pengajar terkait pengembangan e-learning di Politeknik Penerbangan Surabaya sehingga proses pembelajaran menjadi lebih baik
RANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP RECTANGULAR PATH PADA PERALATAN SECONDARY SURVEILANCE RADAR (SSR) DENGAN FREKUENSI 1030 MHZ Giga Yoganto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.851 KB)

Abstract

Antena memiliki peran penting dalam sistem telekomunikasi. Antena adalah transformator atau struktur transisi dari gelombang terbimbing ke gelombang ruang bebas atau sebaliknya. Ada berbagai jenis antena, salah satunya adalah antena microstrip, dan metode dalam pembuatannya ada banyak jenis, salah satunya adalah microstrip line. Antena Microstrip saat ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi peralatan. Ini karena antena ini memiliki beberapa keunggulan termasuk praktis, ringan, mudah dalam perencanaan dan pembuatan. Dalam penelitian ini, penulis akan merancang dan menganalisis kinerja antena mikrostrip jalur rectangylar sebagai alternatif penggunaan pada peralatan pengawasan dengan frekuensi 1,03 GHz dan diharapkan memiliki nilai parameter VSWR sebesar ≤2, dan nilai kehilangan kembali d 10 dB.
PERBANDINGAN PENGUKURAN FREKUENSI HARMONIK PADA FREKUENSI 144 MHz DENGAN SPECTRUM ANALYZER DAN REGISTER TRANSFER LEVEL SOFTWARE DEFINED RADIO Amalia Fitri Rohmawati
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.331 KB)

Abstract

Proses pergerakan pesawat dalam sebuah bandar udara tidak lepas dari proses komunikasi dengan dukungan peralatan telekomunikasi VHF (Very High Frequency) yang memenuhi aturan, dimana personil Air Traffic Controller dapat menggunakan alat tersebut untuk komunikasi dengan Pilot. Kisaran frekuensi radio komersil dan frekuensi penerbangan berdekatan sehingga berpotensi untuk terganggu. Kondisi tersebut bisa membahayakan keselamatan penerbangan karena tidak jelasnya informasi yang diterima oleh Pilot. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji gangguan frekuensi harmonik terhadap frekuensi 144 MHz, menggunakan metode simulasi/eksperimen. Untuk mengatasi gangguan frekuensi radio, disarankan mengatur bandwidth, pada receiver peralatan VHF yang akan ditampilkan pada peralatan spectrum analyzer, dan RTL SDR (Register Transfer Level Software Defined Radio) sehingga tidak menimbulkan noise dalam proses penerimaan informasi dari Pilot untuk Air Traffic Controller yang memandu lalu lintas di sebuah bandar udara. Frekuensi yang terdapat pada sebuah bandar udara tidak hanya frekuensi penerbangan saja, melainkan terdapat frekuensi Radio Amatir yang ada disekitarnya. Gangguan dapat dilihat dari hasil analisis apakah terdapat frekuensi harmonik pada frekuensi 144 MHz peralatan Very High Frequency dengan menggunakan spectrum analyzer, dan RTL SDR dalam menerima informasi. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa frekuensi harmonik akan muncul pada peralatan receiver pada spectrum analyzer dan RTL SDR yang digunakan memiliki bandwidth yang lebar.
ANALISA PENGARUH WIDTH CLEARANCE TERHADAP PANCARAN LOCALIZER MERK AMS 2100 MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER SEDERHANA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Yusi Apristia; Ade Irfansyah; Meita Maharani Sukma
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.211 KB)

Abstract

Instrument Landing System (ILS) merupakan alat bantu pendaratan instrumen (non visual) yang digunakan untuk membantu penerbang dalam melakukan prosedur pendekatan dan pendaratan pesawat di landasan pacu (runway) suatu bandara. Peralatan ILS memiliki peran penting dalam proses pendaratan tepat pada centerline runway terutama pada peralatan Localizer. Permasalahan pancaran Localizer seringkali terjadi karena faktor lingkungan. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kuantitif dengan teknik analisa data model regresi linier sederhana. Pengambilan data ini dilakukan saat pelaksanaan Flight Commissioning peralatan ILS khususnya pada Localizer. Permasalahan width clearance tidak normal dapat diatur pada SBO RF Volt Scale sesuai dengan rumus di ILS Basic Theory. Hasil analisa menunjukkan bahwa width clearance berpengaruh signifikan terhadap pancaran Localizer. Width clearance yang tidak normal dapat mengakibatkan pancaran tidak normal. Hal ini harus dipenuhi untuk menghindari terjadinya False course (terjadinya zero DDM atau centre line lain, diluar zero DDM atau centre line yang semestinya). Penyebab permasalahan tersebut dikarenakan adanya pembangunan apron di area clearance 150 Hz.
RANCANGAN PUBLIC ANNOUNCEMENT SYSTEM ( PAS ) BERBASIS TEXT TO SPEECH Hernanda Hernanda; Moch Rifa’í; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.812 KB)

Abstract

Rancangan Public Announcement System ( PAS ) Berbasis Text To Speech ini, bertujuan sebagai salah satu aplikasi dari upaya pemanfaatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Teknologi yang semakin maju ini merupakan hasil dari olahan program-program yang telah ada, Sehingga mempermudah pengguna dalam pengoperasiannya. Rancangan ini merupakan software program aplikasi yang di tanamkan pada sebuah Personal Computer ( PC ). Program aplikasi yang dibuat menggunakan microsoft visual basic 6.0, yang mana dalam program aplikasi ini terdapat berbagai fitur, yaitu menu jadwal harian, menu pesan, dan menu announcer. Menu jadwal harian beroperasi secara otomatisasi setiap harinya, namun dapat juga diatur secara manual yang tersedia pada menu tersebut. Menu pesan beroperasi saat akan mengirim dan menerima pesan singkat. Sedangkan, menu announcer beroperasi saat akan memberikan informasi kegiatan kepada taruna. Pada menu announcer tersedia beberapa pengumuman yang bersifat tidak tetap, pengumuman manual dapat dirubah sewaktu-waktu jika terdapat pengumuman yang salah maupun pengumuman yang bersifat darurat. Diharapkan rancangan sistem aplikasi ini dapat memudahkan kinerja program studi dalam mengatur jadwal kegiatan taruna, sesuai dengan peraturan jadwal kegiatan yang sudah ada dan membantu dalam interaksi jarak jauh antar program studi dengan taruna.
DAMPAK KURANGNYA PERSONEL AIR TRAFFIC CONTROLLER TERHADAP PEMBERIAN PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG Muhammad Kokon Shandy; Paramita Dwi NAstiti; Elly Pudjiastuti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.009 KB)

Abstract

Adanya pengaruh antara kurangnya personel Air Traffic Controller dengan pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Masalah tersebut tentunya berkaitan dengan jumlah traffic yang semakin bertambah dan jumlah Air Traffic Controller yang tidak memadai sehingga mengakibatkan adanya hambatan dan gangguan, seperti beban kerja yang semakin bertambah dan menyebabkan stress, fatigue, serta respon dan konsentrasi menurun. Kondisi tersebut tentunya mengganggu Air Traffic Controller (ATC) dalam memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan, sehingga pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan tidak bisa diberikan dengan optimal. Dalam penelitian ini populasi yang penulis ambil adalah 7 personil ATC di unit APP di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Variabel yang dikaji yaitu variabel independen (X) yaitu jumlah personil ATC dan variabel dependen (Y) yaitu pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu menggunakan observasi, dokumentasi, kuesioner, dan wawancara, serta studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Perekrutan tenaga kerja baru yang sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi bandar udara, perencanaan dan penempatan sumber daya manusia yang sesuai kompetensi untuk mempekirakan jumlah kebutuhan Air Traffic Controller sehingga beban kerja bisa teratasi, dan peningkatan pengetahuan sumber daya manusia khususnya di bidang Air Traffic Controller sehingga kemampuan setiap Air Traffic Controller terlatih dan terampil dalam bekerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah sehingga masalah-masalah yang terjadi terkait pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan dalam pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan dapat tercipta dengan baik. Penulis juga berharap agar hasil dari penelitian ini bisa bermanfaat guna meningkatkan pelayanan lalu lintas udara yang aman, nyaman, teratur, dan efisien di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung.
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP REMOTE CONTROL SYSTEM UNIT DOPPLER VHF OMNIDIRECTIONAL RANGE SELEX 1150A DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG Anik Suparningsih
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.002 KB)

Abstract

Peralatan navigasi merupakan bagian yang penting dalam menunjang keselamatan penerbangan. AirNav Semarang memiliki peralatan navigasi DVOR Selex 1150A. Peralatan bantu navigasi udara yang bekerja pada frekuensi 108 – 118 MHz dan berfungsi untuk memberikan sinyal panduan kesegala arah dengan azimuth dari 0 sampai 360 derajat, terhadap lokasi stasiun DVOR. RCSU (Remote Control System Unit) adalah suatu perangkat yang digunakan untuk melakukan maintenance peralatan DVOR dari jarak jauh yang terpasang di ruang teknik AirNav Semarang. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh curah hujan terhadap RCSU (Remote Control System Unit) DVOR Selex 1150A di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Dalam praktiknya, proses penerimaan ataupun pengiriman informasi parameter pada RCSU DVOR tersebut sering terganggu (terjadi alarm) disaat hujan. Solusi dari permasalahan tersebut penulis menganalisa dengan melakukan perbandingan pengukuran Azimuth, 30 Hz Mod, dan 9960 Hz Mod yang dilakukan dengan menggunakan PIR (Portable ILS VOR Receiver) dengan parameter di RCSU. Hasil dari analisa penelitian menyatakan bahwa cuaca mempengaruhi kinerja dari media transmisi yang digunakan oleh RCSU. Hasil dari pengumpulan data dapat disimpulkan bahwa cuaca mempengaruhi signal strength atau kekuatan signal pada media transmisi Radio Link. Pada saat cuaca buruk signal strength pada Radio Link mengalami penurunan atau ketidakstabilan pada sensitivity sehingga mengakibatkan proses penerimaan data menjadi terganggu.
PENGARUH KEBERADAAN BUKIT TIMUR LAUT DUA TERHADAP PANCARAN GLIDE PATH RUNWAY 36 DI BANDAR UDARA SAM RATULANGI MANADO M. Budi Santoso
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.705 KB)

Abstract

Intrument Landing System (ILS) merupakan instrument elektronika yang berfungsi sebagai sistem pemandu pendaratan pesawat udara. Berdasarkan fungsi pemanduan, terdapat tiga komponen peralatan yang ada yaitu: Marker beacon, Localizer dan Glide Path. Marker Beacon yaitu peralatan navigasi yang memberikan informasi berupa audio dan visual untuk mengetahui jarak pesawat terhadap runway, Localizer yaitu peralatan navigasi yang memberikan mengenai kelurusan pesawat dengan garis tengah landasan, Glide Path yaitu peralatan yang memberikan informasi sudut pendaratan pesawat terhadap runway. Disini penulis melakukan sebuah analisa tentang pengaruh kondisi topografi terhadap pancaran Glide Path dalam kondisi tertentu dimana sudut pendaratan tidak harus 3°, dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Penelitian diawali dengan pengamatan kondisi topografis kota Manado, kemudian pengumpulan data yang berupa nilai tinggi bukit, jarak antara threshold dengan runway, rumus perhitungan ketentuan nilai sudut pendaratan, dasar hukum yang mengatur tentang Glide Path. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada taruna tentang nilai sudut pendaratan Glide Path, faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi nilai tersebut. Dari penelitian yang sudah dilakukan serta hasil dari kalibrasi didapatkan bahwasannya pada bandar udara Sam Ratulangi Manado sudut pendaratan ditentukan dengan nilai 3.25° dikarenakan terdapat bukit timur laut dua yang menjadi faktor penentuan sudut tersebut dan juga hasil perhitungan sudah berdasarkan pada SKEP 113/VII/2002 tentang batas maksimum pesawat dengan sebuah obstacle.
KAJIAN STANDARD OPERATING PROCEDURE TERKAIT PEMBERIAN EXPECTED APPROACH TIME TERHADAP KELANCARAN DAN KESELAMATAN PELAYANAN PEMANDUAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG TARAKAN Ruhul Millah; Imam Sonhaji; Supriyanto Supriyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.812 KB)

Abstract

Terciptanya kelancaran dan keselamatan penerbangan tidak lepas dari adanya beberapa faktor yaitu fasilitas maupun prosedur serta petugas pelayanan lalu lintas penerbangan itu sendiri. Prosedur memegang peranan yang sangat penting dalam pelayanan lalu lintas penerbangan karena semua clearance, instruction, dan information disampaikan oleh Air Traffic Controller kepada pilot harus sesuai dengan standar yang mengacu pada aturan ICAO. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Penulis mendapatkan kesimpulan bahwa Standard Operating Procedure Tarakan Approach belum memuat prosedur terkait pemberian Expected Approach Time yang menyebabkan pelayanan pemanduan lalu lintas penerbangan belum optimal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kajian Standard Operating Procedure terkait pemberian Expected Approach Time diperlukan dan telah dibuat untuk menjadi prosedur standar Air Traffic Controller dalam memberikan pelayanan sehingga pelayanan lalu lintas penerbangan di Perum LPPNPI Cabang Tarakan menjadi optimal.