cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2012)" : 6 Documents clear
TINJAUAN PENGARUH WARNA TERHADAP KESAN DAN PSIKIS PENGHUNI PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL Syoufa, Ade
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan warna untuk setiap ruang sangatlah penting karena masalah tersebut berhubungan dengan penciptaan suasana dan kenyamanan bagi pengguna. Ruang yang baik adalah ruang yang dapat memberikan efek pengaruh psikis dan kenyaman untuk pengguna sehingga mendukung atau mendorong terjadinya suatu kreatifitas bagi penghuni dan pengguna. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yang berarti memaparkan mengenai kaitan penggunaan warna terhadap efek karakter ruang dan psikologis penghuni atau penggunanya. Analisis adalah menggunakan data yang diperoleh penulis untuk dibandingkan dengan teori-teori kemudian berusaha untuk memberikan solusi. Dalam hal ini datadata lapangan mengenai konsep warna ruang yang diperoleh akan dibandingkan dengan teori-teori mengenai warna. Deskriptif adalah menggambarkan dan melukiskan keadaan atau kondisi obyek berdasarkan fakta-fakta. Dari hasil proses analisis data diperoleh hasil warna ruang dapat diciptakan dari berbagai unsur /elemen dekorasi ruang, tetapi warna ruang ditentukan dari suatu keinginan penciptaaan suasana ruang (tema ruang) dan mendukung kegiatan atau aktifitas yang terjadi pada suatu ruang dengan memperhatikan unsur – unsur desain (pola,keseimbangan dan proporsi). Sedangkan bahan atau material merupakan hal pendukung atau penunjang dalam penciptaaan suasana yang akan dibuat
DAMPAK REVITALISASI KAWASAN TRADISIONAL PADA SISTEM SOSIAL BUDAYA SUKU DANI DI KABUPATEN JAYAWIJAYA, PROVINSI PAPUA Salipu, Amir
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan yang telah terjadi selama dua dekade lalu sering dilaksanakan hanya didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan fungsi kawasan. Kecenderungan yang lebih dominan yaitu mengabaikan pertimbangan nilai tradisi dan sejarah. Terjadinya pergeseran terhadap nilai-nilai sosial dan budaya seiring dengan fenomena global yaitu lebih mengedepankan nilai manfaat ekonomi/finansial. Revitalisasi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Papua pada Kawasan Permukiman Tradisional di Kampung Waisaput Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua pada tahun 2010, merupakan upaya merubah tempat agar dapat digunakan untuk fungsi yang lebih sesuai. Yang dimaksud dengan fungsi yang lebih sesuai adalah kegunaan yang tidak menuntut perubahan drastis, atau yang hanya memerlukan sedikit dampak minimal. Dampak revitalisasi pada sistem sosial budaya suku Dani akan dikaji dengan menggunakan teori fungsionalisme Malinowski untuk melihat fungsi kebudayaan terhadap kebutuhan manusia. Penggunaan teori rumah tradisional untuk memberi gambaran bagaimana bentuk rumah tradisional disatu kawasan dan budaya bisa berbeda. Bila dilakukan revitalisasi apakah dapat meningkatkan nilai sosial budaya penghuninya, bila ya, maka apa langkah yang perlu diperhatikan agar dapat diterapkan pada kegiatan lain untuk meningkatkan mutu pembangunan masyarakat tradisional dalam bermukim. Penelitian ini bertujuan memberi gambaran apa dampak program pemerintah (dalam hal ini revitalisasi kawasan tradisional oleh Kementrian Pekerjaan Umum) terhadap perubahan pada sistem kebudayaan orang Dani dilihat dari perspektif teori fungsionalisme dan teori rumah tradisional.
ANALISIS PERKEMBANGAN GAYA ARSITEKTUR PADA FASADE BANGUNAN STASIUN KERETA TANJUNG PRIUK Widayanti, Rina; Widyarsih, Meyka
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Stasiun kereta api sebagai tempat/ wadah turun naiknya penumpang dan penantian antara sistem angkutan kereta api dengan sistem angkutan lain dalam sebuah kota. Sebagai tempat transit, menjadikan stasiun kereta api sangat strategis, ekonomis, banyak masyarakat antara lain pengelola stasiun, penumpang kereta, pedagang atau siapa saja menggunakan stasiun sebagai tempat untuk memulai aktivitasnya. Dengan mengadopsi bentukan fasade bangunan serta ornamen yang di gunakan maka permainan garis – garis horizontal dan vertikal yang menjadi aksen utama dalam bangunan untuk menciptakan kesan formal. Selain itu penggunaan kaca pada bangunan untuk menciptakan kesan minimalis yang seolah-olah menggambarkan kemajuan teknologi saat ini. Bagaimana perubahan perkembangan Fasade Bangunan Stasiun Kereta Tanjung Priuk hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami perubahan fungsi dan gaya arsitektur pada fasade bangunan Stasiun kereta Tanjung Priuk di Indonesia yang merupakan bangunan kolonial. Stasiun Tanjung Priuk merupakan stasiun monumental dengan 8 jalur ganda, 6 jalur didalam peron dan 2 jalur diluar peron. Bangunan Stasiun Tanjung Priuk memiliki bentuk dominan simetris dikarenakan pengaruh aliran Kubisme sehingga berbentuk simpel dan geometris persegi empat dan garis garis vertical dan berlanggam Indische Empire Style. 
KAJIAN TENTANG ALIH FUNGSI HUNIAN MENJADI TEMPAT USAHA Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep hunian dan tempat usaha, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat baik kalangan menengah bawah maupun menengah atas. Hanya saja konsep tersebut diaplikasikan dalam berbagai bentuk yang memberikan perbedaan yang signifikan, apalagi dalam perencanaan maupun penggunaan ruangnya. Biasanya pada kalangan menengah bawah, penggunaan salah satu ruang hunian menjadi tempat usaha merupakan hal yang biasa karena kebutuhan mendesak sebagai wujud tindakan dalam peningkatan taraf ekonomi keluarga. Sementara itu pada kalangan menengah atas, biasanya penggunaan ruang hunian menjadi tempat usaha sudah direncanakan dari awal, sehingga konsep hunian-usaha diaplikasikan dalam konsep bangunan rumah toko atau yang dikenal sebagai ruko. Konsep rumah toko ini merupakan konsep baru yang terencana baik, sebagai aplikasi dan adopsi dari penggabungan maupun alih fungsi ruang hunian menjadi tempat usaha pada masyarakat kelas menengah bawah. Tulisan ini mengangkat judul alih fungsi hunian menjadi tempat usaha, yang memaparkan konsep tersebut dari akarnya yaitu konsep dan fungsi hunian, konsep dan fungsi ruang, munculnya konsep rumah toko sampai dengan pro dan kontra terhadap konsep rumah toko tersebut. Dari paparan konsep tersebut, dapat diambil sebuah benang merah bahwa konsep rumah toko dapat diaplikasikan sejauh kegiatan usaha tidak mengganggu fungsi ruang dan hunian dalam kegiatan rumah tangga.
ANALISIS PERBANDINGAN KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR DENGAN PILE DRIVING ANALYZER (PDA) TEST DAN METODE MAYERHOF (1976) Supomo, Fani Yayuk; Lastin, Wike Wedya
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan pondasi dalam, terdapat beberapa jenis pondasi yang dapat disesuaikan dengan lingkungan serta keunggulan dari pondasi tersebut. Salah satu pondasi dalam yang sering digunakan adalah pondasi tiang bor. Pengujian pondasi tiang bor dilakukan melalui uji pembebanan dinamis, guna mendapatkan daya dukung ujung tiang, daya dukung selimut serta daya dukung tiang. Hasil pengujian Pile Driving Analyzer (PDA) test dijadikan ukuran dalam mendapatkan kapasitas ijin pondasi tiang bor. Selain pengujian tersebut, juga dilakukan perhitungan manual dengan Metode Mayerhof (1976) berdasarkan data Standard Penetration Test (SPT) tanah di sekitar lokasi pelaksanaan proyek. Gedung hunian yang dijadikan sampel pengukuran berdiri diatas lahan seluas 3.700 m2. Jumlah Dari hasil pengetesan PDA yang dilakukan pada salah satu titik pondasi tiang bor yaitu pada titik 139 dengan dimeter 1000 mm didapat daya dukung ujung ultimit yaitu 242 ton sedangkan dari hasil perhitungan dengan data SPT didapat 1028,29 ton. Untuk daya dukung selimut pada hasil tes PDA didapat sebesar 703 ton dan hasil perhitungan dengan data SPT didapat 442,2753 ton.
IDENTIFIKASI PERAN GENDER DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR DI KOTA DEPOK Wulan, Asri; Suprapto, Heri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya air merupakan salah satu yang sangat penting bagi kehidupan di berbagai wilayah Indonesia terutama di pulau Jawa. Kebutuhan sumber daya air yang terus meningkat tidak dapat diimbangi oleh siklus air yang relatif tetap, sehingga hal itu menimbulkan perubahan lahan akibat tekanan aktifitas dari penduduk. Peran gender merupakan kunci yang sangat penting, hal tersebut berdasarkan atas kenyataan bahwa wanita dan pria dibedakan sehingga disebut peran gender. Peran gender berkaitan erat dengan pembagian kerja. Selain itu diperlukan adanya penyadaran bahwa pembangunan harus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan prioritasnya bagi pria dan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran-peran dan tanggung jawab, hambatan dan prioritas-prioritas berdasarkan gender dalam perencanaan dan operasional terhadap pengembangan sumber daya air. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data-data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang berhubungan dengan peran gender. Setelah itu, data diproses menggunakan SPSS.

Page 1 of 1 | Total Record : 6