cover
Contact Name
Noni Antika Khairunnisah, S.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lpp.mandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
ISSN : 25485555     EISSN : 26566745     DOI : -
Core Subject : Education,
The Mandala Education Journal is an educational scientific research article and the results of Social research, Science, Politics, and the results of literature studies.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 26 Documents clear
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013 Melalui Supervisi Akademik Semester Satu Tahun Pelajaran 2017/2018 Di SD Negeri 5 Mataram Baiq Aini
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.719 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v2i2.203

Abstract

Yang melatar belakangi diadakannya Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini yaitu rendahnya kompetensi Guru Kelas dalam proses pembelajaran di kelas. Solusinya yaitu dengan mengefektifkan pelaksanaan supervisi akademik. Permasalahannya apakah pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran di kelas Semester Satu tahun Pelajaran 2017/2018 di SD Negeri 5 Mataram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan supervisi akademik dalam upaya meningkatkan kompetensi Guru Kelas dalam pembelajaran di kelas, yang manfaatnya bagi kepala sekolah adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga siklus, masing-masing siklus kegiatannya ada empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil akhir > 85% dari jumlah peserta pendampingan memperoleh nilai rata-rata > 80,00 (kategori baik). Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (2,80), observasi guru rata-rata (3,00) dan hasil supervisi akademik guru kelas rata-rata nilai (61,35). Pada siklus II observasi kepala Sekolah rata-rata (3,50), observasi guru rata-rata (4,00) dan hasil supervisi akademik di sasaran rata-rata nilai (78,73). Siklus III observasi kepala Sekolah rata-rata (4,50), observasi guru rata-rata (4,50) dan hasil supervisi akademik di sasaran rata-rata nilai (86,25). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus III. Kesimpulan; Hasil penelitian pada siklus ke 3 menunjukkan peningkatan kompetensi Guru dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru kelas sejenis agar melakukan proses pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah direncanakan dengan baik, tanggung jawab, bersunggung-sungguh demi peningkatan prestasi belajar peserta didik sesuai dengan bidang studi/mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 WERA KABUPATEN BIMA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Erwin, S.Pd Erwin, S.Pd
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.77 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v2i2.484

Abstract

Siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wera Kabupaten Bima, setelah belajar bahasa Inggris belum mampu  juga menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi sekalipun dalam bentuk yang sederhana. Bahkan yang lebih tragis lagi, belakangan ini timbul kecenderungan bagi siswa untuk membenci pelajaran bahasa  Inggris karena  mereka menganggap bahwa pelajaran bahasa Inggris suatu yang membosankan dan menakutkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus 1 ditemukan bahwa adanya peningkatan persentase ketuntasan dalam tes evaluasi pada perbaikan 1 dan tes evaluasi perbaikan 2. Setelah perbaikan siklus 1 persentase ketuntasan ada peningkatan menjadi 69%. Meskipun ada peningkatan penguasaan materi berbicara mata pelajaran bahasa Inggris pada perbaikan 1 masih perlu perbaikan lagi dikarenakan belum mencapai ketuntasan yang diinginkan. Kemudian dilakukan perbaikan siklus 2, nilai ketuntasan belajar mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 99%. Pada siklus 2 ini ketuntasan belajar secara klasikal telah tercapai sehingga tidak perlu lagi diadakan perbaikan. Suasana pembelajaran yang kondusif sangat membantu siswa dalam belajar sehingga tindakan perbaikan pembelajaran I dan II dapat tercapai. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada dua siklus dengan teknik pembelajaran aktif dalam pembelajaran bahasa Inggris pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wera kabupaten Bima dapat disimpulkan bahwa dengan teknik pembelajaran aktif dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa kelas VII. Hasil penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus ternyata hipotesis yang dirumuskan telah terbukti kebenarannya. Artinya bahwa dengan menerapkan teknik pembelajaran aktif dalam pembelajaran bahasa Inggris ternyata dapat meningkatkan keterampilan berbicara mata pelajaran bahasa Inggris siswa kelas VII SMP Negeri 1 WERA Tahun Pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan hasil belajar pada akhir siklus II dengan banyaknya siswa yang tuntas mencapai 99 % dan nilai rata-ratanya 90. Sedangkan indikator kinerja penelitian yang peneliti tetapkan adalah sekurang-kurangnya 75 % siswa mendapat nilai hasil belajar bahasa Inggris lebih dari atau sama dengan 60 dan sekurang-kurangnya 90 nilai rata-rata kelas dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dengan demikian indikator tersebut telah tercapai. Berkaitan dengan hal tersebut di atas penerapan teknik pembelajaran aktif dapat dilaksanakan untuk meningkatkan praktik-praktik pembelajaran bahasa Inggris di kelas VII sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif serta menyenangkan.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MANAJEMEN KETENAGAAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Agung Deddiliawan Ismail; Adi Slamet Kusumawardana; Anis Farida Jamil; Octavina Rizky Utami Putri
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.808 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v2i2.225

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan penyusunan SOP manajemen ketenagaan di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, dan (3) pelaksanaan. Subjek penelitian ini adalah pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil observasi dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa SMK belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk manajemen ketenagaan. Perencanaan pelaksanaan pendampingan penyusunan SOP dilakukan dengan membuat catatan lapangan kegiatan pendampingan dan penyusunan format SOP. Sedangkan pelaksanaan pendampingan penyusunan SOP dilakukan dengan enam tahap yaitu tahap persiapan, pembentukan tim pelaksana, perencanaan, penyusunan, uji coba draf SOP, dan implementasi SOP. SOP yang dibutuhkan untuk mengatur penjaminan mutu pendidik dan tenaga kependidikan
Hubungan Kelentukan Dan Keseimbangan Tubuh Dengan Ketepatan Sasaran Service Atas Dalam Permainan Sepak Takraw Pada Klub Jewel Star Praya Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2016 Nurdin Nurdin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.037 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v2i2.648

Abstract

Kelentukan dan Keseimbangan Tubuh merupakan suatu faktor penunjang ketepatan sasaran service atas dalam permainan sepak takraw pada atlet. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu Kurangnya Ketepatan sasaran service atas dalam permainan sepak takraw Klub Jewel Star Praya Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2016. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah ada hubungan kelentukan dan keseimbangan tubuh dengan ketepatan sasaran service atas  dalam permainan sepak takraw pada Klub Jewel Star Praya Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2016.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelentukan dan keseimbangan tubuh dengan ketepatan sasaran service atas  dalam permainan sepak takraw pada Klub Jewel Star Praya Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2016.”Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan korelasi pearson product moment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu Klub Jewel Star Praya Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2016. yang mempunyai jadwal latihan sepak takraw yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes perbuatan dan dokumentasi. Teknik analisis data meggunakan statistik korelasi linier berganda. Dari hasil analisis korelasi ganda (R) diperoleh nilai = 0,544 lebih kecil dari nilai r tabel  dengan taraf signifikan 5% yakni 0,576. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kelentukan dan keseimbangan tubuh dengan ketepatan sasaran service atas dalam permainan sepak takraw Klub Jewel Star Praya Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2016
Penerapan Media Flash Flayer Untuk Meningkat Motivasi Siswa Kelas VI Pada Mata Pelajaran IPA Raden Sumiadi; Lasani Lasani
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.609 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v2i2.584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan media flash player. Penelitian ini di desain dalam bentuk penelitian tindakan kelas yang berkahir sampai dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat (4) tahap yaitu tahap merencanakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Tahap perencanaan berupa penyusunanan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam memperlancar proses pembelajaran di kelas seperti membuat RPP, menyiapkan media, menyusun instrumen penilaian. Tahap pelaksanaan dilakukan dalam bentuk peneliti menerapakan RPP, media, dan instrumen penilaian yang telah dibuat pada tahap perencanaan. Tahap observasi dilakukan dalam bentuk pengamat dalam hal ini guru mengamati aktivitas mengajar peneliti sesuai dengan RPP yang telah dikembangkan dan diterapkan. Tahap refleksi adalah tahapan peneliti dalam mengevaluasi kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran sebagai bahan kajian untuk menyempurnaakan pembelajaran pada tahap berikutnya. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan wawancara, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan rumus ketuntasan individu dan klasikal. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa pada siklus satu (I) prosentase motivasi siswa mencapai 58,7% dengan kategori belum termotivasi, sedangkan pada siklus dua (II) presentase motivasi siswa 76,5% dengan kategori cukup termotivasi. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan media flash player dapat meningkatkan motivsai belajar siswa di SDN 2 Senaru
Perlindungan Hak Pasien Dalam Mendapatkan Standar Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pada Kelas Rawat Inap Di Rsud Kabupaten Lombok Tengah Dan Rsud Kabupaten Lombok Timur Muhamad Siladani Fatuhu
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.238 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v2i2.1051

Abstract

Organisasi kesehatan dunia menyebutkan kesehatan adalah hak fundamental setiap orang, selain itu UUD Tahun 1945 menyebutkan kesehatan merupakan hak setiap warga negara, untuk itu diperlukan adanya fasilitas pelayanan kesehatan untuk menunjang pelayanan kesehatan, seperti bunyi Pasal 34 ayat (3) UUD Tahun 1945. Untuk melihat pelaksanaan dari penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit khususnya kelas rawat inap. Maka tujuan dalam penelitian, bagaimana regulasi tentang strandar fasilitas pelayanan kesehatan pada kelas rawat inap di rumah sakit, bagaimana implementasi regulasi tentang strandar fasilitas pelayanan kesehatan pada kelas rawat inap di rumah sakit, bagaimana perlindungan hak pasien dalam mendapatkan strandar fasilitas pelayanan kesehatan pada kelas rawat inap di rumah sakit. Penelitian dilakukan di RSUD Kabupaten Lombok Tengah dan RSUD Kabupaten Lombok Timur. Metode dalam penelit ian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis (socio-legal approach), dan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitik. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan data yang dikumpulkan meliputi data perimer dan data sekunder. Hasil dalam penelitian adalah regulasi tentang standar fasilitas pelayanan kesehatan diatur berdasarkan Undang-Undang juga peraturan menteri kesehatan, sedangkan regulasi standar fasilitas di dua rumah sakit belum ada, berpedoman pada Surat Keputusan Hak Pasien Dan Keluarga (HPK), regulasi standar pelayanan kesehatan diatur Hospital By Law. Implementasi standar fasilitas pelayanan kesehatan di ke dua rumah sakit masih belum terlaksana sesuai standar fasilitas, karena biaya dan regulasi internal standar fasilias belum ada, sedangkan standar pelayanan kesehatan karena faktor tenaga kesehatan dan fungsi pelayanan rohani. Perlindungan hak pasien dalam mendapatkan standar fasilitas pelayanan kesehatan pada kelas rawat inap di dua rumah sakit belum terpenuhi, dari segi standar fasilitas juga standar pelayanan kesehatan

Page 3 of 3 | Total Record : 26